
Selesai acara raja dan ratu pergi keluar istana lebih dahulu lalu putri dan pangeran menyusul. Saat semua pangeran dan putri sudah keluar aku berjalan santai di barisan paling belakang masih merutuki kejadian bodoh tadi, aku sungguh malu.
"Putri Carla.."
Putri Aura langsung berjalan di sampingku saat ini, aku tersenyum dan memberi salam padanya.
"Ada apa putri? Ada yang ingin kau katakan padaku?" tanyaku dan kami berbicara sambil berjalan di sepanjang koridor kerajaan.
"Aku hanya ingin mengucapkan kerja bagus untuk usahamu hari ini" Putri Aura
"Aku tak mengerti maksudmu putri" jawabku santai
"Kerja bagus, karna kau sudah menarik banyak perhatian pangeran di acara ini. Bahkan aku sebagai tuan rumah kalah denganmu" Putri Aura
"Aku hanya tak sengaja menemukan gaun ini lalu aku berencana memakai ini" jawabku
"Bukan untuk mencari perhatian?" Putri Aura
"Itu juga tujuanku, tidak semua. Hanya kau, dan Pangeran Aiden saja" jawabku sambil tersenyum
"Oh jadi itu tujuanmu memakai gaun ini" Putri Aura
"Sesuai dengan perkataan ku kemarin, bukankah kita berkompetisi tujuan siapa yang akan menang? Bukan kompetisi memuji penampilan" jawabku
"Kau boleh senang, karna hari ini tujuanmu berhasil. Bahkan bukan hanya Pangeran Aiden, seluruh pangeran bahkan tapi... aku tidak akan menyerah sampai disini" jelas Putri Aura
"Terima kasih, inilah yang dinamakan dengan kompetisi lakukanlah cara yang kau bisa agar tujuanmu tercapai" jelasku
"Kau tidak suka dengan pangeran tapi kenapa kau mau melindunginya dariku?" Putri Aura
"Apa karna aku melindunginya bisa dibilang aku menyukainya?" tanyaku
"Kalau begitu, lepaskan dan biarkan aku yang menang" Putri Aura
Aku memberhentikan langkahku dan menoleh ke arah Putri Aura yang berada 1 langkah di belakang ku.
"Wah, ternyata kau sudah mulai menaikkan bendera menyerah putri? Apakah seperti ini caramu memohon untuk menang? Ini kompetisi, dimana sisi kompetitif mu kemarin? Apakah tertinggal?" tanyaku
Aku maju mendekati Putri Aura dan tersenyum.
"Aku tidak akan melepaskan Pangeran Aiden, bahkan jika caraku telah habis dan tujuanmu tetap sama jalan satu-satunya adalah menikahi pangeran. Itulah cara agar kau tidak memanfaatkannya" imbuh ku
"Salam Putri Aura, sampai jumpa di acara pernikahan Pangeran Harris dan Putri Abella besok. Aku menunggumu, dandan lah yang cantik besok adalah giliran kau menjadi pusat perhatian" ucapku lalu meninggalkan Putri Aura
Saat sudah keluar istana dan ingin menaiki kereta kencana, aku menoleh ke kiri dan melihat Pangeran Aiden tengah menatapku. Aku memberi nya senyuman lalu masuk ke dalam kereta kencana. Dan kencana langsung berjalan kembali ke istana Rumpelstiltskin.
__ADS_1
Carla POV end
...-----...
[Malam hari]
Hari sudah malam Putri Carla sedang berada di kamarnya. Malam hari sebelum acara pernikahan anggota kerajaan seluruh keluarga akan melakukan acara pemberkatan bagi yang menikah. Putri Carla sudah bersiap dan berjalan menuju tempat aula pemberkatan dilakukan.
Pintu aula terbuka dan Putri Carla berjalan masuk dan berdiri di depan tahtanya sebagai putri kerajaan di samping tahta ibu ratu. Pangeran Harris tiba dan dia duduk di kursi yang sudah disediakan di tengah tengah ruangan.
Lalu acarapun dimulai, raja memulai acara pemberkatan.
"Malam ini, aku akan melakukan acara pemberkatan untuk Pangeran Luke Louis Harrison Alexandrine Rumpelstiltskin yang akan menikah besok pada hari Sabtu dengan Putri Valentina Mae Cyhan Abella Valencia Catasthrope dari kerajaan Catasthrope. Semoga pernikahan kalian berjalan dengan baik dan menjalankan kehidupan baru dengan penuh kebahagian" Raja Maverick
Putri Carla tidak fokus ke dalam acara yang sedang dilaksanakan. Justru dia memikirkan pakaian seperti apa yang digunakan Putri Aura besok dan seperti apa pakaian yang ia gunakan besok.
(Aku harus bisa menghentikan tujuan Putri Aura, tak ku sangka orang baru yang masuk dalam circle punya tujuan jelek seperti itu) batin Carla
"Kau menikmati acara malam ini putri?" tanya Ratu Ellena membuat Putri Carla sadar dari lamunannya
"Iya? Iya ibu ratu aku menikmati acara malam ini, dan aku berharap Pangeran Harris dan Putri Abella mendapatkan kehidupan baru yang bahagia sampai di keturunannya nanti" jawab Carla
"Ibu juga berharap seperti itu" Ratu Ellena
(Jangan sampai dengan adanya kompetisi ini aku melupakan tentang portal dunia Digital. Aku hampir melupakan tentang hal ini) batin Carla
Hingga dia membangun kan pak Ian penjaga perpustakaan yang memang tinggal di dalam perpustakaan yang telah disiapkan ruangan untuknya.
"Ada apa Putri Carla malam malam di perpustakaan dan menggunakan jubah seperti ini?" pak Ian
"Sstt.. dimana keberadaan buku dunia Digital itu pak?" tanya Carla
"Aku meletakkan buku itu di suatu tempat, kenapa kau mencarinya putri?" pak Ian
"Berikan kepada ku" Carla
"Aku harus tau apa tujuanmu memerlukan buku itu putri" pak Ian
"Ada sesuatu yang harus aku ketahui dari buku itu" Carla
"Jangan katakan kau akan ke portal itu Putri Carla, kau tau akibatnya kan. Untuk sekedar mengetahui dunia itu aku rasa bisa ku berikan. Tapi, untuk selebihnya tak bisa aku berikan putri. Hal ini berlaku sejak lama dan orang kerajaan dilarang keras untuk masuk ke dalam portal itu" jelas pak Ian
"Baik pak, aku tidak akan melakukan itu. Aku hanya ingin membaca saja jadi berikan padaku" Carla
"Tidak bisa putri, aku yakin kau ingin lebih dari sekedar tau" pak Ian
__ADS_1
"Pak... Berikan pa.da.ku atau aku akan pergi ke hutan dan mencari portal itu sendiri tanpa buku itu" tekan Carla
Pak Ian terpaksa memberikannya pada Carla, lalu Carla membukanya dan saat dia membaca buku itu dia melihat ada mantra yang harus diucapkan agar portal itu terbuka.
"Jangan putri, ku mohon" pak Ian
"Biarkan aku sendiri" Carla pergi dari perpustakaan membawa buku itu dan membaca mantra nya saat sudah sampai di dalam hutan.
Dia berlari untuk sampai di hutan saat ini, agar tidak di ganggu seorangpun. Tapi, disisi lain pak Ian melaporkan hal ini pada bibi Aiv, lalu bibi Aiv melapor pada Mentri Kedisiplinan, ialah Horach.
Tak lama mereka bertiga mencari Carla dan menemukan Carla disana sedang menatap portal didepannya yang sudah terbuka. Carla memasukinya dengan langkah perlahan tak satupun dari mereka menghentikan putri Carla.
"Apakah dia akan baik baik saja nantinya?" pak Ian
"Dialah yang menginginkan hal ini, aku yakin dia akan nyerah nantinya saat tau akibat memasuki portal itu" bibi Aiv
Pak Horach maju 1 langkah masih memantau Carla yang bahkan saat ini setengah tubuhnya telah masuk ke dalam portal itu.
"Satu hal yang harus kita pahami adalah, portal dunia digital telah di blokir sepenuhnya oleh tetua di abad ke-20 dan hanya orang kerajaan yang kuat saja yang bisa melewati portal itu. Jika tidak dia akan terpental keluar dan saat itulah kita harus membawanya untuk mengobati luka yang diderita nya setelah itu" jelas pak Horach
Dalam hitungan ke 3 Carla terpental cukup jauh ke belakang setelah mencoba memasuki portal itu. Bibi Aiv dan pak Horach berlari mengejar dimana Carla terjatuh disusul pak Ian setelah mengambil buku itu dan menutup portalnya.
"Oh tidak! Dia terluka cukup parah" ucap bibi Aiv setelah melihat bagian tangan kirinya yang membuat tanda biru berbentuk garis. Dan kakinya yang lebam seperti terbentur benda keras dengan kuat.
"Kita harus segera mengobati nya atau umur putri Carla akan berkurang jika energi portal itu telah masuk seluruhnya ke dalam tubuh putri Carla." jelas pak Horach
Pak Horach langsung menggendong Carla ala bridal dan berlari menuju ke ruang pengobatan kerajaan. Mereka bertiga sibuk mengobati Putri Carla dengan sangat baik agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.
"Lukanya akan sulit untuk sembuh, terlebih ini akan membekas jika tidak rutin atau tepat diobati. Bekas luka ini termasuk hukuman jika membekas dan semua orang akan tau kalau Putri Carla berusaha menerobos portal itu." jelas pak Horach
"Raja dan ratu akan marah jika tau hal ini" bibi Aiv
"Mau tak mau, Putri Carla harus menyembunyikan ini jika dia tak mau dirinya dijauhi" pak Ian
"Aku yang akan mengatakan ini padanya jika dia sudah sadar nanti atau besok" bibi Aiv
Selesai pengobatan, bibi Aiv menemani Putri Carla hingga dia membuka matanya, sedangkan pak Ian dan pak Horach kembali ke tempat mereka masing-masing. Tidak ada yang tahu kejadian ini selain mereka bertiga.
"Putri Carla, aku sudah mencoba mencegah mu tapi kenapa kau terus melakukannya. Kau memang keras kepala" gumam bibi Aiv
Bibi Aiv, mengambil kain yang ada di ruangannya beserta alat jahit. Dia mengambil kain yang motifnya bagus lalu mulai membuat sesuatu dari kain tersebut dan menjahitnya untuk digunakan oleh Putri Carla.
Setelah selesai, dia memakaikannya untuk menutupi luka Putri Carla agar tidak ada yang melihatnya.
"Aku harap tidak terjadi apapun yang menimpa mu Putri Carla" bibi Aiv.
__ADS_1
.... to be continued ....