Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Back to Airin


__ADS_3

Saat mobil Nadhif berangkat aku menunggu didepan pintu sambil melambaikan tangan padanya, dia melihatku tapi tak ada tanggapan darinya, ada rasa kecewa tapi langsung aku tepis karna memang ini konsekuensi yang harus aku terima dengan adanya kontrak yang sudah kami setujui.


Setelah mobilnya tak terlihat lagi aku bergegas masuk kedalam dan bersiap siap untuk pergi mengantarkan lamaran kerja ke PT. Surya Permana Tunggal. Aku mendapatkan informasi lowongan di pt itu dari Lina teman saat kuliah dia memang sudah bekerja 3 tahun di pt itu sebagai administrasi dan kebetulan juga statusku masih PENGUSAHA pengangguran tak punya usaha...


kami sepakat untuk ketemu disana hari ini jam 10 pagi. aku menggunakan gamis dan khimar segi 4 warna peach, aku terlihat cantik dan anggun namun tetap rapi.


Setelah siap aku berangkat menuju PT.Surya Permana Tunggal dengan ojek online yang aku pesan.


perjalanan menuju pt itu membutuhkan waktu 45 menit. sesampainya disana aku menghubungi Lina mengabarkan bahwa aku sudah sampai dilokasi. aku menunggu di kursi tunggu lobby, 10 menit kemudian Lina datang dan memanggilku


" Airin... Airin sini" aku mencari cari suara yang memanggil namaku dan ternyata itu suara Lina yang ada diujung sebelah kanan sambil berjalan dan melambaikan tangannya supaya aku datang menggampirinya, akupun


langsung bangun dari dudukku dan menghampiri Lina.


" Lin... pa kabar? kangen" sapaku dan aku memeluknya, semenjak lulus kuliah aku baru ini bertemu lagi dengan Lina tapi kami masih aktif berkomunikasi via chat.


"Alhamdulillah ...baik? kamu"balasnya


"Alhamdulillah ...aku baik jg, terima kasih ya sudah kasih aku kesempatan buat ngelamar kerja disini"


" iihhh.. apaan sih kamu, ini aj aku kirain kamu g bakal mau kerja disini dan pas kamu balas chatku kasih tau klo kamu mau datang hari ini aku seneng banget tau, akhirnya aku bisa kerja sekantor sm kamu" " Aamiin semoga aku diterima ya Lin" ucapku dan tiba tiba Lina tersentak kaget "astaghfirullah...kok jadi lupa. oh ya kamu bawa berkas lamarannya g?" tanya Lina dan aki jawab dengan anggukan. "sip klo gitu, ayok kita langsung kelantai 3" terang lina sambil menarik ku menuju lift dan memencet tombol pada lift. aku mengernyitkan dahiku bingung kenapa harus kelantai 3 "akukan cm janjian untuk mengantarkan lamaran aj kok lina malah mengajakku keatas" gumamku bingung.

__ADS_1


ting...pintu lift terbuka aku dan Lina masuk kedalam lift lalu Lina menekan tombol angka 3 dia memegang tanganku erat dengan senyum lebar dibibirnya dan tak lama kami sampai dilantai 3 . ting...pintu lift kembali terbuka ...kamipun keluar lift , Lina masih menarikku menuju ke sebuah pintu yang bertuliskan 'Ruang Seleksi'


"Lin ...ini ruang seleksi?...maksudnya aku langsung ikut tes gitu.?" tanyaku bingung


" iya ...hari iNi memang seleksinya makanya aku seneng banget kamu datang hari ini" jelas Lina


" tapi akukan belum siap"


" Sudahlah ..aku tau kamu, apa sih yang g dibisa dari seorang Airin..."ucapnya sambil menyuruhku masuk kedalam namun dia hanya mengantarku didepan pintu tangannya terkepal dan bergerak turun hingga ke samping dada menandakan semangat untukku. aku membalas dengan gerakan yang sama dan senyuman, lalu ku berjalan kedepan menuju meja tunggal yang dibelakangnya sudah duduk wanita seumuran denganku dengan penampilan rapi dengan rambut tersanggul dibawah pangkal kepala terlihat cantik dan kharismatik, lalu aku menyerahkan surat lamaranku dan dia menginstruksikan untuk duduk bergabung dengan pelamar yang lain.


aku berbalik badan dan sambil berjalan aku mencari kursi kosong aku melihat banyak sekali pelamar yang datang sedangkan yang dibutuhkan hanya 2 orang saja dan akhirnya aku menemukan kursi kosong diujung ruangan, saat berjalan menuju kursi kosong itu timbul rasa ragu menyelimutiku "apa aku akan lolos, pesertanya sangat banyak dan jika dilihat dari penampilannya sepertinya mereka orang yang lebih berpengalaman dari aku" bathinku dan terasa sedikit berat langkahku menuju kursi itu namun sekilas bayangan Lina yang memberiku semangat muncul dipikiranku dan itu cukup memberikan energi untuk aku berjuang hari ini.


Aku duduk dikursi paling pojok, saat jarum jam menunjukan puku 11.00 wanita tadi berdiri dan membagikan lembaran kertas untuk seleksi awal yaitu psikotest sampai akhirnya akupun memerima kertas lembaran itu, lalu wanita itu memberikan aba aba untuk memulai secara bersamaan.


setelah kembali dari sholat aku kembali menunggu giliran disela itu aku mengirimkan pesan pada Nadhif "Assalamualaikum...kak, gimana perjalanannya ? sudah sampai ditujuankah?"hany tanda ceklist 1 menandakan hpnya blm aktif" mungkin masih dipesawat" pikirku singkat dan tanpa sadar aku mengirim pesan yang sama sebanyak 3 kali. beberapa menit kemudian giliranku dipanggil untuk wawancara.


Akhirnya beberapa test sudah kulalui dan aku tidak terlalu yakin dengan hasilnya karna memang tidak ada persiapan sama sekali.


Setelah test terakhir selesai kami dikumpulkan di ruang seleksi pertama dan diberitahukan bahwa hasil test penerimaan pegawai akan diumumkan minggu depan dan siapa saja yang lolos akan diberitahukan melalui email dan telepon.


jam menunjukkan 16.30.

__ADS_1


selesainya pemberitahuan tadi kami semua keluar ruangan dan pulang aku menghubungi Lina.


"assalamualaikum Lin..."


"Waalaikumussalam...gimana Airin testnya lancarkan?" tanya lina penasaran


" alhamdulillah...semua lancar, tapi aku tidak yakin dengan hasilnya karna banyak dari mereka yang lebih berpengalaman dari aku"


ucapku lirih dengan nada tak bersemangat


" Airin ...kamu g boleh patah semangat...kamu harus yakin dengan doa dan usaha InshaAllah akan mendapat hasil yang sesuai...mana Airin yang kukenal dulu, pantang menyerah, selalu semangat dan optimis..yakinlah pada dirimu sendiri" ucapan Lina membuka hati dan pikiranku yang membuat aku bangkit kembali


" makasih ya Lin atas semangatnya...oh ya aku langsung pulang ya takut kesorean sampe rumahnya" pamitku pada Lina


" oke Airin, maaf aku g bisa antar kamu kedepan, pekerjaanku masih menumpuk...so becarefull ladies, and see you here as an employee here" ucapnya dengan bahasa inggris dan akupun menjawab sama


" thank you for the prayers and may Allah grant our prayers, see you friend .. assalamualaikum" dan akupun menutup telp dan bergegas pulang.


Didepan lobby mas mas ojek online sudah menungguku


"mbak Khairin ya?" tanyanya saat melihat aku menghampirinya " iya mas, kejalan mutiara kan?"masnya pun mengangguk dan memberikan helm kepadaku, akupun mengambil helm lalu kupakai dan aku langsung duduk dijok dibelakang. setelah memastikan aku duduk dengan nyaman mas mas ojek online menyalakan motor dan melaju menuju alamat yg dituju.

__ADS_1


perjalanan pulang kali ini membutuhkan waktu lebih lama 55menit karna memang ini jam jamnya macet, namun mas ojek online ini cukup gesit mengambil sela dan kami tidak terjebak lama dikemacetan jakarta.


Assalamualaikum... ikutin terus ceritaku ya readers jangan lupa dukungannya biar author jg makin semangat membuat cerita untuk episode episode berikutnya...Author masih menunggu kritik dan saran karena author masih dalam tahap belajar...


__ADS_2