Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Malaikat kecil


__ADS_3

Dokter Mia dan seorang bidan masuk keruangan bersalin untuk memeriksa kondisi Airin yang ternyata sudah mengalami pembukaan hampir sempurna mereka dengan sigap mempersiapkan peralatan untuk persalinan, Nadhif masih setia menunggu dan menemani istrinya yang sedang berjuang, sebelumnya dokter menawarkan untuk meninggalkan ruangan bersalin jika tidak kuat melihat proses persalinan istrinya, namun Nadhif memilih untuk tetap tinggal dan ingin melihat secara langsung proses melahirkan


Hanya kata istighfar dan takbir yang keluar dari bibir Airin sebagai pengganti lengkuhan rasa sakit yang dia rasakan, berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit, semakin kuat rasa sakit yang dirasakan semakin kuat pula tangannya menggenggam tangan suaminya, hingga Nadhif ikut merasakan sakit yang dirasakan istrinya, yang juga membuatnya sadar perjuangan seorang wanita dalam melahirkan buah hati mereka hingga mempertaruhkan nyawanya sendiri, dan dia memutuskan untuk lebih menghormati wanita terlebih ibu dan istrinya sendiri


Hanya membutuhkan waktu 30 menit, dan akhirnya ruangan bersalin itu dipenuhi dengan tangisan bayi kecil yang masih suci yang masih belum ternoda, bayi laki laki tampan yang menambah kebahagiaan untuk keluarga kecil Airin dan Nadhif, rasa sakit dan lelah semua terbayarkan saat Airin mendengar tangisan bayi yang dia lahirkan, setelah dibersihkan sementara dokter meletakkan tubuh kecil itu diatas dada ibunya sebagai prosese IMD, Airin tersenyum melihat malaikat kecil yang saat ini sedang mencari cari pu****ibunya, senyuman hangat seorang ibu yang juga mampu menghangatkan hati orang yang melihatnya, anugrah yang luar biasa yang kehadirannya juga mampu melupakan kesedihan akan berita buruk yang menimpa kedua orang tuanya dan adiknya


Puas menghisap air susu ibunya bayi mungil nan tampan itu kembali diambil dan dibersihkan seutuhnya


Nadhif dan Airin sangat bersyukur, dimana awal perkiraan bayi yang dilahirkan Airin harus menggunakan inkubator karena usia dan berat badan yang kurang, namun semua diluar perkiraan bayi tersebut lahir dengan kondisi yang sehat bahkan berat badan yang awalnya dinilai kurang ternyata sudah melebihi berat badan normal, memang benar jika tuhan punya kehendak kita manusia hanya bisa menerima dan menjalani


Setelah dibersihkan ibu dan bayinya dipindahkan keruang rawat VVIP karena hanya ruang inilah yang bisa dijadikan ruang rawat gabung dimana ibu dan bayinya dalam kamar yang sama, dan itu adalah keinginan Nadhif karena dia ingin melihat bayinya selama 24 jam


****


Airin mulai menyusui bayinya perlahan ada rasa perih yang dirasa saat bayinya menghisap put***g ibunya, memang hal itu pasti dirasakan semua kaum ibu yang baru menyusui anak pertamanya, hampir 30 menit bayinya menyusu dengan lahap dan akhirnya terlelap digendongan Airin...


"Biar aku yang taroh di box sayang kamu baringan aja" Nadhif sangat antusias mengambil Putranya dari gendongan istrinya, terlihat wajah Airin yang masih pucat dan lemah akibat pasca melahirkan, dan untuk sejenak Airin melupakan kondisi dari kedua orang tua dan adiknya

__ADS_1


Bukannya menidurkan putranya tapi malah dengan sengaja Nadhif membangunkan putranya karena gemas, diciumnya berkali kali seperti tidak ada puasnya, namun bayi mungil itu tetap terlelap dalam tidurnya, dan akhirnya Nadhif meletakkan bayinya didalam box yang ada disamping tempat tidur Airin


"Kak kamu sudah punya nama untuk anak kita" tanya Mila yang tiba tiba masuk diikuti Ramdhan dibelakangnya mereka langsung menghampiri bayi mungil yang terlelap dibox bayinya


"Cucu Nenek tampan sekali, bangun sayang, main sama nenek yuk" Mila menoel noel pipi bati mungil itu namun tetap tidak mendapatkan respone hanya makin terlelap dalam tidurnya dan membuat Mila dan Ramdhan makin gemas pada cucu pertamanya itu


"Gimana sudah punya nama untuk cucu umma"


"Sudah umma" jawab Nadhif sedikit tidak yakin apakah orang tuanya menyukai nama pemberiannya atau tidak


"Siapa?" kali ini Ramdhan yang bertanya, sedangkan Airin hanya menjadi pendengar dia memang menyerahkan semua pada suaminya


"Aku suka kak" ucap Airin


"Nanti kita panggil Najjat ya seperti mimpiku saat aku dalam keadaan koma, anak ini yang menuntunku untuk kembali kedunia" Mata Airin menerawang kedepan mengingat kondisinya dulu dan tak terasa air mata mulai mengalir perlahan dipipinya, Nadhif mendekatinya dan menghapus air mata istrinya dengan lembut lalu mengecup keningnya


"Umma juga suka, kamu benar anak ini merupakan pertolongan dan anugerah yang luar biasa dan menjadi penguat kita saat ini" Mila mulai terisak mengingat musibah yang membuat kedua sahabatnya beserta anaknya terbaring lemah diruang perawatan ICU, Airin mencoba untuk tegar meskipun hatinyapun hancur jika mengingat kembali kenyataan tentang kedua orang tua dan adiknya beberapa tetesan airmata yang lolos jatuh kepipinya namun dia segera menghapus dan tetap tersenyum didepan suami dan kedua mertuanya yang sangat terpukul karena kondisi orang tua dan adiknya

__ADS_1


"Umma kita hanya bisa berdoa untuk saat ini, biarlah Allah yng menentukan mana yang terbaik untuk mereka, Airin ikhlas umma, jadi umma dan abu juga harus ikhlas, agar mama dan papa bisa tenang sesuai pilihan yang diberikan Allah" Mila menghampiri tubuh lemah Airin yang masih terbaring ditempat tidur dan langsung memeluknya erat dan menangis kembali sejadi jadinya, cukup lama Mila menangis dan yang lainpun hanya terdiam termasuk Airin, mereka semua memahami kesedihan Mila


30 menit berlalu dan tangisan Mila sudah mereda, ada rasa lega dan ikhlas diapun sudah mulai menerima kenyataan tentang kondisi sahabatnya beserta anaknya yang sudah dianggap anaknya sendiri, Mila juga berdoa dengan tulus apapun yang terka ji dia siap dan ikhlas menerimanya dan itu pasti yang terbaik buat mereka


1 minggu berlalu hari ini adalah hari terakhir Airin dirawat karena proses melahirkan normal dan tidak ada masalah apapun pada kondisi ibu dan bayinya, sebenarnya hanya membutuhkan 3 hari saja untuk rawat namun Nadhif sangat mengkhawatirkan kondisi istri dan anaknya, selain itu dia juga tidak bisa menemani istrinya dirumah dan itu membuatnya khawatir, Nadhif kini duduk disofa sambil menggendong Najjat dipangkuannya terlihat wajah lelah dan letih yang teramat sangat, Airin merasa kasihan dengan kondisi suaminya saat ini kesibukan mengurus istri dan anaknya yang baru lahir juga selalu memantau kondisi kedua mertua dan adik iparnya ditambah pekerjaan kantor yang tidak bisa ditunda dan diwakilkan yang diantarkan Andi kerumah sakit membuatnya selalu bergadang selama hampir 1 minggu ini


"Kak biar aku yang menggendong Najjat, kakak tidur gih, kelihatannya capek banget" Airin menghampiri Nadhif dan mengambil bayinya dari gendongan suaminya


"Tapi dengan melihatnya aku jadi semangat sayang" Nadhif tidak rela jika Airin mengambil Najjat dari gendongannya


"Aku tau kakak kangen dan gak pengen pisah dengan Najjat, tapi suamiku ini juga butuh istirahat yang cukup jangan sampai kakak jatuh sakit,....maafin Airin ya sayang" ucap Airin yang tidak ingin suaminya jatuh sakit sambil membelai wajah suaminya dan yang mendapatkan belaian tidak membutuhkan waktu lama untuk terlelap, memang sentuhan Airin yang lembut membuatnya nyaman


Assalamualaikum...salam sayang dan kangen buat semua... alhamdulillah akhirnya episode ini selesai juga, maaf ya lama gak bisa update karena ada beberapa kendala yang tidak bisa disampaikan secara terbukan dan saya berharap kalian masih setia dengan novelku ini, dan terima kasih juga buat kalian yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita RLS ini semoga episode kali ini tidak mengecewakan semua


*Remember


always to keep clean so that health is maintained

__ADS_1


Love you All


사랑해*


__ADS_2