
Setelah makan mereka berkumpul bersama, bercanda bersama, hingga sholat berjamaah, disela sela itu ada seseorang yang selalu memperhatikan Airin, dan itu juga diketahui Nadhif dan membuatnya cemburu
"Sayang kamu masuk kedalam aja ya, kan harus banyak istirahat lihat tu muka kamu pucat dah keliatan capek banget"
"Tapi kak kan masih ada teman teman disini, gak enak kalo ninggalin" jawab Airin pada Nadhif
"Mereka pasti mengerti kondisimu" sambil mengarahkan pandangan kearah Lina, Lia, Fadli dan Anto
"Iya Airin, kamu harus banyak istirahat? kan baru keluar dari rumah sakit, kita ngerti kok, nie kita juga mau balik" ucap Lina dan diangguki oleh yang lain kecuali Anto, berat buat Anto untuk pulang walau bagaimanapun rasa itu masih ada dan Anto adalah tipe laki laki yang susah jatuh cinta, beruntung sekali Airin mendapatkan cinta dari laki laki yang setia padanya
"Ok kita keatas ya sayang, bentar ya anter Airin ke atas dulu" Nadhif memapah dan mengantarkan Airin keatas untuk memastikan istrinya benar benar istirahat, setelah Airin terlelap Nadhif kembali keruangan tempat mereka berkumpul dan tak lama kemudian semua berpamitan pulang, setelahnya Nadhif kembali kekamar untuk membangunkan Airin
"Sayang ...bangun sholat ashar yuk" dengan lembut Nadhif membangunkan Airin, hampir 15 menit dia membangunkan istrinya itu, Nadhif memperhatikan istrinya dengan seksama, dilihatnya wajah lelah istrinya namun terlihat sejuk jika dipandang, semakin dalam dia melihat wajah istrinya dia merasakan jatuh cinta untuk kesekian kalinya, diusapnya perlahan dan di kecupnya kening dan bibir Airin dengan lembut, ada senyuman kecil saat Nadhif mengecupnya, rasa nyaman yang diberikan Nadhif terasa oleh Airin yang sedang terlelap lalu Airinpun terbangun
"Assalamualaikum istriku sayang" sapa Nadhif saat Airin pertama kalinya, Airin tersenyum bahagia melihat suaminya dan Memberikan kecupan kecil dibibir suaminya itu...
"Mandi dulu terus kita sholat dibawah ya"
"Kok dibawah kak?" tanya Airin
"Iya tadi pak Juki bilang mau sholat bareng, dan mulai sekarang kita sholatnya berjamaah di ruangan tengah, nanti kakak akan buat musholah dirumah ini"
__ADS_1
"Makasih ya kak" direntangkannya kedua tangannya sebagai tanda minta dipeluk suaminya dan dengan senang hati Nadhif memberikan pelukan sayang pada istrinya
"Sama sama sayang, ya udah mandi gih, atau aku mandiin kamu ya" niat awal hanya menggoda istrinya tapi respone yang diberikan istrinya malah mengagetkan Nadhif
"Mau dimandiin kamu, gendong" baru kali ini Nadhif melihat istrinya bersikap manja padanya dan pastinya itu membuat Nadhif sangat bahagia dan tak ingin melewatkannya
Selesai mandi bersama mereka langsung turun kebawah untuk sholat berjamaah dengan keluarga pak Juki
"Ee nak Airin dan nak Nadhif sudah siap, kalo gitu saya siapkan dulu ya" Nadhif membantu pak Juki merapikan sajadah sedangkan bagian perempuan hanya menunggu hingga siap, selesainya mereka memanggil kami untuk berdiri dibelakang mereka
"Ayo Dinan berdiri samping kak Nadhif ya" Airin mengarahkan Dinan yang masih Tk untuk berdiri disamping Nadhif karena pak Juki yang menjadi imamnya..dan sholatpun dimulai...
Tak terasa hari sudah larut dan sholat isya pun sudah kami laksanakan berjamaah kembali, karena rasa lelah yang sangat kamipun tidur lebih cepat
Tiga hari tak terasa bagi Airin karena suasana rumah sudah tidak sepi lagi semenjak kedatangan keluarga pak Juki, terutama Mira Dan Dinan yang selalu membuat Airin tersenyum bahagia, ya mengantar dan menjemput mereka sekolah adalah rutinitas yang sudah dijalani beberapa hari ini
Kini Airin sedang bersiap siap untuk berangkat kerja begitu juga Nadhif yang sedang memakai pakaian yang sebelumnya sudah disiapkan oleh istrinya, lalu mereka turun kebawah untuk sarapan
"Bu Sum masak apa?" tanya Airin saat turun dan berjalan menuju dapur
"Ibu masak nasi goreng buat sarapan" jawab bu Sum sembari meletakkannya di meja makan, Airin segera duduk dimeja makan dan diikuti oleh Nadhif juga Mira dan Dinan, mereka makan dalam satu meja makan yang sama, Airin dan Nadhif memang mengajak keluarga pak Juki untuk makan bersama, namun mereka selalu menolak dengan berbagai alasan
__ADS_1
Kamipun menikmati sarapan pagi itu, selain karena masakan bu Sum yang enak juga karena adanya Mira dan Dinan yang sudah mereka anggap Adiknya sendiri.
Airinpun pamit pada bu Sum saat hendak berangkat kerja. Airin dan Nadhif berangkat bersama begitupun juga Mira dan Dinan disupiri oleh pak Juki, sebelum kekantor Mereka mengantarkan Mira dan Dinan kesekolah masing masing yang tak jauh dari rumah, bu Sum sudah meminta untuk mengantarkannya sendiri tapi Airin memaksanya untuk mengantarkan mereka dengan alasan satu arah dan sekalian jalan
setelah menfantarkan Mira dan Dinan mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja, terlihat kecemasan diwajah Airin, Nadhif melihat dan menyadari bahwa masih ada trauma yang tersisa pada Airin
"Tenang sayang, ada aku disampingmu" senyuman penambah energi buat Airin keluar dari wajah tampan suaminya itu Airin mulai menarik nafas panjang berulang kali sambil memegang erat tangan Nadhif.
Mobilpun sampai di lobby, terlihat orang berjejer disana menyambut kedatangan mereka dengan membungkukkan tubuh mereka sebagai tanda hormat pada atasannya yang akan masuk
Sepanjang perjalanan masuk semua karyawan tak lagi melemparkan pandangan benci dan menakutkan, yang ada sekarang adalah sapaan sopan yang mereka ucapkan untuk Airin dan tentunya untuk suaminya
Nadhif melihat Airin yang selalu berjalan dengan wajah yang sedikit tertunduk, dia mengajaknya memasuki lift yang memang disediakan khusus Presdir dan assistennya Andi, didalam Airin menekan tombol 2 karena ruangan kerjanya memang dilantai 2, namun saat berhenti dilantai 2 Nadhif tetap tidak melepaskan genggaman tangannya
"Kak aku mau masuk keruanganku dulu" ucap Airin saat pintu Lift terbuka Namun jawaban yang diberikan Nadhif hanya tersenyum sambil menunggu pintu tertutup, senyuman Nadhif makin lebar saat melihat wajah yang kebingungan milik istrinya itu, dan akhirnya tibalah dilantai yang dituju yaitu lantai 4 lantai yang dikhususkan untuk Direksi tapi itu dulu dan sekarang sudah direnovasi khusus buat Airin istrinya tercinta
Ruangan kerjanya yang dulunya ada dilantai 2 sekarang ada dilantai yang sama dengan ruangan kerja suaminya, wajah Airin kini berubah menjadi berbinar, namun saat hendak mengarahkan langkah kearah ruangan, Nadhif menariknya kearah berlawanan yaitu kearah ruangannya, dibukanya pintu dan ada yang berbeda dari ruangan yang pernah dia kunjungi saat makan siang itu, yaa yang biasanya hanya ada meja dan kursi direktur saja kini bertambah satu lagi meja yang ada diletakkan tepat diseberangnya
"Sekarang ruanganmu disini bersamaku" sambil melangkah kedalam Nadhif dan Airin menghampiri meja yang memang disediakan khusus untuk Airin, dibelakang meja itu tepat jendela yang saat tirainya dibuka terlihat pemandangan yang menakjubkan, suasana kota jakarta yang padat dan hiruk pikuk terpampang dengan jelas pemandangan gedung gedung tinggi nan indah juga jelas terlihat disana
"Terima kasih kak, aku seneng banget, tapi aku g enak sama yang lainnya" ucap Airin pada suaminya. itu
__ADS_1
"Maka dari itu aku pindahkan ruangan akunting dilantai yang sama dengan kita, dan ini sudah aku bicarakan dengan bu Irene beliau juga menyetujuinya" Nadhif memegang kedua pundak Airin dan meyakinkannya dan dia menerimanya, karena jika suaminya ini punya kehendak susah untuk ditolak dan Airin sangat mematuhi suaminya.