
Airin berada dimobil bersama Nadhif dikursi penumpang sedangkan Andi duduk didepan dan memegang kendali mobil tersebut. Masih dalam keheningan, Airin hanya diam sambil bergelayutan pada lengan Nadhif, sedangkan Nadhif memegang tangan Airin sambil mengelus elusnya, sebenarnya Airin ingin bertanya pada Nadhif tentang kejadian tadi namun diurungkannya karena dia tidak ingin ingin memaksa suaminya untuk bercerita padanya, apalagi terlihat suasana hati Nadhif sedang baik jangan sampai merusak moodnya.
Sepanjang perjalanan mereka bertiga diam tanpa satu katapun, tiba tiba terdengar suara perut Airin yang sedang berteriak pada mereka, sehingga membuat mereka bertiga tertawa dan melepas keheningan malam itu
"O ya akukan belum makan, pantas saja perutku sudah meronta untuk diisi" gumamku sambil memegang perutnya
"Andi berhentilah direstoran terdekat" ucapnya sambil tersenyum namun pandangan matanya tertuju keluar jendela mobil, aku masih memegang perutnya yang lapar sambil meminta maaf pada janin yang kukandung.
"Maafin umma ya sayang, umma sudah membuatmu merasakan lapar" Airin mengelus perutnya dengan memejamkan matanya.
Mobil telah berhenti disalah satu restoran fastfood 24jam, mereka turun bertiga dan melangkah masuk kedalam, karena sudah terlalu malam maka restoran fastfood cukup sepi dengan pelanggan jadi tidak perlu antri saat memesan makanan, Nadhif memesan makanan untuk bertiga, setelah membayarnya nadhif dan Airin meninggalkan Andi yang sedang menunggu pesanan, namun saat Airin berbalik badan dia terdiam sejenak melihat sekeliling dan merasa tidak asing dengan suasana yang ada disini
Airin mengingat-ingat sambil berjalan menuju tempat duduk yang ditunjuk oleh Nadhif ternyata ini adalah tempat tadi sore saat aku memergoki Nadhif bersama dengan seorang wanita
"Kenapa harus di sini sih, jadi teringat kejadian tadi, padahal aku tidak ingin mengingatnya" bathin Airin kesal, Nadhif yang melihat ekspresi wajah Airin langsung mengajak duduk disofa yang tersedia disana
"Sayang aku minta maaf, aku tidak bermaksud melupakan janjiku padamu, tapi tadi..."belum selesai Nadhif berbicara Airin sudah memotongnya karena dia tindak ngin mendengar aesuatu yang menyakitkan buatnya, dia tidak ingin anaknya akan ikut bersedih nantinya.
"Sudahlah kak, aku tidak ingin mengingatnya lagi" ucap Airin dengan tangan menyatu diatas meja dan pandangan kosong lurus kedepan.
"Tidak Airin ini harus dijelaskan dan diselesaikan, agar tidak menjadi bom dirumah tangga kita nantinya" Ucap Nadhif yang kekeh ingin menceritakan semua kejadian sore tadi di restoran yang sekarang mereka singgahi. Tak lama Andi menghampiri kami dengan membawa makanan pesanan kami dan dibantu salah satu pelayan yang ada, Nadhif akhirnya menceritakan kejadian tadi dari awal hingga akhir dan tujuan dia makan dan bertemu dengan Nadia di tempat ini.
"Jadi seperti itulah ceritanya Airin, Aku tidak pernah berbohong padamu, aku mengaku salah karena telah melupakan janjiku padamu dan membiarkanmu menungguku tapi itu tidak sengaja aku tidak tahu karena ternyata saat aku berada di toilet kamu menelepon dan mengirim SMS padaku dan Nadia mensilent ponseku dan tidak memberitahuku," ucap Nadhif berusaha menjelaskan pada istrinya itu.
"Benar Airin...Nadia adalah satu-satunya mantan yang dimiliki Nadhif? mereka pacaran itu karena di jodohkan oleh kedua orangtua mereka dan hanya bertahan 1 bulan saja, ya karena Kamu" ucap Andi yang main sabet dan membela Nadhif. Ada rasa bahagia dihati Airin dan membuat Airin tersenyum sendiri
__ADS_1
"Aku tidak pernah ada rasa suka pada Nadia, cuma kamu orang yang selalu ada dihatiku" Ndhif memegang erat tangan Airin dan memeluk Airin.
Merekapun menghabiskan malam yang kepagian itu, setelahnya mereka kembali kerumah Nadhif
"Ndi kamu tidur disini aja dah malam g baik perjaka pulang pagi pagi" Andi yang merasa diledek langsung memukul bahu Nadhif dan masuk kekamar tamu
Airin masuk terlebih dulu kekamar kemudian disusul Nadhif, hari ini tubuh Airin terasa sangat lelah hingga dia tidak sanggup untuk mandi dan ganti baju terlebih dahulu, Saat Nadhif memasuki kamar dilihatnya Airin yang sudah terlelap dipinggir tempat tidur dengan posisi kaki menggantung dibawah, Nadhif langsung mengangkat istrinya itu ketengah tempat tidur dan menggantikan bajunya, dipegangnya tubuh Airin yang lumayan lengket lalu ditatapnya dengan lekat wajah istrinya itu dan diusap kepalanya, semakin dalam memandang wajah istrinya semakin dalam juga rasa sayang dan cinta yang dirasa Nadhif hingga rasa penyesalan akan peristiwa tadi muncul kembali
"Maafkan aku Airin, aku menyesal telah membuatmu menangis, aku janji aku tidak akan pernah menyakitimu lagi, maafkan Abu ya sayang, abu mencintai kalian berdua" Nadhif mencium disetiap wajah Airin dan perutnya lalu dia pergi mandi sebelum tidur.
****
Keesokan harinya tetap di pagi buta Airin terbangun, Dia membanginkan Nadhifvyang tertidur sambil memeluk tubuhnya erat
"Kak bangun sudah waktunya sholat subuh..." upaya Airin membangunkan suaminya
"Kak sudah mau subuh, bangun donk jangan sampai terlewat loh, kak... kak Nadhif" kini suara Airin lebih kencang sambil memukul kecil tangan Nadhif yang sedang memeluknya
Nadhif langsung bangun dan mencium kening Airin dan memposisikan duduk dengan bersandar denga sandaran tempat tidur, Airin juga langsung bangun dan menuju kamar mandi saat pintu hendak ditutup tiba tiba Nadhif sudah berada didepan pintu dengan tangan yang menahan pintu itu
"Ada apa kak?kak Nadhif mau kekamar mandi?" dia hanya menganggukan kepalanya, Airinpun langsung keluar kamar mandi namun Nadhif langsung menahannya dan mengajaknya masuk kedalam kamar mandi dan mandi bersama.
"Iii kak mau apa sih? kak Nadhif dulu aj yang mandi setelah itu baru aku" ucap Airin sambil membalikkan badan dan melangkahkan kakinya keluar.
"Suami istri mandi bersama itu boleh loh, biar makin mesra kita" Nadhif memberikan senyum kecil dan menggerakkan alis yang naik turun.
__ADS_1
"Lain kali aj ya" aku membalikan badan lagi namun dengan sigap nadhif berjalan cepat kearah pintu menutup dan menguncinya, lalu Nadhif membantu Airin melepaskan pakaiannnya, Airin hanya terdiam dan menerima semua perlakuan suaminya, Airin sangat gugup meskipun saat ini dia sedang hamil namun barubkali ini mereka bersama dan mulai dari hari ini menjadi rutinitas untuk mereka dipagi hari.
Setelah sholat subuh dan beres beres rumah kami berdua bersiap berangkat kerja bersama dan masih sama situasi dikantor penuh tatapan benci padaku
"Kak lebih baik besok aku berangkat sendiri ya" bisik Airin pada Nadhif
"Enggak" Singkat padat jawaban Nadhif seolah dia tidak peduli dengan respone yang lain. Hingga Airin keluar dari lift tangan Nadhif selalu menggenggam tangan Airin dan akhirnya merek berpisah dan menuju keruangan masing masing.
Istirahat siangpun tiba Nadhif mengirimkan pesan
"Assalamualaikum...sayang kita makan siang bersama diruanganku ya, Aku sudah memesan makanan kesukaanmu" akhir pesan dari Nadhif dengan emoji tanda cinta
"Tapi aku sudah janji denga yang lain, mau makan dikantin kak" balas Airin
"Pokoknya kamu makan sama aku, jangan sampai aku yang menarikmu keatas" Airin hanya pasrah saat membaca pesan ancaman dari Nadhif.
"Ajak semua temanmu makan bersama kita" antusias aku langsung memberitahu semuanya untuk kumpul dilantai 4 lalu aku langsung cus kelantai 4
Sebelum masuk diruangan Nadhif Airin ditahan oleh seorang wanita seumurannya
"Siang mbak ..maaf mau kemana?" ucap wanita itu dengan pandangan sinis padaku
"Saya mau bertemu dengan pak Nadhif" ucap Airin menjelaskan.
"apa sudah ada janji dengan beliau?" belum aku menjawab tiba tiba Andi muncul dan memberikan aba aba padanya untuk membiarkan aku masuk
__ADS_1
"Baiklah silahkan masuk" dengan nada sedikit ditekan
Saat aku mau memasuki ruangan Nadhif ternyata semua temanku sudah ada dilantai 4 juga seketika Andi langsung mempersilahkan kami masuk.