
"Maafkan aku, seharusnya aku tidak salah paham waktu itu"ucap Nadhif
"Maksud kakak?" tanyaku penasaran
"Jadi saat hari akhir ujian aku dah berniat untuk menyatakan perasaanku sama kamu tapi tenyata aku melihat kamu sedang duduk berdua sama Indra teman sekelasku, kamu terlihat akrab dan bahagia saat sama Indra, aku mengira kalian sudah menjalin hubungan dan akhirnya mengurungkan niatku dan langsung pulang denfan perasaan marah dan kecewa, sesampainya aku dirumah, umma memberikan pilihan brosur universitas pilihannya dan aku langsung memilih kuliah diluar Negri dan berangkat langsung keesokan harinya..."
"Kamu seharusnya mendatangi aku supaya aku bisa menjelaskan semua, asal kamu tau Indra adalah sahabatku dan aku sedang meminta sarannya tentang kamu"
"Benarkah? lantas apa yang diceritakan sama Indra?"
"Dia hanya menceritakan yang baik tentang kamu, tapi aku juga tidak tau dimana dia sekarang" kami saling mengeratkan pelukan
dan tiba tiba aku mengingat sesuatu saat aku dalam keadaan tidak sadar
"Kak Nadhif.."
"Apa sayang"
"Kakak tau bagaimana aku bisa kembali lagi didunia ini?" dia hanya menggeleng sambil mengelus kepalaku, aku mengelus perutku ya tertutup selimut
"Karna anak kita kak, dia yang menuntunku untuk kembali lagi kedunia ini" akupun menceritakan kejadian yang seperti mimpi bagiku, Nadhif langsung mencium prutku berkali kali
"Terima kasih ya nak..abu sayang sama kamu"
"Nanti kita beri nama dia Najat ya kakb karena itu nama yang disebutkannya saat aku menanyakan siapa namanya" dia hanya mengangguk senang tak terasa cukup lama kami berbincang dan akhirnya kamipun terlelap dalam tidur.
Hari ini aku sudah mulai masuk kerja, kami berangkat bersama kekantor, tapi ada rasa takut saat berangkat bersama karena orang orang dikantor belum tau kalo Nadhif sudah menikah dan aku adalah istrinya, apalagi kejadian dengan Anto didepan lobby pasti sudah membuat heboh satu gedung apalagi aku berangkat bareng pak bos.
"Sayang..kenapa? apa yang kamu lamunin?" tanya Nadhif sambil memegang pipiku satu tangannya dan yang satu lagi memegang setir mobil. aku hanya menjawab dengan gelengan kepala.
Mobil kami berhenti tepat didepan lobby dan disana sudah berjejer beberapa karyawan termasuk Andi,
"Kak bukannya itu Andi teman sekelasku?"
__ADS_1
tanyaku saat melihat sosok yang kukenal.
"Benar dia Andi, sekarang dia orang kepercayaanku dan sudah kuanggap seperti sodara bagiku" jawabnya sambil membuka seatbelt yang Dia kenakan lalu beralih membuka seatbelt yang ku kenakan lalu kami berdua keluar dari mobil dan aku berlari ke arah Andi, tak sabar aku ingin menyapanya,..walaupun saat SMA aku jarang berbicara dengannya tapi ada rasa senang saat ketemu teman lama.
"Assalamualaikum..Andi" sapaku dengan senyuman,
"Sayang jangan lari donk ingat kakimu" Nadhif mengingatkanku sambil memegangku
"Waalaikumsalam ...gimana keadaanmu Fanda,?" tanyanya padaku sambil melihat kakiku.
"I'm OK" kurentangkan kedua tanganku dan kegerak gerakkan kakiku kekanan dan kekiri
"Panggil dia Airin ndi, sekarang kita masuk yuk" ajak Nadhif
"Panggilan Fanda tak masalah buatku, kak Nadhif duluaan aj nanti aku menyusul"
"Enggak kita masuk bersama" jawabnya sambil menarikku kedalam, kulihat tatapan dari pegawai yang ada didalam lobby melihatku, kebanyakan tatapan benci yang ditujukan padaku dan melihat tngan Nadhif yang menggandengku, aku hanya menundukkan pandanganku
Sesampainya aku diruanganku semua menyambutku senang dan mengucapkan selamat datang kembali padaku, aku tidak menyangka perhatian yang besar dari rekan rekan kerjaku saat ini terutama bu Irene
"Welcome back Airin, semoga dikedepannya selau sehat ya" ucap bu Irene sambil memelukku, dan bergantian dengan yang lain lalu yang terakhir Lia yang kini sudah menjadi kawan baikku selain Lina
"I'm so glad you can work again, Miss you Airin" cukup lama pelukan dari Lia aku hanya tertawa kecil melihat tingkah lakunya, aku tau kenapa dia senang karena selama ini pekerjaanku juga dilimpahkan padanya
Sudah waktuNya Istirahat makan siang, aku langsung menghubungi Lina
"Assalamualaikum..Lin lagi apa?makan yuks dikantin, kangeeennn" tanpa menunggu lama balasan dari Lina langsung mendarat.
"Udah masuk kerja?, waalaikumsalam"
"Hehehe..."
"Ok aku tunggu ditempat biasa ya" aku dan Lia langsung beranjak dari kursi kerjaku dan menuju Kantin
__ADS_1
Seperti biasa Lina sudah menungguku ditempat biasa dan disana tidak hanya Lina masih dengan Fadli dan fans beratku...Anto
"Hai Airin, gimana kamu dah baikan?" Fadli adalah orang pertama yang menyapaku saat aku sampai diditempat favorite kami
"Alhamdulillah... sudah baik kok" lalu aku melirik ke arah Anto lalu kualihkan keLina
"Mereka yang maksa, terutama ni ni..." tunjuknya kearah anto
"Kalo Fadli kan lagikan lagi bucin sama Lia" lanjut Lina dan mereka hanya saling tersenyum malu, akupun tertawa melihat tinggkah mereka yang lagi kasmaran
"Udah cepetan dihalalin, klo kelamaan ntar nambahin dosa loh" ucapku yang membuat Lia semakin tersipu dan menyenggol Fadli dengan lengannya
"Kamu beneran dah baik, seharusnya masih istirahat dirumah, apa suamimu tidak melarang kamu kerja, terus kamu berangkat sama siapa tadi, nanti pulang aku yang Antar ya" kata Anton beruntun, memang terlihat wajahnya yang memang mengkhawatirkan aku, dan belum sempat aku menjawab ternyata ada seseorang yang menjawab semua pertanyaan Anto
"Alhamdulillah Airin sudah sehat, aku memang tidak melarang dia bekerja karena aku gak mau istriku ini bosan dirumah, dan kamu tenang aj Airin berangkat kerja bersamaku dan pulangpun juga bersamaku jadi kamu jangan berharap apapun" ucap Nadhif sambil mengambil duduk disampingku, kami semua kaget dengan kedatangan Nadhif tapi tetap tidak ada kata menyerah buat Anto itu terlihat dari tatapan matanya yang ditujukan pada Nadhif.
"Kenapa kamu bisa ada disini kak?" Tanyaku bingung
"Memangnya g boleh kalo suami makan bareng istrinya?" jawab Nadhif namun pandangannya ditujukan pada Anto, saat itu juga sausana menjadi sedikit canggung entah karena kedatangan Nadhif yang seorang Presdir atau karena adanya aura persaingan Nadhif dan Anto
Setelah makanan tiba kamipun makan bersama, kulihat Nadhif sangat menikmati makanannya namun aku merasa sedikit tidak nyaman karena hampir semua pegawai yang sedang makan dikantin melihat kearah kami. dan tentunya tatapan tidak suka.
Tak lama Andi datang menghampiri kami, sepertinya dia sedikit tergesa gesa lalu berbisik pada Nadhif, sejenak Nadhif menghentikan aktifitas makannya dan hanya mengangguk beberapa kali
"Ok nanti saya kesana"
"Baik pak, saya tunggu segera kedatangan bapak" Andi langsung membalikkan badannya namun terhenti dan kulihat sorot mata Andi tertuju pada Lina yang sedari tadi fokus dengan makanannya, Lina yang merasa sorotan mata Andi diarahkan padanya aperlahan melihat Andi dan terperangah pada Andi lalu dian memalingkan pandangannya ke bawah, jika kulihat dari tatapan keduanya sepertinya ada sesuatu diantara mereka.
Selesai makan Nadhif langsung berpamitan padaku dan yang lainnya termasuk Anto dan tak lupa meninggalkan pesan padanya
"Sayang ...aku balik keruangan dulu ya, ada tamu dari luar dan dia ingin bertemu denganku, jangan pulang dulu aku jemput kamu diruanganmu" ucapnya padaku dan tersenyum sambil menundukkan sedikit kepalanya pada yang lain
"Dan kamu Anto jangan pernah berfikir kamu bisa mengambil Airin dariku, lebih baik kamu menyerah" lalu Nadhif meninggalkan kami, dan sorotan mata orang orang mengikuti langkahnya hingga menghilang lalu kembali kearah kami, aku lebih tepatnya. Makan siangpun selesai dan kami kembali keruang masing masing
__ADS_1