
Keesokan harinya masih dengan aktivitas pagiku, aku bangun tidur pukul 4.30 lalu bergegas keluar kamar untuk mandi dan bersiap siap untuk melakukan sholat subuh...
setelah sholat aku turun dan bersih bersih rumah lalu masak sebelum aku merapikan diri pergi panggilan kerja
ditengah tengah kegiatan masakku, kudengar suara langkah kaki menuruni tangga dan menghampiriku, ada rasa takut menyelimutiku karna aku tau suara langkah kaki siapa itu.
"Kamu masak apa Airin" sapanya pagi ini dan itu membuatku kaget, karna biasanya Nadhif tidak pernah mengajakku bicara apalagi hanya untuk bertanya apa yang kumasak.
"Sayur sop dan ayam goreng kak" jawabku tanpa melihatnya.
"Apa sudah matang, perutku sudah lapar sekali" ucapnya sambil menarik kursi meja makan dan duduk.
dug dug...dug dug...
heemmm ...apa yang aku rasakan ini kenapa jantungku semakin berdetak kencang, setakut inikah aku pada Nadhif.
"Semua sudah matang, tunggu aku siapkan dulu" Aku siapkan hasil masakanku diatas meja makan lalu ku letakkan piring sendok dan gelas yang berisikan air putih dihadapannya, akupun segera pergi, tiba tiba panggilan Nadhif menghentikanku
" Airinn...,jam berapa kamu kekantor barumu" tanyanya masih dengan posisi tangan memegang sendok.
"jam 7 kak, eee ....aku naik dulu, mau siap siap" jawabku singkat karna sudah kulihat jarum jam sudah menunjukkan 6.30
" Kamu g makan?"
" Nanti aj kak klo kakak sudah selesai makan"
aku langsung melangkahkan kakiku kearah tangga tanpa ragu...ada rasa senang saat dia mengajakku makan, entah kenapa jantungku makin berdetak kencang dan tak dapat dikendalikan.
aku mandi dan bersiap diri, kulihat jam ditangan sudah menunjukkan jam 7.00
"Astaghfirullah...bisa terlambat aku" aku bergegas merapikan jilbabku dan mengambil tas yang akan kubawa kerja
tap tap tap tap...
__ADS_1
"yang ada aku dikeluarkan sebelum resmi bekerja" ucapku sambil berlari menuruni tangga dan memesan ojek online.
Saat sampai di pintu langkahku terhenti, kulihat pemandangan pagi yang sangat luar biasa, Ciptaan tuhan yang bisa dikatakan sempurna, lelaki tampan dengan tubuh sempurna, dialah Nadhif yang sudah berdiri disamping mobilnya dengan penampilan yang sudah rapi dan jujur saja aku sangat senang melihat Nadhif yang rapi seperti ini, dia terlihat Tampan gagah dan berwibawa
dug dug...dug dug...
tiba tiba jantungku mulai berdegub kencang kembali, ku tepuk tepuk dadaku perlahan berharap deguban jantung ini bisa melambat, namun tak ada hasilnya.
blubbb...
suara notifikasi masuk dari aplikasi J-motor memberitahukan bahwa pengemudi sudah menungguku. "Alhamdulillah...mas ojeknya dah datang akhirnya aku bisa menghindar darinya" gumamku pada diri sendiri sambil berjalan keluar dan tanganku memegang dadaku berharap detakan jantungku melambat.
Aku mempercepat langkahku dan menghampiri Nadhif untuk berpamitan
"Aku berangkat dulu kak" kuambil tangannya dan kucium punggung tangannya. lalu aku berlalu begitu saja.
"Atas nama Airin kan mas?"tanyaku sambil berlari menghampiri si mas ojek online
Dia memberikan helm kepadaku dan akupun langsung duduk dengan posisi miring, setelah posisi dudukku pas mas ojek onlinepun langsung tancap gas ketempat tujuan
"Dah sampai mbak" kata mas ojek online.
"Alhamdulillah ..sampai dengan selamat, terima kasih ya mas" ucapku saat turun dari motor sambil memberikan helm dan uang tip pada mas ojek online itu, lalu kulangkahkan kakiku memasuki gedung yang sama saat aku datang hanya membawa lamaranku tanpa tau harus ikut seleksi hari itu juga.
"Bismillahirrahmanirrahim...semoga ini bisa membawa berkah buatku dan awet kerja disini" gumamku saat langkah pertamaku memasuki gedung itu, aku adalah tipe orang yang setia, tidak hanya pada pasangan begitu juga dengan pekerjaan, sebisa mungkin aku akan bertahan klo perlu hingga masa pensiun...
tinggg...
pintu lift terbuka dan aku masuk kedalam lalu memencet tombol lantai 3
tinggg...
pintu lift kembali terbuka akupun melangkah keluar, kulihat papan penunjuk arah dan tertulis HRD dengan anak panah kearah kanan, aku langsung berjalan kearah yang sudah ditentukan yaitu kanan
__ADS_1
HRD PT. Surya Permana Tunggal
tulisan yang terpampang didepan meja berukuran sedang, seperti meja resepsionis tp berukuran lebih kecil dan aku menghampirinya.
terlihat dibelakang meja itu seorang wanita berpakaian rapi, lalu aku bertanya padanya.
"Assalamualaikum...pagi mbak saya Khairin, saya ingin bertemu dengan bu Desi" tanyaku pada wanita itu
" Waalaikumsalam, dari mana ya mbak apa sudah ada janji sebelumnya?"tanyanya kembali padaku
"Iya mbak, saya sudah ada janji dengan bu Desi, saya karyawan baru yang masuk hari ini"
"Oooo karyawan baru ...sebentar ya mbak saya telp bu Desinya dulu"lalu wanita itu mengangkat gagang telp dan diletakkan di telinganya lalu memencet beberapa tombol yang ada dibadan telp"
aku masih dengan posisiku, berdiri didepan meja sambil menunggu wanita itu menelepon, tak lama kemudian dia sudah meletakkan gagang telpnya kembali.
"Mbak Khairin..., kata Bu Desi mbak Khairin tunggu dulu karena beliau masih ada meeting dan menunggu karyawan baru yang lainnya datang" ucap wanita itu sambil mengarahkanku keruang tunggu, akupun merebahkan diri di sofa tunggu.
kulihat jam ditangan ternyata masih jam 7.45
"Ahh..ternyata aku yang kepagian datangnya, lebih baik aku beristirahat sebentar" gumamku pada diri sendiri, kemudian aku memejamkan mata, tiba tiba pikiranku kembali berputar saat dirumah, bayangan Nadhifpun melayang layang didalam pikiranku akupun tersenyum namun deg...detak jantungku kembali berpacu cepat semakin kuingat dia semakin cepat pula detakan jantungku ini
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku,...apa aku sudah mulai mencintainya?"sejenak aku diam dan memikirkan lagi perasaanku
"Aahh...tidak ...tidak mungkin, bagaimana aku nisa jatuh cinta pada pria yang bahkan melihatku saja dia jijik..."ucapku lirih sambil kugeleng gelengkan kepalaku cepat.
lalu kudengar sesorang memperkenalkan diri padaku
"Hai ...kenalin aku Amalia"sapanya dengan tangan yang sudah terjukur padaku, aku menegakkan posisi badanku dam membalas perkenalannya
"Hai aku Khairin panggil saja Airin" balasku dengan senyuman lalu dia duduk disampingku perbincangan kecilpun terjadi.
Tak berapa lama kamipun dipanggil keruangan bu Desi.
__ADS_1