Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Cerita Cinta


__ADS_3

"Airin aku sangat mencintaimu..." diapun menghilang.


Aku hanya termangu melihat keberanian Anto menfatakan itu padaku padahal jelas ada Nadhuf disampingku, raut wajah Nadhif terlihat menahan marah dengan tangan terkepal


****


Nadhif


****


Berani beraninya dia mengatakan itu dihadapanku, jelas dia sudah tau kalo aku suami, aku mengepal tanganku dan mengumpatnya dalam hati


"Dasar ,G*** bisa bisanya dia mencintai istriku, dia bisa menjadi ancaman buat rumahtanggaku kedepannya"


Airin menatapku lekat dan aku berusaha untuk meredakan emosiku, kuhela nafas panjang berkali kali, lalu Airin melingkarkan tangannya dipinggangku dan membenamkan wajahnya dipunggungku sambil berkata sesuatu


"Aku mencintaimu kak Nadhif, jangan ragukan cintaku dan percayalah padaku"


"Aku takut kehilanganmu" dan air matakupun luluh seketika itu, aku mengingat kembali kesalahan kesalahanku padanya dimasa lalu kubalikkan badanku dan kupeluk erat Airin


"Maafkan aku, maafkan aku sudah bersikap jahat padamu, kini aku sangat takut kehilanganmu" Airin memegang pipiku dengan kedua tangannya lalu mencium bibirku dengan lembut.


"Kak, apa kamu neragukan cintaku padamu, lihat ini" di menunjuk kearah perutnya yang masih rata lalu aku mencium dan mengusapnya


"Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan kamu, hatiku sudah terkunci untuk kamu kak, berjanjilah untuk selalu setia padaku kak" dia tersenyum dan mencium ujung kepalaku


"Aku berjanji, tidak akan meninggalkan dan menyakiti kamu dan anak anak kita, aku akan membahagiakanmu aku mencintai kalian sayang, sangat"


****


Sreeggg.....


Kami mengalihkan pandangan kearah pintu, dan ternyata mama, papa dan Adit sudah berdiri didepan, mereka tersenyum lebar dan nenghampiriku perlahan


"Airinn...sayang..." mama belari menghampiriku aku melepaskan pelukanku dari Nadhif dan beralih memeluk mama, papa dan Adit adikku. Hanya senyuman yang aku berikan pada mereka, lalu Nadhifpun menyalami dan memeluk mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah...sayang kamu sudah bangun, mama takut..." terus mama mengeluarkan air matanya.


"Ma...Airin sudah baikan ma, mama jangan menangis lagi ya, maaf Airin sudah buat khawatir kalian semua"


"Karena kami sayang kamu Airinpun, hal yang seharusnya terjadi dengan kondisimu seperti kemaren" papa kembali memelukku. Aku bersyukur karena banyak orang yang sayang padaku, dan sekarang Nadhif juga mencintaiku dan ditambah lagi ada seorang malaikat penolong yang berada di rahimku


,,Terima kasih ya Allah"


****


Tak terasa sudah hampir 2 minggu aku dirawat dan kondisiku sudah mulai membaik, namun kakiku masih harus mengenakan gips karena adanya retak tulang pada kaki kananku dr.Fauzan dan dr.Nurmapun menjelasan kalo banyak perkembangan dariku juga janinku dan aku bisa dijadwalkan pulang besok


****


Rasanya senang sekali akhirnya aku bisa kembali kerumah, dokter yang menanganiku menjadwalkan kontrol 3 hari kedepan.


Semua berkumpul untuk menjemputku dirumah sakit, semua barang juga sudah tersusun rapi, setelah dokter melakukan pemeriksaan terakhir, akhirnya akupun diperbolehkan Pulang, semua berjalan keluar rumah sakit kecuali aku yang harus duduk dikursi roda karena kakiku yang masih mengenakan gips Adit yang mendorongku sedangkan Nadhif, dia sedang menyelesaikan administrasi selama kami bermalam disana.😁


"Assalamualaikum..." semua mengucap salam saat pertama kali memasuki rumah, rumah yang cukup lama aku tinggalkan, rasanya aku rindu suasana ini


"Kak apa yang mau kakak lakukan"


"Memangnya ada cara lain untuk kamu naik keatas" seketika aku kaget saat Nadhif mengangkat tubuhku dari kursi roda dia memberikan tatapan dan senyum yang licik padaku, semua tertawa melihat tingkah kami aku tertunduk malu, pipiku berubah menjadi merah merona, karena ini kali pertama aku digendong olehnya. kukalungkan tanganku pada lehernya dan kubenamkan wajahku pada dadanya untuk menutupi rasa maluku, terdengar jelas deguban kencang jantung Nadhif dan itu terjadi juga padaku.


Nadhif membaringkanku di tempat tidur kami, aku masih tertunduk malu karena kejadian tadi entah kenapa aku jadi seperti ini. Melihatku yang masih tertunduk malu dia memegang daguku lalu mengangkatnya agar mataku sejajar dengannya, dia memandangiku lalu menciumku dan mengatakan


"Aku mencintaimu sayang"


"Aku juga mencintaimu kak"


tiba tiba


ceklek...pintu terbuka


"ups ...maaf, umma mengganggu" ucap umma sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya tapi tetap tidak menutupi senyumannya

__ADS_1


'Umma ..." kami kami kaget dan langsung saling menjauh


"Kami g ngapa..nga painnn kok umma" jawabku gelagapan


"Ngapa ngapain juga g papa kok kan dah halal dan diperut kamu kan sudah ada benihnya.." lalu umma meninggalkan kami dengan senyuman lalu kembali lagi dan berkata


"Ingat kaki Airin masih digips dan g boleh banyak gerak tunggu sampai sembuh dulu ya, jadi kamu harus sabar Nadhif" Nadhif tersenyum melihat tinggah ibunya, dan kali ini umma benar benar meninggalkan kami.


Hari ini waktunya kami kontrol ke rumah sakit dan dokter bilang kalo gips yang menempel dikakiku sudah bisa dilepas, aku merasa senang karena aku bisa bergerak lagi dengan leluasa dan aku juga sudah tidak sabar untuk masuk kerja


Sesampainya di rumah, masih sama, dia selalu menggendongku saat naik turun tangga bahkan hendak ke kamar mandi, sekarang itu sudah menjadi rutinitasnya, sampai saat iNi Nadhif memang belum masuk kerja dia meminta ijin pada Abu untuk menjagaku sampai aku sembuh total dan saat ini perusahaan dihandle oleh Abu dan Andi.


"Kak Nadhif..." aku memanggilnya saat dia hendak membaringkan diri disampingku


"Hheemmn"


"Kak aku ingin kembali kerja, aku kangen sama teman teman dan suasana kantor" cukup lama tidak ada jawaban lalu aku mengarahkan pandanganku padanya dia sudah memejamkan matanya dan terlihat rasa lelah diwajahnya


"Ternyata kak Nadhif sudah tertdur, kasian dia pasti lelah sekali harus menggendongku terus" gumamku lirih sambil kubelai belai rambutnya dan dia terlihat makin terlelap dalam mimpi


"Maafkan aku yang sudah merepotkanmu ya kak, pasti kakak lelah harus menggendongku terus dan terima kasih ya kak sudah menemaniku hingga saat ini, love you" kukecup kening, pipi dan yang terakhir bibirnya namun tiba tiba dia memegang pipiku dan menatapku sambil berkata


"Semua itu sudah menjadi kewajibanku padamu, dan sekarang aku mau melakukan kewajibanku yang lainnya" aku membalasnya dengan senyuman sebagai tanda setuju dengan ajakannya, dan tak perlu menunggu waktu lama Nadhif langsung melaksanakan kewajibannya


Ada rasa yang berbeda saat melakukannya saat ini, rasanya aku sangat bahagia, mungkin karena kami melakukannya dengan perasaan cinta dari keduanya.


Selesainya kamipun berbincang bincang tentang kenangan kami saat masih SMA, dia menceritakan bagaimana dia bisa mengenalku dan jatuh hati padaku? aku mendengarkan dengan seksama sambil memeluk tubuhnya dan menempelkan pipiku didadanya.


"Jangan jangan kamu si anak baru dikelas taekwondo ya..." aku mengangkat wajahku kearahnya namun dia tidak melihatku melainkan matanya menerawang ke depan


"Iya, saat itu aku rela menjadi stalker buatmu, apapun yang kamu lakukan aku pun lakukan sampai semua ekskul yang kamu ikuti aku ikuti juga" ucapnya lagi


"Jika memang dia dalah kak Nadhif , berarti kamu juga cinta pertamaku" suaraku semakin pelan namun Nadhif terlonjak mendengarkan omonganku barusan...yaa ternyata dia adalah cinta pertamaku yang menghilang setelah ujian kelulusan, tidak ada kabar berita darinya, dan itu membuatku men utup hatiku untuk pria lain dalam beberapa tahun sampai aku bertemu dengan Rafidz...


"Aku juga jatuh cinta pada pandangan pertama padamu saat kita bertabrakan hanya saja saat itu aku sedang buru buru jadi kita tidak sempat berkenalan, sama seperti kamu aku juga sempat mencari keberadaanmu dan akhirnya aku bertemu saat kamu bermain di kelasku, saat itu kamu menghampiri Andi rasanya senang sekali aku bisa bertemu denganmu, dan ternyata hampir tiap hari kamu datang, aku selalu menantikan kedatanganmu kekelas, aku selalu mencuri pandang kearahmu walaupun sebentar aku cukup puas, dan rasanya bahagia, namun aku sudah tidak bisa menemukan kamu lagi setelah ujian akhir kelulusan" aku makin mengeratkan pelukanku padanya.

__ADS_1


Nadhif yang tadinya melayangkan pandangan kedepan dia menatapku penuh penyesalan dan membalas pelukanku lebih erat


__ADS_2