
Saat ini Nadhif sedang bersama dokter Rahmad, dokter yang menangani Airin
"Assalamualaikum..dokter, saya Nadhif suami dari ny.Airin, bagaimana Kondisi istri saya dokter?" kondisi Airin dan janinnyalah yabg menjadi prioritas utama saat ini
"Saya dokter Rahmad, Saat ini Alhamdulillah kondisi istri bapak baik tidak ada luka parah, hanya terlihat banyak pikiran karena saat sadar istri anda banyak melamun dan terlihat tertekan, apa istri anda pernah mengalami benturan dikepala?" Nadhif menjawab dengan anggukan dikepala
"Kira kira satu bulan yang lalu, istri saya mengalami kecelakaan dan akibat kejadian itu dia mengalami gegar otak ringan dan beberapa tulang yang retak namun tidak parah" penjelasan Nadhif yang ditambahkan
"Kalo seperti itu sebaiknya jangan buat istri anda mengalami tekanan terutama pikiran, buat istri anda merasa nyaman, apalagi saat ini istri anda sedang mengandung, karena pasti akan berpengaruh untuk janinnya" Dokter Rahmad menjelaskan dengan detail kondisi Airin, tak lama masuk seorang dokter wanita
"Pak Nadhif Ini dokter Rossa spesialis kandungan, beliaulah yang memeriksa dan akan menjelaskan kondisi istri anda dan janinnya" tambah dokter Rahmad sambil memperkenalkan dokter yang baru saja datang
"Assalamualaikum...saya dokter Rossa" sambil menjabatkan tangannya dan diterima Nadhif dengan senyuman
"Alhamdulillah kondisi ibu baik baik saja hanya saja saat ini kondisi janin dalam kandungan sedikit lemah karena disebabkan benturan yang ada diperut istri anda, dan tadi istri anda juga mengalami perdarahan tapi tenang itu tidak banyak dan semua sudah bisa ditangani" Nadhif mendengarkan dengan seksama penjelasan Dokter Rossa sempat wajahnya terlihat sangat khawatir saat mendengar bahwa Airin mengalami perdarahan.
"Usahakan jangan sampai istri anda mendapatkan tekanan yang menguras pikirannya, karena itu dapat mempengaruhi perkembangan dari janinnya dan kondisi istri anda"
"Apa yang harus saya lakukan dokter?" tanya Nadhif
"Beri perhatian lebih, jangan biarkan beliau memikirkan hal hal yang membuatnya tertekan, pantau kondisi dari minum susunya, vitamin pola tidur dan makannyan nanti semua akan saya catatkan, saya mohon kerja sama dari anda sebagai suami dan calon bapak" Ucapan dokter Rossa semakin membuat Nadhif sadar bahwa dia belum menjadi suami yang baik untuk Airin
"Dokter biasanya orang hamil selalu mengalami mual mual bahkan ada yang sampai memuntahkan apa yang dimakan? bagaimana dengan itu?' Tanya Nadhif penasaran
"Ohhh itu namanya morning sickness sering terjadi pada trimester pertama, memang biasa dialami oleh yang sedang hamil bahkan sebagian besar mengalaminya itu hal yang wajar asal tetap terpantau dan mual muntahnya tidak berlebihan, tapi ada beberapa ibu hamil yang juga tidak mengalami morning sickness" jelas dokter Rossa pada Nadhif yang sedari tadi mengangguk angguk
"Tapi istri saya tidak mengalami itu dokter, apa tidak masalah, hingg saat inipun belum pernah istri saya ngidam minta sesuatu" terlihat rasa khawatir yang luar biasa diwajah Nadhif dan dokter Rossa juga dokter Rahmad tertawa kecil mendengar pertanyaanku
__ADS_1
"Alhamdulillah...harusnya pak Nadhif bersyukur berarti ibu dan janinnya kuat dan g rewel ...mereka gak mau buat ayahnya repot" ucap dokter Rossa yang disertai dengan senyuman. Setelah puas mendapatkan penjelasan yang dia mau Nadhif langsung menuju ruang IGD tempat Airin berbaring, dilihatnya Airin yang masih terlelap, Nadhif duduk dipinggir dikecup kening dan punggung tangan Airin
"Maafkan aku sayang,...aku tidak bisa melindungimu, kamu selalu menderita gara gara aku, aku janji akan membayar semua penderitaanmu selama ini" hampir 30 menit Nadhif duduk disamping Airin menunggunya dan tak melepas sedetikpun tangan yang digenggamnya berulang kali kata maaf dia bisikkan ditelinga Airin, hingga bunyi dering telepon mengagetkannya, dilihatnya nama yang tertera pada layar "Andi" dan langsung diangkatnya
"Assalamualaikum....ya ndi ada apa?"
"Semua sudah siap, tinggal menunggu kamu saja Nadhif" jawab Andi yang berada diluar ruangan IGD
"Oke, bagaimana administrasi istriku apa sudah selesai semua?"
"Semua sudah beres, sebentar lagi Airin akan dipindahkan diruang VVIP" terang Andi yang membuat Nadhif lega
"Kamu tunggu aku diLobby, aku akan menyusul segera" Nadhif mematikan sambungan teleponnya dengan Andi, dia kembali pada sosok yang masih terlelap lalu mengecup kening wanita itu dengan lembut
"Aku akan membuat perhitungan pada orang orang yang membuatmu seperti ini, akan aku buat mereka kehilangan pekerjaannya saat ini juga" Nadhif beranjak dari duduknya namun ada tangan hangat yang menahannya pergi dan tangan tersebut adalah tangan Airin
"Kak...mau kemana" Nadhif yang melihat Airin sudah terbangun langsung kembali duduk ditempat semula, kembali dia mengecup kening dan tangan Airin, matanya berbinar melihat istrinya itu tersenyum kepadanya
"Kak boleh aku minta sesuatu?" dengan mata memohon airin berucap
"Apapun pasti aku kabulkan sesuai dengan kemampuanku sayang" jawaban Nadhif ini semakin membuat Airin melebarkan senyumannya
"Aku minta kak Nadhif jangan pecat orang orang yang sudah menggunjingku ya... aku sudah memaafkan mereka, kasihan...mereka juga punya keluarga, bisa jadi mereka adalah harapan dari keluarganya, ku mohon" sekali lagi Nadhif jatuh cinta pada istrinya ini, jatuh cinta karena kebaikan istrinya yang dengan mudah memaafkan orang yang sudah berbuat salah padanya termasuk dirinya sendiri yang pernah melakukan kesalahan padanya
"Tapi mereka bisa saja akan melakukan hal yang sama, walaupun itu bukan padamu"
"Buat mereka jera bahkan kalo bisa semua karyawan yang ada, tanpa harus memecatnya"
__ADS_1
masih dengan senyuman dan kali ini Airin menggenggam tangan Nadhif dengan erat, Nadhif menghela nafas dengan berat
"Baiklah, jika itu maumu..., sekarang kamu istirahat jangan pikirkan apapun, Lina dan Lia akan menemanimu" Airin menganggukkan kepalanya
"Kak satu lagi ..jangan beritahu orang tua kita ya, mereka pasti akan khawatir sekali" dengan berat hati lagi lagi Nadhif harus mengikuti keinginan istrinya yang bertentangan dengan hatinya lalu dia berpamitan pergi tak lupa dia mengecup kening Airin dan mengatakan sesuatu yang membuat Airin bahagia
"Aku mencintaimu sayang"
Nadhif pun meninggalkan Airin keluar ruangan, diluar sudah menunggu Lina dan Lia yang masih setia
"Lina, Lia aku titip istriku dulu ya ..hibur dia jangan biarkan dia memikirkan kejadian tadi"
keduanya mengangguk, Nadhif meninggalkan mereka berdua berjalan menuju Lobby yang sedari tadi ada Andi yang sudah menunggunya, setelah Nadhif pergi Lina dan Lia masuk kedalam karena perawat memanggil mereka karena Airin akan dipindahkan keruang rawat.
*Assalamualaikum...readers mudah mudahan gak bosen ya baca novelku, dinovelku ini memang sengaja Airin dibuat tidak mengalami morning sickness saat hamil, itu merujuk dari pengalamanku sendiri dari kehamilan pertama sampai ke empat semuanya bisa dibilang hamil kebo alias gak ada keluhan apa apa.
while keeping yourself at home
dont go anywhere if it's not important
always protect yourself and your family
dukung selalu kami yang sedang berjuang dengan cara Stay at home...
doakan juga para pejuang kesehatan yang sedang berjihat semoga selalu dilindungi Allah SWT dan yang telah mengorbankan nyawanya semoga khusnul khotimah...aamiin..
Masih dengan lapang dada author menerima kritik dan saran dari readers, untuk mendukung agar tercipta karya yang lebih baik dan tidak membosankan
__ADS_1
jangan lupa like dan votenya*
😍😍😍😍😘😘😘😘