
Kinan Irena irena Rezkiawan bersediakah kamu menjadi pendamping hidupku yang akan menemaniku dalam suka maupun duka dan menjadi ibu dari anak anakku kelak?" Irena yang mendengar lamaran Adit langsung mengangkat wajahnya dan memberanikan diri untuk memandang langsung wajah Adit
Terpancar rasa cinta yang besar dari mata Adit dan tak ada kebohongan yang terbaca, rasa bahagia yang luar biasa diradakan Irena namun ada keraguan dan ketakutan pada diri Irena untuk menerima lamaran Adit
"Tapi tuan.." ucapan Irena terputus oleh Adit
"Jangan panggil aku tuan, aku bukan majikanmu"
" Baik Adit.." jawab Irena sambil menganggukkan kepalanya perlahan
"Tapi apa aku pantas untuk mendampingimu setelah apa yang aku lakukan padamu dit.." ucapan Irena terhenti dia menghela nafas panjang menahan diri agar tidak menangis
"Aku sudah menghianatimu, dan aku sudah menikah dengan laki laki lain" akhirnya tangisan yang sedari tadi ditahan pun pecah
Ingin rasanya Adit memeluk Irena namun dia tidak berani karena ada kakak tercintanya duduk dan mengamatinya
Airin beranjak sari duduknya dan menghampiri Irena dan memeluk Irena
"Jangan katakan apapun karena aku sudah mengetahui semuanya tanpa satupun terlewat" Irena kaget sambil sesenggukan dia menatap Adit dengan tatapan bertanya
Adit tersenyum pada Irena
"Sudahlah lupakan masa lalu itu, dan masalahmu itu juga suda selesai dan sekarang statusmu juga single, aku tidak perduli kamu janda atau tidak yang aku tau aku mencintaimu dan menerima apapun adanya dirimu juga masalalumu"
"Tapi aku masih punya ad.." ucapan Irena terhenti oleh jari telunjuk Adit yang menempel pada bibirnya
"Sstt...aku sudah bilang padamu aku sudah tau semuanya, kamu masih mempunyai adik yang masih sekolah dan anak dari almarhum suamimu itu kan? dan sekali lagi aku katakan aku mencintaimu tanpa syarat apapun, aku menerima apa adanya dirimu Irena rasa sayang dan cintaku tak berubah sedikitpun akan kejadian masa lalu kita" Adit masih menggenggam tangan Irena yang menangis dipelukan Airin
"Pikirkan baik baik sayang, Adit tidak main main, kamu pastinya sudah paham dengan hati dan sifat Adit" ucap Irena sambil menepuk nepuk punggung Irena
__ADS_1
" Apa nyo..eeh maaf Kakak tidak keberatan dengan statusku?" tanya Irena pada Airin selaku keluarga Adit, dia takut jika keluarganya tau akan statusnya dan kisahnya yang pergi meninggalkan Adit dan membencinya Irena tidak ingin mengalami itu dan pastinya akan menyakiti Adit dirinya adik dan anak angkatnya
"Apalah arti sebuah status toh dimata tuhan kita semua sama yang membedakan hanyalah amal perbuatan kita.." Airin melepaskan pelukannya lalu menatap Irena dan melepaskan genggaman tangan Adit
"Belum halal..." ucap Airin sambil menatap tajam Adit yang mendapatkan tertawaan dari Irena
"Jadi bagaimana Irena, apa jawabanmu?" Irena berpikir sejenak dan hendak menjawab namun terpotong oleh suara dari orang yang sedari tadi tak dianggap kedatangannya
" Terima...terima...terima..." serempak Mila dan Ramdhan mengucapkan kata terima sambil berjalan mendekati Irena yang tertunduk malu
" Ada apa ni...kok main terima terima aja" ucap Nadhif yang datang tiba tiba yang membuat semua orang yang ada didalam kaget dan mengalihkan pandangan kearahnya dan itu semakin membuat Adit dan Irena malu
"Irena awas kamu kalo menolak anak umma ya, pokoknya kamu harus terima dan membahagiakan anak kesayangan umma" Irena tersenyum kaku mendengar Mila dengan nada sedikit mengancam
"Umma ini, yang ada Irena kabur karena umma, bukannya merayu malah mengancam..ckckck" sela Ramdhan yang membuat semuanya tertawa
Irena tersenyum
"Baiklah aku terima lamaran kamu Adit" Irena menghela nafas dan bersiap untuk mengucapkan kata selanjutnya
"Aku Kinan Irena Rezkiawan, seorang janda mempunyai satu anak tiri dari suamiku sebelumnya dan seorang adik yang masih sekolah, kedua orang tuaku sudah meninggal dan aku bukan orang berada, apakah kamu masih yakin dan mau melanjutkan lamaranmu padaku" ucap Irena mempertegas statusnya didepan semua keluarga Adit agar tidak ada kesalahpaman dimasa mendatang
"Aku Praditia Kurnia Rafanda dengan ikhlas meminangmu, dengan apa adanya dirimu tanpa syarat apapun dengan disaksikan kedua orang tuaku, kedua kakakku dan kedua orang tuaku yang kini sudah berada disurga" ucap Adit dengan yakin dan kini dia semakin yakin jika Irena juga masih mencintainya dan pasti akan menerimanya
Irena mengangguk perlahan dan tersenyum
"Baiklah aku terima lamaranmu Adit" Adit meloncat tanpa sadar rasa bahagia yang sangat membuat dia lupa diri akan kondisi dan keberadaan orang orang disana
" Eitsss....belum halal," Umma menarik telinga Adit yang hendak memeluk Irena, semua tertawa bahagia, tanpa sadar Airin meneteskan airmata bahagia...rasa syukur berulang kali dia ucapkan sebagai ungkapan kebahagian yang dia rasakan, Nadhif yang sadar perasaan istrinya langsung memeluk erat
__ADS_1
3 hari kemudian Adit diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh total karena selama masa observasi tidak ada keluhan yang dirasa Adit dan semua organ gerak Adit bergerak normal
Setelah menyelesaikan urusan administrasi rawat Adit Nadhif dan Airin langsung menjemput Adik tercintanya
Ceklek..
"Assalamualaikum...adik kakak yang ganteng, sudah siap pulang?" ucap Airin yang dibalas senyuman diwajah Adit
"Apa yang kamu cari dit?" tanya Nadhif yang melihat adit seolah olah sedang mencari sesuatu
"Irena mana kak kok dari pagi aku gak lihat dia"
"Ya elah belum ada sehari gak ketemu dah kangen aja" goda Airin, nadhif hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang suka menggoda adiknya
"Apaan sih kakak siapa juga yang kangen" Adit memalingkan wajahnya menyembunyikan wajahnya yang kini sudah memerah agar tak kena kejahilan kakaknya
"Kalo gak kangen kok nyariin hayo..."
" Ih kakak... " Airin semakin tertawa melihat tingkah Adit yang sedang bucin pada Irena
"Sudah..kamu tu ya sayang senang banget sih godain Adit" Nadhif mencubit gemas pipi Airin dan Airin teriak kesakitan langsung mengusap usap pipinya yang panas akibat cubitan suaminya
"Ih kak Nadhif ...awas ya nanti malam tidur diluar" Nadhif kaget dengan ancaman istrinya dan sekarang Nadhiflah yang berusaha merayu Airin agar memaafkan nya dan memperbolehkannya tidur bersama istri dan anaknya
Adit tertawa melihat kedua kakaknya yang sedang ribut masalah suami istri, Adit mengabadikan moment dimana seorang CEO yang sangat disegani banyak pesaing bisnisnya adalah suami yang takut pada istri hanya ancaman sederhana dia berusaha merayu istrinya untuk memaafkan kesalahannya, padahal kesalahannya hanya mencubit pipi istrinya yang semakin berisi ...lucu memang
"Apa aku juga akan seperti kak Nadhif? ahhh tidak masalah jika harus seperti itu yang terpenting aku akan mencintai dan setia pada istriku" bathin Adit bahagia membayangkan kehidupannya dengan Irena setelah menikah kelak
Dukng terus ya...
__ADS_1