
"Alhamdulillah....ya Allah...terima kasih" Airin melepas sejenak pelukannya pada Adit melihat wajah Adit yang selalu tersenyum lalu memeluk kembali bahkan lebih erat
"Terima kasih Dit kamu gak ninggalin kakak" Airin menangis bahagia sedangkan Nadhif hanya melihat dan berdiri disamping istrinya
"Kak udah donk peluknya, aku ga bisa nafas nie" ucap Adit sambil menepuk punggung Airin
"Maaf dit kakak lupa kalo kamu masih sakit, kakak bahagia banget" ucap Airin sambil melepas pelukannya dan mereka langsung berbincang hingga melupakan Nadhif yang sedari tadi juga berada diruangan itu
"ekhemmm... ekhemmm...kayaknya, suaminya sudah dilupain ya" Airin megalihkan pandangannya kearah suara dan melihat suaminya yang berdiri sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya
"Astaghfirullah...maaf suamiku sayang" Airin menghampiri Nadhif dan memeluknya, rasa bahagia yang lama bersembunyi kini muncul kembali dan terlihat keceriaan dari Airin telah kembali setelah sempat hilang beberapa waktu
"Aku becanda sayang" ucap Nadhif
"Bagaimana kamu kondisi kamu dit?" kini Adit yang ditanya
"Alhamdulillah...Adit dah baik bang, hanya butuh beberapa terapi untuk melatih beberapa organ gerak Adit" merekapun berbincang melepas rindu lebih tepatnya Airin yang lebih banyak bertanya, antusias ibu beranak satu ini memang sangat terlihat, seolah dia menunjukkan bahwa dia takut kehilangan orang yang disayangnya
Tak lama dokter memasuki ruangan dan memeriksa keadaan Adit
__ADS_1
"Bagaimana keadaan adik saya dokter?" tanya Airin setelah melihat dokter menyelesaikan pemeriksaannya
"Alhamdulillah...semua baik baik saja hanya membutuhkan beberapa terapi saja untuk memulihkan organ geraknya" ucap dokter Pandu
"Apa semuanya bisa berfungsi seperti sedia kala?" kali iNi Andhif yang bertanya pada dokter Pandu
"InshaAllah semua bisa berfungsi normal kembali yang penting tuan Adit mengikuti terapi secara rutin sesuai jadwal, hal ini biasa terjadi karena pasien mengalami koma hampir 2 bulan dimana organ geraknya tidak digunakan sebagaimana mestinya, jadi tuan Nadhif jangan terlalu khawatir" penjelasan dari dokter Pandu cukup membuat Nadhif dan Airin merasa lega
Keesokan harinya Mila dan Ramdhan mengunjungi Adit, mereka tak kalah bahagia dengan Airin dan Nadhif, Adit sudah seperti anak mereka apalagi dengan cerita tragis kemarin sungguh membuat iba kedua orang tersebut
"Assalamualaikum..." ucap Mila dan Ramdhan bersamaan saat masuk kedalam kamar inap Adit, dimana didalam juga ada Airin dan Nadhif
"Gimana keadaan kamu? mana yang sakit? dokter sudah kemari belum Nadhif? mana dr.Pandu, panggil dia untuk periksa Adit" ucap Mila beruntun tanpa jeda yang membuat orng yang ada disana hanya terdiam
"Umma pelan pelan, tanyanya saru satu donk, tu liat Adit malah takut sama umma" ucap Ramdhan menenangkan Mila, dia tau bhwa istrinya saat ini sangat khawatir akan kondisi Adit, Mila hanya tidak ingin kehilangan lagi, bukan bearti dia tidak Bisa menerima takdir hanya saja kehilangan dua orang yang disayang secara bersamaan dan jika harus khilangam lagi maka entahlah apakah dia bisa bertahan
"Alhamdulillah...umma Adit baik baik saja, hanya butuh terapi untuk organ gerak Adit khususnya kaki Adit, InshaAllah...Adit pasti kembali seperti sebelumnya" Jawaban yang diberikan Adit membuat Mila merasa lega dan lebih tenang, sedangkan Airin dan Nadhif hanya menjadi penonton drama sekilas tadi juga ikut merasa bahagia
Keesokan harinya adalah hari pertama Adit melakukan terapi dan sedari pagi Airin dan Nadhif sudah sampai dirumah sakit sefangkan Mila saat ini berada diRumah Nadhif bersama baby Najj, mereka ingin memastikan bahwa kondisi adiknya memang baik baik saja
__ADS_1
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka, dan tak lama seorang perempuan cantik mengenakan seragam perawat dengan rambut yang disanggul sederhana dan rapi masuk kedalam dengan mendorong sebuah kursi roda kosong, perawat itu memberikan salam kepadan semua orang yang ada didalam kamar dengan suara yang lembut
"Assalamualaikum...selamat pagi bapak, ibu saya Irena perawat yang akan merawat tuan Adit untuk melakukan terapi dan pagi ini adalah jadwal pertama tuan Adit, jadi saya akan mengantarkan beliau ketempat terapi" ucap Irena, dari awal perkenalannya Irena sudah menarik hati Airin dan Nadhif, dalam benak mereka sudah menilai bahwa Irena adalah gadis yang baik dan ingin menjodohkannya dengan adik tersayangnya yaitu Adit
"Kenalkan juga saya Airin dan ini suami saya Nadhif kami kakak dari pasien" mereka saling bersalaman
Airin dan Nadhif memang sengaja meminta perawat khusus untuk menjaga adiknya, mereka ingin hanya satu orang yang menjaga adiknya agar mudah memantau dan paham keadaan adik tercinta mereka dan sangat pas sekali ternyata Adit juga menyukainya
Bukan tanpa alasan Airin dan Nadhif mempunyai rencana seperti itu, karena mereka sedari tadi memperhatikan ekspresi dari Adit saat melihat Irena dari awal masuk hingga saat ini Irena berusaha membantunya untuk berpindah ke kursi roda, terlihat jelas dari sorotan mata adiknya bahwa dia benar benar jatuh cinta pada perempuan itu yang tak lain adalah Irena perawat yang akan menjaganya hingga Adit bisa kembali dengan normal
Airin sangat yakin dengan apa yang dilihat dari pancaran sirat mata adiknya, karena selama ini Airin tidak pernah melihat Adit memandang lawan jenisnya dengan sirat mata seperti tadi rasa kagum, suka, bahagia bercampur rasa rindu yang mendalam entah kenapa itu yang terbaca oleh Airin dan untuk itu pula dia ingin menjodohkan Adit dengan Irena
Airin sangat bahagia dengan bangunnya Adit, dan dia bertekad akan membahagiakan adiknya tersebut
*Assalamualaikum...author minta maaf buat smua yang selalu setia membaca novel ini, untuk kedepannya author gak bisa up cepat karena saat ini, author sedang mengerjakan tugas akhir (KTI) dan juga penelitian untuk KTI, author baru bisa up jika ada waktu luang dan iNi akan berlaku sampai KTI author selesai dan lulus.
Mohon doanya juga semoga dimudahkan saat mengerjakan KTI author ya...dan terima kasih buat kalian yang srlalu support author...love all, saranghae...♥♥♥*
__ADS_1