
...jangan datang lagi cintaaa,
bagaimana aku bisa lupaa...
padahal kau tau keadaannya
kau bukanlah untukku...
...jangan lagi rindu cintaaa,
kutak..terdengar nada dering dari hpku reff pura pura lupa dari Mahen kuambil hpku dan kulihat nomor yang tertera adalah nomor tak dikenal "Siapa yang menelponku sore begini, angaaku angkat aja deh siapa tau ini penting" tanpa menunggu lagu habis aku menekan tombol bergambar telpon warna hijau dan tersambung
"Assalamualaikum..." salamku pada penelpon diseberang
" Waalaikumsalam...selamat siang dengan saudari Khairin Hawwa Rafanda" balas penelpon tersebut yang kemudian menanyakan namaku.
" iya benar..., maaf ini dari mana ya mbak?" aku memanggilnya mbak karna suara yg terdengar adalah suara perempuan
"perkenalkan saya Desi kepala HRD Pt. Surya Permana Tunggal" salamnya perkenalkan diri padaku, aku baru ingat klo hari ini adalah pengumuman penerimaan pegawai baru di pt itu, aku antusias mendengarkannya hp yang kupegang semakin lekat kutempelkan pada telingaku dan tiba tiba jantungku berdegub kencang karna gugup mendengar hasil test yang kulalui tanpa persiapan tersebut. aku menarik nafas panjang dan membalas perkenalan perempuan itu.
hufff..." Salam kenal bu Desi saya Khairin"
__ADS_1
" iya, maksud kami menghubungi anda adalah ingin memberitahuan bahwa saudari Khairin diterima di perusahaan kami, Selamat semoga kedepannya kita bisa bekerja sama dengan baik. Untuk itu kami tunggu kehadiran anda besok pukul 8 langsung ke bagian HRD..."
Rasanya tak percaya aku mendengar berita itu sampai sampai aku terdiam menahan rasa bahagia lalu suara di telepon menyadarkan aku
"halo ...halooo.... mbak Khairin"
" aahhh ...iiyyaaa... maaf , InshaAllah saya besok datang diwaktu dan tempat yang sudah diberitahukan ...terimakasih atas informasinya" dan kamipun menyudahi pembicaraan kami.
" Alhamdulillah...ya Allah terima kasih atas rizky yang telah engkau berikan pada hambamu ini" aku mengusapkan kedua telapak tanganku kemukaku.
semenjak aku mendapatkan kabar tadi wajahku berubah 180 derajat yang tadinya hanya terlihat kesedihan sekarang dipenuhi senyuman senang, yaa karna dengan diterimanya aku bekerja maka aku bisa mengurangi aktifitasku dirumah dan menambah kesibukanku sehingga aku tidak perlu memikirkan sikap Nadhif terhadapku
yeeeeeeee
aku melompat lompat kecil dan berputar sesekali dengan tertawa kecil dan tak sengaja kulihat Nadhif sudah berdiri di depan pintu terdiam melihatku yang bertingkah seperti anak kecil, aku terkaget dan langsung menghentikan tingkahku.
" eehhh...maaf kak, aku g tau kalo kakak pulang" dia tetap tak bergeming
"Sekali lagi maaf sudah buat kakak g nyaman aku naik dulu" ucapku sambil melangkahkan kaki kearah tangga namun tiba tiba Nadhif menyuruhku duduk disofa
" duduklah" Seketika aku berhenti dan membalikkan badan berjalan ke arah sofa. Aku hanya duduk dengan menundukan kepalaku tak berani melihat keatas ...masih terngiang ucapannya bahwa aku tidak pantas duduk dengannya, aku merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Nadhif menjatuhkan diri disofa tepat disampingku dengan reflek akupun menggeser badanku agar menjauh darinya aku tidak ingin moodku yang sedang baik menjadi hilang karna hinaannya nanti.
" Memang ada kabar apa, sampai kamu kegirangan seperti itu."tanyanya dengan nada datar sambil memiringkan badannya mengarah padaku, bersamaan itu aku jg membalikkan badanku kearah membelakanginya, trauma yg aku rasakan membuat aku tidak berani menatapnya
"g ada apa apa kok kak, aku hanya senang mendapat panggilan kerja,maaf klo td aku sudah buat kakak g nyaman, aku naik dulu ya kak" dengan cepat aku naik dan menuju kamarku.
****
Nadhif
****
Entah kenapa aku hari ini rasanya ingin cepat pulang kerumah, padahal biasanya aku enggan pulang, setelah pekerjaanku selesai aku langsung ketempat parkir mobil dan melajukan mobilku menuju rumah. Sesampainya di depan rumah aku membuka pagar dan memasukkan mobil kedalam garasi saat menutup pagar kembali aku mendengar suara seseorang yang berteriak kegirangan, akupun berjalan menghampiri suara itu dan ternyata pintu depan terbuka kulangkahkan kakiku kesana dan aku berhenti didepan pintu melihat pemandangan indah yang ada didepan mataku, aku terpukau olehnya senyuman lebar Airin, sangat cantik dan anggun ada rasa sejuk yang menghampiri dadaku tiba tiba aku merasa senyuman ini tidak asing buatku." dimana aku pernah melihat senyuman ini, sangat familiar buatku"
"eehhh...maaf kak aku g tau klo kakak pulang" Airin membangunkanku dari khayalanku, sebenarnya aku kaget tapi aku berusaha untuk tetap diam agak tidak terlalu kelihatan, tapi ternyata itu membuat Airin malah taku padaku dan diapun beranjak menuju kamarnya, segera aku menyuruhnya duduk disofa, aku masih belum ingin menyudahi pemandangan ini karna masih penasaran dengan senyuman Airin yg sepertinya tak asing buatku dan ini kali pertamaku melihat dia tersenyum, entah kenapa aku merasa senang.
terjadi perbincangan antara aku dan Airin yang hanya sebentar, dia berbicara dengan terbata bata terlihat ada rasa tidak nyaman saat bersamaku kemudian dia bergegas menuju kamarnya.
"Seperti apa aku selama ini, kenapa aku bisa membuat seorang yang ceria berubah drastis saat bersamaku....sekejam itukah sikapku terhadap Airin hingga dia selalu ketakutan dan tak berani menatapku" batinku mencerna sikap Airin tadi terhadapku.
Aku bangun dari sofa dan memastikan semua pintu sudah terkunci, biasanya Airin yang melakukan hal ini dan menurutku ini cukup mengkhawatirkan untuk seorang wanita dan aku memutuskan harus aku yg melakukan rutinitas ini.
__ADS_1