Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Liburan


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan tak terasa kehamilan Airin sudah menginjak bulan kedelapan, namun Airin tetap Airin meskipun sudah hamil besar dan memasuki trimester terakhir bahkan mendekati hari kelahiran sang buah hati, dia masih tetap bekerja dan gerakannyapun masih gesit, Airin memang memaksa Nadhif agar dia terus bekerja hingga 1 minggu menjelang perkiraan hari kelahiran sang buah hati, sebenarnya Nadhif sudah melarang Airin untuk beristirahat saja dirumah namun dia paham sifat istrinya yang memang tidak bisa diam dirumah tanpa melakukan sesuatu dan dia tidak ingin istrinya itu merasa bosan yang ditakutkan akan membuat istrinya stress dan akan mempengaruhi perkembangan janinnya, yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan istrinya toh Airin bekerja diperusahaannya bahkan dalam satu ruangan dengannya jadi Nadhif bisa mengawasinya setiap saat.


Menginjak usia pernikahan yang ke 2 bulan Andi dan Lina membawa kabar baik untuk keluarga dan para sahabatnya, Alhamdulillah Lina kini mengandung buah cinta mereka dan kini usia kandungannya 1bulan dan Lina juga memutuskan untuk berhijab setelah menikah dengan Andi


Seperti biasa Nadhif duduk dikursi kebesarannya sambil memeriksa beberapa dokumen yang sudah menumpuk dimejanya, dia berkutat dengan berkas berkas itu sambil sesekali melihat kearah istrinya memastikan kondisi istrinya baik baik saja, sedangkan Airin juga fokus pada kerjaannya tanpa tau jika suaminya memperhatikannya dengan rasa khawatir


Kringgg....kringgg....kringgg


Terdengar bunyi dering ponsel Airin yang diletak tepat didepannya diatas meja kerja, dilihatnya nama yang tertera dilayar ponselnya, seketika wajahnya berseri dan tersenyum lebar


"Assalamualaikum...maa...bagaimana kabar mama disana?" ya yang menelepon Airin adalah mamanya yang sudah sangat dirindukannya, entah kenapa karena akhir akhir ini Airin sangat merindukan mama, papa dan adiknya Adit


"Waalaikumussalam... alhamdulillah mama baik sayang, kamu gimana baikkan dan kondisi kandunganmu gimana?" balas mama


"Alhamdulillah baik juga ma, kandungan Airin juga baik dan 1 bulan lagi persalinan Airin ma, o ya gimana papa dan Adit ma sehat semua kan? Airin kangen sama kalian"


"Mereka baik sayang, o ya kebetulan banget kamu kangen sama mama, karena kita juga kangen sama kamu, dan tujuan mama telpon mau ngajak kamu dan suamimu berlibur o ya ajak juga mertuamu" Airin sangat bahagia karena sudah lama dia tidak berlibur bareng sama keluarganya, dan ini kali pertama dia berlibur bersama kedua orang tuanya dan adiknya ditambah lagi kedua mertuanya, pasti sangat menyenangkan


"Besok pagi kita berangkat ya dari rumah mama dan malam ini kamu menginap dirumah, mama pengen ngobrol banyak sama kamu"


"Siap ma aku akan siapkan semuanya, kita mau liburan kemana ma?" tanya Airin dengan antusias dan itu berhasil membuat suaminya memalingkan pandangannya dari berkas berkas yang menumpuk kearah Airin


"Kamu gak perlu menyiapkan apapun, semua sudah mama siapkan dari tiket pesawat, makanan, sampai bahan untuk barbequan sudah mama siapkan, dan kita menginap di villa keluarga kita yang dimalang"


"Wahhh...asikk ma Airin senang, Airin juga kangen sama suasana villa itu, kangen


kebersamaan kita dulu" air mata Airin keluar saat dia mengingat masa masa dia bersama keluarganya, masa masa sebelum menikah karena saat setelah menikah memang mereka belum pernah berlibur bersama lagi dan ajakan mamanya seperti angin segar untuk Airin


"Ya sudah... kamu jangan lupa nanti menginap dirumah mama ya, salam buat Nadhif ya ... assalamualaikum..." mamapun mengakhiri panggilannya


"Mama?..sayang" Nadhif bertanya pada Airin yang terlihat bahagia, Airin mengangguk dan Nadhif berdiri lalu berjalan menghampiri istrinya itu, lalu dipeluknya perlahan karena takut perut istrinya yang sudah membesar tertekan karena pelukannya


"Sepertinya istriku bahagia sekali, memangnya ada berita apa sampai bisa buat kamu tersenyum bahagia, asal kamu tau sayang dengan melihatmu seperti ini aku juga ikut bahagia" Airin mengangkat wajahnya dan memandang suami tampannya itu

__ADS_1


"Ya...aku senang kak, tadi mama mengajak kita berlibur ke Malang"


"Oo pantas aja istriku senang" Nadhif melepaskan pelukannya dan menuntun Airin berjalan dan duduk menuju sofa


"Pastinya aku senang kak, kan ini kali pertama aku berlibur bersama mama dan papa semenjak aku menikah denganmu, kita berangkat besok dari rumah mama, jadi malam ini kita menginap disana"


"Oke kalo gitu aku harus segera selesaikan semua dokumen itu, biar kita bisa cepat pulang" Nadhif mengecup kepala Airin lalu berdiri dan kembali kemeja kerjanya lagi begitupun juga Airin


Sesaat dia mendudukkan tubuhnya pada kursi kerjanya, Airin mengingat akan pesan mamanya tadi


"Kak... kamu hubungi umma sama abu ya besok kita jalan pagi jadi mereka langsung kerumah mama" Nadhif mengangguk senyum dan mengeluarkan ponselnya menghubungi orang tuanya


"O ya sayang kita mau liburan kemana?, biar aku bilang Andi untuk siapin semuanya" Nadhif bicara dengan mata yang masih fokus pada berkas2nya


"Ooo kita mau kemalang kak ke villa keluarga kita yang ada dimalang, tempatnya seru dan ada kebun tehnya nanti kita jalan jalan kesana ya kak, aku dah gak sabar..o ya tadi mama bilang kalo semua sudah disiapkan sama mama jadi kakak gak usah repot lagi" Nadhif memperhatikan wajah istrinya yang sangat antusias dengan liburan ini dan itu membuat hatinya sangat bahagia


Tak terasa jam pulang kerja sudah tiba seperti rencana tadi bahwa Airin dan Nadhif segera pulang kerumah untuk menjemput bu Sum beserta Mira dan Dinan dan mengambil semua kebutuhan mereka saat berlibur yang tadi sudah disiapkan oleh bu Sum, Airin memang menelepon mereka tadi saat Nadhif menghubungi mertuanya dan Airin juga mengajak keluarga pak juki dan bu Sum untuk ikut liburan bersama


Sesampai dirumah, bu Sum dan anak anak sudah siap dan menunggu mereka diruang tamu dengan beberapa koper baju milik Airin dan Nadhif, juga baju mereka, sebelum berangkat Nadhif menginstruksikan pak Juki untuk mengganti mobil yang mereka naiki karena mobil yang biasa mereka naiki sejenis sedan dan pastinya tidak akan bisa menampung semuanya, setelah siap merekapun meluncur kerumah orang tua Airin


Adit berjalan keluar menuju pintu dan membukakan pintu, yang sudah dipastikan itu adalah kakaknya dan sesuai dugaan Adit sosok perempuan yang sangat dicintai dan dirindukannya berdiri didepan pintu rumah sambil tersenyum lebar dengan perut yang membesar dan tangan yang terlentang kekanan dan kekiri


"Assalamualaikum...Adiiit...adik kakak tersayang..." Airin langsung memeluk Adiknya itu dengan erat rasa rindu karena lama tidak bertemu akibat kesibukan masing masing


"Kak..Adit kangen sama kakak..." Adit membalas pelukan erat kakak tercintanya itu hingga tanpa sadar mereka telah melupakan orang orang yang ada di belakang mereka, dan suara deheman dari Nadhif lah yang menyadarkan mereka


"Hemm..hemm...kita dianggurin nie"


"E iya maaf kak, yuk masuk ..bu Sum mira dinan dan pak juki masuk yuk .." merekapun segera masuk dan berkumpul di ruang tengah sedangkan Airin langsung berjalan menuju kamar mama yang sudah dia rindukan


"Assalamualaikum...mama. papa.." Airin berlari menghampiri kedua orng tuanya dan memeluk erat bergantian


"Wah perut kamu sudah besar ya, kamu haru lebih hati hati ya, jaga kandunganmu dan jangan berlari seperti tadi, o ya Mana suamimu?" tanya mama saat tidak mendapati Nadhif diluar pintu

__ADS_1


"Kak Nadhif ada dirung tamu sama Adit dan krluarga pak Juki, aku mengajak mereka" ucap Airin sambil mengusap usap perutnya karena terasa tendangan kecil dari bayi yang dikandungnya, sepertinya bayi merekapun juga merasakan bahagia


Airin dan kedua orang tuanya bergabung bersama Adit, suaminya dan keluarga pak Juki, mama dan papa menyambut mereka dengan baik kamipun menghabiskan waktu berbincang dan bercanda bersama, dan tak terasa waktu sudah menunjukan hampir tengah malam merekapun menuju kamaryang sudah disiapkan, kecuali pasangan suami istri itu mereka kekamar Airin yang lama yang memang sengaja dibiarkan tanpa merombaknya hanya dibersihkan secara rutin saja


*****


Keesokan harinya setelah sholat subuh berjamaah mereka mempersiapkan barang yang akan dibawa ke malang sambil menunggu kedua orang tua Nadhif


Tak lama kemudian kedua orang tua Nadhif tiba, tak menunggu waktu lama mereka pun berangkat menuju bandara, pesawat yang mereka tumpangi akan tinggal landas pukul 7.15 sengaja Sandra mama Airin memesan tiket pesawat dengan keberangkatan yang pertama supaya waktu yang mereka punya cukup banyak saat berlibur


Pukul 8.30 mereka sampai dibandara Juanda Surabaya, mereka sudah disambut dengan 2 buah minibus mewah yang mengantarkan mereka ketempat tujuan mereka yaitu Batu Malang.


Perjalanan yang mereka lalui hampir 3 jam lamanya dan akhirnya mereka sampai juga di Villa tempat mereka menginap yang sudah disambut oleh pak bambang dan istrinya sebagai penjaga Villa keluarga Airin dan membuat mereka merasakan lelah karena perjalanan yang cukup panjang, semua langsung beristirahat kekamar masing masing yang telah disediakan


Pukul 13.00 semua sudah berkumpul diruang tengah yang sudah disulap menjadi ruang makan, sesuai permintaan Sandra dia ingin makan bersama sambil duduk lesehan karena menurut Sandra hal itu mempererat rasa kebersamaan dan menambahkan rasa nikmat pada makanan yang akan mereka makan


semua orang duduk melingkari makanan yang sudah disiapkan oleh bu tinah istri pak bambang dibantu buSum, menu yang dihidangkan membuat semua orang yang ada disana sudah tidak sabar untuk menyantapnya, sayur asem, ayam goreng, ikan asin dan tak lupa sambal terasi (makanan favorit akyu😍😍), meskipun termasuk makanan sederhana tapi semuanya menyantap dengan lahap bahkan Mira dan Dinan termasuk bumil itu makan dengan lahap dan porsi yang cukup banyak, namun tidak dengan Nadhif dia tidak bersemangat saat makan, bukan karena menu yang sederhana atau rasa masakan yang tidak enak tapi karena Airin yang tidak mau disuapi atau menyuapi dirinya, yaa semenjak usia kandungan Airin menginjak bulan ke 7 tepatnya sebulan yang lalu Nadhif berubah menjadi manja dan semakin posesif pada istrinya dan saat makan harus sepiring berdua itupun juga harus dia yang menyuapi istrinya atau sebaliknya, jika tidak maka selera makannya akan hilang seketika


Airin yang melihat suaminya makan sedikit, diapun mengalah untuk beralih pada suaminya


"Kak kok makannya sedikit?" tanya Airin yang sebenarnya tau apa penyebab suaminya makan sedikit


"Males aja, aku sudah kenyang dengan lihat kamu makan lahap kayak tadi" jawab Nadhif dengan nada memelas dan itu membuat Airin tertawa diikuti semua yang ada disana


"Iya deh aku suapin, tapi aku makannya pake tangan loh kakak ga jijik kan?" seketika siratan mata Nadhif berubah menjadi berbinar mendengar ucapan istrinya itu


"Aku gak papa kok, malahan makin nikmat makan pake tangan apalagi itu tangan kamu"


semua orang yang mendengar langsung memandang dan berdecak malas pada Nadhif kecuali pak Juki dan bu Sum yang hanya tertawa melihat tingkah laku mereka, karena tidak hanya kali ini saja tuannya itu bermanja ria pada istrinya itu, seharusnya dengan kehamilan yang semakin membesar Airinlah yang bermanja namun ini Nadhif suaminya lah yang semakin manja.


*Assalamualaikum...hai readers ..maaf ya kalo upnya lama maklum orang tua sekarang punya profesi tambahan jadi guru, yang cukup menghabiskan waktu karena tugas anak yng diberikan juga cukup banyak


Terima kasih juga yang masih setia baca novelku ini, kritik dan saran masih saya tunggu dan dengan lapang dada saya terima

__ADS_1


Ingat selalu setia stay@home dan selalu jaga kebersihan dan kesehatan kita*...


__ADS_2