Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Senyum kemenangan


__ADS_3

Sesampainya diruangan, kami diberitahu jika bu Irene sudah menunggu aku dan Lia, dengan segera kami keruangan bu Irene


ada sedikit rasa was was


"Ada apa ya Lia, apa pekerjaan kita ada yang salah, jadi deg degan" ucapku yang mejuga membuat Lia khawatir


"Duh aku juga deg degan Airin"


kamipun tiba didepan ruangan kaca bu Irene, belum kami mengetuk pintu beliau sudah melihat kami dan melambaikan tangannya menyuruh kami langsung masuk


"duduklah kalian berdua" aku dan Lia saling berpandangan lalu duduk dan kembali memfokuskan padangan pada bu Irene


"Kenapa kok kalian terlihat tegang?"bu Irene tersenyum melihat ada ketegangan diwajah kami


"Tenang kalian saya panggil disini bukan ingin member hukuman tapi ucapan selamat buat kalian karena kalian menyelesaikan laporan dengan sangat baik dan dibawah waktu yang saja berikan, saya kagum dengan kinerja kalian, ternyata kami tidak salah memilih kalian" terlihat kepuasan yang sangat diwajah bu Irene, Kami hanya tersenyum


"Saya harap kinerja kalian terus seperti ini"


"Terima kasih bu atas kepercayaan yang sudah ibu dan perusahaan ini berikan pada kami, InshaAllah kami akan berusaha mempertahannya bahkan berusaha lebih baik" ucapku dan Liapun mengiyakan apa yang kukatakan tadib lalu kami beranjak pergi dari ruangan itu dan kembali bekerja lagi.


****


Hari ini aku pulang lebih cepat dari kemaren, selain jalanan yang tidak macet aku jg tidak ada lembur hari ini.


Sesampainya dirumah aku membuka pintu dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam, mantu kesayangan umma"..kulihat umma berjalan menghampiriku dengan senyum..dan melebarkan tangannya siap untuk memelukku


"um..maa, kangen..." aku menghampirinya dan langsung memeluknya dengan erat...


"Huummm...bau asem, mandi dulu sana, Nadhif juga sudah sampai..." tangan umma menutup hidungnya dan mendorongku keatas, aku tersenyum dan langsung naik keatas.


"Duh..kenapa kak Nadhif sudah datang, aku harus gimana ni, apa aku kekamarku aja ya, enggak ..enggakk...yang ada nanti umma tau dan pasti jadi masalah lagi" aku berbicara sendiri kebingungan saat sampai didepan pintu kamar Nadhif


"kenapa kamu seperti orang bingung Airin"

__ADS_1


tanya Nadhif yang mengagetkan aku, aku gak tau sejak kapan dia ada disitu


"Eenggak ada apa apa kak.." jawabku asal


"Kalo gitu kenapa tidak masuk, yang ada nanti umma liat jadi curiga, loh..."


mendengar ucapan Nadhif aku langsung masuk kekamarnya tanpa ragu lagi.


Didalam kamar aku duduk disofa tunggal, aku bingung harus seperti apa, rasa canggung menyelimutiku, memang aku pernah masuk kekamar ini tp itu hanya sebentar saat sholat subuh kemaren dan sekarang aku harus berada didalam berdua dengan Nadhif,


dug dug...dug dug...dug dug..


"duh kenapa lagi sih, please jangan disaat seperti ini" ucapku lirih sambil memegang dadaku yang semakin kencang.


aku menarik nafas panjang berulang ulang, Nadhif yang melihatku hanya diam dan duduk, akhirnya menghampiriku


"Ada..apa airin"aku tersentak kaget melihat Wajah Nadhif yang sudah ada didepanku..sangat dekat...mungkin hanya 1centi jaraknya, jantungku semakin berdebar tak karuan, aku mencengkeram tangan yang ada didadaku, lalu dia mendekatkan lagi wajahnya dan...dia menciumku.


Aku kaget tak menduga Nadhif akan seberani ini padaku, mataku melebar maksimal, aku hanya mematung melihatnya yang tersenyum padaku. lalu dia mengulanginya lagi kali ini dia melakukannya lebih dalam, aku tersadar dan mendorongnya..


"Maaf kak aku mau mandi" aku bangkit dari dudukku dan melewatinya, tangaannya menahanku, lalu kulepaskan.


"Baiklah, aku tunggu dibawah, kamu segera turun" aku hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar


****


Nadhif


****


Aku keluar kamar dengan penasaran


"Kenapa Airin diam aja saat aku menciumnya, apa ini ciuman pertamannya?" aku hanya tersenyum mengingat tingkah Airin yang kaget saat kucium tadi..


"Ada apa Nadhif kok kamu senyum senyum sendiri dari tadi?" Tanya umma yang ternyata sedang duduk disofa depan dan memperhatikanku ...


"Mantu umma lucu, polos banget dia, ..upss" aku langsung menutup mulutku takut keceplosan di depan umma, sambil berjalan menuju sofa dan duduk didepan umma

__ADS_1


"Airin mana"


"Masih mandi umma" aku masih tersenyum senang mengingat kejadian tadi. Tak lama Airinpun turun kebawah dengan wajah yang segar sehabis mandi, saat di tangga mata kami bertemu dan Airin langsung menundukan kepala, lalu duduk disamping umma


Kami berbincang diruang tamu terlihat umma sangat menyayangi Airin begitupun sebaliknya, tiba tiba umma bertanya sesuatu yang membuat kami kaget


"Kapan kalian berencana punya momongan, umma sudah g sabar mau gendong cucu"


seketika kami berdua saling menatap, lalu Airin hanya tertunduk, akupun langsung mengambil alih pembicaraan umma


"Sabar umma, kamipun juga ingin punya keturunan, yang penting umma selalu mendoakan kami ya"


Suara adzan maghrib berkumandang kamipun segera mengambil wudhu dan sholat berjamaah, aku menjadi Imamnya, Airin dan umma makmumnya.


setelah sholat umma dan Airin memasak untuk makan malam kami dan aku menunggu mereka diruang tamu sambil memainkan ponselku dan mengirimkan pesan pada Andi menanyakan perkembangan informasi tentang Fanda


"Assalamualaikum..ndi gimana ada perkembangan kabar Fanda belum"


drrttt..


"Waalaikumsalam,..belum,maaf Nadhif belum ada perkembanga, kamu sabar ya, aku berusaha agar secepatnya menemukan fanda buat kamu"


"Terima kasih Andi, maaf aku selalu merepotkanmu, seperti yang kamu bilang, aku sudah bisa mencintai Airin dan aku ingin melepas Fanda walaupun aku masih mencintainya, aku ingin membina keluarga yang sebenarnya dengan Airin" balasku pada Andi


drrttt...


"Aku ikut senang mendengarnya, juga perubahan kamu pada Airin, aku akan selalu mendukungmu" aku puas dengan pesan yang dikirim Andi, dia selalu membuatku berpikir lebih luas


"Kak Nadhif, ayo kita makan dulu umma sudah menunggu" panggilan Airin mengagetkanku, aku langsung berjalan menuju meja makan bersamannya


Selesai makan malam aKu kembali duduk disofa, Airin dan umma membereskan meja makan dan dapur, aku senang melihat kekompakan mereka, jarang menantu dan mertua bisa sekompak mereka


"Benar kata Andi, aku harusnya bersyukur dan menerima Airin apa adanya" akupun kembali tersenyum.


Setelah sholat isya berjamaah, umma kembali kekamar bawah, aku dan Airin masuk kedalam kamar, aku masih melihat kecanggungan Airin saat masuk kedalam kamarku, lalu dia duduk ditempat favoritnya sofa tunggal yang ada di kamarku , entah kenapa dia selalu duduk disitu bukannya langsung naik ketempat tidur.


"Aku mandi duluan ya, .."ucapku pada Airin? kulihat dia hanya mengangguk dan tersenyum dengan senyuman gugup

__ADS_1


"Apa kamu mau mandi bareng sama aku? tak lupa kuselipkan senyuman genit yang kupunya untuknya, dan dia melotot tajam padaku, akupun tertawa melihat respone yang kudapat darinya..puas aku mengerjainya lalu kutinggalkan dia dengan senyuman kemenangan dibibirku menuju kamar mandi.


__ADS_2