Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Masih dengan Airin


__ADS_3

Dan kamipun sampai didepan rumah aku turun dari motor lalu melepas helm dan memberikan sedikit tips untuk mas ojek online "terima kasih ya mas..." sambil ku berikan helm dan uang tips.


" terima kasih juga untuk tipsnya mbak" jawabnya dengan senyum senang.


Setelah itu aku langsung masuk menuju pintu rumah, sebelum masuk aku tak lupa mengucapkan salam "Assalamualaikum..." sambil memutar kunci pada gagang pintu" ceklek ...ceklek...setelah pintu terbuka aku melangkah kedalam dan kukunci kembali pintu, aku melanjutkan langkahku menaiki tangga menuju kamar dan aku merebahkan diri ditempat tidur untuk menghilangkan rasa lelahku kulihat hp ku dan mengecek pesan balasan dari Nadhif dan ternyata ada pesan masuk dari Nadhif


"berikan nomor rekeningmu aku akan mentransfer uang bulanan untukmu"


"Astaghfirullah...apa yang dia pikirkan tentangku, kenapa dia membalas dengan menanyakan nomor rekeningku, aku hanya ingin tau kabarnya, apa itu salah" ingin rasanya aku marah tp aku hanya beristifar sebanyak banyaknya agar tidak kalah dengan emosiku. kutinggalkan Hpku ditempat tidur tanpa membalas pesan itu.


" Baiklah... sudah saatnya Mandi badanku lengket sekali karna seharian aku sudah menguras tenaga dan pikirinku yang berubah menjadi keringat yang menempel ditubuhku.


Selesai mandi aku langsung berwudhu untuk melakukan sholat ashar yang sudah telat, aku menggelar sajadah disamping tempat tidurku lalu melaksanakan sholat ashar setelah itu mengambil alquran dan membacanya sambil menunggu waktu maghrib saat terdengar adzan maghrib akupun menyudahi mengajiku, kutunggu hingga adzan selesai langsung kulaksanakan sholat maghrib. selesai sholat aku rapikan mukena dan sajadah, tiba tiba isi didalam perutku bernyanyi krucuk...krucuk...


dan aku turun kebawah menuju dapur, kubuka kulkas untuk melihat apa yg bisa aku masak dan ternyata hanya telor dan itu hanya 2 butir saja, lalu aku menuju tempat penyimpan beras saat aku lihat beraspun hanya tinggal 1 liter aku hanya nenarik napas panjang dan memasak beras itu kemudian aku membuat telor mata sapi, karena memang g ada bumbu apapun didapur yang bisa djadikan pelengkap untuk membuat telor dadar.


menunggu waktu 20 menit sampai nasinya matang, sedangkan telor sudah kugoreng dr td dan sudah kuletakkan di meja makan

__ADS_1


aku mengambil piring dan kutuangkan nasi dipiring dan menambahkan telor yangada dimeja makan, aku duduk menikmati makananku yang seadanya..aku tetap bersyukur karna masih banyak diluar sana yang hanya makan nasi tanpa lauk bahkan blm tentu mereka bisa makan.


sehabis makanan yang ada dipiringku aku langsung merapikan meja makan dan mencuci piring dan penggorengan yang sudah aku pakai tadi setelah itu aku mengecek semua pintu memastikan sudah terkunci, karna hanya aku yang ada didalam rumah itu. selesainya aku langsung naik keatas mengambil wudhu lalu kekamarku dan melaksanakan sholat Isya kewajiban terakhir hari ini lalu aku merebahkan tubuhku hingga aku terlelap.


****


Kukuruyukkkk....kukuruyukkkk...kukuruyukkkk.


seperti biasa aku terbangun dengan suara alarm yang sudah aku setel jam 4.30 aku bergegas mandi dan bersiap siap untuk sholat subuh.


Adzan subuh sudah menggema aku langsung melaksanakan sholat subuh, selepas itu aku turun kebawah untuk bersih bersih rumah ...


"Aahhh....akhirnya selesai juga" aku langsung merebahkan diri disofa tengah daan menyalakan tv dan kucari serial kedukaanku CeritaNyata drama sekali tayang yang menceritakan kehidupan nyata seseorang dari cerita tersebut aku mengambil hikmah disetiap cerita agar aku bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi dalam menghadapi pahit kenyataan hidup yang dituliskan untukku.


tak terasa sudah menginjak waktu dzuhur, kutinggalkan sejenak tontonan favoritku itu untuk melaksanakan kewajiban yang g boleh ditinggalkan. setelah itu aku kembali kebawah dan melanjutkan drama yg aku tinggal tadi hinggal selesai, terasa kantuk yang sangat mendekapku dan tanpa sadar aku tertidur disofa.


pukul 16.15 terdengar suara salam dan ketukan, akupun terbangun ada rasa takut untuk membuka pintu karna tidak ada temanku yang tau rumahku dan Nadhif sedang keluar kota dan baru kembali 2 hari lagi

__ADS_1


"Siapa yang datang kerumah?"tanyaku pada diri sendiri sambil mengernyitkan dahi, lalu aku memberanikan diri menghampiri pintu sebelum aku membuka kuintip dulu melalui jendela yang ada disamping pintu dan ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Nadhif "kak Nadhif ...bukannya sedang keluar kota dan baru kembali setelah 3 hari" lalu aku segera membuka pintu, saat pintu terbuka aku disuguhkan wajah tampan Nadhif yang menahan amarah dan pastinya itu ditujukan untukku


" Kemana aja sih, buka pintu aj lama banget" sontak dia membentakku dan langsung masuk kedalam rumah dan duduk disofa tengah akupun berlari mengikutinya dan mengambil tangannya kucium punggung tangannya " Assalamualaikum kak...maaf tadi aku ketiduran setelah nonton Tv" salamku dan disertai alibi yang ucapkan dengan nada terbata bata karna ada rasa takut melihat Nadhif yang langsung membentakku.


" Kok kak Nadhif sudah pulang, bukannya kakak bilang mau keluar kota selama 3 hari"


"Apa kamu g baca surat kontrak yang aku berikan tempo hari? jangan pernah mencampuri urusan pribadiku, terserah aku mau pergi berapa lama..toh ini jg rumahku kan" jawabnya dengan muka sinis yang ditujukan padaku


" Ada makanan apa aku lapar" tanyanya sambil menyandarkan diri disandaran sofa


" Gak ada makanan apa apa kak, dikulkas g ada bahan yang bisa dimasak dan beraspun juga habis" aku menjelaskan padanya tentang kondisi dapur yang memang tidak ada apa apa.


Hhmmm...,dia menarik nafas panjang lalu mengambil hp dan mengutak atiknya tak lama dia bangkit dari duduknya mengangkat koper dan berjalan menuju kamarnya sebelum naik dia memberitahukan bahwa dia sudah memesan makanan melalui aplikasi J-food


"aku sudah memesan makanan kamu tunggu saja disini aku mau mandi dulu"" Baik kak"..


huffff...akupun jg menarik nafas panjang dan menjatuhkan diri disofa, menahan air mata yang sudah ada diujung pelupuk mata, kaget sekali td aku mendengar dia membentakku karna selama ini aku blm pernah mendapatkan perlakuan yang kasar seperti ini bahkan orang tuaku sendiri tapi sekali lagi aku mengingatkan diriku sendiri ini adalah resiko yang harus aku terima dan aku harus berusaha sabar dan menerimanya juga menunggu perubahan perlakuan Nadhif terhadapku.

__ADS_1


__ADS_2