
"Maafkan aku Airin, aku memang masih mencintainya, tapi sekarang aku sudah bisa melepasnya, aku hanya ingin menyelesaikan perasaanku padanya Airin" ucap Nadhif dengan masih mendekapku didadanya
"Fanda adalah cinta pertamaku, aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama dan sejak itu aku tidak bisa melupakannya, bahkan aku rela menjadi stalker baginya...sampai sekarang aku gak pernah mengungkapkan perasaanku pada Fanda dan ituu menjadi beban buat aku, jadi tolong mengertilah" ucapnya dengan suara yang berat
"tunggu siapa tadi nama wanita itu Fanda...sepertinya aku pernah dengar tapi dimana ya?" aku berpikir keras dan mengingat ingat nama yang tidak asing buatku itu
"Tunggu aku sedikit lagi Airin, aku akan menyelesaikan masalah ini" ucap Nadhif memecah pikiranku
"Baiklah aku akan menunggumu kak, dan tepati janjimu"
Nadhif melepasku dari dekapannya dan berkata padaku
"Airin, kalo kamu masih sakit lebih baik kamu ijin saja, istirahat dirumah"
iiihhh kenapa sih nie orang ..
"Sudah jangan mengungkit hal itu lagi, aku malu, lagipula aku baru bekerja di perusahaan itu yang ada aku dipecat nanti" ucapku sambil memegang kedua pipiku.
"Tenang saja tidak ada yang akan berani memecatmu" lalu Nadhif bangkit dari tempat tidur menuju ruang ganti, sebelum dia masuk kedalam, dia berbalik badan kearahku dan berkata
"Airin...kamu juga yang pertama buatku" terlihat senyum bahagia menghampirinya, mendengar kata kata itu darinya akupun merasa sangat bahagia
"aahhh. aku juga harus siap siap kekantor"
saat aku hendak kembali kekamarku terdengar suara Nadhif memanggilku
"Aduh jangan sampai dia menyuruhku masuk kedalam" aku tau dia pasti punya rencana lain untuk mengerjaiku, aku berjalan menghampiri Nadhif yang ada diruang ganti
" Iya kak ada apa?" aku sedikit berteriak dari luar
"Masuklah" ucapnya dari dalam, "tuh kan Benar dugaanku, mau apa lagi sih dia... heemmm" dengan terpaksa aku masuk kedalam ruang ganti, dengan mata tertutup jaga jaga klo dia masih dalam keadaan telanjang.
"Sayang kenapa matamu tertutup, apa yang kamu pikirkan hah?" tawa Nadhifpun pecah seketika melihat tingkahku yang polos, kubuka mataku dan kulihat ternyata Nadhif sudah berpakaian lengkap
"Puasss kak Nadhif ngerjain aku?" untuk menutupi rasa maluku aku berpura pura marah padanya...
"Baiklah...maafkan aku ya, sini besok kan libur, kita pindahkan semua barang kamu kesini, nanti simpan baju bajumu dilemari ini, aku juga akan merapikannya jadi ini nanti khusus buat kamu" aku bingung dengan yang diucapkan Nadhif padaku dan akupun bertanya padanya
"Kenapa harus kupindahkan barang barangku kesini kak?" Nadhif masih dengan tertawanya, dia menghampiriku dan membelai kepalaku
"Sekarang ini sudah menjadi kamar kita, kamu tidur dikamar ini, mulai kemaren, hari ini, besok dan seterusnya" kuLihat mimik wajah Nadhif saat bicara padaku, dia terlihat serius mengatakannya
aku jadi takut pada Nadhif, jika kuingat kejadian semalam, baru sebentar saja aku tidur dikamar ini, dia sudah memaksaku apalagi tiap hari. .. astaghfirullah."..aku menepukkan tanganku kejidatku
"Taapii...kak..."
"Aku tidak ingin kamu membantahku" dia menatapku dengan wajah serius dan nada yang tegas
__ADS_1
"Baiklah" jawabku lemas dan pasrah
"Sekarang gantilah bajumu disini" Aku melebarkan mataku pada Nadhif yang masih tersimpan senyum dibibirnya
"Kok malah melotot padaku, apa kamu masih malu denganku, bahkan akupun sudah merasakan ka..mmm.." sebelum dia menyelesaikan omongannya dengan cepat aku membekap mulut Nadhif dengan tanganku, ternyata dia makin tertawa senang melihat ku yang terlihat malu didepannya, lalu dia memelukku dan mengecup keningku dengan lembut lalu meninggalkanku dikamar ganti sendirian, masih dengan senyuman kemenangannya itu
"Huufff, kenapa dia sekarang sering menggodaku, lagipula kenapa kamu terlalu polos, kenapa harus malu sih, dia kan suamimu sendiri, Airin ...Airin..." ucapku menyalahkan diri sendiri
"Ok...kali ini aku kalah, tapi lihat saja suatu saat aku akan membalasmu" kali ini senyuman sinis yang mengembang dibibirku.
Saat aku keluar dari kamar ganti, tak kudapati Nadhif dikamar, aku mengambil tas dan mengeluarkan ponselku untuk memesan ojek online
Aku menuruni tangga dengan pelan, karena masih terasa sakit akibat ulah Nadhif semalam, tapi tidak mungkin hanya karena hal ini aku bolos kerja itu juga bisa mempengaruhi kinerja ku diperusahaan
"Sayang ..mau aku antar kerja?" aku hanya menggeleng sambil menatap sinis padanya, dia hanya melempar senyum padaku, aku terus berjalan keluar dan berpamitan padanya, saat ku cium punggung tangannya dia menawarkan lagi padaku "Yakin g mau diantar, kita kan..." aku langsung melotot padanya dan mengernyitkan bibirku
kembali dia tertawa.
"G perlu kak, lagi pula aku juga sudah pesan ojek kok, aku berangkat dulu kak" aku langsung berlari kecil keluar.
Aku memasuki area kantor seperti biasanya, namun ada yang berbeda dengan suasana kantor hari ini, aku merasa pandangan semua orang menuju padaku. "Ada apa dengan mereka apa ada yang salah dengan pakaianku?" aku langsung menuju lift naik kelantai 2, sesampainya aku tidak keruanganku tapi kekamar mandi, aku melihat diriku pada cermin dan mencari cari apa ada yang salah denganku, dari wajah, jilbab, baju bahkan sepatu, tapi tidak ada satupun yang salah, akhirnya aku memutuskan kembali keruanganku.
Saat keluar dari kamar mandi aku berpapasan dengan 2 orang karyawati perusahaan ini juga dan mereka mempunyai tatapan yang sama padaku "Ada apa denganku" aku bertanya tanya tentang sikap orang menatapku sinis.
"Ada apa dengan mereka ya, tidak ada yang salah denganku... ah biarkan saja" aku tidak ingin memusingkan hal tersebut lalu masuk kedalam ruangan dan duduk dikursiku...
....bagaimana aku...
ponselku berdering, kuambil dari dalam tas dan kulihat nama Lina yang muncul diponselku
"Assalamualaikum...halo Lin ada apa?" sapaku pada Lina
"Waalaikumsalam... Airin, kamu dimana?" sapa dan tanya orang yang ada diseberang sana
"Aku diruanganku...memangnya ada apa?"
"Wah hebat ya kamu Airin,..." aku mengernyitkan dahiku, dan kembali bertanya pada Lina
"Maksud kamu gimana,? apa yang hebat dari aku?"
"Memangnya kamu gak denger gosip tentang kamu? wah kamu memang gak berubah ya Airin selalu tutup telinga jika ada gosip, sampai sampai kamu sendiri yang digosipkanpun kamu g tau?" aku makin bingung dengan apa yang diucapkan Lina
'Aku masih belum paham maksudmu Lin?"
" Kita makan siang di luar ya? nanti aku jelaskan disana dan ingat kamu berhutang penjelasan juga padaku"
"Baik Lin, sampai ketemu nanti ya, Assalamualaikum" aku menutup telp dan kembali bekerja
__ADS_1
****
Nadhif
****
Sesaat Airin berangkat, aku mengunci pintu dan langsung berangkat kerja.
Sesampai diruanganku Andi menghampiriku
"Nadhif...kamu tau gak, ada gosip yang lagi rame di perusahaan" ucap Andi saat masuk ruanganku dan langsung menjatuhkan diri disofa
"Kamu tau kan aku tidak tertarik dengan gosip apapun yang ada diperusahaan ini" ucapku sambil mengahampiri Andi yang sedang duduk di sofa
"Kamu yakin gak mau tau?"Andi berkata dengan nada sedikit meledek, dan aku hanya mengangguk
"Kalo itu tentang Airin, kamu masih tetap gak mau tau?" dipasangnya senyuman kecil dibibir Andi
"Apa maksudmu, gosip tentang istriku? apa yang sudah terjadi padanya?" tanyaku penasaran
"Tuhkan...penasaran juga kan kamu dif" lalu tertawa kecil sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Sudahlah cepat katakan, apa yang terjadi sama istriku"
"Cie sekarang dah resmi jadi istri nie ya..." ledek Andi padaku
"Sudah jangan meledekku dan cepat katakan"
"Ok..ok..Istrimu itu dilamar orang..."
"Aappaa...berani sekali orang itu melamar istriku" aku memukulkan tanganku yang terkepal dimeja.
"Tenang dulu Nadhif, aku belum menyelesaikan ceritaku, tahan emosimu dulu"
aku menarik nafas panjang untuk mengontrol emosiku yang naik karena mendengar ada laki laki yang berani melamar istriku
"Ok lanjutkan ceritamu ndi"
"Jadi menurut cerita yang ku dengar, saat makan siang siang kemaren, cowok terkeren di perusahaan ini, diluar kamu dan aku ya...heheh"
"iya lanjutkan"
"jadi si cowok itu awalnya nembak Airin, tapi ditolak langsung sama Airin, sicowok itu kira dia ditolak karna Airin tidak ingin pacaran tapi langsung menikah dan dia langsung melamarnya, tapi kamu tau, Airin menolak lagi dan bilang kalo dia adalah wanita yang bersuami atau dia sudah menikah"
huffftt....
lega rasanya, Airin juga bisa menjaga dirinya sebagai seorang istri, padahal bisa saja dia mencari alasan lain...tapi aku sangt puas dengan dengan jawaban yang diberikan Airin untuk pria itu
__ADS_1
"Awasi terus dia, jamgan spai dia dekat dan menggoda istriku lagi" perintah Nadhif pada Andi.