Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Sisi lain Airin


__ADS_3

Assalamualaikum..sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat semua yang sudah mendukung dan selalu setia baca novelku ini, dan saya juga minta maaf lama up nya karena masalah kondisi yang kurang fit dan juga jadwal kerja yang sering dinas malam jadi belum bisa up rutin juga harus menemani anak yang sedang masa belajar dirumah, membantu mengerjakan tugas sekolah yang diberikan secara online, semoga saya tidak mengecewakan readers ya ....tetap dukung terus ya dan jangan lupa vote buat aku...β™₯β™₯.


****


Rasa bahagia yang luar biasa buat Nadhif hadiah istimewah untuknya karena dia bisa bekerja dengan keindahan dan ketenangan yang tidak didapatkan dimanapun dan dari siapapun pasalnya mulai hari ini jika dia merasa penat karena lelah dengan pekerjaan ataupun masalah lain semua dapat hilang dengan cepat hanya dengan melihat keindahan dan ketenangan diwajah istrinya yang tepat berada didepannya, ditambah lagi Aura yang dipancarkan dari kehamilannya makin membuat siapapun yang melihatnya semakin merasa tenang dan damai, kini rasa cinta Nadhif pada Airin sangatlah besar semakin hari semakin bertambah hingga tak ingin berpisah barang sedetikpun


"Sayang ..gimana kamu suka sama tempat baru kamu yang sekarang" tanya Nadhif dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya dengan wajah yang ditopang oleh kedua tangannya dengan siku yang berada diatas meja, sambil memandangi wajah sejuk Airin istrinya


"Alhamdulillah, aku suka banget kak apalagi didepannya ada kamu makin betah deh bisa bisa nanti anakku mirip banget sama kamu" sama dengan Nadhif rasa bahagia juga menyelimuti Airin dengan alasan yang sama


"Ya bagus donk, pasti ganteng nanti debaynya, kan siapa duli abunya, jadi oeang sudah mengenalnya tanpa harus menebak" ucap Nadhif sambil berjalan menuju meja Airin dan sesampainya dia membungkukkan badannya dan mencium mengusap perut istrinya yang masih belum kelihatan itu. Dengan Airin yang bekerja disatu ruangan dengannya dia merasa lebih lega karena bisa memantaunya setiap saat, jika Airin terlihat lelah dia bisa beristirahat dikamar yang ada diruangan itu yang sengaja disediakan Joka Nadhif banyak pekerjaan yang mengharuskan dia menginap disana.


Hari hari yang dilalui Airin dan Nadhif berlalu dengan damai dan tenang, bukan berarti dalam rumah tangga mereka tidak pernah terjadi masalah, namun semua masalah yang terjadi sampai saat ini selalu dapat diselesaikan dengan cepat, krena keduanya yang berpikiran dewasa terlebih Airin yang banyak mengalah pada Nadhif, namun anggapannya itulah salah satu kewajiban istri yang harus dipatuhi.


"Kak, kita nonton yuk, aku pengen banget nonton, kan sekarang hari sabtu kak Nadhif juga liburkan" jika diingat ini adalah pertama kalinya Airin ngidam, dan Nadhif menyadari itu, sebenarnya masih banyak laporan laporan yang harus dia periksa namun dia tidak ingin mengecewakan Airin yang memang tidak pernah minta apapun, bahkan semenjak Airin menjadi istri Nadhif belum pernah mereka pergi berdua hanya untuk jalan jalan


"Benar juga yang Airin bilang, lagi pula aku juga belum pernah pergi jalan jalan berdua dengannya, apa salahnya jika aku mengikuti keinginannya" bathin Nadhif


"Baiklah kita siap siap ya" Dengan girang Airin mendengar jawaban Nadhif hingga melompat kecil, sebenarnya Airin tahu jika suaminya itu sedang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, namun entah kenapa rasanya hari ini dia ingin sedikit egois agar keinginannya terpenuhi tidak biasanya Airin berlaku seperti sekarang ini, rasanya ingin dimanja dan dituruti semua keinginannya oleh suaminya

__ADS_1


"Loh kok belum siap katanya mau nonton" ucap Nadhif saat keluar dari kamar dan sudah berganti dengan menggunakan polo shirt putih dengan celana semi jeans panjang, dia melihat Airin yang masih belum berganti pakaian dan hanya tersenyum lebar sambil memutar tubuhnya kekanan dan kekiri


"O iya, tunggu ya kak, sebentar aj" lalu Airin berlari kecil masuk kedalam kamar


"Hati hati sayang, perut kamu ada isinya, jangan lari lari dong sayang" Nadhif mengingatkan Airin yang sedang berlari ada rasa khawatir dihati Nadhif


Sepuluh menit kemudian Airin sudah siap dengan gamis modern dan hijab syar'inya, meskipun mengenakan hijab syar'i kecantikan Airin masih terpancarkan, ditambah dengan make up tipis dan lipstik warna peach glossy semakin membuat kecantikannya makin sempurna, dan lagi lagi membuat Nadhif terpanah dan jatuh cinta padanya


"Ok kak aku dah siap, lets go" langsung memeluk erat lengan Nadhif, sisi lain yang ditunjukkan Airin manja dan kekanak kanakan namun Nadhif sangat senang melihat dan menerima tingkah laku Airin itu. Mereka keluar bersama selama berjalan menuju mobil Airin tidak melepaskan pelukan pada lengan Nadhif, mobilpun melaju dengan kecepatan sedang menuju salah satu mall terbesar dijakarta, mobil yang dikendarai Nadhif berhenti didepan lobby, Nadhif keluar lalu membukakan pintu untuk istrinya, Airin sangat senang sekali dengan perlakuan suaminya seperti itu bak layak seorang putri yang turun dari kereta kuda, mereka berjalan menghampiri salah satu petugas valet dan memberikan kunci mobilnya pada mereka untuk diparkirkan


Tempat pertama yang mereka tuju saat masuk kedalam mall itu adalah bioskop, sepanjang perjalanan Airin bergelayutan pada lengan Nadhif dia tidak ingin berpisah sebentar saja dari suaminya bahkan saat mengantri untuk membeli tiketpun dia masih dengan posisi yang sama tidak ada rasa malu buatnya walaupun banyak mata yang memperhatikan mereka, Nadhif sudah berkali kali menawarkan Airin agar duduk dikursi tunggu karena antrian yang panjang namun bumil itu menolak


"Sayang kamu duduk aja disitu ya, biar ga capek, ini panjang banget loh ngantrinya, nanti kasian dedek bayinya" ucap Nadhif pada Airin namun Airin justru bersikap makin manja pada Nadhif makin mengeratkan pelukan dilengan Nadhif


"Lagian tadi aku bilang pesan tiket online aja, tapi kamu menolak, lihat kan ngantrinya panjang banget" keluh Nadhif saat mengingat bahwa Nadhif sudah menawarkan untuk memesan lewat aplikasi yang pastinya tidak memakan waktu lama dan juga memesan tiket premier untuk mereka namun Airin menolak dengan tegas dan Nadhif hanya bisa mengikuti keinginan istri dan jabang bayi yang ada diperut istrinya


"Kalo pesan online gak seru kak, apalagi pesan yang premier makin gak seru, kalo ngantri kayak gini dan pesan kursi yang biasakan rasanya kaya kita lagi pacaran kak, dan aku pengen nikmati itu, kita menikah tanpa pacaran" jawab Airin pada suaminya dengan nada manja, Nadhif yang mendengar ucapan Airin merasa bersalah karena benar yang diucapkan Airin dia terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai melupakan kalo istrinya juga butuh jalan jalan apalagi saat ini sedanga hamil yang pastinya butuh hiburan extra


"Untung kamu istriku dan aku cinta banget sama kamu, kalo gak aku gak bakal mau cape capek ngantri seperti ini" ucap Nadhif sambil melipat kedua tangannya didepan dada dan mencubit pipinya sambil mengeratkan gigi giginya tanda gemas pada sikap Airin yang manja dan kekanak kanakan, Airin yang melihat respone suaminya itu tertawa kecil dan mengucapkan terima kasih

__ADS_1


"Terima kasih.. sayangku"


cuppp...


setelah mengucapkan terima kasih, dengan cepat Airin mencium pipi Nadhif, ada rasa senang dan malu, senang karena saat ini istrinya lebih agresif padanya dan malu karena saat ini mereka sedang berada ditempat umum, biasanya Airin tidak pernah seberani ini, dan timbullah ide nakal yang dipikirkan oleh Nadhif pada Airin


"Sayang tapi ingat loh, nanti aku tagih bayarannya dirumah, ini gak gratis ya" Nadhif membisikkan kata kata itu pada Airin namun bukannya takut Airin malah menantang Nadhif dan membuat Nadhif makin semangat setelah mendengarnya


"Tenang saja suamiku, aku pasti akan membayarnya sesampai dirumah bahkan bekali kali lipat sampai kamu puasss" balas Airin yang juga berbisik pada Nadhif lalu tersenyum, namun senyuman yang dikeluarkan kali ini adalah senyuman menggoda, langsung dipeluknya Airin dan dibenamkan wajah Airin pada dada Nadhif dambil melihat kesana kemari


"Kak...ada apa, kok aku dibekap sihb susah nafas nie" ucap Airin sambil memukul kecil dada Nadhif


"Lain kali jangan pernah kamu tersenyum seperti tadi didepan umum, kamu boleh tersenyum seperti tadi jika hanya ada kita berduab ingat ya aku gak mau lihat kamu tersenyum lagi apalagi sama pria Lain" Nadhif berkata sambil mendekap Airin didadanya ada rasa cemburu dan takut akan kehilangan Airin


Tak terasa kini mereka sudah berada didepan tempat pemesanan tiket, sesuai instruksi Airin dia memilih kursi ditengah karena itu posisi yang pas menurut istrinya dan Nadhif hanya bisa mengikuti kemauan istrinya jika tidak itu bisa merusak mood Airin yang sedang agresif pada Nadhif yang menurut Nadhif ini kesempatan langka yang tidak boleh disia siakan


Setelah membayar Nadhif mengajak Airin untuk pergi makan selain lapar masih ada waktu luang 2 jam lagi sebelum film diputar dan dia tidak ingin bosan menunggu didalam.


Nadhif dan Airin makan disalah satu restoran korea dan pastinya ini atas permintaan bumil, setelah puas dan kenyang mereka kembali ketempat bioskop dan membeli beberapa cemilan buat Airin dan dirinyab lalu mereka kembali duduk diruang tunggu menunggu 30 menit waktu tersisa, Nadhif dan Airin bercanda untuk menghabiskan waktu

__ADS_1


*Assalamualaikum.. Yuk kita sama-sama berdoa meminta ampunan agar wabah ini cepat berlalu sebelum bulan puasa tiba agar semua ibadah yang kita lakukan bisa berjalan dengan lancar.


Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada readers yang sudah Setia mendukung membaca novel ini semoga kalian selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan jangan lupa untuk selalu mendukung dan memberikan vote kepada novel aku ini ya Terima kasih I love you all😍😍😍😍*


__ADS_2