Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Cinta yang terbagi...


__ADS_3

tingg...


Pintu lift terbuka, aku dan Andi masuk kedalam lift, ditekannya tombol 4 lantai khusus ruangan direktur dan ruang meeting yang biasa digunakan untuk meeting bulanan dan meeting khusus.


tingg....


pintu lift kembali terbuka dan kamipun sampai dilantai 4, aku keluar terlebih dahulu dan diikuti Andi diluar pintu ruanganku ada Nisa sekretarisku yang berdiri dan menundukkan kepalanya..


Aku memasuki ruanganku dan duduk dikursi kebesaranku, Andipun sudah duduk ditempatnya.


Dimejaku sudah ada tumpukan berkas yang harus ku selesaikan dan kutandatangani, sedikit rasa jenuh menghampiriku, aku merenggangkan diri dari tumpukan berkas itu sejenak, lalu teringat akan sesuatu yang hampir saja ku lupakan yaitu Fanda.


kuangkat gagang telp kupencet ext. tempat Andi berada "Kamu keruanganku ya ndi" lalu kuletakkan kembali gagang telp ketempatnya


tak lama Andipun masuk keruanganku


ceklek...


"Ada yang bisa saya bantu pak?"ucap Andi saat masuk kedalam ruanganku


"Bagaimana kelanjutan kabar dari Fanda? apa kamu sudah menemukan jejaknya?" tanyaku pada Andi


"Sejauh ini blm ada perkembangan, tapi orang suruhanku masih terus mencarinya jika ada kabar baru mengenai Fanda pasti mereka kan memberitahuku pak"


"Kenapa lama sekali kerja mereka!!" teriakku yang kutahan sambil kueratkan gigiku.


Andi yang melihat sikapkupun sedikit geram. dan meleoas keformalan diantara kami,lalu dia berbicara dengan nada yang naik 1 oktaf

__ADS_1


"Kamu harus sabar Nadhif, jakarta Pusat itu luas..., dan tidak mudah mencari orang tanpa informasi yang pasti, Tidak ada alamat, tidak ada nama lengkap bahkan keluarga dan orang terdekatnyapun kau tak tau, .lagi pula jika memang kalian berjodoh, Allah pasti akan mempertemukan kalian bagaimanapun situaisi dan kondisinya, yakinlah akan hal itu Nadhif" lagi lagi Andi selalu berusaha mengingatkanku tentang takdir...


"Aku tau seberapa besar cinta dan rindumu pada Fanda, karena aku tau perjuanganmu selama ini tapi aku mohon bersabarlah Nadhif" sambungnya, aku menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri.


"Baiklah... kembalilah ketempatmu dan pastikan selalu memberitahukan padaku jika ada informasi terbaru yang kamu dapat tentang Fanda"


"Pasti Nadhif..." lalu Andi pergi meninggalkan ruanganku dan kembali ketempat duduknya.


Kembali aku berusaha mengingat semua kenangan tentang Fanda yang hanya sedikit, karena aku tidak pernah berinteraksi dengannya secara langsung...,hanya saat pertemuan pertama kami dan setelah itu aku hanya menjadi stalker bagi Fanda.


kusandarkan tubuhku pada sandaran kursi kupejamkan mataku lalu kuangkat kedua tanganku dan kuletakkan dibawah kepalaku


"Fanda...Fanda...dimana kamu..., aku sangat merindukanmu dan aku ingin bertemu denganmu, walaupun hanya sekali, aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku yang sudah lama kupendam, aku tidak ingin ada rasa penyesalan lagi walaupun seandainya kamu sudah menjadi milik orang lain, aku sangat mencintaimu Fanda" ini adalah perasaanku yang terdalam yang benar benar ingin aku wujudkan, namun tiba tiba bayangan Airin saat tersenyum melintas dipikiranku, tanpa sadar kedua sudut bibirku naik keatas secara bersamaan...aku merasakan kembali kehangatan senyumannya dan tingkah lakunya yg kekanak kanakan yang membuat aku gemas padanya dan merasakan rindu ingin bertemu dengannya...


Mataku terbuka lebar dan alisku menyatu ketengah aku berpikir kembali kenapa disaat aku memikirkan Fanda, Airin juga muncul dipikiranku dan rasa yang aku rasa pada Airin sama dengan apa yang aku rasa Pada Fanda, "Apa aku sudah mulai mencintai Airin" bathinku


"Kenapa denganku..?? bagaimana bisa aku membagi perasaanku pada dua wanita...?" aku masih berjalan kesana kemari sambil melipat kedua tanganku didepan dadaku dengan perasaan gelisah, perasaan yang tak ingin mengakui bahwa aku sudah mencintai Airin, tapi aku juga tak ingin menyangkalnya ..


Tanpa sadar Andi yang sedari tadi berdiri didepan pintu bingung melihat tingkah laku Nadhif yang tidak seperti biasanya.


"Kenapa lagi dia, segitu gelisahnya dia karena belum menemukan Fanda, heemmm" Andi menghela nafas panjang dan menghampiri Nadhif


"Ada apa denganmu Nadhif" ucap Andi sambil menepuk bahu Nadhif dan itu cukup mengagetkannya


"Ee...Andi duduk lah...aku ingin berbicara denganmu" Nadhifpun beranjak dari tempat berdirinya tadi menuju Sofa diruangannya dan Andipun mengikuti perintah Nadhif.


Setelah duduk Nadhif tidak langsung menceritakan pada Andi, dia masih terlihat gelisah dan terdiam sejenak.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Nadhif, aku bingung melihat sikapmu yang diluar kebiasaanmu?'


aku masih diam dengan posisi menunduk


"Baiklah jika kamu belum siap untuk bercerita padaku, tidak masalah, aku akan menunggumu sampai kau siap" ucap Andi sambil beranjak tapi Nadhif menahannya dan Andipun duduk kembali.


"Aku bingung Andi, bagaimana bisa aku mencintai dua orang wanita sekaligus..."


ucapku dengan nada datar dengan pandangan kosong kedepan.


"Maksud kamu apa Nadhif?" tanya Andi penasaran


"Yaa...aku sadar bahwa aku saat ini mencintai Fanda dan Airin istri kontrakku" jelasku pada Andi, namun kulihat Andi hanya tersenyum lalu berkata sesuatu yang tidak aku duga.


"Baguslah jika kamu sudah mulai mencintai Airin, karna dialah yang seharusnya mendapatkan cintamu, bukan perlakuan kasarmu seperti sebelumnya, dia adalah masa depanmu Nadhif"


"Tapi bagaimana dengan Fanda aku masih belum bisa melupakannya" ucapku pada Andi


"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk melupakan Fanda, tetap carilah dia, temukan dia dan ungkapkan semua perasaanmu agar tidak ada beban lagi dihatimu dan perlakukanlah istrimu dengan baik, lihatlah kelebihannya bukan keburukannya, walaupun ada kontrak diantara kalian tapi dia istri sahmu, ....bisa jadi perasaanmu pada Fanda hanyalah beban yang belum bisa kamu lepaskan karena rasa penyesalanmu yang tdak bisa mengungkapkan perasaan cintamu padanya" ucap Andi yang jika aku pikir memang ada benarnya.


Itulah yang aku suka dari Andi, dia mempunyai cara berfikir yang dewasa yang selalu bisa memberikan nasehat nasehat padaku, memberikan jalan keluar pada permasalahan yang aku hadapi tanpa menghakimiku padahal dia tau akulah yang salah.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanyaku pada Andi


"Yakinkan perasaanmu pada Airin, seperti yang kubilang tadi, perlakukan dia dengan baik dan layak sebagai istrimu, jangan sakiti dia, mintamaaflah padanya atas perlakuanmu sebelumnya, dan jujurlah pada Airin tentang perasaanmu, siapa dan apa yang kamu lakukan selama ini,... setelah kamu menikah dengannya, bagaimanapun dia tetap berhak untuk mengetahuinya"


"Airin adalah wanita yang baik Nadhif, jika tidak dia tidak akan bertahan denganmu dan diam saat mendapatkan perlakuan buruk darimu yang statusnya adalah suaminya..." aku masih tertunduk, Andi menepuk nepuk bahuku sedikit menenangkanku.

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komennya ya readers...♥♥♥


__ADS_2