Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Status Airin


__ADS_3

Airin dibawa kerumah sakit oleh Lia dan bu Irene, bu Irene merasa bertanggung jawab karena dia sebagai atasan membiarkan apa yang telah terjadi. Lia menghubungi Lina bahwa Airin pingsan dan sedang dibawa ke rumah sakit terdekat, Dan Linapun langsung menghubungi Andi tentang kondisi Airin


"Assalamualaikum...Andi Airin pingsan dan sedang dibawa kerumah sakit terdekat, tolong beritahu Nadhif" pesan Lina pada Andi dan diapun langsung bergegas menuju rumah sakit yang dimaksud


Sesampainya di rumah sakit Lina langsung menuju IGD disana terlihat Lia dan bu Irene sedang menunggu dirung tunggu lalu Lina menghampiri mereka


"Lia gimana kondisi Airin...apa yang terjadi? apa yang membuat Airin sampai pingsan" ucap Lina dengan nafas yang terengah engah. Lia mendekat dan mendudukkan Lina yang terlihat sangat khawatir.


"Airin pingsan karena ulah orang yang punya perasaan, mereka menggunjing dan membuli Airin" Lia menceritakan pada Lina tentang kejadian yang dialami Airin tadi.


"Terus gimana kondisi janinnya g papa kan?" tanya Lina kembali, Lia menghela nafas


"Lin kita sama sama tau Airin wanita yang kuat, InshaAllah janinnyapun kuat seperti ibunya" Lia berusaha menenangkan Lina padahal dia sendiri juga tidak kalah khawatirnya dengan kondisi Airin.


"Bisa habis mereka jika tau siapa suami Airin" ucap Lina dengan nada kesal, Bu Irene melihat kedua orang itu dengan pandangan bingung tapi tidak dihiraukan oleh mereka


"Awas aj ya, siapapun yang membuat Airin seperti ini pasti akan membayarnya, mereka akan merasakan kemarahan Nadhif"


drrrttt...ddrrrttt... Lina mengambil ponselnya yang bergetar dan melihat nomor pada ponsel yang tak dikenalnya


"Assalamualaikum...Lin gimana kondisi istriku?" tanya suara diseberang


"Waalaikumsalam, maaf pak kami sedang menunggu diluar dan belum ada kabar dari dokter yang menangani" jawab Lina


"Apa yang sebenarnya terjadi pada istriku" tanya Nadhif


"Lebih baik Lia yang menjelaskan langsung pak" Lina langsung memberikan ponselnya pada Lia dan Lia menceritakan detail masalahnya pada Nadhif, setelah itu Lia mengembalikan ponsel itu pada Lina


"Aku akan segera kesana Lin tolong jaga istriku" Andi melajukan mobil dengan kecepatan diatas 100m/jam


Pintu IGD terbuka dan seorang dokter keluar


"Keluarga ny.Airin?" tanya dokter tersebut

__ADS_1


"Saya dokter" mereka bertiga menjawab secara bersamaan


"Bagaimana kondisi ny.Airin dokter?" tanya bu Irene mewakili kami


" Perkenalkan saya dokter Rahmad, saya dokter yang menangani ny.Airin, alhamdulillah..kondisi pasien baik hanya saja sedikit stress dan ada beban pikiran sepertinya, kami juga menemukan ada nya lebam akibat benturan diperut pasien, karena kondisi pasien yang sedang hamil jadi kami merujuk pada dokter obgin dan beliau sedang menuju kemari" penjelasan dokter Rahmat tentang kondisi Airin tersebut membuat mereka lebih lega


"Saat ini Pasien sedang istirahat tapi jika ingin melihat kondisinya boleh masuk tapi satu orang bergantian, apakah suami ny.Airin ada?"


tanya dokter itu pada mereka


"eee...suaminya.." jawab bu Irene yang sedikit bingung


"Suaminya sedang dalam perjalanan kesini dokter" tambah Lina yang melihat bu Irene bingung menjawabnya,..memang selama ini tidak ada yang tau tentang status Airin jadi selama ini bu Irene memang menganggap bahwa Airin masih single


"Baiklah, jika suaminya sudah datang tolong beritahu supaya bertemu dengan saya" ucap dokter itu sebelum meninggalkan kami dan kembali keruangan IGD


Bu Irene, Lina dan Lia bergantian masuk keruangan IGD untuk melihat kondisi Airin, mereka tidak lama didalam karena tidak ingin mengganggu Airin yang sedang terlelap, akhirnya mereka berkumpul dan berbincang diruang tunggu


"Benar bu" jawab Lina yang juga diangguki oleh Lia


"Airin sudah menikah dan kini dia sedang mengandung usia kandungannya kini hampir 12 minggu, kami takut kejadian ini membawa efek dari kecelakaan sebelumnya" jelas Lina yang membuat bu Irene semakin penasaran


"Maksud kamu kecelakaan apa dan kapan?" bu Irene semakin melebarkan matanya tanda bahwa dia ingin dapat penjelasan lebih detail lagi dari Lina


"Airin pernah mengalami kecelakaan beberapa minggu kemaren dan mengalami benturan yang cukup keras dia mengalami gegar otak ringan dan beberapa tulang yang retak, dan suatu keajaiban janin tersebut kuat sehingga terselamatkan" kali ini Lia yang menjawab pertanyaan bu Irene


"Kejadian itu baru terjadi beberapa minggu lalu, berarti saat dia mengambil cuti tiba tiba?" bu Irene mulai menerka nerka sendiri dan Lina juga Lia hanya menjawab dengan anggukan


"Tapi kenapa tidak ada keterangan bahwa Airin mengalami kecelakaan disurat cutinya, jika memang itu alasannya pasti pihak perusahaan akan mengerti tentang keadaannya"


"Itu keinginan dari suaminya bu" jelas Lina


"Memangnya siapa suaminya itu kenapa bisa membuat alasan seperti itu, ini menyangkut perusahaan, itu sama saja membohongi kami" kini ada sedikit rasa marah pada bu Irene

__ADS_1


"Tenanglah bu, jangan permasalahkan itu dan ibu akan mengerti setelah bertemu dengan beliau, juga untuk pertanyaan ibu bisa langsung ibu tanyakan padanya" mereka pun beralih pembicaraan yang lain yaitu tentang pergunjingan yang dialami Airin hari ini


Mobil Nadhif sudah sampai dan berhenti dilobby rumah sakit, Nadhif turun terlebih dulu Sedangkan Andi memarkirkan mobil di basement.


Nadhif langsung memasuki RS dan langsung menuju IGD, Lina yang melihat Nadhif dari kejauhan langsung melambaikan tangannya kearah Nadhif dan Nadhifpun berlari kecil menuju ruang tunggu IGD, bu Irene mengikuti pandangan Lina dan melihat Nadhif PresDirnya ada disini dan itu mengejutkannya


"Pak Nadhif...ada keperluan apa bapak kesini?" tanya bu Irene dan Nadhif hanya membalas dengan senyuman lalu kembali bertanya pada Lina


"Lin gimana kondisi istriku saat ini?" mendengar pertanyaan Nadhif bu Irene langsung membulatkan matanya dan melirik Lina dan Lia secara bergantian


"Alhamdulillah..Airin kondisinya baik pak, saat ini dia sedang terlelap, dan tadi dokter mengatakan ingin bertemu dengan bapak"


"Baiklah, saya akan menemui dokter dulu" ucap Nadhif dan langsung meninggalkan kami masuk kedalam IGD


"Lina, Lia jadi maksud kalian tadi suami Airin adalah PresDir kita???" tanya bu Irene pada Lina dan Lia yang langsung dijawab dengan anggukan, secara bersamaan Andi masuk kedalam ruang tunggu dan mendengar apa yang ditanya oleh bu Irene


"Benar kata anda, Airin adalah istri dari presiden direktur kita, dan seharusnya hal ini tidak terjadi terlepas siapapun dia, kenapa bisa terjadi bulian seperti ini, bagaimana kalian sebagai atasan membiarkan hal seperti ini dan ini bukan yang pertama dialami olehnya" mendengar Andi bicara bu Irene semakin menunduk dia sadar akan kesalahannya walaupun dia juga tidak ikut membuli Airin namun dia tidak menghentikan apa yang dilakukan karyawan lain terhadap Airin


"Sekarang bu Irene kembali saja ke kantor kumpulkan semua karyawan yang ada di Aula dasar, jangan beritahu apapun sampai kami datang dan beliau sndiri yang menjelaskan"


Perintah Andi padanya dengan suara yang sedikit ditekan, ya seperti novel yang lainnya kalo seorang Asisten bos itu pasti lebih galak dari pada bosnya sendiri.


"Baik pak akan segera saya laksanakan perintah anda" jawab bu Irene dengan membungkukkan badannya mengarah Andi


"Setelah semua siap kabari saya"


"Baik pak saya permisi dulu, Lina Lia saya kembali dulu ya, sampaikan salam saya pada Airin" Bu irene berjalan keluar dan langsung menuju kantor untuk melaksanakan perintah dari Andi


Assalamualaikum...readers semoga kalian selalu dalam keadaan sehat ya jangan lupa jaga kondisi agar selalu fit, makan teratur, minum vitamin, olahraga teratur , berjemur diri, cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh sesuatu, jangan bepergian jika tidak terlalu penting, hindari keramaian dan selalu dekatkan diri pada Allah SWT agar kita tetap terlindungi dari virus yang saat ini sedang mewabah dinegara kita (Corona)dan penyakit yang lainnya, ...dan doakan kami pejuang kesehatan selalu diberi kesehatan dan kekuatan hati dan tenaga dalam menjalankan tugas dan juga semoga kami terhindar dari penyakit yang mewabah itu


jangan lupa like dan votenya ya, saran dan kritiknyabtetap ditunggu


terimakasih juga buat readers yangbudah kasih vote buat karyaku...♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2