Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Peringatan Nadhif


__ADS_3

Perawat dan pekarya mendorong tempat tidur Airin menuju kamar rawat yang sudah disediakan, Lina dan Lia mengikuti dibelakang mereka, sesampainya Airin dipindahkan ketempat tidur yang ada didalam kamar yang didalam juga ada perawat yang menerima dan mereka melaporkan kondisi terakhir Airin.


Lina dan Lia masih setia menunggu Airin, namun sahabatnya itu justru merasa tidak enak karena sudah banyak menyita waktu mereka


"Lin, Lia...kalian bisa kembali kekantor, jangan pikirkan aku disini, masih ada perawat yang menemaniku dan menjagaku" Airin mengatakannya saat Lina sedang menyusun barang Airin dan Lia menyimpan makanan yang sudah dibelinya tadi di lemari pendingin yang tersedia dikamar. Keduanya mengalihkan pandangannya langsung pada Airin secara bersamaan dan menghentikan semua kegiatannya lalu berjalan menghampiri Airin


"Kamu ini anggap kita apa sih?" Lia bertanya ada Airin dan hanya dijawab dengan senyuman lembut namun mereka berdua sudah tau arti dari senyuman itu


"Apa sebagai sahabat harus ada kata sungkan, kita mau disini menemanimu karena kamu sahabat kami, bukan karena kamu istri seorang presdir" kata kata yang disampaikan dengan lembut oleh Lina semakin melebarkan senyum Airin


"Lagi pula pak bos dah kasih ijin kok kita bolos, ...mana berani dia pecat kita ...secara ..." sambung Lia spontan yang diakhiri dengan tawa renyah mereka bertiga

__ADS_1


"Terima kasih ya ...aku beruntung punya sahabat seperti kalian yang tidak pernah melihat statusku dan selalu sayang padaku" mereka bertigapun saling berpelukan dan setelahnya mereka berbincang dengan diselingi canda tawa


****


Nadhif dan Andi tiba dilobby, seperti biasa beberapa orang berjejer menyambutnya termasuk bu Irene dan dan bu Desi, mereka mengarahkan Nadhif dan Andi menuju Aula dasar dimana tempat seluruh karyawan dikumpulkan


Saat masuk ruangan suasana sangat riuh banyak dari mereka yang bertanya alasan dikumpulkannya diruangan itu ada juga yang sudah menduga duga, suasana menjadi sepi saat suara micropone berbunyi dan tak lama terdengar suara yang berbicara


yang tak lain adalah suara dari Assisten pribadi dari Presiden Direktur perusahaan ini


ucap Andi panjang lebar yang akhirnya diberikan pada Nadhif, suasana kembali menjadi riuh saat melihat Nadhif masuk dan menghampiri Andi, hampir semua kaum hawwa kagum padanya dan memuji ketampanannya

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..tidak perlu basa basi lagi, saya disini ingin memberitahukan salah satu karyawan yang sedang berada dirumah sakit saat ini karena ulah beberapa orang diantara kalian adalah istri saya, orang yang kalian gunjing dengan kata kata kasar hingga pingsan dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit terdekat adalah dari Presiden direktur sekaligus pemilik gedung ini, seperti yang dibilang pak Andi tadi istri saya sedang mengandung karena hal ini kondisi janin yang dikandung kondisinya jadi lemah, dan saya pastikan akan ada sanksi pada semua yang bersangkutan dan saya sudah mempunyai nama nama orang yang menjadi penyebab pingsannya istri saya, saya tidak akan memanggil tapi saya ingin kalian yang melakukan silahkan dengan sendirinya melapor langsung ke atasan kalian masing masing atau jika tidak saya bisa melaporkan kalian atas pencemaran nama baik" saat ini suasana menjadi tegang, raut wajah berubah 180 derajat dari kagum menjadi takut, dan banyak juga yang menundukkan kepala kebawah seolah olah merekalah yang bersalah


"Sebenarnya saya ingin memecat langsung setiap orang yang menyebabkan istri saya seperti ini dan kami hampir kehilangan anak kami, tapi karena kebaikan istri saya yang tidak menginginkan adanya pemecatan, maka saya putuskan untuk memberikan kalian surat peringatan dan menambahkan aturan baru, dilarang bergunjing apalagi sampai membully tanpa terkecuali dan akan mendapatkan sanksi selain surat peringatan juga mendapatkan potongan dari gaji kalian 40% dan saya harap ini bisa menjadi efek jera kalian, dan tidak terjadi lagi pada siapapun, saya minta kerjasama para atasan untuk memantau bawahan kalian, jangan sampai hal yang terjadi hari ini menimpa yang lain karena kalian para atasan ikut bertanggungjawab atas hal ini. perlu saya tekankan Pernikahan saya sudah dilaksanakan 4 bulan yang lalu dan usia kehamilan istri saya 12 minggu pastinya kalian bisa menilai sendiri apakah istri saya hamil diluar nikah atau tidak, dan secara lisan saya mengundang kalian semua pada pesta pernikahan saya yang akan dilaksanakan 1bulan lagi tempat dan waktu akan diinfokan kembali, saya harap kedatangan kalian semua..." Setelah itu Nadhif turun dan meninggalkan ruangan itu diikuti Andi suasana kembali menjadi riuh bahkan lebih riuh dari yang tadi mereka saling menyalahkan satu sama lain dan tak luput juga 2 wanita yang secara terang terangan menggunjing Airin di toilet dasar dan teman satu ruangan yang ikut berperan dalam pingsannya Airin, mereka melaporkan diri satu persatu secara sadar pastinya mereka tidak ingin dilaporkan seperti yang dibilang bosnya tadi


Nadhif kembali kerumah sakit dia meninggalkan semua pekerjaan dan meeting yang sudah dijadwalkan hari ini, yang dia pikirkan saat ini adalah bertemu dengan Istri yang dia cintai dan merawatnya hingga dia sehat.


Assalamualaikum...sebelumnya author mau menginformasikan sedikit ya ...diepisode kali ini disebutkan tindakan bullying yang dialami Airin meskipun tidak ada tindakan yang melukai fisik menggunjing juga termasuk salah satu tindakan bullying apalagi secara terang terangan dan ini termasuk bullying secara verbal dan mempunyai efek yang lumayan berat karena berkaitan dengan mental seseorang .. jadi stop bullying ya...


bantu dukungan karena kami yang bekerja di rs yg menangani corona bukan penyebar virus, beri semangat buat teman temanku yg ada digarda depan


tak bosan bosan Author ingatkan

__ADS_1


take care of yourself and your family and always stay @home


♥♥♥♥


__ADS_2