Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Kejadian tak terduga


__ADS_3

O ya Andi kapan kamu menikahi sahabatku Lina? jangan terlalu lama nanti Lina diambil sama yang lain loh" Ucap Airin sambil memfokuskan pandangannya pada laporan laporan yang tadi ditinggalkannya


Andi tersenyum lebar dan berkata


"InshaAllah dalam proses doain ya biar lancar" Airin kaget mendengarnya jika dalam proses artinya Andi sudah melamar Lina pada orang tuanya, tapi sampai saat ini tidak ada cerita yang dikeluarkan Lina padanya


"Benarkah? kapan kamu melamarnya?" Tanya Airin pada Andi


"Minggu lalu..., aku balik dulu ya" Andi langsung kembali keruangannya dengan senyum lebar


Airin memikirkan apa yang dikatakan Andi dan dia merasa sedikit kecewa pada sahabatnya yang menutupi berita bahagia itu, namun Airin sadar itu adalah hak Lina untuk menceritakan padanya atau tidak, dan Airin berusaha memahaminya dan menunggu hingga sahabatnya itu sendiri yang bercerita tanpa diminta dan mengembalikan konsentrasinya pada pekerjaan.


Tak terasa jam pulang kantorpun tiba, Airin telah menyelesaikan pekerjaannya namun tidak dengan suaminya, dia merapikan semua berkas diatas meja kerjanya lalu mengambil tas beserta isinya dan berpindah duduk disofa, dilihatnya suaminya masih tetap tidak bergeming dan tidak sadar bahwa ini sudah jam pulang kerja


Sudah hampir 45 menit Airin menunggu Nadhif namun Nadhif masih sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya Airin memberanikan diri untuk bertanya


"Kak...apa pekerjaanmu masih banyak?" Nadhif kaget melihat Airin dan mengalihkan pandangannya pada jam tangan yang digunakannya


"Maaf ya sayang, aku terlalu fokus sama pekerjaan sampai sampai melupakanmu" Airin tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya


"Apa aku pulang sendiri aj? supaya kak Nadhif bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tenang


"Enggak ..enggak sayang...kamu tunggu aku ya sebentar aj, tinggal beberapa dokumen lagi kok, aku gak mau kamu pulang sendiri" Airin mengangguk dan tetap memasang wajah tersenyum dan mengikuti apa yang dibilang suaminya itu


Airin memang istri yang patuh pada suaminya, walaupun rasa bosan sudah menghampirinya namun masih ditahan demi menunggu suaminya yang sedang fokus dengan pekerjaannya


Untuk menghilangkan rasa bosan Airin mengeluarkan ponselnya dan mencoba berkomunikasi dengan sahabat sahabatnya Lina dan Lia yang pastinya bisa membuat dia menghilangkan rasa bosannya, ternyata tidak sesuai harapan, tidak ada jawaban dari mereka, Airin menghela nafas panjang tanpa dia sadari suaminya memperhatikan tingkahnya dari meja kerjanya.


Nadhif merapikan semua berkas berkas yang sudah diselesaikan lalu mengangkat telepone dan menghubungi Andi yang juga masih ada di ruangannya


"Assalamualaikum...ndi semua sudah siap dan bisa kamu ambil" Nadhif menutup teleponnya dan tak lama kemudian Andi masuk kedalam ruangan Nadhif tanpa mengetuk pintu


ceklek...


"Assalamualaikum...aku mau ambil berkas berkas yang kamu bilang tadi" Nadhif mengambil berkas yang sudah ditandatangani nya lalu memberikan pada Andi


"Ndi kamu langsung pulang aja, aku pulang bersama istriku" Andi kaget mendengar ucapan Nadhif, dia merasa tidak enak karena masuk tanpa mengetuk dikiranya Airin sudah pulang lebih dulu setelah tau suaminya lembur


"Maaf Airin aku masuk tanpa mengetuk pintu" Andi mengusap usap rambutnya sambil tersenyum malu

__ADS_1


"Tidak masalah buatku, o ya Andi aku titip sahabatku Lina, jangan kamu sakiti dia, Lina sudah seperti saudaraku sendiri" ucap Airin pada Andi sambil beranjak dari sofa dan siap meninggalkan ruangan itu


"Siap Airin kau jangan khawatir, aku sangat mencintainya dan inshaAllah aku akan berusaha membuatnya selalu bahagia"


"Yuk sayang kita pulang," Nadhif menggandeng tangan Airin dan memautkan jari jari mereka lalu melenggang keluar ruangan sedangkan Andi menutup dan mengunci ruangan Nadhif dan kembali keruangannya untuk meletakkan berkas berkas tadi


Airin dan nadhif berjalan menyusuri Lorong lalu berhenti didepan lift khusus presdir dan saat pintu lift terbuka terdengar suara benturan yang cukup kencang


Brrruuukkkkk.....


Airin dan Nadhif saling berpandang dan memutuskan untuk mencari asal suara itu berada


Prangggg...


Brakkk...


Prak...


suara terakhir ini terdengar seperti suara tamparan mereka mempercepat langkah dan mencari cari tempat suara itu berasal dan akhirnya mereka berhenti didepan ruangan Akunting dan masuk perlahan, ternyata benar jelas terdengar didalam ruangan itu dan seketika terdengar suara


"Tolooongggg...tolong" Airin dan dan Nadhif berlari kecil ke dalam satu pintu dan membukanya, kaget mereka melihat pemandangan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, seorang pria yang menghimpit seorang wanita ditembok dan berusaha menciumnya secara paksa, salah satu karyawati sedang mendapatkan perlakuan yang tidak sewajarnya dari laki laki itu, Nadhif berjalan mendekat dengan tangan terkepal dan tiba tiba


Andi berlari menuju asal tempat keributan bersamaan dengan sekurity dan langsung masuk kedalam


"Ada apa ini Nadhif" tanya Andi yang kaget melihat ruangan yang berantakan dan Lia yang menangis didampingi Airin


"Tolong bereskan ba****an ini, bawa dia kekantor polisi dan jebloskan dia kepenjara"


"Baik pak" dengan sigap sekurity itu mengangkat Fadli dan membawanya keluar dari ruangan itu


"Andi tolong suruh orang rapikan ruangan ini dan buat seperti tidak pernah terjadi apa apa, dan pastikan jangan pernah masalah ini diketahui orang orang kantor anggap masalah ini tidak pernah terjadi diperusahaan ini" Nadhif menginstruksikan pada Andi namun tak luput dari keikutsertaan Airin, memang sengaja hal ini disembunyikan demi nama baik sahabatnya agar tidak menjadi ceomohan orang orang kantor dan Nadhif mengingat kejadian yang Airin dan dia tidak ingin hal itu juga terjadi pada sahabat istrinya


Nadhif beranjak dari ruangan itu dan diikuti Airin sambil memapah Lia yang masih tampak syok dan belum berhenti menangis, Nadhif mengambil mobil ditempat parkir sedangkan Airin dan Lia menunggu Nadhif di Lobby kantor


Sebuah mobil menghampiri Airin dan Lia namun itu bukan mobil suaminya yang sedang ditunggu melainkan Anto, Anto fans Airin yang keluar dari mobil dan menghampiri mereka


"Assalamualaikum Airin kok tumben gak sama suami kamu, mau aku antar gak?" dengan senyum menggodanya dia menawarkan Airin tumpangan, dari dalam Andi menghampiri mereka


"Airin Nadhif kemana?" dengan suara yang tersengal sengal berusaha menormalkan kembali nafasnya

__ADS_1


"Masih ambil mobil diparkiran, memangnya kenapa?" tanya Airin


"Kamu dan Nadhif harus datang kekantor polisi untuk memberikan kesaksian kejadian tadi" Anton langsung mengarahkan pandangannya kearah Airin dan Andi lalu beralih pada Lia dia melihat dari bwaha hingga keatas terlihat cukup mengenaskan


"Apa yang terjadi pada Lia" tanya Anton penasaran


"Panjang ceritanya Anton" jawab Airin sambil mengarahkan pandangannya ke arah tempat parkir dan mobil Nadhif sudah terlihat lalu berhenti dibelakang mobil Anto


"Gimana ndi? apa sudah beres semua?" tanya Nadhif saat turun dari mobil dan menghampiri kami


"Semua terkendali, tapi kita harus kekantor polisi sekarang, kamu dan Airin harus datang sebagai saksi juga Lia sebagai korban


"Ok" Nadhi kembali kemobil membukakan pintu mobil belakang agar Lia dan Airin masuk kedalam dan Andi masuk melalui pintu pengemudi dan Nadhif disamping pengemudi, dan Anto menghampiri mereka


"Aku ikut, aku juga berhak tau karena Lia adalah sahabatku juga" dia langsung mengambil alih kursi depan dan menyuruh Nadhif duduk dibelakang bersama para wanita dan dia mengikutinya


Mobil melaju menuju kantor polisi dimana Fadli dilaporkan, diperjalanan Airin merasakan nyeri diperutnya


"Astaghfirullah... astaghfirullah" ucap Airin spontan sambil memegang perut dan menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit diperutnya


"Kamu kenapa sayang?kok jadi pucat wajah kamu?" Nadhif terlihat khawatir dengan kondisi Airin dia memegang perut Airin


"Aku baik baik saja kak, mungkin perutku mengalami kram karena tadi aku menendang Fadli dengan kencang" jawab Airin namun tidak menghilangkan rasa khawati Nadhif


"Apa kita kedokter dulu?"


"Enggak kak, lebih baik kita selesaikan urusan ini setelahnya baru kita ke rumah sakit, aku yakin anak kita kuat" jelas Airin


"Kamu yakin?" Airin mengangguk da menggenggam tangan Nadhif yang ada diperutnya


Assalamualaikum...maaf ya buat semua pembaca novel ini, Author baru bisa up, selain aktivitas yang makin padat, pagi kerja sore sampe malam jadi guru pengganti atau sebaliknya karena jam kerja author shift, sampai sampai kondisi sempat turun dan harus istirahat full, alhamdulillah saat ini kondisi dah fit lagi tapi aktivitas masih tetap sama, author usahakan untuk up tiap hari juga mau mengingatkan saja buat semua agar selalu jaga diri, minum vitamin jangan sampai kondisi menurun seperti author sendiri, semoga kita selalu diberi kesehatan dan masih tetap harus stay @home, jangan kemana mana lindungi diri kita dan orang orang yang kita cintai


Dan ini visual buat Airin dan Nadhif, author pilih mereka karena sampai sejauh ini merekalah yang cocok untuk karakter Airin dan Nadhif selain itu Author juga suka sama pasangan dude dan Alyssa yang mempunyai wajah cantik dan manis jadi satu dan penampilan yang syar'i dengan tampilan sederhana namun terlihat anggun




Sementara itu dulu ya next akan ditampilkan untuk visual yang lainnya...

__ADS_1


Terima kasih buat semua yang masih setia...♥♥♥


__ADS_2