
Hari ini adalah hari pertama Lia masuk kerja setelah 1 minggu dia diizinkan untuk beristirahat, sebenarnya Nadhif sebagai atasan memberikan waktu yang cukup lama untuk Lia beristirahat karena Nadhif tau beban mental yang dialami Lia dan juga pastinya atas dorongan istrinya, Airin takut jika kenangan buruk itu menghampiri sahabatnya lagi karena bertepatan juga tempat kejadian itu di ruangan kerjanya sendiri, namun Lia merasa terlalu besar perhatian sahabat dan atasannya tersebut untuk itu dia memutuskan menyudahi istirahatnya dan memulai kerja kembali
Memang benar apa yang sering dikatakan orang tua kita, pasangan kita adalah cerminan diri kita, jika kita baik maka Allah SWT akan memberikan jodoh untuk kita yang terbaik, namun begitu juga sebaliknya, seperti Airin yang berhati bak malaikat dia mendapatkan laki laki yang juga mempunyai hati yang baik ...walaupun diawal kisah mereka tidak banyak terisi dengan kata bahagia
Pagi ini Lia berangkat bersama Anto, semenjak saat Lia diajak untuk tinggal dirumah Anto hingga sekarang dia masih tinggal disana karena kedua orang tua Anto tidak mengijinkan Lia tinggal sendiri, kedua orang tua Anto sudah mengetahui apa yang Lia alami maka dari itu mereka sangat khawatir pada kondisi Lia sehingga menahannya untuk tinggal disana
Saat Lia memasuki ruang kerjanya dia sedikit bingung, karena saat ini yang dia lihat tidak sama dengan sebelumnya, bukan ruang kerjanya. Awalnya dia merasa bahwa salah masuk ruangan namun belum dia meninggalkan ruangan itu, Airin dan Nadhif menghampirinya
"Assalamualaikum...Lia, kamu baik baik saja kan?" tanya Airin saat melihat wajah bingung Lia dan memeluk erat sahabatnya itu
"Yaa... Alhamdulillah...aku baik baik saja A..i...rin...ta..ppii...kenapa ruangan ini berbeda bukannya ruang akunting ada disini" Lia masih bingung dengan apa Yang dia lihat
"Yaa.. memang benar ruangannya disini kami sudah merenovasinya buat kamu, jadi tidak ada alasan lagi untuk kamu mengingat hal yang tidak berguna itu" Airin tersenyum dan Lia langsung memeluk erat Airin dan berkali kali mengucapkan kata terima kasih, setelah itu merekapun kembali keruangan masing masing dan kembali berkutat dengan pekerjaannya
***
Tak terasa kehamilan Airin sudah menginjak bulan yang keenam dan hari ini bertepatan dengan hari pernikahan sahabatnya Lina yang selama ini disembunyikan olehnya dan baru memberitahukan saat mengantarkan undangan 1 minggu yang lalu dengan alasan tidak ingin merepotkan Airin, selain karena kondisi Airin yang perutnya sudah semakin membesar Lina yakin bahwa sahabatnya ini pasti akan ikut berperan dalam semua persiapan pernikahan Lina dan itu akan membuatnya kelelahan dan ditakutkan kondisi Airin menurun karena terlalu memikirkan persiapan pesta pernikahan sahabatnya..yaa itulah Airin yang selalu memikirkan orang apalagi sahabatnya sendiri tapi tetap yang paling utama adalah suami, keempat orang tuanya dan adiknya Adit
"Sayang ...kamu sudah siap?" Nadhif memanggil Airin saat memasuki kamar setelah dia menginstruksikan pak Juki untuk menyiapkan mobil, Nadhif terkesimah melihat istrinya dan lagi lagi dia jatuh cinta pada istrinya itu. Penampilan Airin yang sederhana dengan polesan minimalis justru semakin membuatnya terlihat bagaikan bidadari surga
"Kak...kok lihat akunya gitu amat, ada yang salah ya sama penampilanku...?" kata kata Airin membuyarkan Nadhif yang termangu didepan pintu kamar dan tak bergeming sedikitpun
"Ee...apa sayang?" tanya Nadhif gugup
"Hemm kamu ya kak, aku tanya apa penampilanku ada yang salah, kok kak Nadhif melihatku seperti tadi" ulang Airin pada Nadhif yang tersenyum lebar lalu memeluknya
"Gak ada yang salah, tapi kamu sempurna, sangat indah dimataku, dan aku jatuh cinta untuk kesekian kalinya padamu sayang" Nadhif melepaskan pelukannya dan beralih mengecup kening istrinya itu. Airin tersenyum bahagia wajahnya merona namun tidak dia tutupi
__ADS_1
"Ya udah kita berangkat yuk" Airin menggandeng tangan suaminya turun kebawah dan berpamitan dengan bu Sum, Mira dan Dinan
"Bu Airin berangkat dulu ya" lalu mencium punggung tangan bu Sum disusul dengan Nadhif
Airin sudah mengajak bu Sum untuk ikut tapi dia menolak karena tidak bisa meninggalkan rumah dan anak anakb begitu juga kedua orang tua Nadhif yang sedang keluar negeri dalam perjalanan bisnis dan orang tua Airin yang berada diluar kota
Saat tiba digedung resepsi pernikahan Lina dan Andi, Airin dan Nadhif berjalan cepat dan langsung menuju pelaminan dimana sahabatnya sedang bersanding disana meskipun banya tatapan mata yang kagum akan pasangan yang datang diaccara ini, raut wajah bahagia tersirat diwajah mereka, kisah cinta yang cukup rumit yang dilalui keduanya yang akhirnya berakhir dipelaminan dengan perasaan bahagia pada pasangan ini
Memang tidak bisa kita pungkiri dan jangan pernah kita meragukan kuasa Allah SWT, yakinlah jika jodoh, maut dan rejeki semua sudah ditakdirkan dan ditentukan, jalani denga rasa taqwa InshaAllah semua akan berjalan sesuai dengan jalannya dan semua akan indah disaat waktu yang ditentukan
Saat Airin hendak menaiki panggung pelaminan, dia dikagetkan suara seseorang yang memanggilnya
"Airin ..." Airin langsung beralih pandangan kearah suara itu berasalah terlihat Lia yang sedang berlari menghampirinya dan yang tak kalah mencenangkan adalah laki laki yang ada disampingnya yang menggenggam tangannya dengan kuat dia adalah Anto laki laki yang selama ini mengejar cinta Airin kini dia datang ke pernikahan Lina bersama Lia dengan tangan yang saling bertautan satu sama lain
"Kaa...lian..." Lia terlihat malu malu sedangkan Anto tidak menunjukan reaksi apapun datar dan memandang Airin dengan dalam Airin membalas tatapan itu dengan senyuman
"Hai ...sorry" Anto nenyadari kesalahan yang dia lakukan
"Kalian pacaran..?" tanya Airin pada Lia dan dijawab dengan anggukan Airin memeluk Lia dengan bahagia
"Airin aku ingin bicara denganmu tapi tidak saat ini, ada yang ingin aku tanyakan padamu" Lia berbisik pada Airin saat Airin memeluknya
"Baiklah hubungi aku jika kamu sudah siap"
"Yuk kita naik Lina dan Andi sudah menunggu kita" ajak Airin pada suami dan kedua sahabatnya yang sudah menjadi pasangan baru, sesekali Anto mencuri pandang pada Airin, Anto semakin kagum dan terpesona pada Airin rasa cinta yang terpendam, juga tidak dengan mudah terhapus dan digantikan oleh Lia,b yaa mereka membina komitmen karena orang tua Anto dan Anto tidak bisa membantahnya, disisi lain Nadhif merasa panas didadanya karena dia tau bahwa fans istrinya itu selalu mencuri pandang pada istrinya, namun dia menahan dan mencoba menepisnya
"Airin...Lia...kalian lama amat ngobrolnya aku dah nunggu dari tadi tau" Lian memasang muka cemberut dihadapan kedua sahabatnya dan tanpa diketaui Andi menarik bibir Lina yang sudah mengerucut kedepan dan membuat sahabat sahabatnya dan juga tamu yang datang tertawa melihat kelakuan raja dan ratu sehari itu
__ADS_1
"Maaf tadi kita ngobrol bentar kok? selamat ya akhirnya sahabatku sudah sah menjadi istri dari orang yang selalu dinantinya" uxap Airin dan itu membuat Andi mengerutkan keningnya pasalnya selama ini Lina selalu bilang tidak pernah menunggunya bahkan dia sudah pernah berpacaran dengan yang lai sebelum bertemu kembali dengan Andi
"Benarkah itu Lin?" Airin menutup mulutnya dengan telapak tangannya setelah menyadari bahwa sahabtnya ini tidak mengatakan penantiannya dan Lina hanya tertunduk malu dan merekapun tertawa
Setelah berfoto ria, Airin dan Nadhif pun pamit pulang dikarenakan kondisi perut yang sudah besar dan badan yang mudah lelah sedangkan Lia dan Anto masih setia disana hingga acara selesai.
Sesampainya dirumah Airin dan Nadhif langsung masuk kedalamrimah meninggalkan pak Juki yang sedang memarkirkan mobil kedalam garasi, sebenarnya Airin bukanlah wanita yang lambat bergerak hanya karena kehamilan, justru sebaliknya dia tetap gesit dalam melakukan semua hal hanya saja Nadhif yang terlalu over protektif dia berusaha untuk menjaga kondisi istrinya itu
Airin menaiki tangga menuju kamar dengan dipapah Nadhif, sebenarnya dia sangat risih diperlakukan seperti itu namun apa daya itu adalah rasa cinta yang ditunjukan untuknya dan buah hati yang dikandungnya.
Sesampainya dikamar Airin langsung duduk didepan meja rias untuk melepas sedikit aksesoris yang dipakainya tadi dan Nadhif duduk dipinggiran tempat tidur dengan wajah yang tak bisa ditebak, Airin berjalan menghampiri suaminya dan memeluknya dari samping
"Kak kamu kenapa, bilang donk sama aku?"
"Aku cemburu sama Anto, dari tadi dia mencuri pandang kekamu, dalam tatapannya terlihat bahwa dia ingin merebutmu dari aku, dan aku takut akan kehilanganmu" Airin menangkup wajah suaminya dan diarahkan wajahnya
"Hei ...mana Nadhif yang optimis, apa kak Nadhif tidak yakin sama aku, aku mencintai kak Nadhif hanya kak Nadhif, tidak siapapun, bagaimanapun Anto berusaha merebutku dari kak Nadhif aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan kamu juga harus berusaha mempertahankan aku kak, jangan dari satu sisi, jika kita berdua sama sama berjuang semua akan terlewati, dan lihatlah tadi Anto menggenggam tangan Lia erat meskipun sekarang dia bilang cinta padaku itu karena dia belum sadar bahwa saat ini dia sudah mencintai Lia" Airin berusaha menjelaskan dan meyakinkan suaminya agar tidak memikirkan hal yang belum tentu terjadi
"Cintai aku Airin..karena aku sangat mencintaimu" Nadhif memeluk erat istrinya dan itu membuat perasaannya lebih lega
"Pastinya sayang...sudah sekarang mandi gih terus tidur"
"Kita mandi bareng ya" Nadhif langsung menggendong Airin kedalam kamar mandi untuk mandi bersama setelahnya mereka membaringkan badan untuk melelapkan tubuhnya
Assalamualaikum...mohon maaf buat semua reader, setelah terakhir up niatnya mau langsung up lagi tapi ternyata semua tidak sesuai yang saya rencanakan, ada berita sedi yang saya dapatkan saat itu, saya mendapatkan kabar bahwa papa saya meninggal dunia, seketika semua ide yang ada dikepala saya hilang dalam sekejab mata dan tidak dapat berpikir lagi, mohon doanya juga semoga beliau husnul khotimah... Aamiin Yaa robbal alamin...
dan mohon maklum jika masih bany typo dan alur yang kurang pas ...
__ADS_1