Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Liburan 2


__ADS_3

Setelah makan siang, mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah lalu semua pergi kekebun teh dan kebun strawberry milik keluarga Airin, tempat pertama mereka singgahi adalah kebun strawberry disana mereka terlihat senang karena bisa memetik dan memilih sendiri strawberry yang sudah dipastikan kualitasnya, disana mereka berpencar, para orang tua memilih berpisah dari anak anak mereka dan ingin menikmati masa masa berduaan, begitu juga Airin dan Nadhif mereka berjalan berdua menikmati keindahan dan panasnya terik matahari yang sangat menyengat, sedangkan Adit lebih memilih bermain bersama Mira dan Dinan


"Sayang kita selfie disini yuk" Airin kaget melihat suaminya yang meminta untuk berselfi ria setau Airin selama dia hidup bersama Nadhif ini adalah kali pertamanya dia meminta foto, biasanya Airin yang meminta dan itupun dengan paksaan agar suaminya itu mau berfoto bersamanya


"Kak Nadhif mau selfi? aku gak salah dengar kan kak?" goda Airin pada suaminya itu, bukannya malu Nadhif malah menarik tangan istrinya dan memeluk pinggang Airin, dalam hitungan ke3 posisi Nadhif berubah menjadi mengecup pipi Airin dengan satu tangan melingkar dipinggang istrinya dan tangan satu lagi memegang ponsel yangvdigunakan untuk berselfi ria dan Airin terlihat


kaget karena ulah suaminya, pose tersebut langsung dijadikan wallpaper diponsel keduanya, terlihat keromantisan mereka, Nadhif terlihat bahagia dia selalu mengelus perut istrinya yang sudah sangat besar dan tinggal menunggu waktu untuk melahirkan, banyak foto yang mereka Ambil saat bersama dikebun itu, panasnya sinar matahari tak menyurutkan kegiatan dan semangat mereka


Setelah puas merekapun berpindah tempat ke kebun teh, dan sebelum pergi mereka juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan formasi lengkap, sebenarnya jarak kebun teh ke Villa cukup dekat hanya membutuhkan 15 menit waktu perjalanan, memang sengaja mereka memilih untuk pergi kekebun strawberry dulu yang jaraknya lebih jauh


Masih sama seperti saat dikebun strawberry masih dengan narsisnya Nadhif meminta Airin berselfi ria bersama, memang beberapa bulan ini sikap Nadhif banyak berubah lebih manja dan ceria, apalagi saat bersama Airin mungkin karena istrinya yang sedang hamil tua


Kebahagiaan tidak hanya ada pada Nadhif namun semua yang ada disana juga turut merasakan bahagia termasuk keempat orang tua mereka terutama Sandra dan Rafanda orang tua Airin...terlihat jelas pancaran bahagia yang sangat dibinar mata mereka sesuatu yang selalu meteka impikan berlibur bersama yang memang sulit diwujudkan karena kesibukan masing masing, sesekali mereka saling berpandang dan menunduk terlihat airmata bahagia menetes di wajah mereka, Airin yang melihat pun menghampirinya


"Terima kasih ma Airin sayang mama...." Sandra kaget karena Airin tiba tiba memeluknya bergantian juga dengan papanya


"Airin juga sayang papa..."


Nadhif duduk disamping istrinya bersebelahan dengan papa Airin


"Mama juga sayang sama kamu sayang, mama pesan sama kamu...jaga diri baik baik, apalagi kamu sebentar lagi menjadi seorang ibu, bersikaplah dewasa dan bijak, turuti kata suamimu, hormati dan hargai suamimu, pernikahan hanya untuk sekali seumur hidup, hadapi masalah dengan kepala dingin jangan bawa emosi kedalam masalah yang datang menerpa, baik dalam rumah tangga maupun yang lainnya, dan mama juga titip Adit bimbing dia hingga menemukan jodohnya kelak" Sandra menggenggam tangan Airin, Airin mendengarkan semua nasehat Sandra dengan seksama ada rasa sedih didalam hatinya saat mamanya mengucapkan itu, entah kenapa, apa mungkin karena kehamilannya yang sudah mendekati masa jelahiran sehingga membuat emosinya tidak terkontrol ingin rasanya dia menangis namun dia tahan karena Airin tidak ingin merusak kebahagiaan yang ada


"Baik ma...Airin akan selalu ingat apa yang dikatakan mama, Airin juga akan selalu jaga Adit, Airin sayang papa dan mama" Airin menyandarkan kepalanya pada pundak Sandra, Nadhif melihat Airin yang ingin menangis dia memegang tangan Airin dan mengecupnya, dan kecupan itu serasa energi buat Airin untuk lebih tegar dan bisa menahan tangisnya, Airin tidak ingin kedua orang tuanya melihat dia menangis pastinya akan menambah kesedihan untuk mereka itulah yang dipikirkan sekarang dan kali ini dia hanya ingin memanfaatkan waktu kebersamaan ini


Kini giliran papa yang memberi wejangan pada Nadhif, memang ini rutinitas setiap mereka bertemu dan hal inilah yang selalu ditunggu pasangan itu

__ADS_1


"Nadhif papa titip Airin jaga dia, sayangi dan jangan pernah sakiti Airin, jika kami tidak ada kamulah pengganti kami, jadilah ayah dan kepala rumah tangga yang baik, jujur dan bijak juga selalu sayang dan mengutamakan keluarga, karena tidak ada yang lebih berharga selain keluarga terutama orangtua dan istrimu, harta tidak bisa menggantikan mereka, jadi jangam sampai kita menyesal nantinya, papa juga titip Adit ya" tanpa sadar ternyata semua sudah berkumpul digazebo yang tersediab mendengar apa yang diucapkan Rafan, semua merasa terharu


"Adit..." dengan cepat Adit menjawab panggilan papa dan duduk disampingnya


"Iya pa..."


"Kamu dengar apa yang kakakmu bilang, Kak Nadhif adalah pengganti papa, jika ada masalah, kamu bicarakan dengan kakak kamu, selesaikan semua dengan kepala dingin, kamu sudah besar jadi harus bisa jaga diri baik baik jangan pernah tinggalkan sholat ya..." Adit mengangguk dan memberikan senyuman untuk kedua orang tuanya


"Papa tenang saja, Adit pasti bisa jaga diri"


"Ramdhan aku titip anak anakku ya anggap mereka anak kandungmu" ucap papa Airin pada sahabatnya entah kenapa saat ini papa dan mama Airin lebih banyak memberikan nasehat mungkin karena setiap orang tua pastinya menginginkan anak anaknya hidup dengan baik dan tugas orang tua hanyalah memberikan nasehat untuk anak anaknya.


"Kamu ini Fan kaya sama siapa aj, aku sudah menganggap mereka seperti anakku sendiri tanpa kamu suruh"


"Benar itu, kalian tidak usah khawatir Airin dan Adit juga anak anak kami" Sandra memeluk Mila dengan erat, terlihat wajah sandra yang bahagia name n ada kesedihan yang terselip dari tatapannya, tidak hanya pada Nadhif dan kedua orang tua Nadhif, pada pak Juki dan bu Sum pun Sandra menitipkan anak anak mereka juga pada Mira dan Dinan


Banyak hal hal baik yang dapat diambil dari kisah persahabatan orang tua mereka kepercayaan, kesetiaan, bahkan rela berkorban dan kejujuran yang harus selalu mereka jaga dan itu dapat dijadikan panutan dalam menjalani kehidupan


Tanpa terasa hari sudah mulai gelap dan semua memutuskan untuk kembali ke Villa agar bisa melaksanakan sholat maghrib bersama


Sesampainya diVilla seperti yang direncanakan tadi mereka langsung melaksanakan sholat maghrib berjamaah setelahnya mereka makan malam dan beristirahat


Keesokan harinya tidak ada jadwal jalan jalan keluar, memang hari kedua liburan ini digunakan untuk berkumpul bersama dan itu sesuai permintaan Sandra, ia ingin menghabiskan waktu berkumpul bersama lebih banyak dengan alasan rasa kangen dan belum tentu mereka akan bersama seperti saat ini lagi, tak ada kata keberatan dari semuanya dan hanya menikmatinya, meskipun hanya divilla tidak mengurangi kebahagiaan bersama tidak terkecuali Mira dan Dinan yang sedang asik berenang


Malam hari adalah acara barbequan yang ditunggu tunggu, Sandra memang sudah menyiapkan segala keperluan untuk liburan ini, semua berkumpul berbincang dan bercanda, ditambah dengan tingkah laku Mira dan Dinan yang selalu membuat mereka tertawa, sesuai harapan Sandra liburan hari inipun berjalan dengan lancar

__ADS_1


Tak terasa waktu cepat berlalu, hari semakin larut, makanan yang tersediapun sudah habis tak tersisa, dan satu persatu personil berpamitan untuk istirahat didalam kamar masing masing


"Ma, pa, abu, uma kita istirahat dulu ya kasian Airin, sudah terlalu lelah" pamit Nadhif pada orang tua mereka


"Iya istirahatlah kalian, apalagi kehamilan Airin sudah sangat besar" Nadhif dan Airinpun pamit masuk kedalam untuk beristirahat sedangkan pak juki dan bu Sum membantu pak Joko dan bi Tinah membersihkan area taman yang digunakan untuk acara barbequan, sedangkan Mira dan Dinan pastinya sudah tidur sedari tadi


****


Pagi harinya setelah sholat subuh berjamaah semua merapikan bawaan masing masing kecuali Airin dan Nadhif yang sudah dirapikan oleh bu Sum, hari ini adalah hari kepulangan mereka dari liburan dadakan ini, sama seperti saat berangkat mereka pulang menggunakan pesawat dengan jadwal penerbangan awal agar terhindar dari kemacetan jakarta saat tiba nantinya


Pesawat yang ditumpangi tiba dibandara Halim perdana kusuma tepat pukul 9 pagi, setelah mendapatkan barang bawaan mereka pun langsung menuju tempat parkir dimana mobil mereka dititipkan, mereka saling berpamitan satu sama lain karena selepas ini semua langsung berpisah, kembali ketempat tujuan masing masing kecuali keluarga pak Juki yang pulang bersama Airin


"Sayang ...umma pulang ya, kamu jaga kesehatan dan jangan lupa kasih kabar umma kalo mau melahirkan ya...San makasih banget ya, aku seneng banget kita bisa nostalgia masa masa kebersamaan kita" Mila memeluk Airin lalu berganti memeluk Sandra


"Aku titip anak anakku Mil..." hanya itu yang keluar dari mulut Sandra diiringi senyuman lebar namun syahdu berisi kesedihan, tetesan air mata sempat menghiasi pipi Sandra dan MIla menghapus dan kembali memeluk erat sahabatnya itu, tak lupa Sandra dan mila juga berpamitan pada pak Juki dan bu Sum


"Aku juga pamit ya bro...titip anakku, Nadhif papa titip Airin ya, jangan pernah sakiti dia dan ingat pesan papa kemaren" setelah memeluk Ramdhan, Rafan memeluk menantu kesayangannya erat, Mobil kedua orang tua Nadhif yang pertama meninggalkan mereka lalu disusul mobil kedua orang tua Airin yang dikemudikan Adit dan yang terakhir meninggalkan tempat parkir itu adalah keluarga Nadhif dan Airin bersama keluarga pak juki


Airin merasa ada yang tidak enak, ada rasa kehilangan didalam hatinya, rasa sesak melingkupi dirinya, sebelum memasuki mobil Airin memeluk erat lengan suaminya dan mengatakan apa yang dirasa


"Kak...kenapa ya aku kok merasa sesak didada, ada rasa sedih bercampur rasa kehilangan, tapi gak apa itu, aku jadi kepikiran kak" ucap Airin dan Nadhif yang melihat kekhawatiran diwajah Airin yang merubah wajahnya menjadi lebih pucat


"Sayang kamu istighfar ya, jangan terlalu dipikirkan berpikir positif aja gak baik juga buat kandungan kamu" Airin mengangguk dan melangkahkan kakinya kedalan mobil, didalam mobil, Airin merebahkan tubuhnya pada dada Nadhif yang menjadi dekapan hangat dari suaminya


20 menit setelah mereka meninggalkan area bandara, terdengar bunyi ponsel Airin, diambilnya ponsel Airin yang ada didalam tas dilihatnya dan tertera nama yang melakukan panggilan adalah Mama, dengan cepat Airin menggeser tombol berwarna hijau keatas

__ADS_1


*Assalamualaikum...saya kembali lagi ..jangan bosen dan semoga kalian selalu setia menungguku...


lama gak up jadi kangen sama kalian semua, dan gak terasa 2 hari lagi sudah lebaran, tetap semangat menjalankan ibadah puasanya dan tetap dirumah aja ya jangan lupa jaga diri dan jaga kesehatan kalian*


__ADS_2