Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Harus tegar Harus kuat


__ADS_3

Airin dan bayinya yang sudah diizinkan pulang, sebelum pulang Airin dan Nadhif pergi ke ICU untuk mengunjungi kedua orang tua dan adik tercintanya, selama Airin dirawat memang belum pernah sekalipun dia menjenguk mereka selain karena kondisi Airin yang masih lemah Nadhif memang melarangnya karena menurut Nadhif belum saatnya Airin melihat kondisi kedua orang tua dan adiknya melihat kondisi yang lemah dan saran dari dokter juga istrinya tidak boleh terlalu banyak pikiran dan itu dapat mempengaruhi produksi asi yang juga pastinya akan berpengaruh pada perkembangan bayinya


Saat ini Airin sudah berada diruangan persegi dengan berdinding kaca yang transparan dan terlihat dari ruang tunggu khusus keluarga pasien, sebelumnya dia sudah menggunakan pakaian khusus jika ingin memasuki ruangan tersebut, dia duduk ditengah tengah kedua orang tuanya yang sedang berbaring dan disisi kanan papanya juga terbaring adiknya


Airin berusaha tegar, dia tidak ingin menangis dihadapan orang orang yang ia sayangi dan pastinya membuat mereka lebih terbebani, karena meskipun kondisi mereka koma tapi pendengaran mereka masih berfungsi dengan baik walaupun tubuh tidak dapat merespon apa yang didengar


"Assalamualaikum...ma, pa Adit gimana kabar kalian, maaf Airin baru bisa kesini melihat kalian, Mama mau tau nggak ada kabar gembira yang ingin Airin sampaikan...hehe" Airin memberikan tawa kecilnya dengan sengaja dan tentunya itu hanya palsu


"Airin sudah melahirkan, alhamdulillah kondisi kami sekarang sehat, dia juga tampan mirip abunya, kami beri nama Nukman Najjat Hamizan Ramdhan seperti namanya anak ini adalah pertolingan untuk Airin, kalian ingat saat Airin koma karena kecelakaan, saat itu Airin merasa disuatu taman yang indah dan semua tersedia disana sehingga membuat kita nyaman berada disana, dan saat itu ada seorang anak laki laki yang tampan yang menu tun Airin kesebuah pintu dan akhirnya Airin bangun dan kembali kedunia ini....dialah yang menuntun Airin kembali kedunia ini, Airin ingat dia menyebutkan namanya Najjat untuk itu Airin memberikan nama itu padanya dan kami memanggilnya baby Najj, mama, papa senang kan, kamu juga kan dek?...." Airin menghela nafas panjang untuk menahan air matanya agar tidak tumpah


"Ma...pa...bangun apa kalian gak capek tidur terus, kamu juga dek bukannya kamu selalu bilang mau main sama keponakan kamu, sekarang dia sudah lahir kedunia ini, dia pengen ketemu sama oma opa dan unclenya... hari Airin sudah diijinkan pulang ma pa mungkin Airin gak bisa sering sering kesini jadi Airin tunggu kalian bangun ya, Airin rindu mama papa dan Adit cepatlah bangun dan kita berkumpul bersama, Airin sayang kalian, Airin pamit...." Airin beranjak dari duduknya dan mencium kening mereka satu persatu lalu keluar dari kamar ICU, sebenarnya masih ingin berlama tinggal dan masih banyak yang ingin Airin katakan namun Airin sudah tidak kuat menahan tangisnya dan dia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu


Nadhif menghampiri Airin dan langsung menariknya dalam dekapannya dia tau jika istrinya saat ini sudah tidak bisa menahan tangis yang dia tahan saat didalam


"Menangislah sayang keluarkan aku ada disini" seketika tangisan Airin pecah, dia tidak menyangka kondisi orang orang yang dia sayangi sangatlah mengenaskan, Airi. cukup syok melihatnya karena ini adalah hari pertamanya melihat kondisi orang tua dan adiknya, sungguh membuat hati Airin tersayat sayat


Cukup lama Airin menangis dipelukan Nadhif, Nadhif hanya membiarkan tanpa mengeluarkan kata apapun, bukan tidak ingin memang dia sengaja supaya istrinya meluapkan kesedihan yang ada dihati istrinya dan jika dirasa sudah berkurang pastilah tangisan itu akan berhenti sendiri

__ADS_1


"Kak kita pulang" Airin mengangkat kepalanya dan melihat kearah wajah suaminya sungguh wajah yang bisa membuatnya teduh dan bisa membuatnya merasa terlindungi


"Baiklah ayo kita pulang" Nadhif menuntun istrinya berjalan keluar ruangan tunggu dan menuju Lobby, dengan sabar dan penuh kasih sayang Nadhif menuntun istrinya berjalan perlahan meskipun sudah seminggu pasca melahirkan namun tetap saja rasa sakit dari jahitan masih belum hilang


Airin menunggu suaminya didepan Lobby dan Nadhif setelah mengantar Airin sampai Lobby dia langsung ketempat parkir dimana mobilnya diparkirkan, memang sengaja Nadhif tidak memakai sopir saat ini karena pak Juki tadi mengantarkan kedua orang tuanya bersama baby Najjat pulang terlebih dahulu bersama semua perlengkapan saat menginap di RS srlama 1 minggu


Tak lama Nadhif sudah tiba di Lobby, dia langsung turun dan menuntun Airin masuk kedalam mobil, lalu Nadhif kembali kedalam dan melajukan mobil meninggalkan rumah sakit


"Sayang kamu mau makan dulu?" tanya Nadhif yang melihat wajh istrinya sedikit lebih pucat


"Kita pulang aja kak, pasti umma sama bu Sum sudah menyiapkan makanan buat kita kasihan juga dedek dia pasti sudah haus pengen minum asi aku" Nadhif menjawab dengan anggukan lalu tersenyum


dan tak lupa baby Najj


"Assalamualaikum..." ucap Airin dan Nadhif saat memasuki pintu rumah


"Waalaikumsalam.." sambut semua orang yang ada dirumah dengan gembira, dan semuapun menghampiri untuk memberikan selamat pada pasangan yang baru saja menjadi orang tua

__ADS_1


Mereka semua berkumpul diruang keluarga, berbincang, bercanda satu sama lain bersama baby Najj, saling bergantian menggendong malaikat kecil itu, bahkan tak luput tingkah lucu Mira dan Dinan yang jadi bahan tertawa, Airin dan Nadhif merasa sangat beruntung diberikan anugerah yang luar biasa orang orang yang sangat mencintai mereka, disaat keterpurukan menghampiri Nadhif dan Airin kehadiran merekalah yang menjadi penguat dan penyemangat pasangan itu


Umma, bu Sum dibantu Lia menyiapkan makanan untuk makan siang yang memang sengaja disiapkan di ruang keluarga sedangkan para lelaki merapikan dan memasang karpet diruang keluarga untuk mereka berkumpul makan siang sedangkan Airin yang baru melahirkan dan Lina yang sedang hamil muda hanya duduk santai menunggu semuanya siap karena memang semua tidak mengijinkan mereka melakukan hal berat


Suasana diruang keluarga terasa hangat, rasa kekeluargaan yang kental kini memenuhi ruangan itu, kini mereka sedang makan siang bersama bahkan keluarga pak Jukipun makan bersama tanpa bedakan status mereka yang ada hanyalah keluarga, selesai makan mereka pun beralih keruang tamu depan untuk berbincang kembali


"Attention please...." saat ini Anto berbicara meminta perhatian dari semua yang ada disana, dan seketika mereka terdiam ada rasa bertanya dan bingung karena Anto yang biasanya diam dan hanya mengikuti suasana kali ini dia ingin mengendalikan suasana saat ini, mereka semua mengalihkan pandangan kearah Anto


"Bismillah...disini aku cuma mau bilang kalo aku akan menikah dengan Lia 2 bulan lagi" Anto memegang tangan Lia yang terlihat kaget, memang semenjak tragedi itu Anto dan Lia semakin dekat dan kedua orang tua Anto juga menyayangi Lia, begitu juga sebaliknya karena kebersamaan mereka yang terjalin rasa sayang yang awalnya belum disadari telah tumbuh dihati mereka


Rasa cinta Anto pada Airin memang belum pudar dan masih tersimpan disalah satu sisi hatinya dan itu sudah terkunci rapat namun Anto sadar bahwa tidak mungkin dia bisa mendapatkan wanita yang dikaguminya itu dan dia memutuskan untuk mencoba membuka pintu hati yang lain untuk wanita lain dan wanita yang dapat membuka hati Anto adalah Lia sahabat yang pernah dia tolong dan perlahan perasaan itu berubah menjadi sayang hingga Anto memutuskan untuk menikahi Lia


Selepas Anto mengungkapkan keinginannya terlihat perubahan ekspresi diwajah setiap orang yang ada, yang tadinya bingung kini menjadi tersenyum bahagia terlebih Lia yang memang tidak mengetahui pengakuan Anto, masih ada rasa tidak percaya didiri Lia tentang pengakuan Anto bahwa dia akan menikahinya apalagi didepan semua sahabatnya terutama Airin sahabat sekaligus wanita pujaan laki laki yang melamarnya, bahkan kedua orang tua Nadhif dan keluarga pak Juki, Lia tau rasa cinta Anto pada Airin belum hilang dan dia tidak berniat untuk menghapusnya dari Anto, Lia akan berusaha untuk mengisi sisi hati Anto yang lain dengan cintanya, cinta yang akan membuat Anto mencintainya dengan sepenuh hati


Semua mendukung apa yang menjadi pilihan Anto merekapun ikut bahagia terutama Nadhif yang sangat lega bahwa Anto bisa membuka hatinya untuk wanita lain apalagi itu sahabatnya sendiri, bukan karena Nadhif takut bersaing dengan Anto, Nadhif yakin bahwa istrinya itu tidak akan berpaling darinya, dia hanya khawatir Anto akan menutup hatinya dan akan menyendiri kesepian dan kini itu tidak akan terjadi


Saat hari menjelang sore rumah kembali seperti sedia kala semua berpamitan satu persatu meninggalkan rumah Airin dan Nadhif termasuk umma dan abu yang harus pulang karena ada perjalanan bisnis mendadak ke Bali

__ADS_1


*Alhamdulillah..up lagi..semoga gak mengecewakan kalian semua...jangan lupa selalu dukung aku ya


selalu jaga diri dan keluarga kita jaga kebersihan dan biasakan menggunakan masker saat berada diluar*...


__ADS_2