Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
End


__ADS_3

Hari pernikahan Adit dan Irene pun telah tiba. suasana dirumah Mila sangat riuh dengan aura kebahagiaan, sanak saudara dan rekan dekat pun telah berkumpul dirumah itu untuk menyaksikan peristiwa sakral yang akan berlangsung sebentar lagi


Nadhif dan Airin sudah berada diruang tamu yang sudah didekor sedemikian rupa menjadi tempat akad nikah Adit dan Irena bersama para sahabatnya yaitu Andi dan Lina yang sedang menunggu kelahiran calon bayinya, juga pengantin baru yaitu Lia dan Anto yang memang telah menikah satu bulan yang lalu, yaa Anto memang sudah memutuskan untuk membuka hatinya dan belajar mencintai Lia, meskipun nama Airin masih tidak tergantikan dihatinya dan itu sudah terkunci rapat disana. Sedangkan baby Najj kini bersama Mila dan Ramdhan yang tengah berkumpul dengan sanak saudara dan rekan bisnis mereka


Kebanyakan mereka yang hadir menggunakan pakaian yang seragam yang dipesan oleh Mila hanya saja berbeda warna, termasuk para sahabat Nadhif dan Airin


Suasana berubah menjadi hening saat sang MC sudah membacakan rangkaian acara pada hari itu dan tibalah acara ijab qobul


"Bagaimana saksi?" ucap pak penghulu pada para saksi yang hadir


Sahhh....


Suara yang terdengar serempak dari semua orang yang hadir saat Adit menyelesaikan kalimat ijab qobul wajah berbinar dan perasaan lega kini mrnghinggapinya karena berhasil meminang wanita yang dicintainya,


Sore harinya resepsi pernikahan diadakan di hotel berbintang, kebanyakan tamu yang hadir adalah sanak saudara dari pihak Adit dan rekan bisnis dari Nadhif dan Ramdhan


Selesai acarapun semua kembali kerumah kecuali pasangan pengantin baru yang akan menginap dihotel dan besoknya baru mereka akan pulang


*****


Tak terasa waktu dengan cepat bergulir kini sudah 3 tahun berlalu, terlihat balita tampan berusia 3 tahun sedang berlari dipinggir pantai menghampiri seorang laki laki tampan yang akhirnya menangkap sang balita dan berjalan menghampiri wanita cantik berpakaian syar'i dengan perut yang sudah membesar yang tak lain adalah Airin. Airin kini sedang mengandung putri keduanya sedangkan laki laki dan balita tampan itu adalah Nadhif dan baby Najj, saat ini mereka sedang berlibur dipantai bersama keluarga Adit dan Irena yang kini sudah mempunyai seorang putra, para sahabat dan tak lupa keluarga pak Juki


Saat ini usia kehamilan kedua Airin sudah menginjak bulan ke 8 dan Nadhif selalu menjadi suami siaga yang selalu mencintai keluarganya, begitupun juga Andi dan Lina yang juga sedang mengandung anak ke 2 nya namun usia kehamilan Lina berbeda 2 bulan dibawah Airin, sedangkan Lia dan Anto mereka telah dikaruniai seorang putra yang lucu dan tampan yang berusia 1 tahun, Terlihat Anto juga sudah mulai mencintai Lia dengan tulus dan menyusul Nadhif dan Andi menjadi suami yg siaga untuk istri juga protektif

__ADS_1


Pak Juki dan keluargapun memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan bermodalkan gaji yang dikumpulkan selama bekerja bersama Airin dan Nadhif, Ramdhan dan Nadhif juga sudah menawarkan bantuan modal namun pak Juki menolaknya dengan alasan ingin mandiri dan sudah banyak bantuan yang diberikan pada keluarganya, Dinan sudah menginjak kelas 3 SMP dan Mira kelas 2 SMP, mereka juga kini sudah memiliki rumah sendiri dan kehidupan mereka sudah menjadi lebih baik. Namun begitu hubungan mereka tetap terjalin baik bahkan sudah seperti keluarga sendiri


Nadhif menghampir Airin yang sedang tersenyum sambil duduk diatas pasir pantai dengan memeluk kedua lututnya namun agak renggang karena perut Airin yang sudah besar dan menopangkan dagunya diatas lengannya


"Sepertinya kamu bahagia sekali sayang" ucap Nadhif yang kini sudah duduk disampingnya dan merangkul pundak Airin sedangkan Najjat sedang bermain bersama kakek neneknya dan ditemani Dika dan Aris


Airin melihat kearah Nadhif sejenak dengan senyuman yang tak pernah padam lalu kembali memalingkan pandangannya kearah orang orang yang dicintai


"Yaa .. aku sangat bahagia kak, lihatlah mereka...." kalimat Airin terhenti sejenak


"Melihat orang orang yang kucintai, berkumpul bersama dan merasakan bahagia, setelah banyak cobaan yang kita lalui" ucapan Airin terhenti


"Aku selalu berdoa agar kita semua selalu seperti ini, bersama dan selalu dikelilingi kebahagiaan" Airin mengalihkan pandangannya pada Nadhif yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari istri tercintanya, pandangan penuh Cinta dan kasih sayang


"Aku mencintaimu kak, aku sangat mencintai kalian, jangan pernah tinggalkan aku sendiri, bimbing aku, temani aku dan cintai aku selalu, jika kelak rintangan datang kembali kita hadapi bersama sama" Nadhif mengusap kepala Airin perlahan


"Aku tidak ingin berjanji berumur panjang Karena Karena hanya Allah yang berhak atas umur makhluknya, tapi aku berjanji untuk selalu mencintai dan menyayangimu juga buah hati kita, aku juga berjanji untuk selalu setia padamu, membimbingmu dan menemanimu hingga usia yang sudah ditentukan dan selalu ada dalam suka dan duka, aku akan selalu membuat kalian bahagia dan aku selau berdoa agar tuhan mengabulkan dan menjaga janjiku pada kalian" Nadhif mengecup pucuk kepala Airin dan mengusap perlahan perut buncit Airin, mereka salaing mengeratkan pelukan


"Aku sangat mencintaimu Khairin Hawwa Rafanda, istriku dan ibu dari anak anakku" Airin semakin mengeratkan pelukannya pada Nadhif lalu mengecup pipi suaminya dengan cepat, terlihat wajah Airin yang masih malu malu


"Aabuu....Ummmaaaa....." Nadhif dan Airin mengalihkan pandangan pada balita 3 tahun yang sedang berlari kearah mereka. Nadhif melepaskan pelukannya pada Airin begituun juga Airin, lalu merentangkan tangannya kearah Najjat dan langsung memeluknya


"Ayok kita main..." Najjat menarik tangan kedua orang tuanya, Nadhif dan Najjat berlari kecil sedangkan Airin berjalan perlahan sambil memegang perutnya denfan senyuman yang tak pernah hilang menghampiri semua keluarga dan para sahabatnya.

__ADS_1


Lagi lagi Airin mengucapkan kata syukur melihat pemandangan yang indah sekaligus membahagiakan


"Ya Allah... jagalah selalu kebahagiaan ini, Ma ... pa... lihatlah kami kini bahagia tenanglah disana semoga kita bisa berkumpul bersama disurga nanti" ...


Tamat...


Dalam setiap kehidupan pasti selalu ada rintangan yang hadir semua bergantung bagaimana kita menghadapinya, janganlah mudah putus asa dan yakinlah bahwa Tuhan selalu bersama kita


Persahabatan juga terpupuk dari rasa saling percaya, saling membantu dan saling berkorban satu sama lain


Dan bahagia itu sederhana, semua tergantung pada diri kita masing masing bagaimana kita mengartikan dan mengaplikasikan kebahagiaan itu pada diri kita sendiri...


Alhamdulillah... Akhirnya Novel ini bisa selesai, semoga Novel ini bisa menghibur dan memberikan pelajaran pelajaran yang baik yang mungkin bisa dicontoh untuk pembaca semua


Author juga memohon maaf karena sempatnya hiatus beberapa bulan dimana Author sedang mengerjakan tugas akhir hingga wisuda, dan slow up dikarenakan pekerjaan Author sebagai tenaga medis yang semakin padat karena pandemi covid 19


Pastinya masih banyak kekurangan pada novel ini, baik dari alur cerita hingga pengetikan huruf maupun penyebutan nama tokoh, kritik dan saran selalu terbuka lebar karena Author yakin dengan adanya kritik dan saran maka karya ini juga dapat berkembang menjadi lebih baik


Author juga sangat berterima kasih pada seluruh pembaca novel ini dan karya yang lain hingga author bisa mendapatkan kontrak dengan pihak Noveltoon suatu prestasi yang tidak pernah Author bayangkan dan itu semakin menambah semangat Author menulis lagi...


Selalu jaga kesehatan dan semoga kita semua selalu dikelilingi kebahagiaan...aamiin


Jangan lupa untuk mampir di karyaku yang lain dan selalu dukung kami agar selalu berkarya ....

__ADS_1


__ADS_2