Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Aktifitas yang sama


__ADS_3

Keesokan harinya masih dengan rutinitas yang sama yang biasa aku lakukan sehari hari, bangun tidur, sholat subuh, bersih bersih, masak dan seterusnya...sudah mulai timbul rasa bosan didalam diriku, namun aku masih berusaha bertahan karna baru beberapa hari aku menjalani kehidupan baruku hasil perjodohan orangtua kami yang pada akhirnya akulah yang paling tersakiti.


Pandangan Nadhif padakupun juga masih sama, Benci dan Jijik terhadapku. Jangankan untuk berbicarab melihatku saja sepertinya dia enggan, sehingga akupun sebisa mungkin menghindarinya walaupun Nadhif jarang pulang. Hampir seminggu aku tinggal dirumah ini hanya 3 hari Nadhif berada dirumah sisanya aku tak tau dia tinggal dan tidur dimana... tapi lebih baik aku tidak melihatnya daripada aku harus mendengar kata kata hinaan yang keluar dari mulutnya yang pastinya juga akan menambah dosa baginya dan aki tidak menginginkan itu.


****


di PT. Surya Permana Tunggal (Nadhif)


****


tok...tok...tok...


"pagi pak" sapa andi saat masuk kedalam ruanganku, aku melihatnya berjalan kearah mejaku dengan membawa beberapa Map berisikan berkas yang tidak tau apa isinya lalu diberikan padaku "Ini berkas beberapa pelamar yang lolos seleksi, dari 108 pelamar terpilih 4 peserta dengan hasil penilaian terbaik" jelas andi padaku.


" ohh...., Semua sudah dilakukan sesuai prosedurkan? aku tidak ingin penerimaan pegawai baru ini ada yang menggunakan koneksi dan dijadikan ajang mencari keuntungan orang orang tertentu karna itu bisa merusak citra baik dr perusahaan ini" tanyaku menegaskan pada Andi, karna aku memang tidak suka pada orang yg mengandalkan koneksi dalam mencari kerja. Sudah dipastikan kinerja orang tersebut tidak akan sebaik orang yang masuk dengan usaha sendiri, dan jika ada yang terbukti melakukan itu maka aku tidak segan untuk memecatnya secara tidak terhormat. Andi menjawab dengan anggukan dan langsungbkembali ke mejanya.

__ADS_1


kusisihkan dulu tumpukan berkas yang diberikan Andi, dan aku kembali fokus pada lembaran kertas yang berisi kontrak kerja yang sedari tadi aku pelajari.


Selesai dengan kontrak kerja aku mengambil berkas pelamar yang diberikan Andi tadi. Sekarang adalah giliranku untuk menentukan siapa yang terpilih dari 4 kandidat terbaik dan aku hanya memilih 2 orang saja, karna yang dibutuhkan hanya 2 orang untuk posisi yang dibutuhkan Accounting


Aku mengambil gagang telp dan memencet nomor ext yang langsung terhubung dengan Andi. "Ndi...keruangaku sekarang"


"Baik pak"dengan cepat Andi menutup telp dan langsung keruanganku.


"Ada yang bisa saya bantu pak Nadhif" tanya Andi sesampainya diruanganku.Andi memang seorang yang profesional dia bisa menempatkan diri saat bersama denganku dan melakukan perannya dengan baik


" Sesuai informasi dari bu Desi kepala HRD, map nomor 3 dan 4..."jelas Andi padaku


aku langsung menyisihkan map yang tak disebut oleh Andi ke samping kanan lalu ku buka map no 3 " Amalia Novita Andriani usia 23 tahun dia masih baru lulus jadi belum punya pengalaman tapi dia punya nilai yang cukup baik, hasil wawancara juga menunjukan kalo dia adalah orang yang mau bekerja keras sepertinya perlu dipertimbangkan." lalu kuambil map terakhir no 4 saat kubuka aku sangat kaget, kubuka mata lebih lebar seakan tak percaya siapa yang yang menjadi kandidat terbaik diantara orang orang yang melamar diperusahaanku ini


"Khairin Hawwa Rafanda" wanita yang yang sangat kubenci dan kini sudah menjadi istriku "kenapa harus dia...aarrggghhh"teriakku sambil mengacak ngacak rambutku, dan andi hanya bingung melihatku.

__ADS_1


"Apa ada masalah pak Nadhif" tanyanya dengan mengerutkan dahinya lalu dia menghampiriku.


"lihatlah aiapa yang ada didalam map itu" seketika Andi membuka dan melebarkan matanya " ini Airin...benar Airin Nadhif?"


"sepertinya tuhan menuliskan cerita yang berbeda, saat kamu ingin menghindar darinya ternyata tuhan mengirimkan dia agar bisa dekat denganmu dan ternyata dia adalah kandidat terbaik, itu semua suatu kebetulan yang luar biasa" ucapnya dengan senyuman tipis dibibirnya seolah ingin menyadarkanku. "apa aku diskualifikasi saja dia" "heeeiii...kamu bukan orang yang seperti itu Nadhif, apa kamu akan mengorbankan harga dirimu demi keegoisanmu. Lagipula apa kesalahan dia, lihat akor yang dia dapat , dia kuga g tau kamu kamu adalah presiden direktur diperusahaan ini, sangat tidak adil baginya jika kamu melakukan itu dan aku tidak akan mendukungmu" sejenak aku alihkan pandangan marahku pada Andi, lalu kutundukkan lagi kepalaku diatas kedua tangan yang aku lipat diatas meja


"Airinpun juga tidak menginginkan perjodohan ini, apalagi kamu taukan masalalunya?dia tersakiti karna laki laki, apa mudah baginya menerima perjodohan ini apalagi pria itu bersikap kejam padanya...tiidak mudah Nadhif" sambung Andi tanpa memberi aki kesempatan untuk membantah apa yang diucapkannya.


Benar apa yang dikatakan Andi, ini memang bukan kesalahan Airin, ini hanya keegoisanku tapi aku gak tau kenapa harus membencinya.


Huufff....


" Baiklah seperti rekomendasi dari bu Desi, kedua orang ini yang aku pilih untuk posisi Accounting dan yang lain masukkan sebagai staf administrasi. tapi usahakan jangan sampai dia tau siapa aku sebenarnya dan usahakan jangan sampai dia bertemu denganku" kuberikan berkas tadi yg sudah kububuhi tanda tangan sebagai tanda setuju dariku.


"nahh...gitu donk, iini Nadhif yang kukenal..., Nadhif yang selalu memisahkan urusan pribadi dengan urusan kantor, lagipula istrimu itu masuk dengan usaha sendirikan, dia sangat pintar ya rata rata mendapatkan skor tinggi apalagi dia jago bahasa Inggris loh" ucap Andi dengan senyum kemenangan sebelum dia meninggalkan ruanganku untuk mengembalikan berkas ke bu Desi dan memberitahukan hasil final penerimaan pegawai baru kali ini.

__ADS_1


__ADS_2