Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Gosip Airin lagi


__ADS_3

Kami berempat masuk kedalam ruangan Nadhif, dan ternyata sudah disambut oleh Nadhif yang sedang dusik disofa dan makanan yang sudah tersaji dimeja


"Assalamualaikum..." aku tersenyum kearah Nadhif dan berlari menghampirinya dia melebarkan tangannya sebagai tanda ingin memeluk Airin dan aku sambut dengan bahagia.


Airin duduk disamping Nadhif lalu Lia, Fadli, dan Lina duduk diseberang kami, tak lama Andi masuk keruangan dan langsung memilih duduk disamping Lina, Linapun terlihat canggung, Airin menatap tingkah laku mereka berdua dengan curiga


"Sepertinya ada sesuatu diantara mereka" ucap Airin lirih namun terdengar oleh Nadhif dan dia melihat kearah Airin dengan penuh tanya


"Oke kita langsung makan aj ya." suara Airin memecahkan suasana canggung antara Andi dan Lina, Akhirnya mereka makan dengan lahapnya disela sela makan Nadhif menyadari bahwa ada satu orang yang sedari tadi tidak terlihat batang hidungnya yaitu Anto Fans berat istriku yaa itu julukan yang diberikan Nadhif pada saingannya itu


setelah semua makanan habis satu persatu mereka meninggalkan ruangan itu tak lupa disertai ucapan terima kasih, yang pertama Lia diikuti Fadli lalu Linapun berpamitan dan kali ini diikuti oleh Andi mata Nadhif dan Airin bertemu dan saling berpandang tanya tentang mereka berdua, seblum keluar Andi meminta ijin pada Nadhif untuk menyelesaikan urusannya yang tertunda


Kini tinggal Airin dan Nadhif berdua, Airin berdiri dan hendak pamit untuk kembali keruangannya namun ditahan oleh Nadhif


"Temani aku disini, aku lelah dan butuh kamu" ucapnya sambil menahan Airin yang sudah beranjak dari duduknya


"Tapi ini sudah masuk jam kerja kak" tetap dengan posisi berdirinya


"Hei kamu Istriku, istri seorang PredDir disini" sambil menarik Airin duduk kembali disofa dan langsung dimasukkan kedalam pelukannya.


"Baiklah tapi sebentar saja ya, aku tidak enak dengan bu Irene dan yang lain takut mereka salah paham terhadapku" ucapku sambil melingkarkan tanganku dipinggangnya


"Apa yang harus disalah pahami, kamu kan istriku jadi tidak masalah jika kita berbuat apapun, mereka tidak berhak melarang bahkan marah pada kita" dengan nada datar dan mata tertutup Nadhif mengatakan itu seakan dia sedang menikmati situasi saat ini


"Ya...memang benar seperti itu, tapi apakah orang orang disini tau akan statusku, mungkin tidak masalah bagimu tapi tidak bagiku, yang ada aku akan jadi bahan pergunjingan mereka" Airin melepaskan pelukannya dari Nadhif


"Aku rasa sudah cukup aku disini. lebih baik aku kembali keruanganku sekarang" Airin beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar seampai dipintu Airin berbalik dan kembali lagi berjalan kearah Nadhif lalu mencium pipi dan bibir Nadhif dengan lembut lalu beranjak meninggalkannya


"Assalamualaikum" dan pintupun tertutup rapat.


Nadhif hanya terdiam dengan tangannya memegang kedua pipi dan bibirnya secara gantian


"Apa benar tadi Airin, bagaimana dia bisa berbuat seperti itu" gumam Nadhif diikuti dengan tawa kecil, dan menggeleng gelengkan kepalanya, hati Nadhif saat ini sangat bahagia sehingga lelah dan penatnya tadi hilang sekejap mata.

__ADS_1


Saat Airin keluar dari ruangan Nadhif, ada sepasang mata yang melihatnya dengan tatapan benci yang sangat, yaitu mata dari sekretaris Nadhif, Airinpun keluar dengan kepala tertunduk hingga sampai diruangannya


Tak terasa jam pulang kantorpun telah tiba Lia mengajak Airin untuk turun ke Lobby bersama dan Airinpun menyetujuinya, saat Airin berjalan keluar ruangan dia merasa aneh dengan tatapan beberapa karyawan dan kebanyakan kaum hawa dia berjalan dengan perasaan yang tak tenang dengan situasi saat ini dikantor.


"eee Lia kamu lihat g tatapan mereka aneh kepadaku, ada apa ya?aku jadi merasa tidak nyaman" ucap Airin dengan rasa curiga


"Aaa biarin aj, paling karena tadi kita makan sama bos jadi mereka iri sama kita" jawab Lia cepat karena dia juga tidak ingin Airin kepikiran dengan sikap aneh orang orang kantor yang sebenarnya Lia sudah sadar akan itu makanya Lia menemani Airin dengan dalih turun bersama padahal Fadli sudah ingin menjemputnya diruangan namun dia mengirim pesan pada Fadli agar menunggu dilobby karena tidak ingin temannya ini menjadi bahan bulian karyawannya lain


****


Lina berjalan keluar dari ruangan Nadhif menuju lift, saat pintu lift hendak menutup tiba tiba tertahan dan seseorang masuk kedalamnya, Lina yang mengenal orang yang mendadak masuk terkejut dan memundurkan langkahnya kebelakang.


"Lin aku ingin bicara padamu, ada yang harus aku jelaskan" ucap Andi saat memasuki lift dan sebelum Lina menjawab Andi sudah menariknya keluar dan membawanya kedalam ruangannya


"Apa yang kamu lakukan?" ucap Lina saat sampai didalam ruangan Andi dan langsung menghempaskan tangan Andi dengan kencang, ada rasa rindu yang mendala. dihati Lina namun rasa itu tertutupi dengan rasa kecewa yang lebih besar pada Andi


" Aku minta maaf Lin, aku tidak bermaksud meninggalkanmu tanpa kabar, saat itu aku mendapat kabar kalo kedua orang tuaku terluka parah karena kecelakaan dan aku harus pulang segera saat itu" jelas Andi pada Lina


"Lantas kenapa kamu tidak mengabariku, aku menunggumu hingga tengah malam ditempat itu dan aku sangat mengkhawatirkanmu aku takut terjadi apa apa denganmu" seketika Lina menangis hingga sesenggukan. Andi menghampiri Lina dan menuntunnya duduk disofa


terlihat air mata Andi menetes dipipinya rasa marah pada diri Lina seketika hilang dan berubah menjadi rasa peduli dan ada rasa penyesalan yang mendalam, Lina merasa seharusnya dia ada disaat Andi sedang terpuruk


"Dan setelah kondisiku baik, aku mencarimu tapi ternyata kamu sudah pindah dan semua tutup mulut tentang keberadaanmu, aku mencarimu kemana mana namun tak kunjung aku bertemu denganmu, hingga akhirnya aku bertemu dikantin kemaren, rasanya aku seperti menemukan berlian yang telah lama hilang, aku sangat merindukanmu Lin" sambung Andi


"Maukah kamu memaafkanku? dan aku ingin kita menjalin hubungan kita" Tanya Andi, sejenak Lina diam dan tertunduk


"Apa kamu sudah melupakanku Lin? maafkan aku, aku tidak bisa melupakanmu sedikitpun, maafkan aku Lin mungkin aku terlalu egois dan berharap terlalu besar, yang aku ingin saat ini adalah maaf darimu"


"Maafkan aku Andi..." Lina kembali menangis


"Jangan menangis Lin, aku mengerti jika kamu tidak bisa memaafkanku, dan aku menerima jika kamu sudah mendapatkan penggantiku itu adalah hukuman yang pantas untukku" Andi menundukkan kepalanya


"Bukan begitu Andi...aku yang minta maaf padamu karena aku sudah berprasangka buruk padamu, maafkan aku yang tidak bisa menemanimu saat kamu sedang terpuruk, kau masih mencintaimu Andi sangat mencintaimu" Andi mengangkat kepalanya dan berpindah duduk disamping Lina lalu memeluk erat Lina

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukanmu, aku mau kita ulang kembali hubungan kita, aku juga masih mencintaimu" tangis Lina makin dalam dan tanpa sadar ada mata addedyang melihat drama mereka didepan pintu yang tidak ditutup sedari tadi


"Wah...wah...kamu berhutang cerita padaku ndi" sontak Andi dan Lina melepas pelukan mereka mengrahkan pandangan mereka kearah suara itu berasal dan berdiri


"Cepat diresmikan Andi, biar bisa memeluk Lina dengan puas" tambah Nadhif yang semakin membuat mereka malu dan Lina berpamitan keluar dengan muka yang memerah"


****


Keesokan harinya masih dengan aktifitas yang sama hanya saja Airin tidak berangkat kerja bersama dengan Nadhif, hari in Nadhif harus bangun pagi dan pergi ke Bogor untuk meeting bersama client yang ada dibogor untuk memperbaharui kontrak sebelumnya.


Ojek online yang dipesan Airin datang dan langsung mengantarkannya menuju kantor. Sesampainya Airin masih melihat tatapan kebencian bahkan saat ini diikuti kata kata yang menyakitkan hati, Airin langsung mengarahkan langkahnya menuju toilet yang ada di lantai dasar saat didalam toilet terdengar langkah orang masuk dan berkata jelek tentang dirinya


"Din kamu tau g sih cewek itu"


"Ya tau lah..kan dia dari divisi akuntansi, gayanya aj sok alim pake jillbab gede tapi kelakuannya g bener"


"Emang bener kamu, aku juga sebel sama tu cewek, kegenitan banget g malu apa sama jilbabnya, udah ngegoda Anto eee skarang presdir kita lagi, dasar matre g tau diri, dapet ikan kakap ikan teri ditinggalin"


"Dan tau gak pak presdir makan bareng sama beberapa orang termasuk tu cewekb dan saat yang lain dah balik dia masih didalam sama bos tau tu ngapain aja, orang pintunya ditutup


"Dasar cewek g bener, aku g rela kalo Anto apalagi bos kita sama dia"


"E iya denger denger dia lagi hamil ..g jelas siapa bapaknya, jangan jangan dia sengaja tu ngejebak Anto sama bos buat tanggung jawab sama anaknya"


Hati Airin sakit mendengar kata kata itu diapun keluar dari dalam bilik toilet menghampiri dan berkata pada dua orang yang sedari tadi menggunjingnya


"Maaf tidak seharusnya kalian berbicara seperti itu tentangku, kalian tidak tau apa apa, dan kalian tidak berhak berkata seperti itu" mendadak Airin merasakan pusing yang sangat dikepalanya, diapun berjalan meninggalkan kedua wanita yang td menggunjingnya


Perlahan lahan Airin berjalan dan menuju ruangannya, sesampainya diruangannya Airin juga mendapatkan tatapan dan kata kata makian yang dilontarkan padanya, hanya Lia yang membelanya


"Kalian jangan asal bicara, jangan sampai mulut kalian membuat masalah untuk kalian sendiri"


"Sudahlah Lia, aku..aku sudah pasrah" ucap Airin dengan suara yang lemah dan tiba tiba terjatuh tak sadarkan diri

__ADS_1


"Airin...Airinn....bangun Airin" tetiak Lian sambil mengguncang guncangkan tubuh Airin. Lia yang khawatir terhadap kondisi Airinpun marah dan menatap tajam pada setiap orang yang ada didalam


"Ingat kalian semua akan menyesal, kalo sampai terjadi apa apa dengannya kalian smua yang bertanggung jawab" kecam Lia pada semua orang yang ada disana


__ADS_2