
Assalamualaikum... haiii ketemu lagi nie, Author kangen banget sama kalian...
O ya Author mohon maaf sebesar besarnya karena sudah off selama 3 bulan ini. Seperti yang sudah author bilang diawal off nya author karena mengerjakan dan melakukan penelitian untuk tugas akhir jadi butuh waktu penuh untuk konsentrasi dan alhamdulillah alhasil berkat doa dan semangat dari semuanya nilai yang didapat sangat memuaskan.
Author juga mengucapkan banyak terima kasih buat kalian semua yang sampai saatbini masih mendukung dan membaca novel ini, Author kasih bocoran nie kalo novel "Rahasia Lain Suamiku" ini bentar lagi tamat jadi jangan sampai ketinggalan ya dan selalu dukung Author ya...
______________________________________________
Hari ini adalah hari pertama Adit melakukan terapi untuk memulihkan fungsi organ geraknya, dan tentunya didampingi kedua kakak tercintanya juga seorang perawat yang akan menemani beberapa bulan kedepan hingga kondisi pulih kembali
Ada rasa bahagia yang sudah lama terpendam didalam hati Adit, pasalnya orang yang selama ini dicarinya telah hadir kembali, orang yang sangat dicintai dan juga orang yang sudah membuatnya sakit hingga sulit untuk mengenal cinta kembali dan membuka hati untuk yang lain
Memang kuasa dan kehendak tuhan tidak bisa kita tau, disaat Adit berusah keras mencari sosok pujaan hatinya yang menghilang begitu saja, tak satupun petunjuk menunjukan keberadaannya, namun disaat kondisinya tak berdaya tuhan menghadirkan dia untuk mendampingi Adit yang sedang berjuang dalam kebangkitannya
"Tuan dan Nyonya bisa menunggu diruang tunggu selama tuan Adit menjalankan terapi" ucap Irena saat mereka berada di depan pintu ruang Rehabilitasi Medik untuk mengantarkan Adit menjalankan terapi pertamanya
__ADS_1
"Kalau begitu kita pulang terlebih dahulu, karena ada beberapa barang yang harus diambil, dan kami akan kembalo sore nanti. Saya titip Adit ya Irene, tolong jaga cowok ganteng dan keras kepala ini, dan kalau ada yang penting, segera hubungi kami" ucap Airin sebelum pergi meninggalkan ruang rehabilitasi.
******
"Sampai kapan kamu pura pura untuk tidak mengenalku Kinan Irena Rezkiawan?" seketika kata kata yang keluar dari mulut Adit membuat kursi roda yang membawanya terhenti, terlihat tangan mungil bersih yang gemetar diatas pegangan kursi roda yang digunakan Adit.
"Jawab Kinan..." suara Adit terderang sedikit parau seolah olah menahan rasa yang terpendam
"Maaf tuan, jadwal terapi anda sudah dimulai, lebih baik kita segera masuk kedalam" jawab irena dan dengan gugup. Irena mendorong kembali kursi roda namun tertahan oleh tangan Adit
Setelah irena menyerahkan Adit kepada petugas yang bertanggung jawab pada proses terapi Adit, dia menunggu diruang tunggu khusus yang hanya terbatasi kaca yg terlihat jelas dari dalam ruangan. Wanita cantik itu hanya duduk termenung sambil sesekali mengusap pipinya dengan kasar, terlihat bahu yng bergoyang naik dan turun, dan tanpa sadar sosok laki laki yang sangat merindukannya memperhatikannya dari atas kursi roda.
2 jam telah berlalu dan tanpa Irena sadari pula jika Adit sudah selesai menjalani proses terapi, ingin dia segera bertemu Irena dan ingin memberikan banyak pertanyaan padanya namun semua Adit urungkan saat dia melihat wanita pujaannya, wanita yang dia tunggu tunggu, wanita yang sudah membuatnya mengunci hatinya sedang menangis, terlihat dari tangisannya ada luka dihatinya yang sangat dalam namun entah apa itu.
"Maaf tuan....saya tidak tau kalau tuan sudah selesai" ada aura ketakutan diwajah Irena, rasa marah yang sedari tadi mendera hati Adit kini luluh dan hilang entah kemana, melihat sosok yang dia cintai menangis dengan penuh beban...yaaa itu yang dilihat oleh Adit dan dia sangat yakin akan apa yang dilihatnya
__ADS_1
"Sudahlah ...antarkan aku kekamar, aku lelah" tanpa bicara panjang Irena langsung membawa Adit keruang rawatnya, kini berbalik Irena lah yg bertanya tanya dalam hati, apa yang membuat Adit berubah, apa yang merubah sikapnya yang tadinya sedikit kasar padanya namun saat ini Adit lebih banyak diam bahkan hampir tak sepatah katapun keluar dari mulutnya selama perjalanan menuju ruang rawat.
Irena pergi keluar kamar setelah memastikan bahwa Adit sudah tertidur pulas, dia berjalan perlahan agar tidak membangunkan Adit yang terlihat lelah
Irena berjalan perlahan menyusuri lorong rumah sakit tanpa arah, didalam pikirannya hanya terngiang kejadian masa lalu, masa dimana dia meninggalkan laki laki yang dia cintai, tanpa sadar Irena terhenti disebuah taman yang masij berada dilingkungan rumah sakit, dia duduk disalah satu bangku yang ada ditaman
"Maafkan aku Adit, aku tidak bisa menerima lamaranmu" Irena beranjak dan berlari meninggalkan Adit yang masih terpaku mendengar jawaban Irena yang tidak pernah terpikirkan olehnyab saat sadar sudah tak terlihat lagi sosok wanita yang sudah menolaknya tanpa alasan
hiks...hiks...hiks...Irena menangis tersedu sedu saat mengingat kembali kejadian itu, rasa bersalah yang teramat besar selalu menghantuinya, dan saat dia bertemu sosok yang dia tinggalkan rasa sakit didadanya makin terasa bercampur dengan rasa rindu dan rasa bersalah
Disisi lain Adit setelah Irena keluar dari kamar Adit yang hanya berpura pura tidur mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Halo Assalamualaikum... kak Nadhif tolong bantu Adit untuk menyelidiki latar bepakang Irena" Tak lama Adit menutup telepon dan kembali tidur
Jangan lupa selalu jaga diri, jaga kebersihan agar terhindar dari segala penyakit...
__ADS_1