
Terdengar suara deru mesin mobil memasuki halaman rumah Ramdhan, sementara Adit akan tinggal dirumah ini begitupun juga Irena juga anak dan adiknya hingga pernikahan Adit dan Irena terlaksana dan nantinya mereka akan tinggal dirumah kedua orang tua Airin
wajah bahagia menyambut kedatangan Adit, laki laki yang sangat dicintai oleh semua yang sedang menunggu, Adit berjalan perlahan dengan di papah oleh Airin dan Nadhif masuk kedalam rumah ...
"Adit sayang anak umma, akhirnya kamu bisa kembali kerumah nak" Mila sudah tidak sabar dan langsung memeluk tubuh Adit saat didepan pintu
Mila sangat menyayangi Adit saat mendengar kabar kecelakaan yang dialami kedua sahabatnya dan Adit, Mila merasa terpukul dengan ditambah meninggalnya dan kondisi Adit yang dalam keadaan koma, dalam kesehariannya Mila hanya memikirkan kondisi Adit dan sadarnya Adit adalah kabar yang paling membahagiakan buat Mila
"Umma ..sabar dong, kan ini masih depan pintu biar Adit masuk dulu ke dalam rumah" Ramdhan sangat mengerti jika istrinya sangat merindukan Adit, karena Mila juga sangat merindukan sahabatnya yaitu orang tua Adit.
Tak ada rasa iri pada diri Adit melihat ibu yang dicintainya sangat mencintainya Adit yang sejatinya adalah adik dari istrinya, hanya rasa bahagia yang menyelimuti hatinya
Kesembuhan dan kedatangan Adit adalah hal yang menggembirakan yang tak dapat digantikan oleh apapun bahkan harta yang berlimpah, kini mereka bersenda gurau bersama seolah melupakan masa lalu kelam yang pernah terjadi
****
3 bulan telah berlalu tanpa terasa telah dilalui, hari pernikahan Adit dan irena sudah didepan mata, persiapannyapun sudah hampir 85% dan semua itu Mila lah yang mengatur, hanya beberapa hal saja yang dilakukan Airin untuk membantu persiapan tersebut, memang semua itu permintaan Mila sendiri dan itu tak dapat dibantah oleh yang lainnya termasuk Ramdhan suaminya
Mila juga sangat menyayangi Irena juga Adik dan anak angkat Irena tanpa melihat latar belakangnya, kini yang dirasa Mila hanyalah menikmati kebahagiaan yang ytelah diberikan oleh tuhan
Hari ini adalah waktunya untuk fitting baju pengantin, Mila sengaja memanggil Agni designer pribadinya yang sekaligus teman masa SMA kerumah, sehingga Adit, Irena dan juga yang lainnya tak perlu capek capek harus kebutik, dan pastinya lebih leluasa.
"Irene, kamu coba dulu baju ini" ucap Mila saat Irena sudah berada diruang keluarga, ruangan yang sudah diubah menjadi tempat fitting baju hari itu ...
Irena menerima baju yang diberikan Mila padanya, Irena terperangah melihatnya, cantik, Indah, dan elegan namun tetap syar'i. Bahkan baju pengantin yang dikenakannya saat menikah dengan Zaki yang seorang tuan tanahpun tak seindah dah elegan baju yang diberikan saat ini
"Sayang Irene, dicoba dulu bajunya" ucapan Mila membuat Irena kaget, dan menundukkan kepalanya lalu bergegas membawa baju tersebut kedalam ruang ganti yang memang sengaja dibuat hari ini untuk dikenakan...
Saat melihat Adit yang sudah berada diruangan itu, Milapun langsung menyuruhnya memanggil Aris adik Irena dan Dika anak tiri Irena
"Adit, kamu panggil Adik dan anak kamu kesini ya"
"Baik Umma sayang" belum sempat Adit mendudukkan diri disofa, dia langsung berbalik dan berjalan menuju kamar Aris dan irena karena Dika yang berusia 3 tahun tidak mau berpisah kamar dengan Irena
__ADS_1
Saat sampai didepan kamar Aris, Adit mengetuk pintu terlebih dahulu
"Assalamualaikum... Aris ini kak Adit, bisa buka pintunya dek?" tak berselang lama pintupun telah dibuka oleh Aris
"Waalaikumussalam... ada apa kak?" tanya Aris pada Adit
"Umma sudah menunggu di ruang keluarga ya, kamu cepat kesana buat fitting baju"
"Baik kak, Aris sholat dulu"
"Ya sudah kalo gitu kakak turun ke bawah ya" Aris mengangguk dan tersenyum lalu hendak menutup pintu, namun pintu belum tertutup sempurna Adit sudah bertanya kembali pada Aris
"O ya Ris, Dika ada dikamar kamu gak, kakak cari dikamar kak Irene kok gak ada?"
" Ada tu kak, masih tidur, tadi Dika main bareng Aris terus ketiduran deh"
"Kalo nanti sudah bangun, Dika kamu ajak kebawah ya"
" Baik kak"
" MasyaAllah umma inikah calon istriku? cantik sekali" Adit terperangah dan tak memalingkan pandangannya pada wanita yang sebentar lagi akan bersatu dengan ikatan sakral, sedangkan Irena tersipu malu saat Adit menatapnya dengan kagum. Aura kecantikan Natural yang dipancarkan Irena terpancar jelas
" Huss... pandangannya ya, jangan dilihatin terus, tu irenenya jadi malu" goda Mila
"Pastinya Cantik donk, kalo gak cantik kamu gak bakalan galau bertahun tahun dan menutup hati untuk perempuan lain kan" kini giliran Adit yang malu mendengar ucapan Mila dan langsung mengambil baju yang diberikan Agni dan membawanya keruang ganti
Tak lama Aris dan Dika pun sudah berada diruangan itu juga merekapun juga mencoba baju untuk acara penting itu
"Nenek...." Dika berlari dan memeluk Mila
"Duh cucu nenek sudah segar, hemm...wangi lagi" Mila berjongkok memeluk Dika dan mencium tubuh gembul balita yang hendak menginjak usia 4 tahun
Mila mengambil baju dan mengenakan pada Dika
__ADS_1
"Duh tampan sekali kamu sayang" Mila tersenyum puas, dan gemas melihat tingkah Dika yang tersipu malu mendengar pujian untuk dirinya
Dika memang bukan darah dagingnya tapi memang seperti itulah seorang Mila yang selalu memberikan kasih sayang pada setiap orang tanpa melihat status mereka
Setelahnya Mila memberikan baju pada Aris untuk dicoba
"Aris, kamu coba baju ini, biar umma lihat"
" Baik umma" Aris menerima bajunya dan langsung mengenakannya karena Aris hanya mengenakan kaos yang pas dibadannya
"Wahhh Aris kamu juga tampan sekali, bajunya cocok banget buat kalian" Mila berdecak kagum
"Gak salah aku pilih kamu Agni, hasil karyamu selalu membuatku puas"
"Pastinya Mila ..aku gak akan kecewakan kamu" Agni juga merasa senang karena tidak membuat Mila kecewa dengan hasil karya yang diberikan
"Assalamualaikum.... " serempak Airin dan Nadhif yang tengah menggendong baby Najj yang sudah terlihat gemuk
"Waalaikumussalam..." tak mau kalah orang yang berada didalam rumahpun menjawab salam dengan serempak.
"Loh katanya gak bisa kesini, rencananya mau umma antar baju kalian kerumah" ucap Mila
"Alhamdulillah... urusan perusahaan bisa diselesaikan lebih cepat, jadi Nadhif langsung jemput istri dan anak Nadhif kemari" jawab Nadhif
"Ya sudah kalian coba bajunya dulu, sini biar umma gendong baby Najj"
"Cucu Nenek kita main sama babang Dika yuk" Mila mengambil baby Najj dari gendongan Nadhif dan membawanya duduk bersama Dika, Dika pun sangat antusias, memang balita ini juga sangat menyayangi baby Najj
Selang beberapa jam acara fitting bajupun selesai, semua sudah mencoba dan merasa puas dengan baju yang mereka coba termasuk pak Juki dan keluarga
Mereka makan malam bersama dan setelahnya Agni dan beberapa karyawannya pulang, sedangkan Airin dan Nadhif memutuskan untuk menginap
Akhirnya bisa up lagi dan 1 episode lagi menuju akhir
__ADS_1
dukung terus ya