Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Beban yang terlepaskan


__ADS_3

"Airin sudah menikah dan saya suaminya, perkenalkan saya Nadhif Ramdhan Putra" secara tiba tiba Nadhif datang dan memperkenalkan diri pada Rafidz, sebenarnya Nadhif sudah ingin kembali namun ditahannya saat melihat seorang lelaki datang menghampiri istrinya sengaja dia biarkan Airin sendiri setelah dia tau siapa lelaki tersebut, lelaki yang pernah singgah dihati Airin dan orang yang pernah menyakiti Airinn Nadhif tau tentang penghianatan yang dialami Airin dari Adit. Ada rasa cemburu yang menghampiri hati Nadhif namun dia ingin memberikan kesempatan istrinya untuk menyelesaikan urusan masa lalunya sendiri agar dapat melepas beban yang disimpannya selama ini dan muncul di saat yang tepat.


"Saya Rafidz, dan ini istri saya Naomi" Rafidz menerima jabatan tangan Nadhif diikuti Naomi


"Silahkan duduk, sekalian kita makan bareng" Sambung Nadhif mempersilahkan mereka untuk duduk bersama namun Rafidz menolaknya dengan alasan bahwa dia sedang ditunggu teman temannya dimeja yang lain


"Oh ..terima kasih Nadhif, saat ini kami sedang ditunggu kawan kami yang sudah memesan tempat di sana, semoga silahturahmi kita tetap terjalin ya dan kami pamit ya" Rafidz berpamitan pada Airin lalu memeluk Nadhif dan membisikan sesuatu


"Aku mohon jaga dia, jangan sakiti dan sia siakan Airin, dia wanita yang baik, aku menyesal pernah menyakitinya kamu beruntung mendapatkannya" lalu Rafidz menepuk nepuk punggung Nadhif


"Jangan khawatirkan dia, aku mencintainya melebihi nyawaku sendiri" Nadhifpun menjawab kata kata dan membalas tepukan Rafidz


"Terima kasih Airin maafmu membuat hidupku menjadi lebih tenang dan aku bisa menjalani rumah tanggaku tanpa bayangan masalaluku yang buruk" Wajah lega ditunjukkan oleh Rafidz dan dia memeluk erat Naomi, Airinpun yang melihat kebahagiaan mereka juga ikut merasakan bahagia


"Airin aku juga pamit ya, senang bisa betemu dan bisa mengenalmu, semoga kita bisa berteman dikedepannya" kali ini Naomi dan Airin yang saling berpamitan dengan cipika cipiki

__ADS_1


"Terima kasih Naomi aku juga senang mengenalmu, dan kit pasti berteman" ucap Airin senang lalu mereka meninggalkan meja Airin dan Nadhif menuju teman temannya yang sudah menunggu.


Nadhif dan Airin kembali fokus pada makanan dilihatnya makanan yang masih utuh belum tersentuh sama sekali bahkan minumannya pun juga masih utuh


"Kok makanannya masih utuh sayang, kamu belum makan? bukannya kamu tadi bilang sudah lapar?" Nadhif sedikit marah pada Airin yang belum memakan makanannya


"Gimana mau makan? kamunya aja gak tau pergi kemana?" setelah tau alasan Airin yang tidak makan karena dirinya Nadhif merasa menyesal karena meninggalkan istrinya untuk menerima panggilan bisnisnya, yang seharusnya dia hanya fokus pada istrinya bahkan membiarkan istrinya menghadapi dan menyelesaikan masalalunya sendiri tanpa didampingi olehnya, Nadhif menggeser tubuhnya kesamping Airin lalu memeluk dan mengecup Airin dengan lembut


"Maafkan aku ya sayang, aku terlalu terlena dengan pekerjaanku, maaf juga aku tadi meninggalkanmu karena aku tidak ingin berbicara tentang pekerjaan didepanmu" Nadhif benar benar merasa menyesal


"Buatku kamu adalah orang yang sangat berharga dan penting dihidupku dan aku sangat mencintaimu" jawab Nadhif lalu mengecup kepala Airin berkali kali


"Tapi kenapa aku tidak merasakan seperti itu, karena aku tau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, ya sudahlah lebih baik kita makan kasian makanannya dah nunggu dari tadi buat kita makan" Nadhifpun mengikuti apa yang dikatakan Airin, dengan perasaan yang ragu dihatinya, benar yang diucapkan Airin bahwa ada sesuatu yang dirahasiakan Nadhif pada Airin, lebih tepatnya masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya pada Airin


Sebenarnya telp yang diterima nadhif berasal dari Nandar, papa Nadia mantan Nadhif, wanita yang pernah membuat Airin menghilang dan membuat Nadhif hampir gi** mencarinya, Nandar menawarkan kerjasama pada Nadhif dan Nadialah orang yang bertugas dan bertanggung jawab untuk proyek yang ditawarkan pada Nadhif, dia bingung pada dirinya sendiri yang dihadapkan situasi seperti ini, disatu sisi dia membutuhkan proyek itu, karena proyek itu adalah salah satu proyek besar yang bisa memajukan perusahaannya, namun itu membuatnya harus berhubungan lagi dengan Nadia, wanita yang akan melakukan apa saja untuk dapat merebut Nadhif dari Airin, untuk dirinya sendiri Nadhif yakin bahwa dia tidak akan jatuh cinta lagi pada wanita manapun dan siapapun, kecuali Airin dan Airinlah wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta berkali kali hingga saat ini, disisi yang lain Nadhif tidak ingin membuat Airin berpikiran yang tidak tidak tentang mereka dan tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi apalagi saat ini Mood Airin yang sering berubah ubah dalam hitungan detik.

__ADS_1


"Kak ko melamun tu makanannya nganggur masih sisa nanti yang ada aku habisin loh" Nadhif tersadar dari lamunannya lalu dia melihat piring piring dihadapan Airin semua bersih tak tersisa lalu melihat wajah Airin yang masih antusias dengan makanan yang ada dihadapan Nadhif yang masih tersisa


"Kamu mau?...makanlah tapi kan ini bekas aku loh" ucap Nadhif senamg melihat istrinya makan dengan lahap, sepertinya perut Airin tidak penuh dengan makanan yang masuk


"Kan bekas suami aku sendiri jadi gak masalah donk, tapi suapin ya" dengan girang Airin menerima suapan dari Nadhif, pelan pelan tapi pasti, Nadhif menyuapi Airin hingga kembali tak tersisa makanan yang ada dipiring tersebut


"Alhamdulillah...kenyang juga kak, ternyata lebih nikmat kalo makannya disuapi sama suami tercinta" lalu dia menyeruput es teh dan disambung es cendol hingga tinggal setengah gelas lagi, lalu Nadhifpun mengambil es cendol tersebut dan menghabiskannya, Airin yang melihat es cendolnya ludes memasang wajah cemberut dan Nadhif hanya tertawa kecil melihat wajah istrinya itu. Sejenak mereka istirahat untuk menurunkan makanan yang dimakannya tadi setelah itu mereka berjalan kearah kasir, Nadhif membayar makanan yang sudah mereka makan, lalu beranjak keluar restoran tersebut.


"Kamu mau kemana lagi sayang, mumpung aku libur nie biar aku temani kamu hari ini" sambil bergandengan tangan mereka menyusuri jalanan yang ada didalam mall


"Gak ah... kita pulang aja toh nanti juga aku dicuekin dan kamu main sama ponsel kamu lagi" Airin memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya bahwa ada rasa kesal dengan tindakan Nadhif tadi


"Astaghfirullah...jadi kamu marah sama aku yang tadi sayang, maafin aku ya, tapi beneran akubtadi gak niat buat cuekin kamu, janji deh kali ini aku akan fokus sama kamu dan aku mau kamu dan anak Abu yang ada diperut umma ini senang ya..." Nadhif berjalan dengan tangan yang mengusap usap perut Airin, Nadhif baru tau ternyata Airin keberatan dengan sikapnya yang memfokuskan diri pada ponselnya tadi meskipun itu urusan bisnis yang harus segera ditanggapinya.


Saat melewati arena bermain Timezone Airin menarik tangan Nadhif dan masuk kedalamnya, mereka mengantri dikasir untuk membeli kartu bermain dan mengisi saldonya, lalu Airin mengajak Nadhif mencoba hampir semua wahana permainan dan game game yang ada disana. Seru, Keren dan menyenangkan kata kata itu yang terbesit dipikiran Nadhif, selama ini dia tidak pernah merasakannya, karena selama ini waktunya hanya digunakan untuk belajar dan kerja, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam akhirnya mereka menyudahi bermainnya dan pulang kerumah...

__ADS_1


__ADS_2