
"Selesaikan urusanmu dengan Fanda, aku yakin itu akan membuatmu lebih lega dan mudah untuk melupakannya dan bisa lebih yakin mencintai Airin" tegas Andi kembali padaku.
"Baiklah aku akan segera menemukan dan menyelesaikan urusanku dengan Fanda"
"Lakukan pelan pelan , jangan terburu buru Sobat, apapun yang dilakukan dengan perlahan, namun pasti,... semuanya akan berjalan dengan lancar, pikirkan kembali semua omonganku tadi" kembali dia menepuk pundakku
"Terima kasih Andi, setidaknya sekarang aku merasa lega dan tenang, memang aku tidak salah memilihMu sebagai sahabat sekaligus orang kepercayaanku" kupeluk Andi sebagai rasa terima kasih dan kagumku padanya.
Memang sedari SMA dia selalu bijak dan selalu bisa menghadapiku.
Andipun kembali ketempatnya dan akupun kembali kekursi kebesaranku dan menyelesaikan pekerjaanku yang tadi tertunda.
***
Airin
***
"Aahhhh...." aku berdiri dan kegerakkan badan dan tanganku kekanan dan kekiri, rasa lelah sudah menghampiri tubuhku, kulihat jam ditangan menunjukkan jam 12 jam istirahat, tak terasa sudah 3 jam aku bekerja dengan berkas berkas yang ada dilaporanku, kulihat masih 3/4 lagi berkas yang harus kuselesaikan, lalu kualihkan pandanganku ke Lia dia masih serius mengerjakan perkerjaannya.
aku mengambil hpku dan mengirimkan pesan pada sahabatku Lina
"Assalamualaikum.. Lin, kamu sedang apa? sibuk g?istirahat yuk dikantin, aku lapar"..
blubb...
Tanpa menunggu lama, terdengar notifikasi balasan pesan masuk dari Lia
"Waalaikumsalam...kekantin???Maksud kamu?? kamu sudah bekerja disini...?" diikuti emoji tanda tanya
" heheh...Iya.. alhamdulillah, hari ini adalah hari pertamaku bekerja diperusahaan ini" balasku pada Lina dengan senyuman kecil.
"Ok, kita ketemu dikantin 5 menit lagi, kamu berhutang cerita padaku ya..see you" aku tersenyum membaca balasan pesan dari Lina, sengaja aku tidak memberitahukannya, aku ingin memberikan surprise padanya...
__ADS_1
"Lia...istirahat dikantin yuk, aku sudah lapar tadi pagi aku gak sempat sarapan" ajakku pada Lia yang masih serius dengan pekerjaannya
"Wah.. sudah jam istirahat ya, pantas aja perutku sudah mulai bernyanyi" ucapnya sambil melihat jam ditangannya lalu merapikan berkas dan tersenyum lebar kepadaku
kamipun beranjak dan pergi kekantin yang berada dilantai yang sama dengan ruanganku...
Sesampainya dikantin aku mencari cari Lina yang katanya sudah sampai disana beberapa detik yang lalu.
"Kamu cari siapa Airin,..?" tanya Lia bingung dengan tingkahku, aku masih dengan posisi celingukan kesana kemari.
"Ahhh... itu dia....yuks Lia" aku berjalan sambil menarik tangan Lia menghampiri Lina yang sedang duduk dimeja paling pojok.
"A..ssalam.mualaikum......Haiii Linaaa...." kupegang pundaknya dan kusapa dia dengan senyuman lebar lalu aku langsung duduk diseberang Lina yang tampak kaget, tak lupa aku mengenalkan Lia pada Lina..
"Waalaikumsalam....Airinnn bikin kaget aj" jawabnya dengan sedikit berteriak.
"O ya Lin ...kenalin ini Lia, kami sama sama masuk hari ini" masih dengan senyumku yang makin mengembang...
Lina menjabat tangan Lia dan mereka saling memperkenalkan diri kemudian lia mengambil duduk disamping kiriku.
"I'm sorry...., I just want to surprise you, so... don't be mad at me, ok beib...please..."balasku dengan menyatukan kedua telapak tangan didepan dadaku dan kupasang muka memelas, lalu aku beralih ke samping Lina dan kupeluk dia erat dan aku kembali ketempatku semula.
Seorang pelayan menghampiri kami, dan menanyakan apa yang ingin kami pesan, aku dan Lia bertanya pada Lina makanan apa yang enak disini.
" Lin...apa yang enak disini?"
" hemmm...disini g seperti kantin yang lain sayang, yang ada hanya menu yang dimasak Hari ini dan menu pengganti seperti siomay dan bakso jika kamu tidak suka dengan menu utamanya"
"Menu hari ini apa mbak?" tanya Lina pada pelayan itu
"Sayur asam, ayam goreng dan ikan asin juga ada sambalnya mbak lina" jawab pelayan itu menjelaskan
"Gimana... kalian makan menu hari ini atau yang lain...?"tanya Lina padaku dan Lia
__ADS_1
"Aku menu hari ini aj sepertinya segar makan sayur asam" jawabku disambung dengan Lia yang memesan menu yang sama.
"Aku juga sayur asam aj deh, sambalnya yang banyak ya"
"aku juga" sahutku kembali.
" Asal kalian tau, kita gak perlu membayar untuk makanan yang kita makan nanti, ini bagian fasilitas dari perusahaan ini untuk karyawan..., jadi kalian termasuk aku adalah orang orang yang beruntung bisa masuk disini" terang Lina pada kami.
Aku sangat kagum pada perusahaan ini, dari gaji, sistem kontrak dan fasilitas yang kami dapat, semua menguntungkan pihak karyawan ...yaa walaupun kita dituntut dengan kinerja yang ekstra dengan seminimal mungkin kesalahan tapi semua menjadi seimbang dengan apa yang kami peroleh...
Tak lama makanan sudah datang dan tersaji dimeja kami lalu kamipun langsung memakannya dengan lahap terutama aku yang sudah kelaparan dari tadi, kami menghabiskan makanan tanpa bercerita.
setelah makanan kami habis, kami menghabiskan waktu yang tersisa dengan berbincang dan bercanda, tertawa riang melepas lelah dan sepertinya cukup mengembalikan semangat kerjaku...
Disela sela perbincangan kami, dua orang pria menghampiri meja kami
" Hai Lina,...wah pegawai baru ya, kenalin donk" ucap salah satu pria itu yang langsung mengambil duduk disamping kananku sambil melihatku dengan kepala disandarkan pada tangannya, akupun bergeser menjauh darinya ..Lina yang melihat ketidaknyamananku langsung mencairkan suasana...
"Wwoooii...woii...gitu amat liatnya..." ucap lina yang juga membuatku semakin menunduk, aku tidak suka dengan tingkah laku pria itu,
pria itu mengalihkan pandangannya ke Lina dengan senyum nakalnya dan pria yang satu lagi baru beranjak duduk disamping Lina.
"Airin kenalin ni..Anto siplayboy kampung dan ini Fadli si cool man...heheheh"
"Ini Airin dan disampingnya Lia" kulihat Fadli memandangi Lia dengan pandangan suka yang terpancar dimatanya Lia yang tau bahwa dia diperhatikan Fadli mendadak tersipu malu
"Bro mereka emang anak baru disini tapi mereka temen temen gue, jangan sampe lo ganggu ya, klo g lo berurusan sm gue" Ucap Lina dengan gaya yang sok preman dengan menfangkat jepalan tangannya keatas diarahkan kewajah Anto yang membuat aku tertawa kecil dan senang ternyata sahabatku ini tidak berubah selalu berusaha melindungi semua orang yang dia kenal..Lia menjabat tangan kedua pria itu dan aku hanya menyalaminya dari jauh tanpa bersentuhan dan menundukkan pelan kepalaku.
kami berlanjut berbincang, kali ini ditambah dua pria yang ikut nimbrung bersama kami, Lia dan Lina lebih banyak bercerita sedangkan aku hanya mendengarkan saja karena aku merasa tidak nyaman semenjak kedatangan Anti, kulihat jam ditangan dan ternyata sudah jam 12.55 aku melebarkan mataku dan memotong perbincangan mereka
"Lin maaf aku rasa kita harus kembali keruangan sudah hampir jam1, aku jg blm sholat dzuhur" sela ku saat mereka asik ngobrol "o yaa mushola dimana ya?"
tanyaku kemudian.
__ADS_1
" Mushola ada disamping kantin ini, kamu bisa sholat dzuhur disana, mau ku antar?'jawab Anto siplayboy kampungan ituvsambil tersenyum genit. aku hanya membalas dengan senyum kecut.
lalu aku beranjak dari dudukku dan mengajak Lia kemushola untuk sholat dzuhur dan kembali keruangan.