Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
balasan Airin


__ADS_3

Airin menghela nafas panjang karena kaget akan kedatangan Nadia, ingin rasanya dia datangi dan memakinya namun dia tahan rasa amarah itu dan tetap duduk dikursinya karena dia percaya pada suaminya


"Apa kedua orang tuamu tidak pernah mengajarkan sopan santun?" tanya Nadhif dengan datar tanpa melihat kearah Nadia


"Apa yang aku lakukan, bagian mana yang tidak sopan, aku hanya memasuki ruang kerja calon suamiku, beib" jawab Nadia dengan nada manja masih duduk dipinggir pojok meja kali ini dia menyilangkan kakinya keatas kaki yang lain


"Selain tidak punya sopan santun, kamu juga tidak punya malu dan harga diri sebagai perempuan" Nadhif mengangkat kepala dan mengarahkan pandangannya ke Nadia disandarkannya tubuhnya kesandaran kursi, dikeluarkannya senyuman jijiknya pada Nadia


"Apa yang kamu takutkan beib, disini hanya kita berdua dan aku yakin aku bisa mengambil hatimu kembali dan kamu juga pasti akan bosan dengan istrimu yang jadul itu dan sok alim itu" Airin yang melihat dari seberang meja Nadhif tersenyum kecut dengan apa yang dikatakan Nadia, dilihatnya kearah arah Nadhif, dan masih menahan diri atas apa yang diucapkan Nadia


"Ada urusan apa kamu kesini?" masih dengan tubuh yang bersandar dengan tangan yang disilangkan didadanya


"Bukannya papa sudah bilang kalo aku akan memegang proyek besar yang bekerjasama dengan perusahaanmu" ucap Nadia melepaskan kakinya dan mulai berjalan mendekati Nadhif perlahan, Airin masih bertingkah sebagai penonton yang masih menunggu moment tepat untuk bertindak


"Jangan berani kamu sentuhkan tanganmu ditubuhku, aku tidak ingin istriku memegang tubuhku yang pernah kamu sentuh dan aku jijik melihatmu saat ini" Tangan Nadia yang mulai merayap dari atas meja menuju depan Nadhif hendak beralih ketubuh Nadhif lalu ditepisnya, Airin merasa senang dengan ucapan Nadhif


"Jadi kamu lebih memilih perempuan bodoh, miskin dan kampungan itu?ingat Nadhif kamu membutuhkan proyek ini untuk mengembangkan perusahaanmu, dan ingat aku bisa meminta orang tuaku untuk menghancurkanmu hingga berkeping keping" Nadia mengeluarkan kata kata itu dengan nada kencang, tanpa diketahuinya Airin sudah berjalan mendekat dengan pelan


"Mohonlah padaku Nadhif agar aku tidak melakukan itu, hei kamu taukan aku sangat mencintaimu" tambah Nadia


Sreegggg, sreegggg


"Apa yang kamu lakukan Nadhif, apa kamu ingin hancur" ucap Nadia sontak saat melihat Nadhif menyobek surat perjanjian kontrak degannya" Nadhia kaget dan bingung apa yang harus dikatakannya pada papanya dan juga ia takut mendapatkan kemarahan dari papanya

__ADS_1


"Lihat lah apa isi dari map yang sudah kusobek itu, ambillah dan jangan pernah kembali"


"Ka..ka...muu.., lebih memilih wanita kampungan itu dan mengorbankan perusahaan dan nasib karyawawanmu" Nadia terperangah dengan keputusan yang diambil Nadhif, dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"Heehh...aku justru akan menyesal jika aku tetap mengambil proyek ini dan memilih bekerja sama denganmu, istriku adalah segalanya buatku dan soal nasib perusahaan dan karyawanku, aku rasa kamu tidak perlu memikirkannya karna itu tanggung jawabku" Nadhif berbalik membelakangi Nadia


Nadia berlari dan langsung mendekap Nadhif dari belakang


"Apa yang kamu lakukan" Nadhif melepaskan tangan yang melingkar dipinggang, tiba tiba


Plaakkk...


"Ini untuk tanganmu yang berani menyentuh dan memeluk suamiku"


Plaakkk...


Plaakkk...


"Dan ini sebagai rasa terima kasihku karna sudah menghina dan menjelek jelekkanku didepan suamiku" Airin yang sudah menahan emosi sedari tadi akhirnya melemparkan tamparan pada Nadia, tidak hanya sekali melainkan 3 kali, bukannya Nadia tidak melawan tapi Airin bisa menangkis semua balasan Nadia, sedangkan Nadhif kaget dan kagum akan keberanian Airin membelanya


"Awalnya aku sudah menyetujuinya agar suamiku menandatangani proyek ini tapi tingkahmu yang melebihi perempuan malam diluar sana membuatku geram dan aku puas dengan keputusan suamiku" Airin mendekat pada Nadhif


"Dan apa kamu bilang aku wanita kampungan, dan bodoh?paling tidak aku lebih terhormat darimu dan aku mampu membuat suamiku berkali kali jatuh cinta padaku, akan kulakukan apapun untuk membuat suamiku jatuh cinta padaku" Airin memegang dagu Nadhif dan menciumnya dengan lembut dan tanpa sadar Nadhif membalasnya tanpa menghiraukan bahwa Nadia masih ada disana, Nadia mengepalkan erat tangannya melihat pemandangan yang membuat hatinya semakin panas

__ADS_1


"Heh kamu bilang lebih terhormat tapi tingkahmu ini sama seperti wanita nakal yang menggoda laki laki" Airin melepaskan ciumannya lalu memeluk Nadhif dengan gaya manjanya


"Tidak masalah buatku jika harus menjadi wanita murahan dihadapan suamiku, lagipula Nadhif suamiku dan aku halal buatnya, jadi ...aku bebas menyentuh dimanapun yang aku mau, benarkan sayang" Nadhif menganggukinya, Airin kembali mencium bibir Nadhif namun hanya sebentar sedangkan Nadia merasa sangat geram dan hanya berdiri mematung melihat sepasang sejoli ini yang sedang memadu kasih


didepannya


"O ya sayang bagian mana yang dipegang oleh perempuan ini, pinggang kamu ya duh kamu mandi gih dan aku akan memesankan pakaian baru " Airin berjalan menuju telp yang ada dimeja dan menekan ext ruangan Andi


"Assalamualaikum...Andi tolong kamu bawakan baju baru untuk suamiku, baju yang dipakainya terkena noda dan aku harus membuangnya" Airin menutup pintu dan Nadia yang merasa kalah telat berjalan kasar meninggalkan mereka yang kembali berpelukan, setelah keluar dari ruangan Nadia menutup pintu dengan kencang


Brakkk....


Suasana didalam ruangan menjadi canggung, tapi itu hanya dirasakan Nadhif tidak dengan Airin


"Gimana kak aksiku tadi, kerenkan" tanya Airin sambil memeluk Nadhif dan mengangkat kepala


"Sekali lagi, kamu mebuatku jatuh cinta padamu" Nadhif memegang dagu Airin dan hendak mendaratkan ciuman pada istrinya itu


ceklek...


"Inii.., maaf..." wajah Andi merah melihat mereka berdua, dan diam terpaku dan menundukkan kepalanya, sedangkan para pelaku hanya bersikap biasa dan acuh lalu kembali kemeja masing masing


"O ya Andi kapan kamu menikahi sahabatku Lina? jangan terlalu lama nanti Lina diambil sama yang lain loh" Ucap Airin sambil memfokuskan pandangannya pada laporan laporan yang tadi ditinggalkannya

__ADS_1


__ADS_2