
30 menit aku menunggu akhirnya mas mas J-food datang jg ...tanpa menunggu lama aku langsung menghampirinya keluar dan mengambil pesanan yang ternyata sudah dibayar sm Nadhif.
aku membawa makanan itu langsung ke dapur dan menyajikan di meja makan, kusiapkan piring dan sendok masing masing aku dan Nadhif jg gelas berisikan air putih. aku duduk dimeja makan sambil menunggu Nadhif turun tak lama aku melihat dia menuruni tangga sambil membawa amplop berwarna coklat dan langsung duduk tepat dihadapanku.
" ini ambilah" dia menyodorkan amplop coklat dihadapanku akupun bingung dan bertanya
"Apa ini kak dan untuk apa kamu berikan untukku?" aku tak berani menyentuhnya sedikitpun
__ADS_1
"Ambilah, itu uang bulanan, sesuai dengan perjanjian aku tetap memberimu nafkah.." "jumlah uang itu hanya 2 juta usahakan cukup untuk satu bulan, aku g bisa kasih banyak kerjaku cm karyawan biasa"ucapnya dengan nada datar
"alhamdulillah...terima kasih kak, InshaAllah aku akan mengaturnya hingga cukup untuk bulan kedepan" ada rasa senang dihatiku, yaa walaupun sikapnya belum baik kepadaku setidaknya dia tidak melupakan tugasnya sebagai suami dan itu berarti dia masih menganggap aku ada.
aku tersenyum dengan mata berbinar dan sedikit air mata ingin keluar dr pelupuk mataku namun aku tahan, kali ini adalah air mata bahagia
Jrebbb... kata kata itu langsung menusuk dan merobek robek perasaanku yang sedikit sudah membaik. piring yang tadinya aku pegang terjatuh dimeja untung saja tidak terlalu tinggi."Astaghfirullah...apalagi lagi ini, kenapa tidak habisnya dia menghinaku, sejijik itukan dia kepadaku, seperti apa aku sebenarnya dimata Nadhif" bathinku sedih.
__ADS_1
" Maa aaf kak klo gitu aku makan setelah kakak selesai makan" akupun menundukkan kepalaku dan langsung meninggalkan meja makan, Nadhif mengingatkanku untuk membawa amplop coklat itu, aku mengambilnya dan langsung berjalan menuju kamarku saat ditangga aku berhenti sebentar rasanya tak kuat aku berjalan rasa sakit akan hinaan, ini membuat kakiku terasa berat untuk berjalan namun aku paksakan hingga masuk kekamarku.
Sesampainya dikamar aku menutup pintu dan langsung jatuh terduduk dibelakang pintu kamar aku menangis sejadi jadinya semua ingatan tentang perlakuan Nadhif kepadaku datang dan melewati pikiranku, aku kembali menangis namun tiba tiba aku sadar dan menguatkan diri untuk berdiri dan berjalan mengambil wudhu dan sholat karna hanya itu yang bisa menenangkan hatiku, aku tidak bisa mengadu pda orang tuaku karna itu pastinya akan membuat mereka merasa menyesal atas perjodohan ini, dan kesedihan dihati mereka. aku hanya bisa mengadu kepada Allah.
selesai sholat perutku mulai meronta minta diisi akupun turun kebawah, saat ditangga aku mengintip kesekeliling apakah masih ada Nadhif atau g...dan alhamdulillah dia sudah masuk kedalam kamarnya. aku langsung menuju meja makan dan makan makanan yang tersisa di meja makan, tanpa sadar aku menghabiskan semua makanan yang ada ...yaa walaupun makanan sudah dingin tapi aku tetap menikmatinya secara aku blm makan dari pagi tadi
semua sudah kubereskan lalu aku kembali keatas mengambil wudhu dan masuk kedalam kamar, aku duduk diatas sajadah sambil berdzikir dan memperbanyak istighfar aku menunggu waktu sholat maghrib yang hanya tinggal 1menit lagi
__ADS_1
Adzan maghribpun berkumandang kutunggu hingga selesai lalu membaca doa setelah adzan dan melaksanakan kewajiban maghribku selesai sholat maghrib aku mengambil al qur'an dan membaca surat Al Ra'd yang kuyakini bisa membuat aku lebih tenang disaat persoalan datang menghampiriku, aku membacanya perlahan hingga adzan Isya terdengar ditelingaku akupun menyudahinya dan menunggu hingga kulaksanakan kewajiban terakhir 5 waktuku dihari ini, selesainya aku merapikan mukena dan sajadah lalu kurebahkan diriku ditempat tidur hingga aku terlelap.