Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Bertemu orang baik 2


__ADS_3

Hanya membutuhkan 5 menit saja mereka telah sampai dirumah pak Juki, tampak dari luar sebuah Gubuk yang tidak besar namun tidak terlalu kecil dan tampak reot.


Pak juki mengetuk pintu dan mengucapkan salam


tok ...tok ...tok...


"Assalammualaikum..."


"Assalammualaikum...bu...ibu..." dengan sedikit teriak (tapi bukan marah ya)pak Juki memanggil istrinya, Airin masih berdiri dibelakang pak Juki namun dengan jarak yang sedikit lebih jauh


krieeet...


Akhirnya pintu pun terbuka, dan seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu, walaupun tanpa make up wanita itu terlihat cantik dan aura keibuannya terpancar jelas diwajahnya


"Waalaikumsalam, maaf ya pak lama bukanya? tadi anak anak sudah tidak bisa menahan lapar, jadi aku tidurkan mereka" ucapnya sambil mencium punggung tangan suaminya, lalu dia memandangku dan tesenyum


"Siap nona yang ada dibelakang bapak?" tanyanya saat melihatku menghampiri pak Juki


"Masuk dulu, kasian nona ini dia sudah kelelahan" Airin ikut masuk kedalam gubuk itu, saat didalam Airin dibuat takjub, walaupun rumahnya bisa dianggap sudah tidak layak lagi untuk dihuni namun semua tersusun rapi dan bersih


Mereka mempersilahkan Airin untuk duduk diatas tikar yang sudah digelar, dan terlihat tempat tidur yang kecil dan kasur usang yang ditempati kedua anak pak juki yang sedang tidur


"Non kenalkan ini istri saya, ibunya anak anak" pak Juki memperkenalkan istrinya padaku


"Sumiati, panggil saja sum non" jawabnya lembut sambil menjabat tanganku


"Saya Airin bu" balasku


"Bangunkan mereka bu, ini ada makanan yang dibelikan nona ini, kasian mereka sudah lapar" ucap pak juki dengan menahan lelah diwajahnya, sesuai perintah suaminya bu Sum membangunkan anak anaknya, lalu bu Juki kedapur mempersipkan piring dan gelas untuk mereka makan termasuk Airin.


Sungguh malang kehidupan pak Juki orang yang baik hati, istri yang sholeha, rajin, dan anak anak yang lucu (itu terlihat saat mereka tertidur pulas), membuat rasa syukur Airin pada sang pencipta menjadi semakin meningkat dia menyadari kalo hidupnya tak sepahit yang dia bayangkan, masih banyak orang orang seperti keluarga pak Juki, mereka kekurangan bahkan untuk makanpun mereka susah dan harus menahan lapar yang luar biasa hingga bapaknya datang membawa makanan untuk mereka


Kedua anak pak Juki yang sudah terbangun menghampiri pak Juki dan Airin

__ADS_1


"Ini anak saya yang pertama, namanya Mira, usianya 7tahun setengah salam sayang sama Non Airin" Mira langsung mengambil tangan Airin dan menciumnya


"Nah kalo yg kecil namanya Dinan, usianya 5 tahun yuk salam juga sm non Airin" sama dengan Mira, Dinan langsung mengambil dan mencium tangan Airin.


"Panggil saya kakak ya..., kak Airin" Airin sangat senang dengan Mira dan Dinanb memang dasarnya Airin penyuka anak anak.


"Mungkin Nona tidak nyaman dengan rumah kami, ya beginilah kondisi kami, o ya hati hati dengan kandungannya semoga menjadi anak yang kuat ya" Airin tersenyum senang dengan omongan pk Juki, sedangkan bu Sum keluar dari ruang sebelah yang juga tidak besar dengan membawa piring, mangkok , gelas dan sendok lalu disusun didepan mereka


Airin membantu bu Sum menyusun semua yang dibawanya tadi dan menuangkan lauk dan nasi yang dibelinya.


"Non silakan makan dulu" pak Juki mempersilahkan


"Silahkan bapak saja, saya sudah makan tadi pak" sebenarnya Airin juga merasa lapar namun dia tidak tega mengganggu kenikmatan dari keluarga pak Juki cukup sudah dia merepotkannya dengan menerimanya dan ditampung dirumahnya.


Airin hanya tersenyum melihat keluarga pak Juki walaupun mereka hidup dalam kesusahan namun mereka selalu bahagia, rasa lapar tidak meruntuhkan kebersamaan mereka, selesai makan pak Juki dan bu Sum kembali berbincang dengan Airin sedangkan Mira dan Dinan bermain didepan kami


"Non maaf bapak sedikit lancang bertanya, bagamana ceritanya non bisa sampai tersesat, Ma saat diangkot saya perhatikan non Airin melamun terus, apa ada masalah, siapa tau ada yang Bisa bapak bantu?" Pertanyaan pak Juki membuat Airin ingat kembali kejadian tadi sore, kesedihan dan kekecewaan menghiasi wajahnya, lalu dengan cepat ditepisnya dan merubahnya dengan senyuman agar tidak membuat pak Juki dan bu Sum ikut merasakan apa yang dirasakan


"Allah sayang sama saya pak, makanya saya dipertemukan dengan orang baik seperti bapak" ucapnya mensyukuri apa yang terjadi


"Apa non Airin sudah menelepon keluarganya, maaf non.. tidak baik non malam malam masih disini, rumah kami hanya beralas tikar, yang ada nanti non Airin sakit kasian anakyang ada dikandunganya" Airin hanya menjawab dengan senyuman dan mengangguk


tok tok tok...


Suara ketukan dari pintu Rumah pak Juki semua saling bertatap pandang dan kemudian memfokuskan kepada Airin, Airin hanya tersenyum dan menggeleng lalu pak Juki berdiri dan berjalan untuk membuka pintu


Krieeet....


"Assalamualaikum...maaf mengganggu pak, apa disini ada wanita yang seperti gambar ini pak?" Nadhif menunjukkan foto yang ada di ponselnya pada pak Juki lalu melihat kearah Airin, Nadhif yang melihat tingkah pak Juki langsung membuka pintu itu lebar dan melihat sosok yang dicarinya


"Airin... " Panggil Nadhif seketika saat melihat Airin, Airinpun yang mendengar suara itu langsung mengarahkan pandangannya dan berkata


"Kak Nadhif..." tapi tidak ada raut bahagia di wajah Airin, hanya rasa kecewa yang masih tersisa

__ADS_1


Pak Juki mempersilahkan Nadhif dan Andi masuk kedalam rumah lalu mereka duduk bergabung bersama


"Kamu kemana aja sayang, g ada yang terluka kan?"Ucap Nadhif yang langsung memeluk Airin lalu melepas pelukannya dan melihat kondisi Airin lalu memeluknya kembali, kali ini pelukannya cukup lama, sehingga semua orang tertawa kecil melihatnya.


"Kak lepaskan aku g bisa nafas ni" ucap Airin yang merasa dirinya sudah mulai susah bernafas karena pelukan Nadhif yang cukup kencang dan seketika Nadhif melepaskan pelukannya


"Eemmm pak Juki dan bu Sum ..perkenalkan ini suami saya Nadhif dan yang disampingnya adalah Andi sodara dari suami saya" Nadhif langsung menyalami pak Juki dan bu Sum bergantian


Mereka pun berbincang mengenai kejadian tadi dan pak Juki menjelaskan bagaimana Aiirin bisa sampai dirumahnya. Nadhif berkali kali mengucapkan terima kasih pada pak Juki dan keluarga karena mereka mau menolong dan menampung Airin yang tidak dikenalnya dan dengan kondisi mereka yang serba kekurangan


Malampun semakin larut dan sebelum berpamitan Nadhif mengatakan sesuatu pada keluarga pak Juki sebagai rasa terima kasihnya


"Maaf nie pak kami sudah mengganggu bapak hingga malam begini, o ya...sebelum pulang saya ingin menawarkan sesuatu pada bapak untuk bekerja pada saya" semua terdiam sejenak bahkan Airinpun juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nadhif barusan


"Ternyata suamiku berhati malaikat, dia mau menolong keluarga pak Juki dengan cara yang berbeda" bathin Airin yang akhirnya meluluhkan rasa kecewa yang didapat dari kejadian tadi


"Maaf tuan bukannya saya menolak tapi saya tidak bisa meninggalkan istri dan anak saya, jarak tempuh rumah saya dan rumah tuan lumayan jauh kasian kalo mereka menunggu saya pulang" pak Juki memikirkan kondiai anak dan istrinya yang kelaparan dan harus menunggunya. Jawaban pak Juki ini memberikan Airin ide untuk mengajak keluarganya tinggal bersama, namun belum sempat Airin berbicara, Nadhif melanjutkan perkataannya tadi


"Bapak tidak perlu khawatir, bagaimana kalo bapak ibu dan anak anak tinggal dirumah kami, bapak bekerja sebagai sopir saya, ibu membantu pekerjaan dirumah dan menemani istri saya dirumah karena saya sering keluar kota dan anak anak bisa bersekolah, nanti semua saya yang urus" ucap nadhif pada pak Juki dan bu Sum


Mendengar perkataan Nadhif, Airin merasa jatuh cinta padanya, pak Juki dan bu Sum pun saling berpelukan dan keluar air mata dari pelupuk mata mereka, lalu pak Juki memanggil Mira dan Dinan dan memeluk mereka. Terlihat kebahagiaan dimatanya air mata yang keluar tadi adalah air mata bahagia buat mereka


Airinpun tersenyum bahagia wajahnya sudah berubah, kini kembali ceria, Airin menggeserkan badannya mendekati Nadhif dan melingkarkan tangannya pada lengan Nadhif, Nadhifpun membalasnya dengan pelukan.


"Baiklah saya anggap bapak setuju dengan tawaran saya, silahkan bapak bersiap siap dan besok siang nanti Andi yang akan menjeput bapak dan keluarga"


"Saya dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih pada tuan dan nona, kalian malaikat yang dikirim Allah buat keluarga kami" ucap pak Juki sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya, lalu Nadhif Airin dan Andi berpamitan pulang.


Akhirnya episode ini selesai juga, terimakasih atas sarannya dari readersku yang selalu setia, terus dukung dan koreksi agar karya ini bisa menjadi lebih baik


Jangn lupa like, coment and votenya ya...


♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2