Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
kabar dari RS


__ADS_3

Satu minggu berlalu masih seperti hari hari saat Airin dirawat kesibukan Nadhif masihlah sama bekerja, berkunjung kerumah sakit untuk memantau kondisi kedua mertua dan adik iparnya yang belum ada kemajuan apapun dan kembali kerumah, beruntung ada keluarga pak Juki yang melakukan pekerjaan rumah hingga Airin hanya fokus untuk merawat baby Najj yang juga ditemani Mira dan Dinan yang sayang pada baby Najj, bahkan saat baby Najj menangis terbangun pada dini haripun Nadhif selalu bangun untuk mengganti popoknya kecuali jika baby Najj ingin menyusu, sebenarnya Airin sudah melarang suaminya itu namun Nadhif kekeh ingin melakukannya karena hal itu juga bisa membuatnya dekat dengan putranya, baby Najj, karena kesibukan yang hampir menyita waktu tiap harinya


Kring...kringg...


bunyi dering ponsel Nadhif, beberapa kali ponsel itu berbunyi namun sang pemilik belum mengangkatnya, Nadhif masih terlelap karena semalam bergadang dengan baby Najj yang bangun jam 2 dini hari dan setelah sholat subuh barulah Nadhif bisa tidur, Airin yang baru keluar dari kamar mandi mendengar dering ponsel suaminya berusaha membangunkan perlahan suaminya itub bukan berarti Airin tidak mau mengangkat meskipun saling jujur Airin juga menghormati privasi Nadhif


"Kak ...bangun ada telp" Airin membangunkan suaminya sambil mengusap pipi perlahan


"Hemmm..." Nadhif langsung mengubah posisinya duduk di pinggir tempat tidur dan mengambil ponselnya yang diletakkan di meja samping tempat tidurn dilihatnya sekilas sontak Nadhif membulatkan matanya tertera ternyata nomor rumah sakit yang menghubunginya


"Apa yang terjadi hingga harus meneleponku sepagi ini" bathin Nadhif yang tiba tiba merasa was was


"Assalamualaikum...ya ada apa dok?" sapa Nadhif saat memulai pembicaraannya ditelp


"Baik dokter secepatnya kami datang kerumaj sakit" Nadhifpun menutup ponselnya dengan raut wajah yang tidak dapat Airin baca


"Kak ada berita apa tentang orang tua dan adikku" tanya Airin penasaran


"Kamu dan baby Najj siap siap" bukannya menjawab pertanyaan istrinya Nadhif malah menyuruhnya siap siap, ada apa sebenarnya, rasa penasaran Airin semakin menjadi, dilihatnya Nadhif yang berjalan kearah balkon sambil menghubungi seseorang, Airin berusaha meredam rasa penasarannya dan bergegas menuruti perkataan suaminya, dia bersiap diri dan menyiapkan baby Najj yang masih mengantuk karena terbangun saat hendak dimandikan

__ADS_1


Setelah semua rapi Airin mencari suami namun tidak ada, saat hendak keluar pintu kamar terbuka dan ternyata suami yang dicarinyalah yang masuk dia menatap Airin lalu mendatanginya mengambil baby Najj menciumnya dan menggendongnya lalu dibawanya keluar kamar dan dititipkan pada bu Sum yang sudah menunggunya diluar kamar, lalu kembali menghampiri istrinya yang tengah duduk dipinggir tempat tidur


Mereka terdiam untuk beberapa menit, Airin menghela nafas dan memulai memberanikan diri untuk bertanya tentang rasa penasarannya yang sudah menyelimuti sedari tadi


"Kak sebenarnya apa yang terjadi, dan mengapa ada yang menganjal dan membuat aku tidak nyaman" Nadhif memegang bahu Airin lalu menghela nafas panjang


"Sayang kamu harus janji sama aku untuk berlapang dada dan harus kuat dengan kabar yang aku beritakan" Airin mengangguk dan airmata Airin mulai mengalir perlahan sudah terbaca apa yang terjadi kesedihan apa yang akan menimpanya, dia meyakinkan dirinya untuk tetap kuat dan tegar seperti janjinya pada suaminya diawal tadi


"Tadi dokter Pandu bilang kalo mama dan papa sudah sadar tapi...." Nadhif tidak sanggup menahan tangisnya rasanya dia tidak sanggup berbicara pada Airin tentang kondisi kedua orang tuanya


"Kak ...kak Nadhif tadi kan yang bilang kalo aku harus kuat, aku sudah kuat kak, kenapa kak Nadhif yang menangis, aku mohon kakak juga harus kuat dan aku tau kabar apa yang akan aku dapatkan tentang kedua orang tuaku" dengan sesenggukan Airin mencoba menenangkan dan juga menguatkan Nadhif


"Maafin aku ya sayang...dokter pandu bilang mama dan papa sudah sadar tapi semua kondisi vitalnya menurun dan hanya bisa bertahan paling lama malam ini saja, dan tadi dokter pandu bilang mama papa ingin bertemu kita" Nadhif dan Airin berpelukan, Airin kembali menangis kencang, merasa tidak sanggup dengan kenyataan yang dia hadapi namun dia sadar bahwa masih ada baby Najj yang baru hadir didunia ini dan orang orang yang mencintainya yang selalu menjadi penguat dan penyemangatnya dan dia juga yakin bahwa Allah memberikan ujian sesuai kemampuan umatnya, ya jika itu terjadi bearti Allah lebih sayang pada kedua orang tuanya dan Airin harus ikhlas menerima semua yang sudah ditentukan oleh sang pencipta


Sesampainya dirumah sakit Nadhif dan Airin langsung menuju ruang ICU diikuti bu Sum yang menggendong baby Najj sedangkan pak Juki menemani Mira dan Dinan menunggu ditaman bermain jika bukan karena permintaan kedua orang tuanya yang tadi disampaikan bahwa mereka ingin melihat Airin, Nadhif dan juga baby Najj


Didepan pintu ICU Airin menghela nafas panjang berulang kali menetralkan hatinya agar kembali tegar dan kuat melihat kenyataan yang menunggunya begitupun Nadhif, setelah memakai jubah yang disediakan Nadhif dan Airin pelahan bersama memasuki ruang ICU Nadhif menggenggam erat tangan istrinya menyalurkan energi untuk menbah kekuatan istrinya dalam menghadapi kenyataan didalam


Setelah mendekat terlihat 2 insan manusia yang sudah terbangun melemparkan senyuman sejuk bahkan sangat sejuk teduh hingga mampu menghangatkan hati sepasang suami istri yang baru saja memasuki ruangan itu, sedangkan sang adik masih setia dengan tidurnya

__ADS_1


"Assalamualaikum...ma...pa.." ucap Nadhif dan Airin bersamaan lalu Airin mencium punggung tangan, pipi dan kening kedua orang tuanya diikuti Nadhif setelahnya mereka duduk berdampingan disamping ranjang kedua orang tuanya tepat ditengah tengah mereka


Disisi lain Mila dan Ramdhan berlari terburu buru masuk kedalam rumah sakit menuju ruang ICU dimana kedua sahabatnya berada, ya setelah mendapatkan kabar dari Nadhif mengenai keadaan kedua sahabatnya Mila dan Ramdhan langsung memutuskan kembali ke Jakarta dan menyerahkan sisa dari urusannya pada sekretaris pribadinya


Saat tiba didepan ruangan yang dituju dilihatnya bu Sum sedang menggendong baby Najj, bu Sum memang tidak berani masuk kedalam karena dilarang oleh sekurity


"Bu Sum kenapa tidak menunggu didalam, masuklah pasti nenek dan kakeknya ingin melihatnya untuk yang terakhir kali, Biar saya yang meminta izin pada sekurity itu"


bu Sum memasuki ruang tunggu ICU mengikuti MiLa dan Ramdhan yang sudah mendapatkan izin masuk kedalam meskipun penuh dengan drama


Sesampainya diruang tunggu ICU terlihat jelas Airin dan Nadhif yang sedang berbincang dengan kedua orang tua mereka ruangan yang hanya dibatasi kaca transparan yang memudahkan keluarga melihat kondisi orang yang dicintainya, Mila tidak bisa menahan tangisnya saat melihat senyum dari para sahabatnya saat mata mereka beradu pandang


****


Assalamualaikum...late lagi upnya..jujur sebenarnya aku ggak sanggup bikin episode kali ini dan satu episode kedepan karena mengingatkan kembali kekondisi papa kemaren hingga Ajal menjemput, sedih dan teringat kembali kemasa masa itu, berulang kali menangis bahkan sampai menunda up beberapa hari


tapi alhamdulillah semua bisa terlewati semoga g mengecewakan ya...


kritik dan saran masih dibutuhkan untuk berkembangnya novel ini jadi jangan sungkan sungkan

__ADS_1


jangan lupa juga kasih vote buat aku biar makin semangat up lagi


Jangan anggap corona sudah berlalub tetap bentengi diri dan keluarga dan selalu jaga kebersihan


__ADS_2