Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Harus ikhlas


__ADS_3

Assalamualaikum... alhamdulillah bisa up 2x


srmoga gak mengecewakan kalian ya


****


"Ma...pa...umma dan abu sudah datang lihat mereka sudah rindu pada kalian dan sekarang mama dan papa sudah kembali jadi cepatlah kalian sehat" ucap Nadhif saat menyadari kalau kedua mertuanya melihat kearah ruang tunggu dan disana sudah ada kedua orang tuanya


"Dan itu baby Najj ma...pa... dia tampan seperti abunya sayangnya tidak ada satu bagianpun yang mirip denganku" Airin memaksakan senyum dibibirnya


"Lihat ma pa baby Najj sangat sehat dia pasti sangat senang bisa melihat kakek dan neneknya" masih menahan senyum yang dipaksakannya sambil meghela nafas panjang


" Aiii..rriinnn..Na...dhif...." terdengar Rafanda memanggil Airin dan keduanya beralih pada sosok ria paruh baya yang terbaring dan masih terlihat tampan itu dengn senyuman yang menghiasi wajahnya


Iya pa.." Airin menggenggam tangan Rafanda dengan erat dipenuhi rasa khawatir


"Maafkan mama dan papa...jaga diri kamu dan adikmu, ikuti apa yang dikatakan suamimu jadilah seorang istri seperti mamamu, yng tidak pernah membantah suamiNya dan menjadi penyejuk disaat suaminya sedang dirundung masalah, karena surgamu kini tergantung pada suamimu, dan kau Nadhif bimbinglah istri dan anak kalian hingga menjadi anak yang berbakti yang bisa mebawa kalian kesurga dan kita akan berkumpul disana" kali ini Airin tidak bisa menahan tangisnya entah seolah air matanya tak ingin menurut dan menerobos keluar tanpa izin dari sang pemilik, begitu pula dengan Ramdhan wajahnya memang tersenyum namun terlihat air mata yang keluar dari pucuk matanya


"Jangan menangis sayang...Hiduplah dengan bahagia dan mama titip Adit adikmu, jaga dan bimbing dia, maafkan jika papa dan mama belum bisa menjadi orang tua yang baik, tapi kami menyayangi kalian, sampaikan salam kami pada cucu kami, dan ikhlaskan kami"


"Airin ikhlas ma...pa... maafkan Airin yang sudah banyak memberi kesusahan pada kalian, Airin janji akan menjaga Adit dan baby Najj akan memgenal dan selalu mengingat kakek dan neneknya" masih dengan tangis yang semakin menjadi


" Nadhif akan jaga mereka, mama dan papa tidak usah khawatir lagi, Nadhif akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi mereka dan menjadi imam yang baik, kami juga sayang kalian ma..pa.." Nadhif dan Airinpun beranjak keluar memberikan kesempatan pada kedua orang tua Nadhif yang sedari tadi menunggu giliran masuk bertemu kedua sahabatnya

__ADS_1


"Ma...pa...Airin pamit Airin sayang kalian, Airin sudah bahagia saat ini Airin ikhlas,...... Assalamualaikum..." Airin memeluk dan mengecup kedua orang tuanya diikuti Nadhif dan mereka keluar dari ruang ICU dan berganti dengan Mila dan Ramdhan yang sudah menunggunya didepan pintu


"Umma...abu..." Airin langsung berhambur dipelukan Mila menangis sesenggukan karena memang dirasa olehnya jika tadi adalah pertemuan terakhir mereka, sedangkan Nadhif berpelukan dengan Ramdhan diapun juga meneteskan airmatanya


"Kalian harus kuat, ini sudah takdir yang diatur oleh Allah dan kita hanya bisa menerima dengan lapang" ucap Ramdhan yang diangguki keduanya seolah energi baru buat Airin dan Nadhif


"Kamu juga sayang tahan tangismu jangan sampai mereka melihat kita bersedih karena itu bisa membuat mereka pergi dengan tidak tenang" Mila mengangguk lalu menarik nafas panjang dan merekapun masuk kedalam untuk bertemu dengan kedua sahabatnya


Airin dan Nadhif berjalan menuju ruang tunggu setelah melepas jubahnya dan menghampiri bu Sum yang menggendong baby Najj


"Sayang...anak umma pintar ya ga nangis" Airin mengambil baby Najj dari gendongan bu Sum mengarahkan pandangan baby Najj kearah kedua kakek neneknya yang sedang berbincang dengan kedua sahabatnya terlihat sesekali kedua mertuanya tertawa, tertawa untuk menyembunyikan tangisnya dan menunjuk kearah kami yang ada diruang tunggu diarahkan baby Najj mendekat ke kaca agar kedua orang tua Airin melihatnya dan benar terlihat senyum dibibir mereka


Airin memposisikan baby Najj berdiri mengarahkan pandangannya kedalam agar terlihat oleh kedua orang tuanya, Airin memaksakan diri untuk tersenyum, begitupun juga Nadhif sedangkan bu Sum hanya memandang iba pada keluarga kecil itu diapun ikut sedih melihat kondisi saat ini


Tak lama kedua mata Airin beralih keluar ruangan, terlihat beberapa dokter dan perawat berlari memasuki ruangan dimana kedua orang tuanya terbaring dialihkan kembali kedalam ruangan dan dadanya seketika dada Airin terasa sesak, kaki yang sudah bergetar kini sudah benar benar tak bisa menopang tubuh Airin beruntung Nadhif dengan sigap menahan tubuh istrinya yang sedang menggendong bayi nya, tanpa disuruh bu Sum mengambil baby Najj dari gendongan ibunya dan langsung membawanya keluar menyusul pak Juki bersama Mira dan Dinan dan tentunya atas instruksi dari Nadhif


Nadhif mendudukkan istrinya dan saat itu juga Ramdhan menggendong Mila yang tengah pingsan keluar ruangan diikuti seorang dokter dan perawat Nadhifpun paham akan situasi saat ini, dan seperti dugaannya seorang dokter keluar ruangan dan menghampirinya, Nadhif berdiri menyamakan posisi dengan dokter tersebut sedangkan Airin makin mengencangkan genggaman tangannya pada Nadhif, dia tidak sanggup lagi untuk berdiri dengan kedua kakinya yang masih bergetar dan terasa lemas


"Bagaimana keadaan orang tua saya dokter" tanya Nadhif meskipun dia tau apa yang terjadi namun dia tetap ingin mendengar langsung dari orang yang berwenang


"Mohon maaf pasien sudah tidak tertolong lagi, saya harap anda bisa berlapang dada menerimanya"


Brughh....

__ADS_1


pandangan keduanya beralih pada suara berasal, dan ternyata Airin seketika pingsan setelah mendengar kabar bahwa kedua orang tuanya sudah tak tertolong lagi, meskipun sudah diketahui diawal kondisi akhir kedua orang tuanya namun tetap Airin tidak kuasa menahan kesedihan mendapati kedua orang tuanya meninggalkannya secara bersamaan


"Dok sepertinya saya selesaikan dulu masalah istri saya nanti saya akan kembali setelahnya" dokter tersebut hanya mengangguk dan kembali masuk kedalam


Nadhif menggendong Airin dengan diantar seorang perawat yang kebetulan perawat yang sama saat mengantar ummanya pingsan dan Nadhif meminta supaya diantar ditempat yang sama


Airin dibaringkan ketempat tidur yang tadi Mila tempati kondisi Airin cukup menyedihkan wajah yang pucat dan mata yang bengkak akibat menangis


Mila yang duduk disofa yang tersedia didalam ruangan, hendak bangkit menghampiri menantunya yang juga pingsan


"Umma istirahat saja" Ramdhan menahan istrinya agar tetap duduk dan beristirahat karena kondisi Milapun tak jauh dari Airin menantunya hanya saja Mila sudah siuman dari pingsannya


Ramdhan menghampiri Nadhif yang terlihat panik dan masih menggenggam tangan istrinya


"Kamu temani istrimu dan umma disini biar abu yang mengurus semuanya" Nadhif menganggu


"Terima kasih abu" jawab Nadhif


"Ini juga kewajiban abu, mereka sudah seperti saudara kita dan abu juga sudah menghubungi Andi untuk membantu kita disini, dan Anto Lia dan Lina sudah dirumah orang tua Airin untuk merapikan hingga siap menyambut kedua jenazah" kembali Nadhif mengangguk dan Ramdhan keluar ruangan untuk mengurus administrasi


"Jaga umma dan istrimu" ucap Ramdhan sebelum meninggalkan ruangan


Maaf ya kalo ada typo, maklum ngetiknya sambil nangis jd agak gak konsen meskipun dah dikoreksi lagi sebelum diserahkan

__ADS_1


tetap jaga diri kalian dan keluarga kalian, karena musibah ini bel berakhir, dan mari kita bersama sama mendoakan agar wabah ini benar benar berakhir....


__ADS_2