
"Maafkan aku Airin semua gara gara aku, hiks..hikss...hiks" untuk pertama kalinya Lia membuka mulutnya dia merasa sangat bersalah pada Airin karenanya Airin mengalami nyeri diperut dan itu bisa saja membahayakan janin yang dikandungnya
"Heii ...kamu tidak bersalah Lia, sudahlah yang penting sekarang kamu baik baik saja" lalu Airin memeluk Lia
"Tapi aku takut terjadi apa apa sama kandunganmu Airin" masih berada dipelukan Airin Lia menyampaikan rasa kekhawatirannya
"Tenang Lia kamu tau kan kalo anakku ini anak yang kuat, jadi jangan terlalu kamu pikirkan ya? Lia maaf bisakah kamu mencerirakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Airin dengan nada pelan, dia takut pertanyaannya ini akan membuat sahabatnya ini kembali mengingat kejadian buruk yang baru dialaminya
"Ya, aku akan menceritakannya" Lia menjawab Airin, ketakutan dan kekecewaannya sudah berubah menjadi kebencian yang besar bahkan rasa cinta yang ada dihatinyapun sirna melebur hingga tak tersisa, Airin bersiap mendengarkan begitu juga para lelaki yang ada dimobil itu
flashback on
3 hari yang lalu saat Lia berada dalam taksi dalam perjalanannya kerumah orang tuanya dia melihat Fadli yang berboncengan dengan perempuan lain, perempuan yang berpenampilan seksi dan cantik duduk dibelakang Fadli dengan posisi memeluk kekasihnya erat, padahal hari itu Fadli berjanji mengantarkan Lia pergi kerumah orang tuanya, namun secara tiba tiba Fadli membatalkan tanpa memberikan penjelasan yang pasti dan akhirnya Lia memutuskan untuk pulang kerumah orangtuanya sendiri naik taksi dan ditengah perjalanan itulah Lia melihat Fadli sedang berboncengan sama perempuan lain dan Lia tidak mengenal perempuan itu, dan Lia berinisiatif untuk mengikuti kemana Fadli pergi
"Pak tolong ikuti motor merah yang didepan itu ya"
"Baik non" pak supir langsung menambahkan kecepatannya dan mengikutinya, meskipun yakin bakalan ketinggalan, dan benar saja
hampir saja mereka kehilangan jejaknya, namun saat berbelok kejalan selanjutnya motor yang ditumpangi Fadli terlihat melambat sehingga memberi kesempatan pada mereka untuk mengejarnya dan melihat Fadli membelokkan motornya kearah hotel yang ada didaerah situ dan Lia penasaran lalu memutuskan untuk mengikutinya, menunggu hingga Fadli dan perempuan itu keluar dari hotel, namun dugaan Lia salah, mereka justru masuk bergandengan dan berpelukan mesra, akhirnya Lia memutuskan untuk mengikutinya masuk kedalam
"Pak tunggu sebentar ya, saya ada urusan sebentar" ucap Lia pada supir taksi yang dia naiki
Sengaja Lia memperlahan langkahnya lalu Lia mengikutinya dan dia kehilangan jejak Fadli, Liapun kembali bertanya pada receptionist nomor kamar yang dipesan oleh kekasihnya itu dengan dalih bahwa dia dan pasangan itu sudah janjian tapi dia tertinggal
"Permisi mbak ada tamu atas nama Fadli samudra cek in siang ini, kebetulan saya sudah janjian cuma saya telat karena jalanan yang macet sedangkan ponselnya tidak bisa dihubungi, dia ada dikamar berapa ya" tak lama petugas itu memberitahukan nomor kamar dimana kekasihnya menginap dengan wanita lain
"Terima kasih ya mbak" Lia merasa bahwa tuhan sedang berpihak padanya, biasanya mereka tidak mudah memberikan nomor kamar pelanggannya yang menginap tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu. Setelah tau nomor kamar yang mereka tinggali, Liapun bergegas kekamar tersebut, saat sampai diketok pintu kamar dan langsung dibuka oleh orang yang ada didalam namun pintu hanya terbuka sedikit, lalu Lia membukanya lebih lebih lebar dan masuk kedalam Lia melihat Fadli yang membukakan kamar tadi berjalan kembali kedalam tanpa melihat siapa yang datang, Fadli dalam keadaan telanjang hanya menggunakan handuk yang memutupi bagian bawahnya dan dari dalam kamar mandi keluarlah perempuan yang sama dengan yang dia lihat tadi ditaksi hanya menggunakan handuk kimono lalu perempuan itu mencium Fadli dan dibalas oleh Fadli hingga kearea yang sensitif,
Mereka tidak sadar jika ada seseorang yang sedang mematung dengan hati yang terluka dan hancur berkeping keping, 5 menit dia berdiri mematung dan pasangan itupun baru sadar bahwa ada orang lain selain dirinya, Fadli mengarahkan pandangannya ke arah orang tersebut, seketika dia kaget mematung dan menyebut namanya
__ADS_1
"Liiiaaa...lia" Lia hanya diam melihat laki laki yang sudah menghianatinya menarik nafas panjang agar airmatanya tak jatuh didepan laki laki busuk itu, sedangkan perempuan itu duduk diatas pinggir kasur tanpa merasa berdosa dan mandang sinis Lia, tidak ada kata kata makian yang dia lontarkan pada pasangan selingkuh itu, lalu tanpa sadar Lia mundur perlahan dan mengatakan 2 kata
"KITA PUTUS" Lia langsung berbalik membuka pintu kamar dan meninggalkan kamar itu berjalan santai seolah tak terjadi sesuatu, namum jangan salah didalam hatinya sudah hancur berkeping keping.
Sejak kejadian itu Fadli berusaha menghubunginya berkali kali datang kekostannya,mengirimkan puluhan pesan namun tidak ada jawaban dari wanita yang sudah di khianati
Lia sengaja menghindarinya bahkan sempat omemikirkan untuk resign dari perushaan ini, namun belum sempat dia mengucapkan apa yang dipikirkan dan belum sempat dia mewujudkan Apa yang dipikirkannya Fadli mendatanginya keruangannya dia menunggu di saat pulang karena dia tahu bahwa Lia akan pulang di saat orang-orang sudah tidak ada, sebenarnya hanya untuk menghindarinya, akhirnya Fadli memaksa untuk berbicara di dalam ruangan awalnya Fandy hanya ingin minta balik dan meminta maaf namun Lia berkata tidak menerimanya
"Li...please maafin aku, aku khilaf" ucap Fadli memohon pada Lia
"Semua laki laki kalo ketahuan selingkuh pasti bilang khilaf, apalagi kamu sudah sampai melakukan hal yang sangat berdosa" Lia berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya, Fadli mengeratkan giginya dan berkata sesuatu yang jauh lebih menyakitkan pada Lia
"Itu semua salahmu, karena kamu aku jadi seperti ini" Fadli dengan gamblang menyalahkan Lia, tidak ada aura penyesalan lagi dimatanya, itu yang Lia lihat sekarang
"Maksudmu apa?"
"Terserah kamu mau bilang aku apa, tapi aku bersyukur tuhan sudah membukakan kebusukanmu, pergilah kamu bersama perempuan itu" Lia membentak Fadli dia merasa sangat muak melihatnya
"Paling tidak perempuan itu bisa memuaskan aku, tidak seperti kamu yang sok suci"
"Pergilah fadli ...aku muak denganmu, nikmati dosa yang sudah kamu lakukan dengannya dan jauhi aku, karena aku tetap dengan keputusanku, tidak akan pernah kembali kepadamu" air mata Lia mulai menetes perlahan
"Kamu gak bisa pergi sebelum aku mendapatkanmu" Fadli mulai mendekati Lia yang mundur saat melihat Fadli mendekatinya hingga dia terkunci di tembok Fadli tersenyum licik melihat posisi Lia dia berusaha mencium Lia secara paksa dan mengunci tangan Lia, Lia memberontak sekuat tenaga dan
Bugghhh...
Lia menendang area sensitif Fadli dan itu membuatnya berhasil kabur dari Fadli, namun belum sempat Lia keluar dari ruangannya Fadli sudah menutup ruangan itu dan menghadang Lia yang hendak keluar
"Minggir Fadli, lepaskan aku, kumohon"
__ADS_1
"Tidak... aku akan melepaskanmu jika aku sudah mendapatkanmu" Fadli mendekat lagi Lia yang merasa terancam mulai melemparkan barang yang ada didekatnya
Brrruuukkkkk....
Prangggg...
Brakkk...
Prak...
Fadli menampar Lia dengan kencang hingga dia tersungkur, lalu dia berusaha memaksa kembali Lia masih berusaha melawannya hingga baju yang dia kenakan koyak dan beberapa cakaran dari Fadli, Lia berdiri dan Fadli kembali menghimpitnya ditembok
"Tolooongggg... tolong"Lia sudah kehabisan tenaga dan berusaha meminta tolong meskipun dia tidak yakin ada orang yang menolongnya karena suasana kantor yang sudah sepi
ceklek...
Brukkk...
Fadli langsung terpental mendapatkan tendangan kencang dari Airin lalu Airin menambahkan beberapapukulan dan tendangan buat Fadli
flashback off
"Bre****k Fadli, aku gak nyangka di bisa berbuat seperti itu pada Lia" Anto kesal mendengar cerita Lia dan tangannya mengepal kencang, rasa kecewa yang sangat dari Anto pada sahabtnya yang sudah ia kenal sejak pertama masuk diperusahaan Nadhif, bahkan Nadhif dan Andi juga merasa iba pada Lia
"Kamu yang sabar ya Lia, aku akan selalu disampingmu" hanya itu yang bisa Airin katakan dia juga masih terlihat syok dengan apa yang didengar dari cerita sahabatnya, merasa sangat sedih dan kecewa pada laki laki yang dia percaya bisa menjaga salah satu sahabatnya, dan tidak mengira jika hal seperti itu dialami sahabarnya
Assalamualaikum...g terasa beberapa hari lagi sudah masuk bulan puasa, pasti selama ini Author tidak luput dari segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, Author mengucapkan mohon maaf lahir bathin ya semoga kita semua bisa menjalankan puasa dengan lancar walaupun ditengah cobaan yang diberikan pada kita saat ini, tetap stay @home and dont go any where if it's not too important
Selamat menjalankan ibadah puasa ya readers
__ADS_1