
Hari ini seperti biasa Nadhif bersiap diri untuk berangkat kerja dengan dibantu istrinya yang sedang memasangkan dasi untuknya, saat ini Airin belum bekerja karena masa cutinya belum habis, Airin memang memutuskan untuk tetap kerja, Airin memutuskan itu karena bentuk rasa tanggung jawabnya dan permintaan Nadhif suaminya yang memang sebenarnya dia ingin selalu bersama istri tercintanya itu, meskipun melalui perdebatan yang cukup lama dengan kedua orang tua Nadhif, dan untuk baby Najj, tentunya akan mereka bawa bersama bekerja, itu bukan hal yang merumitkan karena ruangan Airin yang sama dengan Nadhif dan saat baby Najj tidur sudah ada tempat khusus untuk istirahat
Sebulan telah berlalu dan masih belum ada perubahan pada kondisi Adit adik Airin, dan 2 hari yang lalu saat Airin dan Nadhif berkunjung kerumah sakit mendapatkan berita yang dapat membuat mereka syok untuk kedua kalinya, yaa dokter Pandu bilang bahwa jika hingga akhir minggu ini belum ada kemajuan apapun pada Adit maka mereka harus merelakan orang terkasihnya untuk pergi meninggalkan mereka lagi dan hal itulah yang sempat membuat Airin kembali pingsan saat dirumah sakit
Tak henti hentinya Airin dan Nadhif memohon pada tuhan agar diberikan yang terbaik untuk Adit adiknya, bukan karena Airin menyerah dan tidak sayang pada Adit namun dia hanya berusaha untuk lebih bertawakal karena hanya Allah yang tau mana yang terbaik untuk adiknya, kalaupun Airin harus kehilangan lagi itu sudahlah takdir dan Airin sudah bisa menerimanya
*****
Kriiiinnnggg.... kriiiinnnggg
Suara dering ponsel Airin menggema di atas meja samping tempat tidur, Airin yang sedang tidur disamping baby Najj sedikit kaget karena suara ponsel yang memang sengaja dibuat kencang, dilihatnya layar ponsel dan tertera nama suaminya, segera dia angkat
"Assalamualaikum...iya kak ada apa?" tanya Airin pada suaminya
"Waalaikumussalam...sayang kamu siap siap, aku jemput sekarang ya" ucap Nadhif yang terdengar tergesa gesa
"Tapi bagaimana dengan baby Najj"
"Kamu tenang saja, aku sudah bilang pada umma dan abu sekarang mereka sedang menuju kerumah" jawab Nadhif masih dengan irama yang sama
"Tapii..." belum selesai Airin berkata nadhif sudah memotong kalimat Airin
"Sudah ya sayang ...nanti aku jelaskan sekarang kamu siap siap, dan nanti kita langsung berangkat ya, Assalamualaikum..."
__ADS_1
Nadhif langsung menutup teleponnyan dan bergegas menuju rumah untuk menjemput istrinya
sedangkan Airin masih sibuk dengan pikirannya banyak pertanyaan yang berputar dikepalanya, tentang apa yang terjadi, karena dia tau bahwa suaminy tidak pernah berbicara dengan terburu buru seperti tadi, apa yang sedang terjadi dan kemana Nadhif akan membawanya tanpa baby Najj buah cinta mereka
"Airin kok kamu belum siap siap" Suara panggilan itu membangunkan Airin dari lamunan yang dibuatnya sendiri
"Umma, abu sudah datang" Airin berjalan menghampiri Mila dan Ramdhan lalu mencium punggung tangan mereka
"ya sudah kamu segera bersiap siap karena Nadhif sebentar lagi sampai" ucap Mila sambil berjalan menuju tempat tidur yang diatasnya ada seorang malaikat kecil sedang tertidur pulas disana, wajah sejuk yang membuat setiap orang yang melihatnya merasa tenang, sedangkan Airin langsung bergegas bersiap siap sebelum suaminya sampai dan membuatnya menunggu
Saat Airin keluar dari kamar ganti tak dilihatnya lagi kedua mertuanya juga baby Najj, itu sudah menjadi rutinitas saat kedua mertua Airin datang menguasai malaikat berusia 2 setengah bulan itu dan hanya akan diberikan saat baby Najj haus, Airin berjalan menuju meja rias untuk merapikan dirinya
"Sayang kamu dah siap?" tanya Nadhif yang sudah berada didalam kamar dan Airin hanya mengangguk, Nadhif menghampirinya dan menggandeng tangan istrinya lalu menuntunnya keluar dan berpamitan pada kedua orang tua mereka dan bu Sum
Mereka berdua masuk kedalam mobil dan bergegas melajukan mobilnya kearah yang dituju, Airin masih berputar dengan pikirannya tentang pertanyaan pertanyaan yang masih berputar dikepalanya dilihatnya suaminya yang hanya menunjukan wajah datar semakin tak terbaca apa yang dipikirkan suaminya
Nadhif memarkirkan mobilnya ditempat yang telah disediakan, dia melihat istrinya yang terdiam dengan pandangan kosong kedepan ingin rasanya Nadhif memberitahukan berita bahagia ini, namun dia tahan karena Nadhif ingin memberikan kejutan untuk istrinya
"Sayang yuk keluar kita dah sampai" suara Nadhif membuyarkan Airin dari pikiran pikirannya yang sedari tadi berputar dikepalanya
"Ehh.." Airin sadar dari lamunannya dan bergegas merapikan dirinya dan mrmbuka pintu mobil
Degh...
__ADS_1
"Inikan rumah sakit dimana tempat Adit dirawat" tanya Airin dalam hati, ada ketakutan yang menghampiri dirinya, pasalnya yang dia tau masih ada 2 hari lagi untuk mengikhlaskan Adiknya, namun kenapa suaminya harus membawanya kerumah sakit hari ini, apakah sudah terjadi hal buruk pada adiknya, aahhh entahlah apapun itu jika hari ini Airin masih belum siap untuk menerima kabar buruk lagi walaupun dirinya berusaha mengikhlaskaan semuanya
Langkah Airin terhenti, detak jantungnya berdegub kecang dan dadanya terasa sesak, dia berusaha mengatur nafasnya kembali, kali ini di tidak boleh pingsan dia ingin menjadi wanita yang kuat
Nadhif merasakan tangan istrinya yang dingin dan bergetar, ada rasa bersalah pada dirinya namun dia tidak ingin merusak rencananya ingin memberikan kejutan yang luar biasa untuk istrinya
"Sayang kamu kuatkan" Airin mengangguk
"Atur nafasmu perlahan, bersabarlah sebentar lagi" Airin mengerutkan keningnya memandakan bahwa dia ingin bertanya apa maksud dari perkataan suaminya itu, dan lagi lagi dia tahan, Nadhif menggandeng tangan Airin dan berjalan perlahan menuju ruangan yang dituju
Sesampainya didepan pintu salah satu ruang rawat VVIP mereka berhenti sejenak dan Airin mengatur ulang nafasnya, rasa penasarannya kembali mencuat
"Ruang rawat??bukannya Adit ada di ICCU, lantas kenapa kak Nadhif membawaku kemari, apa jangan...jangan..." bathin Airin, Airin memalingkan pandangannya kearah Nadhif dan pandangan mereka beradu lalu senyuman lebar keluar dari bibir Nadhif
"Yuk kita masuk, sudah ada yang menunggumu didalam" Airin masih belum mengerti apa maksud perkataan suaminya, rasa bingung dan takut membuatnya menjadi tidak bisa berfikir jernih, namun dia hanya mengikuti hingga semua pertanyaan yang ada dikepalanya terjawab
kriieeet....
"Assalamualaikum..." Airin dan Nadhif melangkahkan kakinya kedalam, baru satu langkah Airin kembali menghentikan langkahnya dia tercengang dan tak lama Airin tak mampu menopang tubuhnya meskipun dalam kondisi sadarn kakinya serasa lemas tak berdaya untung Nadhif selalu siaga sehingga dia bisa menahan istrinya yang hendak terjatuh
Airin tercengang, rasa kaget tak percaya dan rasa bahagia bercampur menjadi satu saat melihat sosok yang sedang menunggunya terduduk ditempat tidur pasien dengan tangan yang masih tertancap jarum infus, dia tersenyum lebar kearah Airin
Airin berlari dan langsung memeluk sosok yang sudah sangat dirindukannya, dia menangis kencang, menangis bukan karena sedih tapi rasa bahagia dan syukur yang luar biasa atas keajaiban yang ada, sosok yang diharapkan untuk segera bangun dari komanya dan kini dia sudah berada didepannya dipeluknya, Adik yang dia sayang telah kembali bersamanya....
__ADS_1
Alhamdulillah...bisa up lagi
Terima kasih atas dukungannya...