Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Pertama Kali


__ADS_3

Sesampainya di ruangan kami kembali kemeja masing masing dan kembali menyelesaikan Laporan yang harus kami Buat berdasarkan pada sisa berkas yang ada dimeja...


"Lia aku sepertinya akan lembur, akan kuselesaikan semua rekapan hari ini, biar besok kita tinggal evaluasi dan revisi jika ada kesalahan pada laporan yang kita buat"


"ya sepertinya aku juga akan lembur Airin" ucap Lia dengan mata yang masih menatap pada layar komputer


"Waahhh jadi semangat nie ada teman lembur" balasku pada Lia, dengan segera aku mengerjakan laporanku.


fighting


suasana menjadi hening, hanya suara keyboard yang terdengar diruangan.


"Alhamdulillah...akhirnya selesai juga..." aku berdiri dari dudukku, kurenggangkan badanku kulihat jam ditangan sudah menunjukkan jam 18.50 aku merapikan berkas lalu ku save semua pekerjaanku yang ada di komputer dan ku copy diflashdisk yang ku bawa, aku selalu menyimpan file didua tempat sebagai file cadangan, yang bisa kujadikan back up,


aku melihat kearah Lia sambil merapikan barang pribadiku kedalam tas "ternyata Lia belum selesai" bathinku dan aku menghampirinya


"Kamu belum selesai Lia, ada yang bisa aku bantu" aku menawarkan sedikit bantuan pada


Lia


"Ini dikit lagi dah selesai kok, tinggal final" jawabnya masih tetap fokus dengan laporan yang hampir selesai...


"Ok aku tunggu ya, kita keluar sama sama"


"Ok, Airin...wait ya..." sebentar dia memandangku dengan senyuman senang


ceklek..ceklek..ceklek...


"Finish"..."aaagghhh" lia mengangkat kedua tangannya keatas dan menggerakkan badannya kekanan dan kekiri lalu merapikan yang ada dimeja, dan kitapun berjalan bersama keluar dari ruangan kerja, kami berjalan menyusuri lorang yang tidak terlalu panjang menuju lift.


ting..


pintu lift terbuka dan kami berdua masuk kedalam lift didalam lift aku mengeluarkan hpku dan membuka aplikasi J-motor lalu kupesan ojek ke alamat rumahku, begitupun dengan Lia, diapun juga sedang memainkan ponselnya.


Suasana digedung sudah terlihat sepi hanya tinggal kami berdua ditemani pak security's ditiap lantainya.


"Airin kamu pulang naik apa?"tanya Lia saat kita tiba dipintu depan lobby

__ADS_1


"Aku dijemput ...sm mas ojek online Lia" jawabku sambil tertawa kecil


"Yeee kirain ...bisa aj kamu" diapun ikut tertawa


breemmmm...bremmm bremmm...


tiba tiba sebuah motor berhenti didepan kami b seorang pria tampan mengambil helm dan memberikan pada Lia


"Jemputanku sudah datang Airin..., aku duluan ya" Lia memakai helm yang diberikan tadi dan naik keatas motor dengan posisi duduk menghadap depan dan melingkarkan tangannya di pinggul pria itu,aku termangu melihat sikapnya pada pria itu. Lia hanya tersenyum dan membisikkan sesuatu padaku


"Airin...dia adikku...byeeee" kini Lialah yang tersenyum melihatku mukaku yang memerah karena malu telah salah sangka padanya.


breeemmm...tinn..tinn


1 motor lagi berhenti didepanku, kali ini mas ojek online yang kupesan tadi, setelah konfirmasi nama dan alamat pemesan aku memakai helm dan naik ke jok motor dengan posisi miring, lngsung kami melaju menuju rumahku


Perjalanan yang kutempuh kali ini cukup memakan waktu yang cukup lama...kondisi jalanan saat ini sangat macet.


Jam 20.00 tepat aku sampai didepan rumah, aku turun dari motor, melepas helm dan mengembalikan pada mas ojek online dan tak lupa tips buatnya.


Aku membuka pagar dan masuk kedalam tak lupa kututup kembali, berjalan menuju pintu depan yang ternyata terbuka lebar dan aku melangkahkan kakiku masuk kedalam


"Waalaikumsalam.."


aku kaget mendengar suara yang menjawab salamku, kututup pintu dan kualihkan pandanganku kearah sofa asal suara itu muncul dan ternyata dia adalah Nadhif


"Tumben dia duduk disini, biasanya juga gak pulang kerumah" gumamku sambil berjalan kearahnya dan mengambil tangannya dan mencium punggung tangannya ...yaa itu adalah kewajibanku sebagai Istri, lalu aku membalikkan badanku dan melangkah kearah tangga namun belum aku melangkah Nadhif menahanku dan menyuruhku duduk dikursi


deg deg...deg deg...


"duh kenapa lagi sih, kenapa harus sekarang jantung ini berpacu" bathinku kesal


"Kamu dari mana Airin?kok baru pulang jam segini?" tanyanya pdaku dengan posisi bersandar pada sofa dan memainkan gadgednya.


"Aku tadi lembur kak...banyak berkas yang harus direkap, dan besok laporan itu harus selesai," jawabku datar


"Lembur...bukannya ini hari pertamamu kerja diperusahaan itu?"

__ADS_1


"Iya tapi bukan berarti dihari pertamaku aku g boleh lembur, aku g suka menunda pekerjaan kak , jadi aku selesaikan semuanya tadi"


"Oya besok Umma mau main kerumah dan menginap 1 hari, besok kamu tidur dikamarku"


Deg..


"Baik kak" hanya kata kata itu yang bisa kugunakan sebagai jawaban, detakan jantungku makin kencang, namun ada rasa senang menyelimuti hatiku jika dipikir sepertinya aku sudah mencintai Nadhif, aku tidak berharap banyak, buatku cukup dengan mencintainya dalam diam ...


hufff..... kutarik nafas panjang dan berat agar detakan jantungku ini melemah.


"Kamu sudah makan?" tanya Nadhif yang membangunkanku dari lamunan singkatku


"Belum kak, kak Nadhif sudah lapar, kalo gitu aku mandi dulu baru masak buat kakak"


"Kamu g perlu masak, aku sudah masak tadi dan menunggumu untuk makan malam bersama" kaget aku mendengar kata kata yang dikeluarkankan Nadhif barusan


"apa ini mimpi" aku mencubit pipiku pelan


"aauugghh...sakit, ternyata aku tidak sedang bermimpi" ucapku lirih tapi Nadhif bisa mendengarnya dan dia tersenyum ringan


Nadhif bangkit dari duduknya dan memegang kepalaku lalu diusap perlahan.


"Sekarang mandilah, kutunggu kamu dibawah" kulihat senyum merekah dibibirnya dan itu menambah ketampanannya.


Aku berjalan menuju kamar meletakkan tasku dan langsung mandi


hanya 10 menit yang aku butuhkan untuk mandi lalu aku melaksanakan kewajibnku sebagai muslimah selesainya aku merapikan diri didepan kaca yang biasa aku gunakan untuk berhias


"Apa aku bisa menahan perasaanku pada Nadhif jika dia terus bersikap baik padaku, uhhh kenapa juga dia berubah, walaupun aku senang dengan perubahannya, tapi lebih baik buatku klo dia bersikap jahat seperti dulu, supaya rasa cintaku tidak tumbuh semakin dalam, pasti akan sakit rasanya jika suatu saat dia meninggalkanku....yaa pasti dia akan meninggalkanku apalagi jika dia sudah menemukan wanita yang dia cintai itu, dengan mudah dia akan membuangku" pikiranku melayang membayangkan masadepanku dengan Nadhif dan tak terasa ada aliran air yang keluar dari pelupuk mataku segera aku hapus air mataku dan tersenyum lalu kuambil jilbabku dan turun kebawah


Kulihat Nadhif sudah duduk menungguku dimeja makan dan terlihat semua makanan sudah tersaji diatas meja makan


"Kenapa banyak sekali kakak masak? apa ini gak mubazir, sayang kak jika sisa makanan ini dibuang" kata kata pertama yang keluar dari mulutku saat aku sudah duduk dimeja makan, sambil melihat makanan yang ada di meja makan.


"Ini hadiah buat kamu, karena ini hari pertama kamu masuk kerja, nanti.. sisanya bisa kita simpan untuk besok sarapan pagi tinggal dihangatkan saja"


aku hanya tersenyum senang menerima perhatian Nadhif padaku

__ADS_1


"Mulai besok kamu harus kasih kabar padaku apa saja yang kamu lakukan, dan kamu tidak perlu lembur lagi, aku tidak ingin kamu jatuh sakit nantinya, pasti sangat merepotkan" "heemmm lagi lagi iselalu ada kata kata dari dia yang membuat aku kecewa"


__ADS_2