
3 bulan telah berlalu, dan selama itu pula Adit berada di RS dengan ditemani wanita pujaan hatinya yang setia dan sabar membantunya menjalani segala proses penyembuhan dan terapi
Hasil yang didapatpun tak sia sia, kegigihan dan semangat yang besar dari Adit untuk sembuh dan kesabaran Irena dalam merawat Adit membuahkan satu hal yang luar biasa, yaitu kesembuhan Adit
Jam menunjukkan pukul 10 Adit bangun dari tidurnya yang nyenyak, perlahan dia membuka matanya dan menggerak gerakannya keseluruh ruangan yang sudah ditempatinya selama 3 bulan ini, dia mencari sosok perempuan yang sudah menemaninya selama 3 bulan ini namun matanya tak menemukan sosok yang dicari
"Kemana Irena?" tanya Adit pada dirinya sendiri sambil membenahi posisinya menjadi duduk
Kali ini Adit merasakan ada yang berbeda dengan tubuhnya, semua terasa ringan, tanpa sadar Adit menurunkan kakinya perlahan dan melangkahkan kearah kamar mandi tanpa menggunakan alas pada kakinya
Setelah menyelesaikan keinginannya di kamar mandi Aditpun langsung keluar dan ingin kembali ketempat tidur lagi, namun saat baru membuka pintu dia sudah dikagetkan dengan teriakan Irena
ceklek..
"AADITT..." teriak Irena saat melihat Adit yang keluar dari pintu kamar mandi, tanpa sadar Irena berlari dan merengkuh tubuh Adit dengan kuat
Rasa khawatirnya kini berubah rasa bahagia diiringi tangisan dan makin mengeratkan pelukannya pada laki laki yang dicintainya
"hiks... hiks...hiks....akhir kamu sudah bisa berjalan dit, kamu pulih dit kamu pulih....hiks hiks.." Adit yang mendengar tangisan Irena pun makin mengeratkan pelukannya seakan tak ingin dilepasnya, dan Aditpun memeluk erat Irena
Sudah lama rasanya Adit merindukan pelukan hangat dari perempuan yang sangat dia cintai, perempuan yang pernah meninggalkannya tanpa kabar apapun, namun tak bisa dipungkiri jika rasa itu masih ada dihati Adit hingga mengunci dan tidak memberikan kesempatan pada cinta yang lain untuk masuk ke hatinya
Sudah berkali kali Adit menolak perjodohan untuknya padahal semua calon yang dijodohkan padanya semua cantik baik dari fisik maupun hati, namun tak satupun bisa masuk kedalam hati Adit. yaa.. itulah Adit sosok Pria muda yang tak mudah jatuh cinta dan masih menunggu cintanya yang pernah hilang
"Ahh... maaf kan saya tuan" ucap Irena saat sadar apa yang telah dilakukannya, dan langsung melepas kedua tangannya namun dengan sigap Adit menahan tangan mungil itu agar tetap pada posisinya
"Jangan lepaskan, biarkan seperti ini untuk beberapa menit" Irena kembali memeluk Adit dan memejamkan matanya
tak dipungkiri jika dia juga sangat merindukan kekasihnya itu, hanya karena satu kesalahan yang tak bisa dihindarinya dan itu membuatnya meninggalkan pria baik itu, pria yang sangat dicintai hingga saat ini pun rasa itu tetap ada
Ceklekkk...
__ADS_1
"Astaghfirullah... Adit.." Airin terkejut saat membuka pintu dan melihat pemandangan yang tidak seharusnya
Irena dan Adit langsung melepaskan pelukan mereka, pipi keduanya langsung memerah
"Maaf Nyonya ..saya akan memanggil dokter" Irena menundukkan kepala dan berlalu keluar dengan wajah yang menahan malu
"Ada apa denganku ini, aku terlalu bahagia sampai tak sadar memeluknya" batin Irena dia sadar bahwa perasaannya pada Adit masih belum hilang dia masih mencintainya, Irenapun bergegas menuju dr. Pandu untuk memberitahukan kondisi Adit
Didalam ruang rawat, Adit menggaruk kepalanya, menahan rasa malu sambil berjalan perlahan menuju tempat tidur
Perlahan Adit membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur lalu mengambil ponselnya dan memainkannya tanpa melihat kearah Airin kakaknya
Airin tersenyum melihat tingkah Adit yang merasa malu dengan wajah yang merah
Airin meletakkan buah dan bungkus sarapan yang dibawanya di meja makan yang tersedia lalu menghampiri Adit dan duduk dikursi samping tempat tidur.
"Akhirnya adik kakak sudah kembali pulih" Adit mengambil tangan Airin dan menciumnya dengan wajah yang masih terunduk malu
Adit memegang tangan Airin dan menghapus airmata yang mengalir dipipi kakak tercintanya
"Kak sudahlah ...jangan melihat kebelakang sekarang lihatlah Adit ada disini dan sudah kembali pulih, mungkin itu sudah jalan takdir kita" Adit berusaha menghibur Airin dan mengingatkan bahwa yang terjadi semua adalah takdir yang susudah ditentukan untuk mereka
"Ya... kamu jangan tinggalin kakak ya dit" ucap Airin yang membuat Adit merasa bersalah karena sudah membuat kakak tercintanya sedih
"InshaAllah ...Adit selalu ada untuk kakak, Adit sayang kakak" Adit memeluk tubuh Airin dia merasa bahagia dan bersyukur mempunyai kaka yang sangat menyayanginya ...
"Kak Nadhif kemana kak?" tanya Adit setelah melepas pelukannya
"Kak Nadhif masih dikantor nanti sepulang kerja dia mampir kesini"
Ceklek...
__ADS_1
Pintu terbuka dan tak lama Irena masuk bersama dokter Pandu
"Assalamualaikum...siang nyonya Airin, hallo tuan Adit gimana rasanya ada keluhan tidak" salam dr. Pandu yang langsung dijawab oleh kedua kakak beradik itu
"Waalaikumussalam..." balas Airin
"Waalaikumussalam.. alhamdulillah tidak ada keluhan apapun dok, yang daya rasa hanya bahagia" ucap Adit sambil tertawa kecil
dr. Pandu yang mendengarnya pun ikut tertawa terlihat jelas senyum bahagia diwajah mereka termasuk Irena...
"Alhamdulillah, semua diluar perkiraan, secara medis seharusnya pemulihan tuan Adit paling tidak membutuhkan waktu 6 bulan hingga 1 tahun" dr. pandu memeriksa dengan seksama untuk memastikan apakan ada kemungkinan lain dari pemulihan Adit
"Ini semua karena doa dari orang orang yang mencintai saya dok" ucapnya sambil tersenyum kearah Airin lalu beralih kearah Irena, Irena yang merasa diperhatikanpun langsung menundukkan kepalanya, dia masih malu akan kejadian tadi
"Ya itu benar dek, selain itu semangat juangmu dan juga kesetiaan dan kesabaran Irena merawat Adik kakak yang manja ini" Airin mengerlingkan matanya pada Adit dan seketika wajah Adit memerah begitu juga dengan Irena
dr. Pandu hanya tersenyum melihat kejahilan Airin, namun tetap fokus melakukan pemeriksaan pada Adit
"Saya rasa keajaiban Allah terjadi lagi, semua organ gerak tuan Adit pulih seperti sedia kala, tetapi tuan Adit masih harus dirawat selama 3 hari untuk observasi" dr. Pandu menuliskan sesuatu pada lembar status pasien dan memberikannya pada Irena
"Saya sudah meresepkan beberapa vitamin dan obat untuk tuan Adit" Irena menerima apa yang diberikan dr.Pandu
"Perlu saya ingatkan untuk sementara jangan terlalu memaksakan untuk bergerak secara berlebihan, tetap melakukan terapi hingga beberapa bulan kedepan"
"Baiklah saya undur diri, jika ada yang perlu ditanyakan nyonya dan tuan bisa langsung menghubungi saya" ucap dr. Pandu seraya pergi meninggalkan kakak beradik dan Irena
**********************************************
Assalamualaikum.... alhamdulillah bisa update lagi, berudaha membagi waktu antara pekerjaan dan hobby memang cukup sulit, sedikit demi sedikit author mencoba untuk membuat kelanjutan cerita ini, oya beberapa episode lagi novel ini bakalan tamat...
baca juga novelku yang lain ya...
__ADS_1
Terima kasih buat readers yang selalu setia dan mendukung Novel ini,