Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Kerumah Anto


__ADS_3

Sesampainya dikantor polisi Andi langsung memarkirkan mobil, dan mereka langsung turun bersamaan sebelum turun Anto memberikan jaketnya pada Lia


"Tunggu Lia, pakai ini dan kancingkan, jangan sampai tubuhmu terlihat oleh banyak orang" ucap Anto seraya melepaskan jaketnya dan hanya menyisakan T-shirt dalam warna hitam yang dipakai Anto yang memperlihatkan ketampanannya, Anto bukanlah oeang yang mudah peduli pada seseorang


"Tapi bagaimana denganmu Anto, apa kamu tidak kedinginan?" tanya Lia pada Anto


"Aku laki laki Lia jadi jangan terlalu khawatir, yang penting sekarang kondisimu dulu" mendengar apa yang diucapkan Anto membuat Airin tersenyum kecil dia merasa Anto tanpa sadar mempedulikan Lia tapi bukan sebagai sahabat jika dilihat dari sorot matanya ada kekhawatiran pada Lia


Sesudahnya kami berlima memasuki sebuah ruang dan duduk bersama 2 orang polisi, dimana yang salah satunya bertugas untuk menginterogasi saksi dan korban dan satu lagi sebagai pencatat laporan, disana tak nampak sosok laki laki Ba****an yang berusaha melakukan pelecehan pada kekasihnya sendiri lebih tepatnya mantan kekasih, kini status Nadhif dan Airin adalah sebagai saksi, dan Lia sebagai korban, tak lama pengacara keluarga Nadhif datang dan mendampingi mereka saat mendapatkan pertanyaan seputar kejadian tadi


Disaat Airin dan Nadhif sedang memberikan kesaksian, Anto dengan sabar menemani dan menunggu kami bahkan dia juga menemani Lia disaat kami berdua dipanggil, kondisi mental Lia saat ini sudah terlihat stabil dan bisa menguasai emosinya, setelah semua urusan selesai Nadhif menyerahkan pada Pak Tama selaku pengacara keluarganya dan merekapun memutuskan untuk pulang


Sebelum kerumah mereka mengantar Anto kearah kantor terlebih dahulu karena mobil Anto yang ditinggal dilobby


"Thanks ya bro, dah mo ikut nemenin kami" baru kali ini Nadhif mengucapkan kata terima kasih pada Anto selaku pemuja istrinya Airin tanpa harus dipaksa


"Sip ..itu dah jadi tugasku bro, lagian Lia juga sahabatku" balas Anto saat mereka saling berpelukan satu sama lain


"Oh ya, Lia.. biar aku yang Antar, kalian pulanglah dan istirahat, kasian istrimu pasti sudah capek banget, dan kondisinya sedang hamil bro" masih ada rasa yang tersimpan pada Airin wanita spesial yang bisa mengisi hatinya apalagi sekarang kondisinya sedang hamil, meskipun itu bukan buah cintanya tapi hanya dengan melihat Airin bahagia Anto juga merasa lega dan bahagia karena saat ini Anto sudah mengerti bahwa cinta memang tidak harus memilki, namun dia juga masih belum bisa membuka hatinya untuk wanita lain


Nadhif sedikit merasa tidak nyaman atas perhatian Anto terutama pada Airin yang notabennya adalah perempuan yang dicintainya, namun dia berusaha untuk mengerti karena sebagai lelaki dia juga tau apa yang dirasa Anto saat ini, mencintai tapi tak bisa memiliki


Nadhif membuka pintu mobil sisi Airin dia ingin menanyakan pada Airin tentang ide dari Anto yang ingin mengantarkan Lia pulang, belum sempat dia bicara ternyata Anto sudah membuka pintu mobil belakang tempat Lia duduk, Lia sedikit terkejut


"Li... kamu pulang sama aku aj ya?" Anto memasukkan kepalanya dan berkata didepan wajah Lia


"Eee ...bo..boo...leh Anto" jawab Lia yang gugup karena kaget munculnya Anto yang tiba tiba, Airin yang merasa tidak setuju menurutnya dia masih bertanggung jawab pada Lia dan ingin menemani Lia, dia takut jika tiba tiba Lia menjadi histeris saat mengingat kejadian tadi, yaa hati Airin yang bak malaikat tidak pernah memikirkan dirinya sendiri padahal dengan kondisinya yang sedang hamil butuh extra istirahat


"Tidak Anto, Lia biar sama kita nanti Lia tinggal dirumahku aj untuk sementara" ucap Airin pada Anto, dia memang tidak ingin meninggalkan Lia sendiri

__ADS_1


"Gak papa Airin aku pulang sama Anto aj ya, kamu pasti capek, pulang dan istirahatlah" jawab Lia yang merasa tidak enak pada sahabatnya itu


"Tapi Li..."


"Heeii ...yang mengantarku Anto, Airin..., kamu kenal Anto kan? percaya aku pasti aman dan selamat jika pulang dengannya, dan kamu tidak perlu khawatir, aku bukan perempuan lemah, memang aku syok atas kejadian tadi tapi aku tidak akan terlarut dalam kesedihanku, jadi jangan khawatir karena aku tidak akan berbuat hal yang merugikan diriku sendiri" Lia berusaha meyakinkan Airin agar tidak terlalu khawatir padanya


"Baiklah tapi tolong jangan berbuat yang tidak tidak ingat masih ada Allah dan kita sahabatmu" sebenarnya Airin masih tidak ingin meninggalkan Lia dan menyerahkannya pada Anto, bukan karena tidak percaya pada Anto tapi hati kecilnya menginginkan menjaga Lia, Airin beralih pada Anto


"Anto aku mohon jaga Lia untukku, jangan biarkan dia berbuat yang membahayakan dirinya, aku percaya padamu Anto" Airin memberikan senyuman pada Anto dan itu yang membuat Anto semakin berat akan rasa yang dia pendam, Anto menghela nafas dan mengangguk menyembunyikan rasa cintanya pada Airin yang masih tertanam dihatinya, Lia merasa bersyukur bahagia tuhan memberikan sahabat seperti Airin yangang dengan tulus dan selalu memberikan perhatian pada sahabatnya


Lia dan Airin keluar dari mobil mereka langsung berpelukan terlihat rasa cinta akan persahabatan mereka


"Airin terima kasih sudah menjadi sahabatku, aku bersyukur punya kamu"


"Aku juga bahagia Lia, kamu sahabat baikku sama seperti Lina" Lia dan Airin saling melepaskan pelukan


"Jaga diri baik baik ingat jangan lakukan hal yang membahayaknmu" Lia tersenyum dan mengangguk"


"Thanks ya Anto" Andi yang sedari tadi hnya menjadi penonton ikut berterima kasih pada Anto yang mau mengantarkan Lia


Anto mengajak Lia masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya melaju meninggalkan Nadhif, Airin dan Anto setelah itu mereka juga melajukan mobilnya kearah rumah mereka setelah mengantarkan Andi terlebih dahulu dan pastinya itu atas permintaan Airin


Nadhif keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya, dilihatnya istrinya yang sudah terlebih dahulu mandi sedang memainkan ponselnya diatas tempat tidur dia menghampirinya dan ikut duduk disamping istrinys


"Gimana perut kamu sayang, masih sakit gak?" tanya Nadhif pada Airin yang sedang duduk ditempat tidur sambil bersandar dikepala tempat tidur, sambil memegang dan menciumnya perlahan


"Alhamdulillah...sudah gak sakit lagi kok, mungkin karena tadi aku terlalu emosi jadi kram sebentar aja" Airin tau jika Nadhif sangat menghawatirkan kondisinya karena saat perjalanan menuju rumah setelah mengantarkan Andi, Nadhif berkali kali mengajaknya untuk memeriksakan kandungannya kerumah sakit dan berkali kali pula Airin berusaha menjelaskan pada Nadhif bahwa saat ini kandungannya baik baik saja dan alasan yang kedua karena hari yang sudah larut pastinya


"Kamu yakin sayang..." tanya Nadhif kembali dan Airin memberikan anggukan yang disertai senyuman

__ADS_1


"Tapi besok kita periksakan kandunganmu ya, kamu yang sehat ya nak, abu sayang kalian" Nadhif kembali mencium perut Airin dan keningnya lalu merekapun memutuskan untuk segera tidur karena besok harus kerumah sakut untuk memeriksakan kandungannya


****


Anto melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia melihat kearah Lia, masih terlihat ketakutan diwajah Lia yang coba disembunyikannya didepan sahabatnya, Anto merasa cemas dengan kondisi Lia saat ini ada kekhawatiran jika Lia nekat melakukan hal hal yang membahayakan karena Lia tinggal sendiri dan tidak ada yang mengawasinya, tanpa persetujuan Lia, Anto membawanya kerumahnya


"Anto...ini kita dimana, kenapa bukan kekostan aku" tanya Lia saat melihat mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman luas dan berhenti didepan rumah yang bisa dikatakan mewah, ada ketakutan dibenaknya, takut jika Anto akan melakukan hal yang sama


"Kamu tidak usah khawatir ini rumah orang tuaku, kita masuk dulu ya" Anto menggandeng Lia masuk kedalam rumah,


"Tapi Anto aku akan merepotkan kalian, antarkan aku pulang kekostan aku" Lia melepaskan tangannya dari genggaman Anto


"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri, seperti pesan Airin yang takut kamu akan melakukan hal yang bisa membahayakanmu, aku sudah berjanji padanya, paling tidak disini ada kedua orang tuamu dan beberapa assisten rumah tangga yang menjagamu" akhirnya Lia mengikuti apa yang dikatakan Anto, Lia kagum akan kemewahan rumah Anto, dia tidak mengira jika sahabatnya Anto mempunyai rumah yang besar dan mewah jauh dari rumahnya yang sederhana, selama yang Lia tau Anto orang yang sederhana tidak pernah menonjolkan kekayaannya dan tidak mudah percaya pada orang mereka dekat juga karena Fadli mantannya dan ingin mendekati Airin


"Assalamualaikum...maa paa" salam Anto saat memasuki rumah yang ternyata sudah ada orang tuanya yang menunggu diruang keluarga, dia mencium punggung tangan kedua orang tuanya, kedua orang tua Anto sudah tau anaknya akan membawa Lia kerumah dan sudah menceritakan alasannya membawa Lia kerumah saat Anto menghubungi kedua orang tuanya ketika mereka berhenti disalah satu minimart tadi


"Waalaikumussalam...sudah datang nak" Nisa mama Anto menghampiri Lia dan memeluknya


"Kami cantik sekali, kenalin ya saya Nisa mamanya Anto dan ini papa Anto namanya om Hardi" ucap Nisa setelah melepskan pelukannya dan memegang pundak Lia


"Saya Lia tante, om maaf kalo saya merepotkan" setelah mengatakan itu Lia menundukkan kepalanya


"Tidak ada yang merepotkan bagi kami sayang, kamu sahabat anak tante jadi kamu sudah tante anggap anak sendiri"


"Terima kasih tante" Lia tersenyum kecil


"Sama sama sayang, ya sudah kamu istirahat dulu ya dikamar, ...Anto" Nisa memanggil Anto, dan Anto mengantarkan Lia kekamar tamu


"Sementara kamu disini dulu, jangan cemaskan apapun" Anto membuka pintu kamar, dan Lia memasuki kamar tersebut sebelum menutup pintu Lia mengucapkan terima kasih pada Anto dan dia langsung berbaring ditempat tidur karena tubuh dan pikirannya yang lelah dia dengan cepat terlelap tanpa membersihkan badan terlebih dahulu

__ADS_1


__ADS_2