
Keesokan harinya
Hari ini Airin sudah diijinkan pulang kerumah, kondisi Airin sudah dijelaskan oleh dokter saat visit pagi ini, Kondisi ibu dan janinnya sudah membaik hanya saja Airin dipesan agar jangan banyak pikiran, selain karena ibu hamil dilarang stress, juga karena bekas luka saat operasi yang ada dibagian kepalanya, melepas beban pikiran dan tidak terlalu capek.
Airin dan Nadhif sudah bersiap siap dan Andi sedang menyelesaikan urusan Administrasi, setelah itu kembali kekamar rawat Airin
"Assalamualaikum...gimana dah siap kalian?" tanya Andi sesampainya didalam kamar rawat Airin
"Waalaikumsalam... siap" jawab Nadhif yang diikuti acungan jempol dari Airin
Nadhif membantu Airin turun dari tempat tidur dan berpindah dikursi roda dan mendorongnya keluar rumah sakit, tadinya seorang perawat sudah siap mendorong Airin, namun ditolak, karena Nadhif ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk istri tercintanya, jika hanya mendorong istri tercintanya memerlukan bantuan orang maka bagaimana jika istrinya membutuhkan pertolongan yang lebih besar darinya, itulah yang ada dipikiran Nadhif
Andi sudah bersiap didepan Lobby dengan mobil yang diambilnya terlebih dahulu, menunggu sahabat sekaligus atasannya
Nadhif membantu istrinya berdiri dari kursi roda dan memapahnya kedalam mobil yang sebelumnya tak lupa mengucapkan terima kasih pada perawat yang sudah merawat hingga mengantarkannya pulang, setelah itu Nadhif masuk dan duduk disamping Airin dikursi belakang sepanjang perjalanan Nadhif memeluk Airin sambil mengusap usap kepalanya dan beberapa kali mengecup ujung kepalanya
"Semoga ini terakhir kalinya kamu masuk rumah sakit karena kecelakaan ya sayang, aku tidak mau terjadi apa apa dengan kamu dan kandunganmu" gumam Nadhif merasa sedih karena dia merasa belum bisa menjadi suami yang baik yang bisa melindungi Istrinya, namun terdengan jelas ditelinga Airin
"Ini semua sudah takdir kak, kita tidak bisa melawannya, kita anggap saja bahwa kita sedang diuji sekarang dan ambil hikmahnya kamu sekarang makin sayang dan cinta sama aku dan yang penting sekarang aku sudah pulih kembali, dan besok sudah bisa kerja lagi" ucap Airin yang makin mengeratkan pelukannya pada Nadhif, tapi laki laki yang dicintai ini malah menampakkan wajah yang tidak setuju dengan perkataannya tadi
"Kamu mau bekerja besok?!, kondisi kamu masih lemah sayang, aku g akan izinin kamu kerja jadi mulai sekarang kamu dirumah aja" Airin yang mendengar larangan Nadhif hanya bisa menundukkan kepalanya agar tidak terlihat kesedihannya oleh Nadhif tanpa mengatakan apapun karena Airin tidak ingin melawan surganya sendiri walaupun dia sangat ingin bekerja tapi Airin harus merelakan dan menerima dengan lapang dada, menerima keputusan suaminya, karena tanpa ijin suami apapun yang dilakukan seorang istri tidak mendapatkan keberkahan.
Nadhif merasakan ada yang aneh dan berubah dari sikap Airin semenjak dia melarangnya bekerja, tidak ada bantahan satu katapun dari Airin namun dia tau ada rasa sedih dihatinya karena perkataanku tadi dan Nadhif melihat jelas dari kediamannya saat ini, Nadhif tau bahwa Airin adalah perempuan yang cerdas, dan pekerja keras pastinya larangan bekerja darinya sangat berat buatnya namun dia tidak berani melawan perkataan suaminya, yang membuat Nadhif lagi lagi jatuh cinta pada Airin. yaa Airin adalah salah satu contoh istri dan wanita sholeha (Author jd pengen belajar dari sifat Airin) sesakit apapun yang dia rasakan pasti akan dilakukan untuk suaminya (selama dalam kebaikan ya readers)
Nadhif mengangkat wajah Airin yang sedari tadi bersembunyi didadanya dengan kedua tangannya, dilihatnya wajah cantik istrinya hanya ada senyuman tanpa rasa sedih yang disimpannya dalam dalam dihatinya, namun seorang suami pastilah peka melihat kesedihan seorang istri yang tersembunyi dibalik senyumannya
"Sayang aku tau kamu sekarang sedih dan marah karena aku melarangmu bekerja lagi, aku melakukannya itu karena aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan kandunganmu lagi, aku sangat mencintaimu" Nadhif berkata lembut dan matanya masih mencari cari aura yang ditunggunya aura marah dan kesal, namun tak kunjung ditunjukan hanya senyuman lebar yang dikeluarkan dari bibirnya
__ADS_1
"Baiklah kak aku mengerti" masih mempertahankan senyuman penutup kesedihan diwajah Airin. Nadhif melemparkan pandangan keluar dia memikirkan Airin kedepannya, dipikirannya dia melihat Airin yang bosan dan jenuh hanya berada dirumah dan pastinya itu membuat Airin frustasi dan itu pasti berefek pada perkembangan bayinya Nadhif langsung menggeleng gelengkan kepalanya, dan dia menjauhkan rasa egoisnya
"Kenapa kak? apa yang kakak pikirkan?" tanya Airin langsung saat melihat tingkah aneh Nadhif
"Ok sayang aku tidak akan melarangmu bekerja lagi tapi ada syaratnya, kamu istirahat dirumah selama 3 hari kedepan, pulang dan pergi harus bersamaku atau Andi, dan sahabat sahabatmu, tentunya dengan ijinku terlebih dahulu kecuali fans berat kamu ya.., dan masih ada satu syarat lagi tapi nanti aku katakan saat kamu masuk kerja" Airin hanya tercengang dengan perubahan keputusan Nadhif yang tadinya tidak memperbolehkan namun dalam hitungan menit berubah menjadi boleh, terlihat pancaran kebahagiaan Airin dan itu terlihat jelas dimata Nadhif, begitu juga Nadhif yang ikut merasakan kebahagiaan istrinya
"Semoga saja keputusanku ini benar" gumam Nadhif
****
Mobil sudah masuk dipekarangan rumah, saat hendak memasuki pintu rumah, Airin disambut oleh para sahabatnya Lina, Lia, Fadli dan satu orang lagi yang sempat menghilang yaitu Anto, Anto fans berat Airin yang secara terang terangan menginginkan Airin bahkan didepan suaminya dan dia siap merebut Airin jika suatu waktu suaminya mengecewakannya
"Hemmm kenapa sih dia ada disini sih, lagian tau dari mana kalo Airin akan pulang dari rumah sakit hari ini" bathin Nadhif yang ditunjukan dari pandangan mata Nadhif yang tajam dan ditujukan untuk laki laki yang bernama Anto
"Assalamualaikum...ups .. Astaghfirullah" Airin tersandung saat melewati celah lantai teras dan lantai depan rumah yang terdapat perbedaan tinggi. Melihat kejadian itu Anto siap siaga menangkap Airin, Nadhif semakin mengasah tatapannya dan langsung diarahkan pada Anto dengan melihat tangannya yang memegang lengan Airin, Airin dan yang lainnya memperhatikan tingkah kedua laki laki dewasa yang berperang dalam diam memperebutkan satu wanita sholeha yang memang menjadi idaman setiap pria sholeh lainnya
"Sudah sudah ...kak Nadhif juga, Anto kan mau nolong aku kak, kalo gak ada Anto tadi aku bisa terjatuh dilantai dan gak tau gimana dengan kondisi kandunganku, harusnya kakak terima kasih donk, ya sayang" Airin menyentuh pipi suaminya itu dengan lembut berharap meredakan emosi suaminya itu, Nadhif hanya mengangguk dengan wajah malas begitupun juga dengan Anto
"Terima kasih" Ucap Nadhif malas dan Anto menjawab dengan diam
"Duh kalian ini dah kayak anak TK aj, baikannya yang bener ya, pokoknya aku gak mau ada yang berantem lagi" Airin mengambil tangan suaminya itu dan diletakkan diatas tangan Anto lalu keduanya saling bejabat tangan dan berpelukan sebagai bukti perdamaian
"Sorry ya bro, setelah ini aku harap kit bisa berteman dan bersahabat seperti yang lainnya dan tentunya ingat Airin adalah istriku jadi jangan ganggu dia, karena aku masih belum percaya sama kamu" masih saja Nadhif berkata demikian seolah tak rela istrinya diambil orang termasuk Anto
"Tenang bro, aman kita kan teman tapi ingat juga satu kali Airin dikecewakan aku juga siap merebutnya darimu" kata kata Anto juga tak kalah dengan Nadhif dan itu membuat Nadhif dan Airin melebarkan matanya seketika dan yang lain tertawa kencang dan disusul ketiga orang yang sedang dalam segitiga cinta
Dari dapur sosok laki laki dan wanita paruh baya memperhatikan tingkah laku anak muda ini dan ikut tertawa merasakan kebahagiaan yang sama dia adalah pak Juki dan bu Sum
__ADS_1
"Assalamualaikum..non, alhamdulillah non dah pulang" ucap bu Sum dan disambut kecupan pada punggung tangannyaoleh Airin juga pak Juki
"Waalaikumsalam, bu Sum, pak Juki, alhamdulillah kalian sudah disini, jadi 3 hari kedepan aku gak akan bosan dirumah, o ya adek adek kemana?" tanya Airin saat melihat dikamar tidak ditemukan dua malaikat yang cantik dan ganteng.
"oo Mira dan Dinan sedang sekolah, sebentar lagi mereka dah pulang kok non" jawab pak juki
"Pak jangan panggil saya non, anggap saya anak bapak sendiri ya" mereka berduapun menganggukkan kepalanya
"Saya mengucapkan terima kasih ya non..ee nak Airin dan Nak Nadhif, kalian sudah merubah hidup kami, Mira dan Dinan sangat senang bisa sekolah lagi, entah bagaimana kami harus membalasnya"
"Tidak perlu dibalas pak, dengan bapak dan ibu juga adek adek hidup layak dan bahagia itu sudah cukup buat saya, saya ikut bahagia melihatnya" semakin bertambah rasa kagum para sahabatnya termasuk Anto yang sekali lagi jatuh cinta pada Airin, lalu Airin mengenalkan pak Juki dan bu Sum pada sahabat sahabatnya, walaupun Lina dan Lia sudah mengenalnya.
"Ya sudah makanan sudah siap, lebih baik kalian makan dulu, ibu dah siapin masakan banyak buat kalian" kamipun makan bersama dimeja makan dengan hidangan makanan yang dibuat bu Sum
*Assalamualaikum...pertama saya ucapkan terima kasih buat readers yang masih setia dan selalu mendukungku dalam pembuatan novel ini, dan Mohon maaf jika diepisode ini ada kekurangan dari cerita, karena bikinnya sambil dinas malam š, jangan bosen dan tinggalin aku ya
Masih terbuka buat readers yang berkenan memberi saran dan kritik, dan jangan lupa like juga vote buat aku ya....
semangatku semua berasal dari kalian, setiap lihat ada yang komen disetiap episodenya walaupun gak sebanyak novel novel yang lain tapi itu sudah cukup berkesan buat aku dan semakin menambah semangat dan imajinasiku
tetep stay @home karena itu adalah bentuk peduli dan pertolongan kalian buat para pejuang medis yang sedang berperang
and always
" **Take care yourself and your family"
semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT... Aamiin yaa robbal alamin...,lššššš***
__ADS_1