Rahasia Lain Suamiku

Rahasia Lain Suamiku
Terungkap


__ADS_3

Aku tidak terlalu memusingkan tentang apa yang dengan Andi.


10 menit telah berlalu, aku berkali kali menarik nafas panjang, Andi yang melihatku dari tadi juga ikut menarik nafas panjang, akhirnya dia memberanikan diri berbicara padaku


"Nadhiff...maaf aku g bermaksud, ingin mengingatkanmu pada fanda,..tapi orang orangku sudah berhasil menemukannya, dan ..." belum selesaibaku bicara nadhif sudah memotongnya


"Sudahlah Ndi, aku tidak akan mencarinya lagi, sekarang aku hanya akan memfokuskan diri pada istri dan anakku, aku akan mencintai mereka seutuhnya, dan aku akan belajar untuk melupakannya..."


"Tapi..."


"Sudahlah ndi aku sudah belajar untuk melupakannya, jangan ingatkan aku lagi padanya, aku tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya" ucap Nadhif dengan nada datar dan pasrah.


"Tapi kali ini kamu tidak akan menyesal, lihatlah ini dulu" Andi menyodorkan ponselnya padaku dan menunjukkan sebuah foto yang dikirimkan oleh orang suruhannya.


Aku melihat foto itu dengan tak bersemangat, aku memandanginya sebentar, lalu kualihkan pandanganku ke samping, karena tidak ada respone dari aku Andi pun mengambil ponselnya kembali dan ingin memasukkan ponselnya ke dalam saku, namun tiba tiba dengan segera aku tahan tangannya dan mengambil kembali ponsel itu, lalu aku melihat foto itu kembali


"Aku merasa tidak asing dengan foto ini, siapa dia ndi" kulihat Andi dan dihanya tersenyum padaku dan berkata sesuatu


"Kalian memang ditakdirkan berjodoh Nadhif" senyumnya mengembang dan dia mengambil ponsel yang aku pegang, namun kuambil kembali, dan aku melihatnya sekali lagi, kuingat ingat dan akhirnya aku benar benar ingat


"MasyaAllah Andi, benarkah inii..." aku kaget dan menutup mulutku dengan tanganku, aku tak sanggup bicara lagi, lalu aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan berpangku pada kakiku.


"Bo***bo***bo*** kamu Nadhif, Naif kamuuu....aarrgghh..."


"Aku telah menyakiti orang yang aku sangat cintai, selama ini aku dibutakan cinta yang hilang, dan tak mau melihat bahkan mengenal siapa orang yg ada disampingku"


"Orang yang selama ini aku cari cari ternyata ada disampingku, dan jahatnya aku telah memperlakukan dia dengan hina, bahkan sampai hampir kehilangan nyawanya" aku menangis sejadi jadinya, rasa bahagia yang seharusnya ada menjadi rasa sesal yang begitu besar bahkan mungkin aku tak bisa lagi memaafkan diriku, aku siap menerima hukuman apapun.


kuangkat kepalaku dan menatap dalam Andi


"Ndi, Fanda adalah Airin..." aku kembali menangis, Andi memelukku erat


"Nadhif...ingat penyesalan selalu ada diakhir cerita, tapi sekarang bukan akhir ceritamu, ini baru awal kisahmu, rajut kembali dengan benang benang cinta dan kisah indah nantinya, bangkitlah dari keterpurukanmu, dan berjuanglah menebus kesalahanmu padanya"

__ADS_1


Apa yang dikatakan Andi membuat aku tersadar kembali, dan mengembalikan semangat hidupku.


"Pertama bersujudlah pada Allah, minta maaflah dengan tulus, luapkan semua keluh kesahmu, mohonlah sekali lagi kesempatan untuk memperbaiki diri, dan untuk kepulihan istri dan anakmu" sekali lagi Andi memberikan nasehat membuatku bangkit kembali.


Aku langsung bangun dari dudukku, Andi melihatku dengan bingung dan bertanya padaku


"Mau kemana kamu?"


"Aku mau sholat ndi" lalu kulanjutkan langkah kakiku untuk mengambil air wudhu lalu sholat.


Aku dan bergegas kembali kerumah sakit, ingin melihat dan menemani Airin. Sesampai di rumah sakit Andi mengarahkanku keruangan Airin


"Airin dirawat diruang intensive VVIP, dilantai 5" aku mengikuti kemana Andi berjalan, kami berdua berjalan dengan langkah kaki yang lebar sehingga mempercepat langkah kaki kami


Didepan pintu kamar tertera nama


Khairin Hawwa Rafanda kusentuh nama itu dan pelupuk mataku berusaha membendung air mata yang memberontak ingin keluar dan alhasil beberapa tetes telah berhasil keluar. Andi hanya berdiri dibelakangku


Suara pintu terbuka dan umma kaget melihatku


"Nadhif...kenapa berdiri disitu, tidak langsung masuk" aku tersadar dan menyalaminya diikuti Andi


"Assalamualaikum umma, bagaimana kondisi istri dan anakku" keluar lagi beberapa tetesan kali ini sedikit lebih banyak


"Waalaikumsalam..." umma hanya bingung melihatku dan aku masuk kedalam langsung duduk disamping Airin yang tidak sadarkan diri.


"Assalamualaikum..umma"


"Waalaikumsalam, kenapa dengan Nadhif Andi?matanya terlihat bengkak, apa dia menangis sedari tadi"


"InshaAllah, Nadhif siap menceritakan semua pada umma hari ini.


Andi dan umma masuk kedalam, andi meletakkan baju yang kubawa, dilemari yang ada diruangan lalu menyusun perlengkapan mandiku rak kamar mandi.

__ADS_1


"Andi istirahatlah dulu disofa itu, kamu pasti lelah" Andi mengangguk lalu menjatuhkan diri disofa.


Umma mengambil kursi dan mendekatiku lalu umma bertanya padaku


"Nak ada apa denganmu, jika berat bisa kamu ceritakan pada umma, supaya bebanmu lebih ringan, umma siap mendengarnya" aku menundukan kepala dan lagi lagi air mata ini tidak mau bertahan, umma memegang tanganki dan memelukku


"Menangislah...jangan kamu tahan, jika kamu sudah siap, umma ada disini" umma selalu tau jika aku mempunyai masalah dan selama ini ummalah tempat aku bercerita dan melepas keluh kesah.


"Umma Nadhif berdosa pada Airin, umma tau kan cinta pertama Nadhif" umma melebarkan sedikit matanya dan menghela nafas panjang


" Selama ini Nadhif masih mencarinya, dan Nadhif juga memperlakukan Airin dengan jahat terutama di awal awal pernikahan kami, bahkan sebenarnya ada perjanjian tertulis yang Nadhif buat, ..bla...blaa...bla..." aku menceritakan semua apa yang terjadi selama ini, sesekali umma menundukan kepalanya dan telihat raut wajah kesedihan dan penyesalan


"Hingga kemarennn Airin pulang dengan kekecewaan terhadap Nadhif, Nadhif belum sempat minta maaf, dan Nadhif belum tau kalo Airin sedang mengandung"


umma masih memegang tanganku erat, tetesan airmata juga mengalir dipipinya


"Dan apa yang membuat aku sangat menyesal umma, Fanda yang selama ini aku cari adalah Airin istriku"


Umma menangis sebentar lalu ditariknya nafas yang panjang


"Nadhif...umma minta maaf" aku bingung dengan permintaan maaf umma, terasa tetesan hangat jatuh di tanganku, lalu umma melanjutkan kalimatnya


"Umma sudah tau kalo Airin adalah fanda, saat itu kamu pernah bilang jika Fanda adalah perempuan yang sangat kamu cintai dan hanya ingin menikah dengan dia, umma menyuruh seseorang untuk mencarinya dan secara kebetulan fanda adalah anak dari sahabat mama saat kuliah, akhirnya mama datang kerumahnya, awalnya umma hanya ingin bersilahturahmi tapi saat umma bertemu dan melihat Airin walaupun hanya sekilas umma juga jatuh hati padanya dia sopan baik dan cantik, umma merasa kasian dengan kisahnya dan saat itu umma berpikir bahwa kalian adalah jodoh dan langsung menjodohkan kalian" sejenak ia berhenti


"Fanda adalah panggilan saat SMA, hanya teman teman SMAnya saja yang memanggilnya seperti itu, termasuk kamu"


"Umma tidak pernah berfikir jika kamu akan memperlakukan Airin seperti itu, umma sengaja tidak mengatakan siapa Airin karena umma yakin kalian berjodoh dan kamu akan sadar bahwa Airin adalah Fanda, kalo seperti ini jadinya ummalah yang salah"


"Maafkan umma Nadhif, tidak seharusnya umma merahasiakannya darimu" umma hanya menunduk dan memengang tanganku dengan erat, erat sekali


"Umma gak salah, jika Nadhif menerima Airin dengan lapang dada pasti Apa yang umma inginkan terjadi, tp karena Nadhif sudah terlalu buta dengan cinta Nadhif tak melihat semua petunjuk tentang Fanda pada Airin"


" Sekarang Nadhif akan membayar semua kesalahan pada Airin, Nadhif akan memberikan segalanya bahkan nyawapun akan Nadhif berikan.

__ADS_1


__ADS_2