Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Keluarga Del Cano


__ADS_3

Aksa adalah tipikal pria pendiam, dia lebih menyukai gunung dari pada laut, dia juga pria yang dingin dan cuek, tetapi tidak tau mengapa bersama Raina, dia seolah bisa menjadi pria yang manis, membuat Raina selalu salah tingkah jika berada dekat dengannya.


Sementara Raina sendiri adalah tipe perempuan yang cekatan, dia merupakan gadis periang tetapi hanya dengan beberapa orang yang memang sudah dekat dengannya, hanya saja jika bersama Aksa, rasa insecure lebih dominan dari pada bahagianya, hingga membuatnya menjadi gadis pendiam.


Diam-diam Aksa mencari tahu tentang Raina, latar belakang Raina membuatnya ingin membantu gadis itu menemukan keberadaan orang tua kandungnya, meskipun tidak ada satu pun petunjuk yang bisa dijadikan kunci untuk mencari keberadaan orang tua kandung Raina.


"M-mas Aksa... " Tubuh Raina membeku saat satu kecupan mesra mendarat manis dibibirnya yang bahkan masih belepotan saus pedas. Aksa tidak bisa menahan dirinya, melihat bibir kecil Raina yang belepotan saus pedas itu membuatnya gemas, hingga tanpa sadar dia melakukan hal itu.


"Maaf Rain, a-aku... "


Aksa tidak bisa melanjutkan ucapannya, rasa grogi dan juga malu, karena dia tidak menyangka jika ternyata Raina akan bereaksi demikian, membuatnya mati kutu dan membeku.


Keduanya menjadi salah tingkah, hingga salah satu pria yang berada ditenda sebelah meminjam pemantik untuk menyalakan pemanggang, karena ternyata pemantik yang dia bawa tidak berfungsi.


"Saya pinjam sebentar ya mas?"


"Iya mas pake aja,"


"Makasih ya mas"


Aksa hanya mengangguk menanggapi ucapan pria itu. Dia segera membereskan pemanggang miliknya kemudian mengajak Raina untuk bersiap berjalan-jalan disekitar tenda sebelum pulang, karena Aksa harus kembali ke Korsel siang nanti.


"Beneran mas Aksa mau pulang jam 1 siang ini?"


"Iya Rain, mengapa? Apa kau tidak ingin jauh dari ku?"


"Bukan begitu mas, hanya saja ternyata merindukan seseorang yang kita cintai dan sedang menjalin hubungan dengan kita itu ternyata lebih indah, dari pada merindukan seseorang yang kita cintai tapi kita tidak ada hubungan apa-apa, itu hanya menyesakkan, menumpuk rindu tanpa kepastian itu sangat menyiksa"

__ADS_1


Ungkap Raina tiba-tiba membuat Aksa terdiam mencerna kalimat yang baru saja keluar dari bibir manis wanita yang dia cintai.


Nyatanya setelah dia pikir ulang hal itu, memanglah benar, saat dulu dia selalu merindukan Raina dalam keadaan Raina tidak menjadi miliknya, seolah setiap hari dia merasa tercekik dan tidak ingin mengingatnya, karena hanya rasa menyakitkan yang dia ingat dari hubungan ini.


"Kau benar Rain, merindukan seseorang yang sudah jelas merindukan kita sebaliknya ternyata lebih indah, karena setidaknya kita punya harapan untuk bertemu, jadi membuat kita menanti saat itu dengan bahagia"


Raina tersenyum lebar disertai anggukan kepala mantap mendengar kalimat Aksa, dia kemudian tertawa, teringat saat dengan konyolnya menangisi Aksa yang dia kira menghianatinya.


Aksa meraih kedua jemari Raina, menggenggamnya erat, menatap dalam netra coklat pekat Raina, di sana terselip kebahagiaan melalui pancaran matanya, Aksa meraih anak rambut yang dengan lancang menutup mata Raina, menyelipkannya kebelakang telinga sembari berkata.


"Apa pun yang terjadi tolong jangan tinggalkan aku Rain, aku tidak akan mungkin meninggalkan mu Rain, ingat kata-kata ku ini jika suatu saat terjadi hal buruk yang belum tentu kebenarannya hem?"


"Aku tidak bisa berjanji untuk hal ini mas, sebagai usaha ku mencintai mu, aku akan berusaha memahami mu sebisa yang ku lakukan."


Aksa tersenyum mendengar jawaban Raina dia beranjak berdiri dan meraih tangan Raina untuk membantunya bangun dari duduknya, "Baiklah kalau begitu kita berkemas dan ku antar kau pulang Rain."


.....


"Sayang kenapa kau sibuk sekali akhir-akhir ini bahkan tidak punya waktu untuk ku dan kedua anak kita."


Panggilan mesra dari wanita berumur tiga puluh tahun itu membuat sang pria menoleh sembari tersenyum kearah sang istri.


"Sorry honey, Adik mu belakangan ini membuat ku menyita waktu lebih banyak berada dimeja kerja."


"Aksa? kenapa dengan dia kak?"


"Dia memintaku mencari tahu perkembangan terkini mafia Rusia yang beberapa bulan lalu membeli persenjataan dari kita sayang."

__ADS_1


"Hah? untuk apa Aksa meminta itu? apa daddy tahu hal ini? apa dia terlibat masalah besar dengan mafia itu kak?"


"hey woa woa... pelan-pelan, bertanyalah satu persatu, tapi tak apa akan ku jawab. Yang pertama aku tidak tahu untuk apa tapi sepertinya untuk urusan bisnis, yang kedua daddy sangat tahu tentang ini, bahkan dia yang meminta secara langsung pada ku untuk mengawasi gerak-gerik Aksa jika saja nanti dia salah melangkah. Yang ketiga, sepertinya sebentar lagi terlibat tapi untuk urusan bisnis, tenang lah Alexander Avram bukan orang yang akan menghabisi orang lain tanpa alasan yang benar-benar fatal."


Ucapan Allessandro membuat Cheyra semakin terbengong, itu artinya sang adik akan terlibat kerja sama dengan mafia rusia itu.


"Apa kah tidak sebaiknya dibatalkan saja sebelum terlalu jauh? aku terlalu takut Aksa tersandung dan akan membuatnya terjatuh."


"Tenanglah Cie, aku akan pastikan dia tidak bisa menyentuh Aksa seinci rambutnya pun, jika hal itu yang kau takutkan sayang."


"Aku hanya terlalu khawatir, dia tidak dibesarkan dengan mengenal dunia hitam seperti mu sejak kecil, jika dia salah melangkah dan dianggap menentang oleh mafia Rusia itu, dia pasti tidak dalam keadaan baik-baik saja kak."


"Aku tau, tapi ingat siapa ayah mu Cie, kau yang seorang wanita pun mampu mengimbangi ku, meskipun daddy tak pernah mengenalkan mu pada dunia hitam, tapi nyatanya kau mengetahui lebih dari pada yang ku bayangkan. Apa lagi dia Aksa adik mu seorang kaki-laki Cie, dia bukan anak polos yang terlalu menurut pada kedua orang tua mu, dia hanya anak yang mencoba berbakti pada kedua orang tuanya seperti yang diajarkan oleh mommy mu sayang."


Cheyra mengangguk patuh pada sang suami yang sudah membersamainya sejak 11 tahun lamanya, meskipun selama ini perjalanan hidup dan cintanya dengan Allessandro Del Cano tidaklah mudah, meskipun dia anak dari Dennison Allarick Lee, tetapi sekarang dia sangat bersyukur memiliki suami seperti Allesandro yang sangat mengerti keinginannya tanpa dia harus banyak bicara.


"Mom dad, what are you doing?"


Seketika tautan bibir kedua pasangan suami istri itu terhenti saat sang princes Del Cano membuyarkan momen romantis yang terjadi sore ini tepatnya ditaman belakang mansion mereka.


Kedua pasangan suami istri itu seketika tertawa karena aksi mereka dipergoki oleh anaknya sendiri. "Hei princes Daddy, Dimana kakak mu? apa dia meninggalkan mu berkuda lagi hem?"


"No, Arick sedang memberi makan jaguar kesayangannya dad, aku bosan mengikutinya, dia tidak mau bermain boneka bersama ku." Jawab gadis kecil itu, sontak saja membuat Cheyra dan Alle tertawa terbahak-bahak karena Arick tentu tidak akan mau bermain boneka, terlebih lagi dia seorang anak lelaki.


......... Bersambung .........


Malam gengs... aku Up mleman trus ya gpp kan ku usahain bgt Up tiap hari ini... jangan lupa ksih comen donk biar semangat. Sad bgt rsanya klo comen cuman beberapa doang â˜šī¸â˜šī¸đŸ˜ŖđŸ˜ŖđŸ˜“đŸ˜“đŸ˜­đŸ˜­đŸ˜­

__ADS_1


__ADS_2