
Siang ini, cuaca diluar terlihat terik, lalu lalang para pejalan kaki, baik touris maupun warga lokal yang terlihat tengah melakukan aktifitasnya, meskipun siang ini matahari terlihat sempurna, namun tak menyurutkan langkah setiap orang untuk tetap beraktifitas. Tak terkecuali dengan wanita muda berusia dua puluh tahun yang terlihat tengah duduk di meja kerja, dengan tangan memegang pensil dan di depannya terletak kertas dengan goresan pensil yang membentuk sebuah sketsa gaun pengantin. Meskipun belum terlihat sempurna karena jemari lentik itu berhenti menggoreskan pensil ditangannya.
Netra cantiknya asik melihat lalu lalang kendaraan dibawah tetapi tatapan matanya terlihat kosong, meskipun begitu, berbanding terbalik dengan isi kepalanya yang terasa penuh, bahkan dia terlihat berulangkali menghela nafas panjangnya.
Iris coklat itu terlihat sendu benaknya berkecamuk, antara senang, sedih, bingung dan marah. Tetapi dia sama sekali tidak bisa melakukan apa pun untuk seseorang yang bernama Asahi itu. Bahkan seperti apa sosoknya saja, dia tidak tahu. Mendengar namanya pun baru saja saat Aksa mengatakan hal itu setelah shalat subuh tiga hari yang lalu.
Ya, sesuai dengan apa yang sudah dikatakan oleh kedua orang tua dan mertuanya, bahwa meskipun mereka telah menikah, tetapi dia harus tetap hidup sendiri-sendiri, seolah belum memiliki ikatan apa pun pada Aksa. Saat ini suaminya itu tengah berada di negara kelahirannya di Korsel, sementara dia tengah duduk di meja kerjanya di galery sekaligus rumah mode yang baru beberapa hari itu launching di kota Moscow.
"Siapa kau sebenarnya? aku tak pernah mengenal mu, tapi mengapa kau membuat hidup ku rumit. Apa tujuan mu yang sebenarnya? aku yakin jika ada hal lain yang sedang ingin kau capai." Ucapan yang keluar dari bibir mungil Raina itu seolah hanya igauan saja. Tetapi sungguh itulah yang saat ini dia pikirkan.
Lamunannya buyar saat ponsel pintarnya berbunyi nyaring, ponsel dengan nada dering grup boy band asal negri Korsel favoritnya. Sengaja dia tak langsung menjawab panggilan itu, bahkan terkesan membiarkan, karena memang nada dering itu merupakan lagu favoritnya. Raina tampak memejamkan mata, bibirnya mengulas senyum manis menikmati ring tone favoritnya.
Setelah satu kali panggilan berhenti, pada panggilan berikutnya dia segera meraih ponsel keluaran terbaru itu, membaca dengan seksama nama yang tertulis dalam layar ponselnya. Disana terlihat jelas tertera tulisan 'Hubby' senyumnya kian melebar.
Hubby, nama pada ponselnya merupakan ulah dari Aksa yang beberapa waktu lalu mengutak atik ponsel Raina, awalnya dia berpikir mungkin sang suami hanya mengecek ponselnya saja, seperti yang dilakukan kebanyakan pasangan suami istri diluar sana. Terapi setelah Aksa meninggalkan mansion tiga jam berikutnya dia baru sadar jika Aksa telah merubah namanya pada ponsel Raina.
Hal kecil yang sudah sangat bisa membuat seorang Raina tersenyum lebar saat menyadari betapa bucinnya sang suami padanya.
"Assalamualaikum Mas..... "
__ADS_1
"............. "
"Hem.... sedang membuat sketsa gaun pengantin, kenapa?"
"............ "
"Di rumah mode Mas, Mas Aksa sendiri lagi ngapain?" Bibir Raina tak henti mengulas senyum, tangannya sudah beralih mencorat-coret lembaran kertas kosong didepannya. Seolah salah tingkah dengan perlakuan Aksa padanya.
"Iya, aku tahu Mas, aku juga kangen, tapi kita harus mengikuti kesepakatan para orang tua." Raina menghela nafas lelahnya. Hanya ini pembahasan yang selalu tidak pernah ada ujungnya selama tiga hari mereka berpisah.
Menanyakan kabar, mengatakan Rindu, meski begitu keduanya harus LDR dengan dipisahkan pulau. Beruntung Aksa bukanlah tipe pria yang ambekan, hingga Raina tak perlu susah-susah membujuknya.
Meskipun tidak bisa bersama, tetapi Aksa selalu menyempatkan diri memberikan kabar pada Raina, dan saat malam tiba dia akan melakukan panggilan dengan vidio call. 'Ah... ternyata srperti ini rasanya pacaran dengan pasangan halal' Batin Raina sembari tersenyum cerah.
..........
"Gunakan waktu mu dengan baik, aku mencium sesuatu yang janggal saat ini." Ucapan pria dengan perawakan besar, meskipun tidak tergolong memiliki tinggi seperti model, tetapi untuk ukuran orang jepang, dia bisa dikatakan tinggi. Pria yang berusia empat puluh tahunan itu mematikan cerutunya di asbak yang terbuat dari tanah liat yang bentuk katak.
"Baik tuan, anak buah kita sedikit kesulitan karena nona, memiliki pengawal pria tambahan sejak tiga hari yang lalu." Jawab sang asisten dengan wajah menunduk.
__ADS_1
"Maka kau harus lebih pintar dan jeli dari pada para pengawal Raina yang hanya bertambah jumlah lima orang saja." Asahi menjawabnya seolah dia sudah mengetahui gerak gerik Raina. meskipun sebenarnya dia juga merasa geram.
"Entah apa masalah tuan Alexander dan Dimitry, sehingga dia menambah jumlah pengawal." Jemari Asahi bergerak mengurut pelipisnya yang terasa pusing itu.
"Saya rasa pengawal barunya merupakan anak buah terbaik yang dimiliki tuan Alexander. Terbukti dari mereka hanya beberapa orang yang memegang pistol glock 17. Aku yakin mereka memanglah pasukan elit milik tuan Alexander Avram.
Dia terus memandangi ponselnya yang menampilkan sosok wanita berhijab dengan tubuh mungil, sedang tersenyum menatap salah satu koleksi tanaman miliknya.
"Kau terlalu cantik jika hanya ku jadikan pemuas ku. Aku tahu aku gila dengan terobsesi pada wanita yang bahkan menutup semua tubuhnya. Tapi entah mengapa hati ku sangat menginginkan mu." Ucapnya pelan dengan penuh penekanan.
Pria dengan leher bertato scorpio, serta dibagian dadanya yang jika dia membuka baju, maka akan terlihat berbentuk tato kapak dan clurit didadanya.
"Gadis kecil yang bahkan usia mu hanya separuh dari usia ku, tapi entah mengapa junior ku selalu menginginkan mu." Ya, disetiap dia memuaskan diri dengan para wanitanya, pria itu selalu membayangkan jika dia tengah bersama dengan Raina. Terdengar gila memang, tetapi begitulah pria bernama Asahi ini.
"Tunggulah sayang, aku akan segera melamar mu dan kita akan bertemu dalam waktu dekat. Aku sudah tidak bisa lagi bersabar untuk mu." Ucap Asahi dengan seringai yang terlihat mengerikan bagi para bawahannya.
........ Bersambung ..........
Malem All... maaf ya telat mulu... Mata ku bener-bener minta merem terus.. 😞😞😞 jangan lupa vote, like n comen yaa... makasih....
__ADS_1