Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Hadiah Untuk Ananta Atmaja


__ADS_3

Siang ini Dimitry pulang ke Rusia seorang diri, dia gagal membujuk Raina, yang seakan tidak ingin ikut bersamanya, dia membuka jurnal di tablet pintar yang dipegang oleh Lita, di sana tertulis detail, mulai dari kapan dan dimana Raina menerima job, serta apa saja yang dipesan oleh para costumernya.


Dalam minggu ini, jadwal Raina benar-benar full, membuatnya harus menjelaskan dengan tegas pada Dimitry jika dia belum bisa mengabulkan keinginan Dimitry untuk ikut bersamanya. Hanya saja dia berucap jika memang dia bisa menghadiri undangannya, dia akan memberi kabar pada Dimitry secepatnya.


.....


Hari-hari yang dilalui Raina seperti biasa, dia bekerja didampingi oleh Lita dan juga puluhan pegawainya. Luka di lengannya juga berangsur membaik, entah obat apa yang diberikan Dimitry, membuat luka Raina lebih cepat mengering dan juga memudarkan bekas lukanya. Tidak dapat dipungkiri Raina senang dengan perhatian yang diberikan Dimitry padanya, dia berharap bisa mempunyai seorang saudara yang sangat perhatian seperti Dimitry, meskipun terkadang tingkahnya sangat menyebalkan.


"Hufffttt..... ternyata lelah juga ya mba, tapi alhamdulillah, besok tinggal merias dua pasang orang untuk melakukan sesi pre-wedding. Kayaknya di handel anak-anak bisa deh mba, mba Raina istirahat dulu, lima hari udah kerja siang malem nggak tidur juga." Ucap Lita cerewet, dia selalu mengingatkan Raina jika dia harus istirahat.


"Iya Lit Alhmdulillah, besok dikasih ke tim Dian sama tim-nya Zahra nggak papa," Jawab Raina sembari menyelonjorkan kakinya di sofa lantai dua cafenya. Dia memang memiliki dua tim make up, hadi jika job-nya merias para pejabat dan artis dia akan membawa serta dan membagi pekerjaan supaya tidak terlalu memakan waktu yang lama.


"Iya mba, nanti aku share di group Raina's Gallery, biar sekalian mereka belajar mandiri, lokasinya juga nggak terlalu jauh banget kan."


"Iya Lit, kamu bebersih dulu gih, habis itu istirahat, pasti capek banget."


"Iya mba makasih ya mba, aku turun dulu." Ujar Lita seraya melangkah menuruni anak tangga menuju lantai satu.


Selepas Lita pergi, Raina bergegas menuju lantai tiga yang merupakan ruangan pribadi miliknya. Raina membersihkan dirinya kemudian dia menjalankan kewajibannya, dan setelah itu dia mengecek email dan juga pesan yang tertimbun karena dia sama sekali tidak melihat ponsel saat sedang bekerja tadi.


From Dimitry :


'Rain, bisakah usahakan besok terbang ke mari, hubungi aku jika kau bersedia.'


Pesan dari Dimitry membuatnya menghela nafas panjang, dia membaringkan tubuhnya diranjang empuk yang baru dua bulan ini menemani malam-malamnya.


"Untuk apa aku datang memenuhi undangannya, toh dia bukan siapa-siapa ku." Ucap Raina dalam hati. Dia kemudian berjalan menuju meja kerjanya, kembali menggoreskan pensil dan mulai membuat sketsa untuk gaun pernikahan yang akan dia keluarkan tiga bulan lagi.


.........


Besok merupakan hari bersejarah bagi Ananta, persiapan pesta ulang tahun sudah dimulai, tahun ini merupakan ulang tahun termewah untuk Ananta, Alexander Avram sengaja menggelar pesta ulang tahun sang istri, karena dia ingin membuat Ananta bahagia dan bersemangat lagi.


Ulang tahunnya yang ke empat puluh lima ini membuatnya seperti ulang tahun pada tahun-tahun sebelumnya, karena dia masih saja belum bisa menemukan keberadaan sang princess.


"Hei.... Apa yang kau pikirkan sayang?" Tanya Avram pada sang istri.

__ADS_1


"Nothing... Aku hanya.... "


"Syuuuttt.... sudahlah, lepaskan beban mu, tahun ini aku sengaja membuat pesta ulang tahun mu semakin meriah."


Meskipun pesta ulang tahun Ana digelar di mansion Avram, tetapi dia meminta untuk membuatnya semeriah mungkin, diluar para pekerja sudah sangat sibuk mempersiapkan pesta yang akan digelar besok. Dekorasi, tenda hingga pencahayaan harus sempurna.


Meskipun hanya digelar dihalaman samping mansionnya, tetapi tanah dan mansion Avram memiliki luas dua kali lapangan bola, di sana bahkan terdapat paviliun khusus untuk para maid dan bodyguard. Avram bahkan memiliki lapangan golf pribadi. Mansion itu terlihat klasik dan mewah, dengan taman dan juga pepohonan yang rindang, membuat suasana asri terasa.


...........


"Tuan, saya telah berhasil menemukan latar belakang penguntit nona Raina tuan." Ujar Carl dengan bersemangat.


"Kau serius? dari kelompok mana dia." Ujar Alle dengan langkah tegas menuju ke meja kerjanya, dia menyuruh Ben untuk menutup pintu, karena dia tidak ingin pembicaraannya kali ini di ganggu oleh siapa pun.


"Ya tuan, mereka terlihat berbeda dengan beberapa penguntit lainya, tetapi anehnya dia selalu menggunakan jaket dengan nilai harga yang fantastis." Carl menunjukkan bukti foto serta apa saja yang sedang dilakukan sang penguntit pria itu.


"Kau benar, jaketnya berkualitas bagus, aku yakin dia bukan orang yang sembarangan."


"Lalu menurut tuan, apa tujuannya menguntit nona Raina?"


"Bisa bermacam-macam tujuan, tetapi tunggu, perbesar bagian pergelangan tangannya." Ujar Alle dengan mata memicing tajam.


"Benarkah itu logo dari Jepang tuan? salah satu dari kelompok Yakuza?"


Alle menggeleng pelan, dia masih berusaha berpikir dan mengingat kembali dimana dia melihat tanda seperti itu. Tapi itu seperti tidak asing baginya.


"Aku akan mengingat dan mencarinya sendiri, kalian boleh beristirahat. Besok bersiaplah untuk menghadiri pesta ulang tahun nyonya Alexander di Rusia."


"Baik tuan, saya mengerti." Ucap Carl dan Ben hampir bersamaan. Itu artinya dia harus bersiap terlebih dahulu untuk mengutamakan keamanan keluarga Del Cano di sana.


Sejak peristiwa penculikan itu, Alle mendapatkan pasukan tambahan satu kompi dari sang ayah yakni Maxime Del Cano, yang tidak ingin kejadian


itu kembali terulang.


........

__ADS_1


"Ajak serta Alina, mommy sudah mengantarkan undangan serta dress padanya." Ujar Ica lembut lada Aksa, karena Ica menginginkan Aksa terus bisa terbiasa dengan Alina.


"Selalu begitu, tidak pernah bertanya pada ku terlebih dahulu." Ucap Aksa sembari melenggang masuk dalam kamarnya. Seluruh keluarga Dennison besok akan terbang ke Rusia untuk menghadiri pesta ulang tahun nyonya Ananta Alexander.


"Maafkan mommy sayang, tetapi memang seperti itulah seharusnya, semua pengusaha akan mengajak serta pasangannya dalam acara pesta yang sering diadakan atau pun digelar.


......


Suasana pesta terlihat mewah dan elegant, halaman mansion utama Alexander Avram, disulap menjadi seperti ballrom untuk pesta maupun acara besar.


Sejak masuk kedalam pintu gerbang, suasana pesta semakin terasa, lampu-lampu hias yang ditata sedemikian rupa membuat suasana semakin meriah, beberapa artis papan atas dunia terlihat hadir di sana, bersiap menghibur para tamu undangan.


Tamu undangan yang hadir pun hanya dari kalangan pebisnis, sementara beberapa yang merupakan sekutu Alexander Avram di dunia hitam juga tampak hadir, meskipun tidak banyak.


Avram memang membatasi tamu yang hadir, karena dia ingin membuat suasana menjadi hangat tanpa adanya ketakutan karena para mafia kelas kakap berada di sana. Tak terkecuali keluarga Del Cano yang bahkan di sana sudah terlihat Daza Del Cano serta sang ibu dan ayahnya, yakni Maxime.


Suasana pesta semakin meriah saat penyanyi papan atas itu mulai menyanyi dengan suara emasnya. Ica bergandengan dengan Allard, Alle dengan Cheyra, dan pasangan yang terakhir turun dari mobil porche hitam yakni pasangan Aksa dan Alina, keenam orang itu berjalan beriringan menuju tempat digelarnya acara.


Suasana tampak hangat dan akrab, hingga sang pembaca acara mengumumkan jika akan ada kejutan untuk sang nyonya Alexander.


Dalam hitungan ketiga sebuah mobil roll royce seri terbaru berwarna hitam metalik, tiba didepan para tamu undangan, mobil itu masuk melalui jalur utama dan sengaja dilewatkan sampai di ballroom utama.


Terlihat Ana dan Avram menyongsong kehadiran sang putra, yakni Dimitry Alexander, Ana bersiap menghampiri sang putra dan memeluknya, tetapi dia dibuat heran saat Dimitry memilih mengitari mobil dan membuka pintu sebelahnya.


Turunlah seorang wanita, dengan perawakan mungil, yang digandeng oleh Dimitry perlahan menuju pada Ana dan Avram, dia terlihat bingung karena dia tidak pernah menyangka akan disambut sedemikian rupa oleh seluruh tamu undangan yang berada di sana.


Semua tamu undangan terlihat heran dan tidak mengenali sosok wanita yang digandeng oleh Dimitry, tetapi tidak bagi Ana dan Avram, keduanya terlihat terkejut, bahkan Ana nyaris tergelincir saat tubuhnya oleng, beruntung sang suami dengan sergap menahan tubuhnya hingga tidak terjatuh.


Tidak hanya Ana dan Avram yang terkejut, tetapi juga Keluarga Del Cano dan juga Dennison yang menatap kearah wanita muda itu dengan ekspresi terkejut yang sangat tidak diduga.


"Dia.... "


"Gadis itu... "


........ Bersambung .........

__ADS_1


Hay semua.... malem... maaf ya kemarin libur Up aku... hayoo tebak siapa gadis itu... ...


jan lupa vote, like n comennya yaa... sayang kalian,, ☺☺☺😘😘😘😘


__ADS_2