Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Tiga Hari Lagi


__ADS_3

Puluhan pesan yang dikirimkan Aksa beberapa waktu lalu itu hingga nyaris menyentuh angka seratus pesan, membuat Raina membelalakkan matanya, dia tidak percaya ternyata Aksa bisa semanis ini.


Saat ingin membaca saru persatu chat Raina dikejutkan dengan dering ponselnya yang menunjukkan jika Aksa tengah menelponnya saat ini. Dengan jari yang gemetar Raina menggeser krusor berwarna hijau pada ponselnya.


"[Assalamualaikum mas....]"


"[Waalaikumsalam Rain... ]"


"[Ada apa?.... ]"


"[hemmmm..... ]" Tak langsung menjawab Aksa memilih menghela nafasnya panjang, sebelum dia benar-benar mengatakan hal penting, terlebih dahulu menarik nafasnya panjang.


"[Aku merindukan mu.... ]"


Hening... Raina tak lekas menjawab ucapan Aksa. Dia shock dan dilema bingung dengan keadaannya saat ini.


"[Mas.... maaf tapi... apa pantas kau mengatakan hal itu?]" Ujar Raina linglung.


"[Mengapa tidak pantas Rain?]" Helaan nafas Raina terdengar ditelinga Aksa.


"[Bukankah kau sudah bertunangan dengan mba Alina? jadi menurut ku sangat tidak pantas jika mas Aksa berbicara seperti ini pada ku.]" Tuturnya panjang lebar.


"[Dengarkan aku Rain.... Saat ini statusku tak lagi menjadi tunangan dari Alina Parveen. Kami sudah mengakhirinya... ]"


Seketika itu juga Raina membelalak tidak percaya dia menutup mulutnya yang sedikit terbuka karena rasa terkejut.


"[Benarkah itu mas? kau sedang tidak bercanda?]"


"[Ya, aku tidak bercanda Rain.]"


"[Tapi mengapa?]"


"[Karena..... ]"


"[No.... jangan katakan alasannya karena ini bukan menjadi urusan ku mas, maaf..... ]" Seketika itu juga Raina tersadar jika menanyakan penyebab berakhirnya hubungan mereka bukanlah hal yang pantas. Karena itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan dia.


"[Baiklah... aku hanya ingin kau tau jika saat ini status ku kembali single Rain,.... ]"


Hening kembali tercipta diantara keduanya. Terasa sangat canggung, padahal awalnya Aksa sangat menggebu ingin menyampaikan kabar ini pada Raina, tetapi tanggapan Raina seolah menjadi sangat canggung.

__ADS_1


Raina memutus panggilan itu dengan dalih ingin menyelesaikan sket gaun pesanan salah satu artis ternama Indonesia. Padahal kenyataannya dia hanya ingin segera mengakhiri pembicaraan itu, karena dia merasa sangat canggung.


Juga dia tidak harusnya menjadi senang diatas kesedihan orang lain. Meskipun tidak dapat dipungkiri hatinya seolah merasa sangat senang hingga dia ingin berlonjak, tetapi kembali dia teringat ada hati yang juga tersakiti disini. Dia mengingat kembali percakapannya dengan Alina kala itu.


'Sudahlah Rain.... enyahkan pikiran itu, semua itu bukan salah mu, toh kau tidak pernah mengganggu hubungan mereka dengan menjadi orang ketiga. Jadi biarkan saja jangan merasa bersalah.' Batin Raina.


.........


Disinilah saat ini Raina, dipusat perbelanjaan ternama di Moscow, setelah panggilannya berakhir, Raina fokus ke pekerjaannya, tetapi baru sebentar dia menekuni pekerjaannya, dia sudah didatangi Dimitry. Sebenarnya Raina sangat betah berlama-lama di mansion, tetapi Dimitry menguaik ketenangannya dengan cara mengajaknya hangout mau tidak mau saat Dimitry mengajaknya Raina akhirnya pasrah diajak keluar mansion. Bukan tanpa sebab, karena Raina terlalu malas jika harus bertemu dengan para fans garis keras Dimitry.


Dia cukup tau diri tidak ingin merasa dibenci orang lain saat ini, dia hanya ingin hidup tenang dan damai. Raina sedikit banyak mengetahui jika sang kakak memiliki banyak fans wanita, terlebih lagi track recordnya dengan para wanita yang sering kali one night stand. Dengan tidak tahu malunya Dimitry mengajak dengan cara memaksa Raina untuk mengekorinya.


"Tuh kan kak... apa ku bilang mereka pasti sangat marah pada ku saat ini." Teriakan histeris para wanita karena menyadari keberadaan Dimitry membuat Raina jengah.


Tetapi tidak dengan Dimitry yang seolah-olah menulikan telinganya. "Biarkan saja toh mereka tidak ada yang berani mendekat."


Raina mendengus kesal dengan jawaban Dimitry. Merangkulkan tangan kirinya pada Raina dan berjalan dengan tenang. Sementara teriakan para wanita sudah sangat memekakkan telinga.


"Kak kau sengaja? kau ingin aku di bully oleh mereka huh?" Omel Raina dengan bersungut.


"Sudahlah abaikan saja mereka, aku ingin kau memilih apa pun yang kau mau, yang kau inginkan sekarang juga." Dimitry menatap Raina penuh dengan sayang, dia ingin menggantikan waktunya yang hilang selama dua puluh tahun dengan memanjakan Raina membeli barang branded.


"Aku tidak menginginkan apa pun kak. Apa kau lupa aku bisa membuatnya sendiri." Jawab Raina dengan pandangan lucu dengan mengedipkan netranya beberapa kali. Dan hal itu sukses membuat Dimitry gemas dengan mencubit kedua pipinya geram.


"Makanya, tidak harus baju, kau bisa memilih tas atau pun sepatu yang kau inginkan Rain." Raina melihat kesekitar, benar saat ini dirinya tengah berada di antara tenant brand ternama yang mendunia. Raina menghembuskan nafasnya lelah. Sungguh Dimitry memang tidak mengerti bahasa manusia.


Dimitry menarik pergelangan tangan Raina, memasuki toko tas dengan brand terkenal yang bahkan Raina hanya mampu membeli satu selama ini.


"Ambil semua yang kau mau Rain. Aku ingin menebus waktu selama dua puluh tahun yang hilang bersama mu." Ujar Dimitry dengan tatapan meneduhkan.


"Kak tapi ini berlebihan,..... "


"Tidak ada yang berlebihan jika itu untuk princes Alexander. Riana Alexa." Ujarnya dengan senyuman lembut, dan usapan dipuncak kepala Raina, yang membuat semua mata yang memandangnya berteriak histeris.


Akhirnya Raina memilih beberapa tas dari brand ternama itu, hanya untuk menutup mulut kakaknya yang sedari tadi tak berhenti memintanya memilih tas branded itu. Beberapa paper bag dibawa oleh bodyguard Dimitry yang sedari tadi mengikuti sang majikan dan mensterilkan sekitar.


Setelah itu keduanya keluar berjalan ke toko alas kaki. Lagi... Dimitry menarik tangan Raina yang hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan sang kakak.


........

__ADS_1


Aksa :


"Rain.... "


Raina :


"Dalem Mas...( bahasa jawa, artinya 'Iya mas') "


Disebrang sana Aksa sedang senyum-senyum sendiri karena sahutan Raina benar-benar membuatnya baper setengah mati.


Aksa :


"Belum tidur?"


Raina :


"Belum mas... "


Aksa :


"Sedang Lembur?"


Raina :


"nggak mas ini mau tidur."


Aksa :


"Baiklah...good night Rain.. "


Raina :


"Good night Raina... "


Aksa :


"Persiapkan diri mu tiga hari lagi."


Setelah chat itu dibaca oleh Raina, Dia berpikir keras setahunya tidak ada moment tetapi kenapa... Aksa menyuruhnya menunggu tiga hari lagi...

__ADS_1


....... Bersambung .......


Malem semua maaf telat bgt Upnya... jan lupa komen.. β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2