Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Perkebunan Teh


__ADS_3

"Baiklah, aku menerima tawaran ini dengan beberapa syarat yang sudah kami tetapkan selama ini."


"Silahkan sebutkan persyaratannya." Lita pun menjelaskan dengan detail perjanjian kerja yang telah biasa dia tetapkan selama ini.


"Baik, hanya itu saja?"


Raina mengangguk dan kemudian keduanya berjabat tangan dan pihak dari Audy pun segera mentransfer uang DP terlebih dahulu.


Raina diminta menjadi MUA salah satu artis tanah air yang sedang berada dalam karir tertingginya, Artis itu menerima pinangan dari pengusaha perhiasan asal Korsel, dia sama sekali tidak takut jika karirnya akan redup.


Audy memilih segera menyudahi masa lajangnya dengan pengusaha bermarga Choi itu. Sehingga dia ingin foto prewedding-nya di korsel, dan menikah di Jakarta dan Korea. Ini akan menjadi pernikahan termewah di tahun ini.


Seminggu lagi dia akan berangkat dua hari lagi dia akan berangkat ke Korea untuk foto prewedding, meskipun berat hati karena dia tidak ingin mengenang masa itu. Tetapi dia harus bersikap profesional untuk urusan pekerjaan.


Raina menghela nafas, kemudian dia meneguk air mineral dalam botol, rasa haus menghampiri saat dia mengetahui jika clientnya menginginkan Korsel sebagai pilihannya melakukan sesi prewedding.


Dia yakin kali ini tidak akan bertemu dengan Aksa, karena sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya kali ini. Raina segera merancang salah satu gaun yang akan dikenakan dalam foto prewed maupun pernikahan Audy nantinya.


Karena itu merupakan permintaan pribadi dari Audy. Dia telah banyak melihat hasil karya tangan Raina yang membuatnya benar-benar takjub dan tidak ingin orang lain yang meriasnya.


.........


Raina sedang sibuk membuat sketsa gaun di lantai atas tempatnya bekerja, dia sedikit terganggu karena ponselnya yang berdering. Dia lupa mengubahnya menjadi mode senyap. Tertera nama ibu kosnya dahulu saat dia masih bertempat tinggal di kos-kosan yang padat.


"Assalamualaikum bu,"


"Waalaikumsalam, akhirnya nak.. ibu bisa denger suara kamu, ibu mencari nomor mu kemana-mana karena ibu sempat ganti ponsel jadi nomor mu hilang, dan anak kos yang lain juga sudah pada pindah, jadi ibu kehilangan kabar mu." Ujar ibu kos dengan menggebu. Dia merasa senang akhirnya bisa mempunyai nomor Raina yang baru.

__ADS_1


"Iya bu maaf ya, Raina tidak menghubungi ibu selama ini." Jawab Raina dengan sedikit menyesal.


"Nggak papa nak, ibu cuma mau memberitahu kalau dalam beberapa bulan terakhir ini banyak orang mencari mu nak."


"Mencari? maksud ibu siapa dan untuk apa?"


"Semuanya laki-laki dan tubuhnya besar-besar semua, ada tiga laki-laki dalam kurun waktu satu bulan ini, dan semuanya berbeda."


"Laki-laki? ibu nggak nanya kepentingannya?"


"Udah nak, katanya dia ingin bertemu dengan mu, dan sempat minta alamat kamu yang terbaru. Sayangnya ibu nggak punya nomor mu. Ini aja ibu dapet dari tukang langganan makanan pesan antar yang biasa kita pakai dulu."


"Siapa ya bu, apa pria yang dulu pernah dateng bareng Raina bu?"


"Bukan, bukan pria itu nak. Beberapa orang terlihat kayak orang luar, bule gitu. Tapi ada yang orang Indonesia juga sih."


"Itu dia nak, bahkan ada yang sengaja nunggu didepan pintu gerbang nak. Dikira ibu bohong."


"Makasih ya bu Informasinya."


"Iya Rain. Ibu cuma takut kalau dia punya niat jelek, soalnya firasat ibu nggak baik nak."


"Makasih ya bu udah kasih tau Raina, doain aja semoga mereka bukan orang yang berniat buruk bu."


"Iya nak, jaga diri baik-baik ya, sementara ini jangan dulu main ke kos ya nak, ibu takut kalau masih ada yang terus mantau dari jauh."


"Iya bu, makasih banyak ya bu udah peduli sama Raina."

__ADS_1


"Sama-sama nak."


Setelah telepon terputus, Raina menghembuskan nafas lelah, ucapan mantan ibu kosnya terus terngiang dalam ingatannya. Membuatnya tak lagi bisa menyelesaikan sketsa gaun milik Audy.


"Semoga bukan orang suruhan mas Aksa, tapi jika memang dia, harusnya dia bisa menemukan ku, tanpa harus terus mencari dan nungguin di depan gerbang."


..........


Satu hari menjelang perjalanan kerja Raina ke Korsel, disebuah kebun teh dikawasan Batang jawa tengah. Seorang pria bermata biru safir sedang menatap hamparan kebun teh yang luas, disertai selembar foto yang berada dalam tangannya. Dia mengangkat foto lawas itu, dan membandingkan dengan tempat yang berada tepat di depannya.


Matanya berbinar saat dia menyadari itu merupakan tempat yang sama, hanya saja ada beberapa pohon yang berbeda tingginya dengan difoto, tetapi untuk keseluruhannya sama persis.


"Riana, dimana kamu princes."


"Pak, maaf saya bisa mencari tahu tentang gadis ini?" Dimitry memberikan foto seorang gadis remaja tanggung yang sedang memetik teh, dengan hanya terlihat dari tampak belakang.


Sehingga membuat laki-laki paruh baya itu mengerutkan keningnya, dia sama sekali tidak bisa mengenali siapa gadis dalam foto lawas itu.


"Dia masih remaja saat itu, tapi saya yakin sekarang dia berumur sembilan belas tahun pak." Ucap Dimitry berusaha menjelaskan pada bapak RT dikampung itu.


"Waduh saya kurang faham mas, foto itu juga cuma kelihatan punggungnya saja."


"Hufftt....." Dimitry tampak frustasi, tapi dia tidak menyerah dia berusaha mendatangi kantor kelurahan dan menanyakan hal itu pada orang-orang yang berwenang.


.......... Bersambung ...........


Wah dimitry sudah selangkah lebih didepan ya sekarang... yuk bantuin dia nyari adx-nya...

__ADS_1


jan lupa komen yaa... udah double Up nih hihihi....


__ADS_2