Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Acara Rahasia


__ADS_3

Raina berhasil merampungkan beberapa sketsa gaun yang audah mulai diproduksi, bahkan di rumah modenya yang berada di Moscow ini Dimitry telah menyediakan semua kebutuhan sang adik, mulai dari sepaket komplit mesin jahit dan yang lainnya, sehingga Raina bisa bekerja dari sini.


Meskipun sedikit jengah karena semua aktivitasnya selalu dibuntuti oleh pasukan elit sang Daddy, tapi dia mencoba berdamai dan mencoba menerima apa yang sudah menjadi prosedur sebagai bagian dari Alexander family.


Mempunyai satu pengawal wanita membuatnya sedikit terasa lebih nyaman, dari pada hanya diikuti oleh pengawal pria saja. Cika yang sudah membersamainya selama setengah tahun ini sudah mulai memahami apa yang disukai dan tidak disukai oleh sang nona mudanya.


.....


Tiga hari berlalu, Raina terus saja bekerja via online dengan Lita sang asisten. Semua tim yang dipegang oleh Zahra pun juga sudah bisa dilepaskan untuk merias beberapa event-event kecil sejak kepergian Raina.


"Bagaimana dengan acara pertunangan anak bupati kota sebelah Lit? apakah ada komplain dari konsumen?" Tanya Raina melalui panggilan vidio call yang sedang tersambung.


"Alhamdulillah mba berjalan lancar, hanya saja memang kemarin ada tambahan mendadak jumlah orang yang minta dirias, alhasil saya meminta dari tim kedua untuk membantu tim-nya Zahra yang sedikit kerepotan. Tapi overall semuanya udah oke kok." Jawab Lita dengan mantap.


"Alhamdulillah kalo gitu, aku bangga sama kamu Lit, kamu udah bisa ambil keputusan disaat mendesak meskipun tanpa aku, itu artinya saat ini kamu udah semakin bisa memanage semuanya dengan baik." Ungkap Raina jujur.


"Itu juga saya belajar dari mba Raina, bagaimana cara mengatasi masalah yang tiba-tiba sama sekali nggak terpikirkan kadang. Makasih mba sudah selalu sabar didik saya." Balas Lita segan.


"Ngomong-ngomong mba Raina sedang apa sekarang?" Tanya Lita penasaran pasalnya saat ini Raina tengah disibukkan dengan satu gaun pesanan dari pelanggan yang memesan lewat Sang mommy.


"Aku lagi ngerjain gaun pesta untuk anak dari temennya mommy, dia katanya mau ada acara lamaran gitu Lit, tapi yang buat heran kenapa gaunnya tertutup dan sekalian disuruh nyiapin hijabnya juga, apa mungkin temen mommy ini muslim ya." Tanya Raina yang memang penasaran dengan pesanan sang mommy.


"Lah emang orangnya nggak datang langsung untuk ngukur badan mba?".Tanya Lita heran.


" Nah itu yang buat aku semakin heran, masa mommy bilangnya ukurannya sama dengan aku, dan dia minta dipilihkan kain dan warna yang cocok dengan tema acaranya nanti Lit. Aneh banget nggak sih menurut mu?"


"Iya sih mba aneh, tapi ya mungkin karena mereka takut kalau pilihan mereka malah nggak pas, makanya diserahin sama mba aja."

__ADS_1


"Bisa jadi sih Lit. Tapi yaudah lah nggak papa ini tinggal pasang accesoriesnya aja habis ini selesai soalnya mai diambil nanti sore katanya."


"Iya mba, biasanya aku bantuin tahap finishing gaunnya mba, tapi kali ini jauh... hehehe."


"Iya nggak papa Lit ini udah selesai kok, tinggal di packing aja."


"Syukurlah.. mba ada kostumer nyariin aku, udah dulu ya nanti disambung lagi." Ujar Lita kemudian berdiri menghampiri costumer yang sudah menunggu.


"Iya Lit, yaudah matiin aja Assalamualaikum... "


.....


Raina tengah bersiap pulang ke mansion daddynya, dia mengecek ponsel, terlebih dahulu, pesan yang dia kirimkan pada Aksa hanya terkirim tanpa dibaca oleh Aksa, Raina menghela nafasnya, 'sudahlah mungkin dia sedang sibuk' pikir Raina, dia lekas memasukkan ponselnya kedalam tas tangan. Tetapi urung lantaran ternyata ponselnya berdering disana tertera nama Mommy is calling. Sedetik kemudian Raina menggeser krusor berwarna hijau pada ponselnya.


"Assalamualaikum mom,.... "


"Iya udah siap kok, ini Raina udah mau pulang."


Dengan langkah ringan dia berjalan diikuti Cika menuju mobil maybach yang sudah terparkir apik didepan loby, setelah sebelumnya menitipkan gaun pesanan temen sang mommy yang katanya akan ada yang ngambil.


Mobil yang ditumpangi Raina sampai dipelataran mansion Alexander dia sedikit bingung lantaran Sang kakak yang langsung masuk kedalam mobil dan seketika itu juga dia mengajak Raina pergi.


Entah kemana tujuan Dimitry saat ini yang jelas dia meminta Raina bersiap karena dia ingin mengajak Raina kesebuah undangan acara pertunangan salah satu client bisnisnya.


Dimitry mengajak Raina ke hotel, dan dia mengatakan jika semua peralatan make up Raina sudah dibawa oleh salah satu anak buahnya. Alhasil disinilah dia sekarang, Melakukan rutinitasnya dengan kebingungan.


Meskipun Dimitry mengatakan sudah mempersiapkan gaun, tetapi dia masih bingung dengan gelagat sang kakak yang diluar normal itu. Dia bersiap mengaplikasikan make up nude pada wajahnya sendiri, kemudian membuka box gaun yang dipersiapkan oleh Dimitry, seketika itu juga kedua netranya membelalak sempurna saat melihat gaun yang tadi dia buat dan baru dia selesaikan sore ini nyatanya saat ini berada dalam genggamannya.

__ADS_1


Dia kebingungan dan ingin menelpon sang mommy, tetapi ponselnya kembali dirampas oleh Dimitry, dengan mengatakan sudah tidak ada waktu lagi, acara akan segera dimulai titah Dimitry.


Dengan pikiran masih berkecamuk, dengan pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya, Raina akhirnya dibawa lagi oleg Dimitry dan yang lebih membuatnya heran dia mengatakan akan menjemput mommy terlebih dahulu.


"Padahal kan bisa mommy naik mobil dengan driver pribadinya kak, kenapa harus repot bolak balik gini kalau waktunya udah mepet."


"Udah lah Rain, ini perintah mommy lakukan aja. Toh mommy nggak minta yang aneh-aneh kan."


Lagi... Raina dibuat heran dengan sikap sang kakak tang sangat aneh itu. Malam sudah semakin larut ketika Dimitry mengulyrkan tangan memintanya untuk turun. Raina mengikuti langkah Dimitry.


Tetapi pandangan matanya tak lantas diam, dia menoleh kesana kemari melihat begitu banyaknya mobil mewah yang berjejer rapi diparkiran mansion juga dengan lampu yang terlihat lebih terang dari biasanya.


Tatapan mata cantiknya dibuat membulat sempurna saat melihat didalam ruang tamu mansion lantai satu telah terdapat dekorasi ruang yang sangat senada dengan gaun yang saat ini dia pakai. Masih enggan mengira-ira dengan langkah kecilnya Raina dibuat terkejut dengan keberadaan seluruh keluarga besar Dennison dan Del Cano yang sudah memenuhi sofa yang tersedia memanjang didalam ruang itu.


Pun saat netra cantiknya kembali dipertemukan dengan tatapan meneduhkan dan tajam milik pria yang selama dua tahun ini berhasil membuatnya seolah menaiki rollercoaster.


"Kak... Bagaimana bisa... ini sebenarnya ada apa?... " Pertanyaan Raina menggantung di udara saat Dimitry malah mendudukkannya ditengah-tengah antara sang mommy dan Zantica, ibunda Aksa.


"Tenangkan diri mu, duduklah yang manis, kau akan tau acara apa ini yang sebenarnya." Ucap Dimitry dengan senyum mengembang.


Deg......


'Nggak... nggak mungkin' batin Raina. Tetapi tulisan dalam bingkai yang terpampang jelas disana adalah merupakan namanya dan nama pria yang berhasil menduduki tahta tertinggi dalam hati Raina.


Deg.......


........ Bersambung ........

__ADS_1


Malem All.... maaf ya kemarin aku nggak Up... Demam melanda karena flu menyerang Author...


jan lupa komennya meskipun jrang bles tali aku ttp baca komen kalian kok sayang kalian banyak-banyak... ☺☺☺☺


__ADS_2