Rasa Yang Tak Usai

Rasa Yang Tak Usai
Terungkapnya Rahasia Besar


__ADS_3

Suasana terlihat senyap, hanya terdengar orang-orang yang tengah berbisik-bisik membicarakan apa yang baru saja terjadi. Alunan musik dimatikan, kurang lebih lima belas menit lamanya Ana memeluk Raina tanpa jeda, Tangis pecah Ana membuat siapa saja yang melihatnya ikut terbawa suasana kesedihan dan haru. Dimitry kemudian membawa Raina kesebuah sofa yang berada didalam mansion.


Raina yang masih kebingungan hanya bisa diam dan bingung dengan apa yang baru saja dia ketahui. Dia melihat sekeliling ruangan megah itu, mansion yang dominan dengan cat berwarna putih itu terlihat megah, bahkan di tenganya ada pilar-pilar besar penyangga, semua arsitektur terlihat klasik.


Guci-gugi besar yang terlihat asli peninggalan zaman dinasti Ming, dan ada beberapa dari kerajaan Korea. Entah dari mana Alexander Avram memiliki semua itu. Beberapa lukisan abstrak serta lukisan kuno yang memiliki nilai jual yang fantastis, maupun Hiasan dinding yang tersebar di dalam ruangan lantai satu yang terbilang luas.


Raina seperti orang bodoh yang terus menerus celingak-celinguk kekiri dan kekanan, sampai pada saat Alexander Avram dan Ananta datang, diikuti dengan Allessandro del cano dan Aksa Dennison Lee, tatapan mata keduanya sempat bertemu.


Tetapi Raina seolah tidak menghiraukan, pikirannya sedang kalut bahkan jika orang lain akan senang dan menangis terharu, Raina hanya bisa terdiam tanpa kata dengan tatapan yang membuat orang lain mengira jika dia seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


Semua pelayan keluar, setelah Ica, Cheyra dan Alina masuk, Dimitry yang melihat kedatangan Alina menatap tajam, dia sedari awal tidak terlalu menyukai gadis itu, terlebih setelah kejadian yang membuat Raina terluka karena ulahnya.


Ica yang mengerti arti tatapan Dimitry pun segera meminta maaf. "Maaf tuan Dimitry, dia terpaksa ikut masuk kedalam, karena dia sendirian di luar, dia datang bersama kami, itu sebabnya dia menjadi tanggungjawab kami."


Semua orang terdiam, tanpa ada yang ingin mengucapkan kata apa pun, sampai pada saat Dimitry meminta Luke untuk menghidupkan proyektor dan menghubungkannya. Didinding yang telah dipersiapkan, di sana terlihat sedang memutar sebuah foto yang dibuat menjadi vidio.


Seorang bayi perempuan mungil, dengan wajah khas Indonesia, tetapi dengan kulit yang bersih dan berwarna kuning, berbeda dengan bayi Rusia pada umumnya. "Ini adalah bayi Riana Alexa, begitulah kami memanggilnya."

__ADS_1


Slide berikutnya merupakan foto seorang wanita yang sedang mengandung dengan perut yang membesar, foto itu terlihat sangat mirip dengan dirinya. "Ini merupakan kehamilan kedua, Foto ini diambil dua puluh tahun yang lalu, wanita muda ini merupakan Ananta Atmaja, Nyonya Ananta Alexander, yang berarti mommy ku sendiri," Dimitry menjelaskan dengan detail beserta tanggal yang tertera dalam foto itu. Sementara Raina hanya melihat dengan seksama, tidak ada kata apa oun yang keluar dari mulutnya, hanya saja sekarang tangannya berubah suhu menjadi sangat dingin.


Slide berikutnya terlihat seorang bayi yang sedang digendong oleh wanita yang sama, yakni Ana, dengan didampingi oleh Alexander Avram, yang sedang menggendong seorang anak laki-laki yang berumur tujuh tahun. "Ini merupakan formasi lengkap dari keluarga Alexander. Anak laki-laki itu adalah aku sendiri. Yang saat itu masih berusia enam tahun."


Di sana ada beberapa cuplikan vidio yang menggambarkan keluarga kecil yang sangat bahagia. "Kami sangat bahagia saat itu, tetapi beberapa bulan setelahnya, terjadi kekacauan yang membuat kami semua kehilangan sosok bayi mungil yang saat itu masih berusia sepuluh bulan."


Semua orang terlihat menahan air mata, saat beberapa cuplikan kekacauan di mansion lama Alexander yang saat itu di serang oleh musuh.


"Sejak saat itu, kami bertiga berusaha bangkit, bukan berarti kami melupakan gadis kecil itu, akan tetapi kami semua menemui jalan buntu saat berusaha mencari keberadaannya, dia dibawa oleh pengasuhnya yang merupakan wanita Indonesia, Daddy sempat meminta perlindungan pada tuan Allessandro yang saat itu sedang berkuasa di dunia hitam, dan dia sempat menyelamatkan Riana dan dibawa ke tempat yang aman, akan tetapi saat itu sang pengasuhnya yang sangat ketakutan, mengira jika tuan Allessandro merupakan sekutu musuh, membuatnya melarikan diri melalui pintu belakang, dia pergi ke pelabuhan dan disana dia dibantu seseorang yang membuatnya berhasil lolos dan kabur hingga ke Indonesia."


Ica, Ana serta Cheyra terperangah mendengar penuturan Dimitry, para wanita yang sengaja tidak diberi tahu secara detail mengenai kejadian tersebut, dan malam ini semuanya terbongkar, Dimitry yang sudah berusaha keras dan tanpa lelah mencari keberadaan sang adik, akhirnya perjuangannya berakhir malam ini.


"Kamu, Raina Ghiska Zoya, merupakan Riana Alexa, adik ku yang hilang, putri dari Mr Alexander Avram dan nyonya Ananta Atmaja." Ucap Dimitry dengan mata berkaca-kaca dan suara yang bergetar hebat.


Meskipun Dimitry berbicara dengan aksen dinginnya, tetapi tidak dapat menutupi rasa harunya, dia terus menatap lekat kearah Raina yang saat itu juga tengah berkaca-kaca, meskipun dengan gelengan kepala kuat. Nyatanya pandangan matanya pada Dimitry tidak terputus.


Raina menggeleng kuat, disertai air matanya yang meluruh, tubuhnya bergetar hebat, meskipun tanpa suara. Dimitry tak kehilangan akal, dia meminta Alle untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


"Kau boleh tidak mempercayai ku Rain, tapi dengarkan penjelasan tuan Allessandro dan Aksa Dennison Lee. Itulah mengapa aku mengundangnya untuk masuk kedalam pembicaraan keluarga kita." Ucap Dimitry sembari melirik sinis kearah Alina yang terlihat salah tingkah, karena kehadirannya ternyata tidak mempunyai sumbangsih apa pun disini. Dimitry menyerahkan remot control proyektor itu pada Alle yang langsung menyambutnya.


"Aku tau kau bukan bukan gadis yang mudah percaya dengan ucapan tanpa bukti, kalau begitu, mari kita lihat bersama, bukti yang ku kumpulkan secara tidak sengaja." Alle kemudian memencet tombol pada remote, dan seketika tayangan berganti dengan foto seorang bayi perempuan yang memakai satu set perhiasan. Perhiasan ini merupakan perhiasan yang sama dengan perhiasan yang kau pakai satu tahun lalu saat tidak sengaja bertemu dengan Aksa. Benar bukan Aksa?"


"Ya, itu benar kita bertemu secara tidak sengaja saat itu, dan kita bertabrakan yang membuat kau menjatuhkan gelang kecil mu, yang ku sunpan kurang lebih satu bulan berada di tangan ku, sebelum kita akhirnya bertemu lagi, dan aku mengembalikan gelang itu, bahkan aku ikut menemani mu saat kau ingin mereparasi dan mengubahnya menjadi kalung, agar bisa kau pakai, karena saat itu gelang itu sudah tidak lagi bisa kau pakai, mengingat ukurannya yang memang untuk anak bayi." Ucap Aksa dengan nada serendah mungkin, dia berusaha membuat Raina tenang. Meskipun saat ini dia merasa ingin berlari memeluk Raina yang terlihat terguncang.


"T-tapi pe-perhiasan seperti itu bukan hanya satu di Dunia." Ucap Raina dengan suara terbata, tenggorokannya terasa tercekat saat ini.


"Perhiasan itu hanya satu ku buat satu set di Dunia, karena aku memang mendesain untuk putri ku satu-satunya," Sahut Alexander dengan nada yang juga bergetar, matanya sudah basah sedari tadi, di dalam pelukannya terlihat Ana yang sedang terisak.


"Bisa saja perhiasan itu dipakaikan pada orang lain saat pelarian." Ucap Riana berusaha ingin mencari lebih banyak bukti dari mereka semua.


"hehehe...." Alle tertawa pelan dia heran dengan pendirian dan sikap Raina. "Aku.. sebelumnya tidak pernah menyentuh maupun menyukai bayi. Tapi saat kau menangis malam itu, sungguh hati ku terasa sakit, ku beranikan diri untuk menggendong mu, yang herannya saat itu langsung terdiam dalam waktu lina menit setelah berada dalam gendongan ku, dan satu hal, kau memiliki tanda lahir sejak awal, yaitu tahi lalat yang berada di pipi sebelah kanan dan juga yang lebih besar berada dibelakang telinga. Benar bukan nyonya Ananta?" Ucap Alle dengan pandangan menyelidik.


Deg........


......... Bersambung ........

__ADS_1


Hai... aku lanjut nanti malem ya insyaallah biar g nanggung penasarannya... jan lupa vote like dan comen yaa... β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2